Cooking · Liz Kitchen

Puding Mentega

Saya awalnya mencari resep puding busa lapis kuning-coklat di internet seperti yang dibuat tante saya dulu ketika saya masih kecil. Ketemu gambar yang mirip penampakkannya, tapi bukan berupa puding busa karena ada campuran terigunya. Resep yang saya lihat itu adalah Puding Mentega, dan ternyata sempat populer dikalangan food blogger lainnya. Jadi memang saya aja ya yang ketinggalan, hehe. Better late than never lah ya. Review yang bagus membuat saya berniat mencoba resep ini. Dengan alasan pengiritan saya mengganti bahan menteganya dengan margarin, ternyata tetap enak lhoo! Harum dan lembut margarin gitu, tapi lebih padat karena ada kandungan terigunya. Dari segi rasa mirip dengan puding tante saya itu, hanya saja beda tekstur. Bagi yang penasaran bagaimana teksur puding mentega, silakan coba resep puding berikut ini yang saya ambil dari blog Dapur Bunda Dhafian

Bahan Puding Mentega:

  • 100 gram mentega (saya pakai margarin serbaguna blue band)
  • 1 butir telur
  • 1 sachet skm putih (40 gram, saya pakai merk indomilk)
  • 100 gram terigu (saya pakai tepung segitiga biru)
  • 1 bungkus agar-agar plain (saya pakai merk swallow globe)
  • 150 gram gula pasir (saya pakai 130 gram saja)
  • 1 sdt pasta vanili
  • 700 ml air

Cara Membuat:

  1. Mixer mentega sampai lembut kemudian masukan telur, skm,vanili, mixer sebentar lagi
  2. Masukkan terigu, aduk sampai rata, sisihkan.
  3. Masukkan dalam panci agar-agar, air dan gula masak sampai mendidih, matikan api
  4. Masukkan adonan mentega, kocok dengan mixer sampai rata
  5. Masak lagi sampai mengental,
  6. Tuang ke dalam loyang.

Bahan Puding Coklat:

  • 1 bungkus agar-agar plain (saya pakai merk swallow globe)
  • 150 gram gula pasir
  • 50 gram coklat bubuk (saya pakai merk bendico)
  • 700 ml air
  • 1 sdt garam
  • 1 sachet skm coklat (40 gram, saya pakai merk indomilk)

Cara Membuat:

  1. Campur semua bahan, masak sampai mendidih.
  2. Tuang di atas puding mentega, biarkan dingin. Sajikan.

Baru kali ini saya berhasil membuat puding lapis lho. Layernya menempel sempurna satu sama lainnya. Kalau dulu saya selalu aja gagal, entah jadinya lapisannya tercampur atau malah lepas satu sama lain, hiks. Sekarang saya sudah tau tekniknya. Semua tentang masalah timing, kapan mulai memasak lapisan kedua dan juga kapan boleh menuangkan lapisan berikutnya.

Mulailah masak lapisan agar-agar kedua setelah muncul lapisan tipis diatas permukaan agar-agar pertama. Agar-agar kedua baru boleh dituang saat lapisan agar-agar pertama sudah tidak lengket di jari tangan saat dipegang, walaupun saat itu agar-agarnya masih lembek dalamnya. Tuang perlahan dengan sendok, jangan sekaligus diguyur semua itu agar-agarnya, hehe. Kalau sudah terlanjur beku agar-agar pertamanya (alias telat nuangnya), diakalin dengan ditusuk-tusuk pakai tusuk gigi diseluruh permukaan agar-agar pertamanya (tusuknya jangan dalam-dalam ya, cuma sekedar untuk membuat lubang perekat untuk lapisan agar-agar berikutnya). Menunggu lapisan pertama dingin dan siap dituang lapisan berikutnya tidak perlu harus dimasukkan kulkas, diamkan suhu ruang aja. Ga lama pasti muncul lapisannya koq.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s