Travel Journal

Sorowako / Soroako

Ga kerasa udah mau setengah tahun saya dan suami meninggalkan Sorowako, lebih tepatnya sih uda mau 5 bulan. Terakhir di Sorowako akhir bulan Oktober 2014 ketika suami resign dari PT. Vale Indonesia (Dulunya bernama PT. INCO). Saya yakin banyak dari kalian yang baru kali ini mendengar daerah bernama Sorowako. Banyak lho yang mikir Sorowako itu terletak di Papua.. mungkin kebalik-balik tuh ya dengan kota Sorong yang memang ada di Papua, hehe. Nah, untuk mempopulerkan Sorowako, kali ini saya akan mengutip artikel tentang Sorowako (atau ada pula yang mengeja-nya sebagai Soroako) dari Wikipedia ya.

Sorowako adalah desa di kecamatan Nuha, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Indonesia. Berada di ketinggian ± 1388 kaki dpl. Desa-desa di sekitar Sorowako yang termasuk dalam Kecamatan Nuha adalah: Desa Nuha, Desa Matano, Desa Magani, dan dusun disekitarnya antara lain: Pontada, Salonsa, Old Camp dan Lawewu. Sekarang area Sorowako sudah berkembang dan dipecah menjadi 3 desa, yaitu desa Sorowako, kelurahan Magani dan desa Nikkel. Hingga sekarang dengan adanya perusahaan PT. Vale Indonesia, Tbk yang dulu nya PT. INCO, Tbk beroperasi di daerah ini, menjadikan Sorowako yang dulunya penduduknya sedikit (thn 1968), sekarang (2013) sudah bertambah banyak karena sebagian besar karyawan berdomisili di daerah ini. hampir 70% penduduk di Sorowako adalah pendatang yang berasal dari hampir semua provinsi di Indonesia dan sebagian kecil berasal dari ekspatriat. Selain itu Sorowako juga mempunyai penduduk asli yang bahasa aslinya adalah Soroako. Di sekitar Sorowako terdapat 3 buah danau yang terkenal yaitu Danau Matano yang Sorowako berada persis di pinggirnya, Danau Mahalona dan Danau Towuti. Ketiga danau tersebut dihubungkan oleh sungai Larona dan bermuara di Malili ibukota Kabupaten Luwu Timur.

Saking remote-nya ini daerah, penjelasan dari Wikipedia cuma simple gitu aja, hehe. Saya juga baru tau mengenai Sorowako ketika sudah menikah. Suami saya kerja di PT. Vale Indonesia yang lokasi site-nya disana (tambang Nickel), jadi habis menikah langsung deh saya ikut menetap di Sorowako bulan Mei 2012. Untuk menuju Sorowako ini bisa diakses via udara ataupun darat. Kalau via darat kita harus menempuh perjalanan darat selama 12 jam dari Kota Makassar atau 6 jam dari Tana Toraja. Kalau via udara, ada pesawat carteran PT. Vale Indonesia (biasa khusus untuk karyawan dan keluarganya saja sih), pesawat kecil baling-baling yang berkapasitas 40 penumpang saja, jadwal terbang tiap hari kecuali Rabu (jadwal maintenance pesawat). Dari Sorowako ke Makassar pesawat berangkat pk. 07.00 WITA pagi dan dari Makassar ke Sorowako pesawat berangkat pk. 13.00 WITA siang. Penerbangan dengan pesawat ini memakan waktu hanya 1 jam saja.. Tapi karena seat pesawat sangat limited maka kita harus arrange jadwal cuti jauh-jauh hari atau resikonya adalah kita harus naek bus deh ke Makassar.

Sesaat sebelum meninggalkan Sorowako
Sesaat sebelum meninggalkan Sorowako

Saya sudah pernah 3 x merasakan naek bus ini karena ga dapat jatah pesawat, selain itu juga tentunya dalam rangka pengiritan ya. Untuk bus harga tiketnya 180rb – 220rb (one way per orang), fasilitas bus eksekutif gitu, ada AC, selimut, bantal dan kursi yang empuk dengan sandaran kaki, biasa berangkat dari Sorowako sore & malam hari dan sampai di Makassar besok paginya. Kalau pesawat harga tiketnya 450rb (one way per orang, harga khusus karyawan), kalau untuk orang luar harganya luar biasa mahal yaitu 1,2jt (one way per orang), tapi diragukan juga sih ketersediaan seatnya ada atau ga untuk orang luar, secara untuk melayani seluruh karyawan aja ga memungkinkan apalagi pake acara orang luar pula. Kecuali untuk pejabat / petinggi daerah ya, biasanya disediakan cadangan seat khusus buat mereka. Nah kebayangkan gimana susahnya akses menuju dan keluar dari Sorowako ini.

