Sharing Info

Kitchen Set

Haiii semua.. i’m back!!

Setelah sekian lama sibuk pindahan rumah, akhirnya per tgl 7 Februari saya resmi menempati rumah baru yang masih berada di daerah Tangerang juga 🙂

Dalam postingan kali ini saya akan sedikit share mengenai kitchen set. Hal yang tidak jarang membuat pusing emak-emak seperti saya, hehe. Untuk emak-emak yang menghabiskan sebagian waktunya dengan berkutat di dapur, wajib hukumnya untuk punya kitchen set ini. Kitchen set tidak selalu harus mewah karena dikembalikan lagi ke budget masing-masing, tapi kitchen set ini harus membuat anda nyaman dan bekerja secara ergonomis. Alasan saya membuat kitchen set di rumah saya adalah karena dapur yang disediakan oleh pihak developer sangat standar sekali, hanya berupa meja beton dan wastafel, tanpa ruang-ruang penyimpanan yang saya pikir pasti akan berantakan banget dapurnya (panci, wajan dan piring yang seabreg itu mau ditaruh dimana??!). Berbekal rayuan maut ke suami, akhirnya suami mengizinkan untuk membuat kitchen set dengan budget under 30 juta untuk dapur saya yang berukuran 2,3 x 3,8 meter.

Dapur dari Developer Rumah
Dapur dari Developer Rumah

Perjalanan saya dalam mendapatkan kitchen set ini cukup berliku-liku karena saya waktu itu masih awam sekali dengan dunia per-kitchen set-an. Saya mencari info-info terlebih dahulu melalui forum ibu-ibu seperti female daily dan mommies daily, blog walking dan juga survey langsung ke showroom kitchen set di daerah Serpong Tangerang (cuma 2 sih yang sempat disurvey: Eileen’s Kitchen dan Ideal Living) . Dari hasil research tsb (cieileh.. keren bener ya bahasanya, hehe), saya banyak mendapatkan info yang berguna.

Berikut langkah-langkah dalam membuat kitchen set:

1. Tentukan konsep dan ukurlah dapurmu. Ukurlah dapur kamu meliputi: Panjang, Lebar dan Tinggi-nya (gambar denahnya juga biar keliatan posisi pintu dan jendelanya dimana). Kemudian tentukan konsep sbb:

  • Kitchen equipment yang akan dipakai di dapur beserta ukuran-ukurannya (Panjang x Lebar x Tinggi), misalnya apakah kamu akan menggunakan kompor, oven, microwave, kulkas tanam (built-in) ataukah freestanding cooker dengan microwave dan kulkas tanpa ditanam/tanpa cabinet khususnya. Kemudian untuk cabinet atasnya apakah kamu mau cabinet yang tingginya sampai plafon atau suma setengah plafon. Hal ini tentu saja akan pengaruh ke perhitungan harga (semakin banyak cabinet yang digunakan tentu harga akan semakin mahal). Satu lagi adalah cooker hood yang akan digunakan mau tipe yang besar atau slim. Kalau saya sih ga pakai cooker hood karena udah ada exhaust fan (ema-emak pengiritan, hihi).
  • Kitchen sink yang akan kamu gunakan (mau tipe 1 bowl ata 2 bowl atau 1 bowl plus sayap), ukuran kitchen sink ini akan berpengaruh ke cabinet bawah sink tsb. Note: untuk kitchen equipment dan sink kalau belum beli juga gpp sih yang penting uda fix untuk ukurannya yg akan dipakai (jangan berubah-rubah dari keputusan awal karena tukang kitchen set-nya bisa marah tar, apalagi kalau kabinetnya udah jadi, hehe). Setelah decide hal tersebut, desain kitchen set bisa mengikuti ukuran equipment dan sink yang kita punya.
  • Perletakan kitchen set nanti. Apakah mau letter L, U atau cuma di sisi tertentu.
  • Pilih bahan yang akan digunakan HPL atau duco,dll beserta warna yang diinginkan

2. Cari Interior Desainer yang akan mendesain dapurmu. Setelah berbekal data-data diatas, kamu bisa mulai survey-survey untuk mencari jasa Interior Desainer yang terpercaya dan sesuai budget kamu. Bisa langsung datang ke showroom untuk tanya-tanya harga atau lewat e-mail. Untuk kitchen set saya menggunakan jasa Jendela Putih (bisa diliat portfolio-nya di http://www.jendelaputih.com) dengan Pak Wilopo. Saya tau Jendela Putih ini dari forum female daily lho, hehe. Nanti Desainer ini yang akan hitung RAB-nya berapa, kalau cocok harganya baru lanjut deh.

3. Interior Desainer akan datang ke rumah untuk survey dan mengukur ke lokasi dapur kita (menghindari salah ukur dari pihak kita juga sih). Setelah itu dia akan kasih quotaton detail tentang harga kitchen set kita (biasanya udah sepaket tuh cabinet, top table granit, engsel cabinet, lampu kabinet, rak bumbu dan rak sendok). Tambahan dari pihak kita diluar harga tsb adalah backsplash (bidang dinding antara top table dengan batas bawah cabinet atas) dan kran sink.

4. Pembayaran kitchen set. Kalau Jendela Putih, pembayarannya dibagi 3x: DP 50% di awal (untuk tanda jadi), 30% saat delivery, dan 20% saat selesai install.

5. Setelah jadi, kitchen set akan didelivery ke rumah kita dan diinstall oleh tukang. Kebetulan saat saya menggunakan jasa Jendela Putih ini, lagi banyak orderan kitchen set-nya, alhasil kitchen set saya baru jadi 1 bulan setelah DP. Untuk installment sendiri butuh waktu 4-6 hari.

Setelah penantian yang panjang, inilah penampakkan kitchen set saya:

kitchen set baru

So far saya cukup puas dengan hasilnya 😉

Update 26 Mei 2016:

Kebetulan pas beres-beres saya menemukan catatan saya pas survey kitchen set ini. Sekalian saya sharing disini saja ya.

  • Jendela Putih
    Contact Person: Bpk Wilopo (HP. 081806471505)
    Harga untuk kitchen set saya tahun akhir tahun 2014 lalu adalah 26 juta (belum termasuk wastafel, keran dan kompor).
  • Eileen’S Kitchen
    Contact Person: Ibu Fitri (HP. 08129380601)
    Waktu itu saat survey (akhir tahun 2014) saya dikasih penawaran harga kitchen set untuk ukuran dapur saya berkisar 39,7 juta – 46 juta (diluar wastafel, keran dan kompor). Konon material yang digunakan lebih premium.
  • Ideal Living
    Contact Person: Fenny (Telp. 021-5467854 – 5467152)
    Waktu itu saat survey (akhir tahun 2014) saya dikasih penawaran harga kitchen set untuk ukuran dapur saya berkisar 34 juta (diluar wastafel, keran dan kompor).

 

Iklan

2 thoughts on “Kitchen Set

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s