Sekarang kita bicara soal fasilitas yang ada di Sorowako… Di Sorowako ada 2 pasar tradisional yaitu Pasar Magani / Pasar F (Pasar kering) dan Pasar Sorowako (pasar basah). Ga ada tuh yang namanya pasar modern, alf*m*rt or ind*mar*t, apalagi mall ya sodara-sodara… kalau mau belanja groceries ya ke pasar, kalau produk makanan kemasan gitu ya ke toko kelontong. Tempat nongkrong kaya cafe-cafe gitu ada beberapa tapi minim fasilitas, lebih ke arah seadanya aja dari segi tempat, pelayanan dan variasi makanannya. Warung-warung yang jualan makanan juga seadanya aja, ga banyak pilihan. Hotel ada 2 yang lumayan bagus (Bagus untuk standar remote area ya): Hotel Lusiana dan Hotel Grand Mulia. Apotek ada beberapa, tapi jenis obatnya ga lengkap. Rumah Sakit ada 1 yaitu RS INCO, fasilitas alat kedokterannya sih lumayan tapi tenaga ahlinya yang kurang, dokter spesialis didatangkan dari Makassar dengan jadwal tertentu. Sekolah ada YPS (Yayasan Pendidikan Sorowako) sampai jenjang SMA dan ATS (Akademi Teknik Sorowako) sampai jenjang D3 saja. Biasanya sih anak-anak karyawan bersekolah sampai SMP aja di Sorowako terus lanjut SMA dan kuliahnya di Jawa. Pom Bensin / Gas Station hanya ada 1 (Pert*min*) dan hanya buka sampai siang hari, alasannya bensinnya sudah habis terjual semua. Kalau weekend antrian pom bensin ini luar biasa ramai. Tempat ibadah ada Masjid, gereja Katolik, gereja Kristen dan Pura, yang ga ada disana cuma Vihara.

PT. Vale Indonesia memberikan fasilitas bagi karyawan dan keluarga karyawannya. Kalau karyawan single ada beberapa pilihan tempat tinggal: Domitory atau Atco. Kalau sudah berkeluarga ada perumahan karyawan Old Camp, Pontada dan Salonsa. Perumahan ini disesuaikan dengan level karyawannya, dengan urutan Old Camp (untuk Junior) – Pontada (untuk Moderate) – Salonsa (untuk Senior / Boss). Fasilitas perumahan ini adalah: AC, perabotan, bed, pemanas air, mesin cuci, dryer pakaian, kulkas, kompor & oven listrik, kompit deh tinggal bawa badan dan sedikit printilan aja. Trus juga free bayar listrik, air dan maintenance rumah dan peralatan listriknya. Rumah karyawannya gede-gede, 1 lantai, standar 3 bedroom, tipe rumah panggung gitu (untuk antisipasi gempa karena Sorowako ini termasuk daerah yang sering gempa), halamannya gede-gede juga. TV kabel juga udah masuk di Sorowako lho.. tapi providernya baru Ind*visi*n dan Telk*mvisi*n, eh ada juga sih TV Kabel Sorowako, tapi kualitas gambarnya kurang bagus dan bisa hilang tayangannya pas ujan ;p Sarana olahraga lengkap banget di area perumahan karyawan: jogging track, lapangan tenis, sepakbola, basket, gym, kayak, diving dan bahkan golf.

Rumah saya di Pontada dulu
Rumah saya di Pontada dulu

Landmark desa Sorowako ini adalah Danau Matano. Danau Matano ini katanya tempat bertemunya lempengan bumi gitu makanya sering terjadi gempa di Sorowako. Berikut adalah kutipan tentang Danau Matano dari Wikipedia: Danau Matano adalah sebuah danau tektonik dengan ukuran panjang 28 kilometer dan lebar 8 kilometer di Sulawesi Selatan, tepatnya berada di ujung selatan pulau Sulawesi di kota Sorowako, Kabupaten Luwu Timur. Danau ini memiliki kedalaman sejauh 590 meter (1.969 kaki). Permukaan air danau berada pada ketinggian 382 meter di atas permukaan laut sehingga kedalaman air danau dari permukaan laut adalah 208 meter (cryptodepression). Menurut WWF, danau ini adalah danau terdalam di Asia Tenggara serta terdalam kedelapan di dunia.

Dari rumah saya dulu di Pontada (Jl. Kalimantan) cuma 5 menit jalan kaki lho ke danau, hihi. Orang-orang Sorowako sih kalau berenang tinggal nyemplung ke danau aja, ga perlu kolam renang lagi 😉 Oh ya, karena bibir danau-nya panjang, orang-orang setempat menyebut pinggiran danau dengan sebutan “Pantai”, yaitu Pantai Ide dan Pantai C (Salonsa). Agak ga sesuai sih menurut saya karena pantai itu kan sebenarnya pinggiran laut, bukan pinggiran danau, hehe.

Pantai Ide
Berdua di Pantai Ide
Pantai Salonsa

Sorowako adalah tempat yang banyak kenangan buat saya selama 2,5 tahun bertempat tinggal disana. Tempat dimana saya sering suntuk karena minimnya sarana hiburan disana, tidak ada vihara pula untuk tempat beribadah, sehingga saya harus ke Makassar untuk ibadah sekalian menghilangkan suntuk. Tempat saya belajar masak dan baking pertama kalinya karena terfasilitasi dengan kompor dan oven listrik, dan banyak motivasi dari istri-istri karyawan lain yang rajin-rajin banget masak dan bakingnya (kalau kangen makanan kota kudu bikin sendiri karena ga selalu tersedia di Sorowako). Akhirnya kebiasaan ini jadi terbawa-bawa ke kota deh, padahal di kota udah lengkap segalanya ya klo dipikir-pikir, hehehe, tapi saya takut aja dengan bahan-bahan pengawet dan penyedap yang digunakan di tempat makan dan bakery di kota, belum pula kebersihannya, amannya sih bikin sendiri aja deh, wkwkwk. Sorowako juga tempat saya menemukan teman-teman yang baik dan sudah kayak keluarga sendiri (teman senasib dan sepenanggungan di utan, karena banyak perantau disana). I miss you Bu Ibu… :’) Walaupun saya sudah di kota dan beberapa teman masih di Sorowako, kami masih sering contact dan ketemuan lho kalau kumpul-kumpul di kota.

Tulisan ini saya buat untuk mempopulerkan Sorowako, desa kecil di Sulawesi Selatan yang banyak kenangan untuk saya dan suami 😉 Apalagi buat suami saya deh, secara dia sudah 8 tahun di Sorowako sebelum pindah ke kota Tangerang ini. Terima kasih Sorowako dan keluarga besar Vale yang telah memberikan banyak pembelajaran buat saya selama disana. Semoga silaturahmi tetap bisa terjalin ya.

Update:

Mulai tanggal 21 Maret 2017, akses ke Sorowako akan jadi lebih mudah dengan dibukanya penerbangan tambahan untuk umum. Tipe pesawat ATR 42-500 (pesawat baling-baling). Jadwal terbang 2 kali seminggu PP tiap hari Selasa dan Kamis.
– Sorowako ke Makassar pk. 06.30 WITA
– Makassar ke Sorowako pk. 14:50 WITA
Harga tiketnya Rp. 800.000 per orang one way
Untuk pemesanan tiket dan reservasi:
– Jl. Sam Ratulangi Warkop 333 PI, Depan lapangan Merdeka Malili, Luwu Timur
– WA: 081316600995
– Telp: 085810309399
– E-mail: reservasi@rusolusi.com

Advertisements

7 thoughts on “Sorowako / Soroako

  1. Hai.. Salam kenal ya. Saya juga “alumnus” Soroako he he.. Saya disana waktu masih kecil, seingat saya dari TK sampai SD (tapi tidak sampai tamat disana) kalo nggak salah sekitar 3 tahunan waktu ayah saya kerja di PT.INCO sekitar tahun 80an. Bahkan adik bungsu saya lahir di Soroako.
    Soroako juga kota yang banyak kenangan bagi saya. Kami dulu tinggal di Old Camp, banyak tetangga expatriat. Kalo dulu masih banyak sekali expatriat. Bahkan teman2 bermain waktu kecil bercampur antara anak2 pribumi dan expatriat, entah bagaimana dulu cara kami berkomunikasi tapi herannya nyambung2 aja tuh ha ha.. Mainannya juga kejar-kejaran, petak umpet dsb.
    Saya sekarang tinggal di Bogor, tapi suatu saat saya ingin sekali berkunjung kesana. Main ke danau Matano yang dulu jadi acara keluarga “wajib” tiap weekend he he..

    Like

  2. Halo mbak Liza, salam kenal.. saya juga dari Soroako 🙂
    Sejak lahir dan dibesarkan juga tetap di Soroako, tapi setelah lulus SMA saya sempat kuliah di Malang selama hampir 5 tahun.
    Sekarang Soroako udah lumayang berkembang mbak heheh, sudah beberapa warkop yang dibuka, lumayanlah buat dijadikan tempat nongki-nongki anak muda 🙂
    Di lintasan jogging track-nya juga, sudah di pasang beberapa alat olahraga mbak, seru deh!
    Nggak pingin jalan-jalan lagi kah mbak Liza ke sini?
    Anyway, thanks for share 🙂

    Like

    1. Hai Mba.. Salam kenal. Karena sekarang saya domisili ke Tangerang rasanya jauh banget kalau mau jalan-jalan ke Sorowako, hahaha. Mahal tiketnya.
      Iya, Sebelum saya pindah tahun 2014 itu sudah mulai ada koq tempat-tempat nongkrong (kecil-kecilan) disana, lumayan buat arisan ibu-ibu, wkwk.
      Thanks sudah mampir disini.

      Like

      1. Iya eh mbak liza, tiket dari pulau Jawa ke Sorowako memang lumayan mehongggg hehehe, tapi tahun ini sudah ada proyek bandara yang diperbesar mbak. Insya allah (katanya) mulai bulan April 2016 sudah bisa digunakan, maskapainya ditambah dua. Maskapai GR sama AA kalo nggak salah heheh, price range-nya sekitar 600k-1,1juta (bukan promosi yaa, wkwkwk)

        Like

  3. Silahkan mampir ke kota kami lagi kalau ada waktu ..soroako uda jauh lbh berkembang kok dari sebelumnya.
    Salam kami semua dari SOROWAKO..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s