Travel Journal

Libur Lebaran ke Bandung (19 – 21 Juli 2015)

Sebagai kota yang terkenal dengan wisata alam dan kulinernya ditambah lokasinya mudah diakses dari Jakarta, menjadikan Bandung sebagai destinasi liburan singkat warga Jakarta dan sekitarnya. Intinya wisata murah meriah deh. Memanfaatkan libur bersama lebaran kemarin yang jatuh tgl 16 – 21 Juli 2015, saya dan suami beserta adik saya pun menghabiskan waktu 2 malam di Bandung. Kami berangkat ke Bandung tgl 19 Juli 2015, start jalan dari rumah di Tangerang jam 6 pagi demi menghindari macet. Maklum lah Bandung ini weekend biasa aja suka macet, apalagi liburan panjang begini kan?

Perjalanan kami dari Tangerang menuju Bandung cukup lancar. Kami berangkat dengan mobil pribadi. Sempat singgah sebentar di rest area untuk ke toilet. Kondisi rest area saat itu padat banget dan susah dapat parkiran mobil.  Toilet pun ngantri luar biasa. Setelah perjalanan total 4 jam (karena pakai acara mampir ke rest area dulu dan gerbang tol Pasteur macet 3 km), kami sampai di Bandung. Dikarenakan jam segitu belum bisa check-in di hotel, maka kami beredar untuk mencari makan siang.

Minggu, 19 Juli 2015

  1. Koloni Eatery & Art Venture
    Sebenarnya tujuan lunch kami adalah ke resto Miss Bee Providore di Ciumbuleuit yang lagi happening. Akan tetapi karena tidak pakai acara reservasi terlebih dahulu, sampai sana kami ga dapat table. Antriannya harus menunggu 26 orang dulu. Karena perut saat itu sudah lapar, kami beralih ke tempat makan lain yaitu Koloni Eatery & Art Venture. Lokasinya tidak jauh dari Miss Bee Providore dan tepat dipinggir jalan Ciumbuleuit no. 108. Tempat ini semacam food court dengan banyak pilihan makanan dengan harga terjangkau. Nuansa interiornya vintage kayak zaman Belanda, banyak pajangan lucu disini. Ada toko kecil juga yang menjual berbagai barang seni dan kerajinan tangan. Setelah makan kami pun kembali melanjutkan perjalanan.
    Koloni Eatery Bandung
  2. Hotel Padma Bandung
    Destinasi berikutnya ini masih berlokasi di daerah Ciumbuleuit, tepatnya di jl. Ranca Bentang no. 56-58. Jangan mengira kami menginap d hotel bintang 5 ini ya.. Hari biasa aja mahal banget, apalagi kalau peak season begini. Kami kesini untuk survey aja bagaimana sih penampakan asli hotel ini yang diumbar sebagai hotel terbaik di Bandung. Ternyata memang bagus! Jadi lobby hotel ini terletak di bukit dan kamar hotel dan fasilitasi rekreasinya ada di bawahnya. Jadi kalau biasa naik lift ke kamar hotel itu naik, nah yang ini malah harus turun. Disekitar hotel ini masih kawasan hutan hijau. Kami saat itu sempat lihat-lihat di daerah swimming pool, children playground dan wedding chapel. Bagus dan indah pemandangannya. Pengen deh suatu saat bisa nginap disini, hihihi. (Harus ngerayu pak suami dulu nih).
    hotel padma bandung
  3. Hotel Neo
    Ini dia hotel kami menginap, hehe. Hotel baru by Aston (setipe dengan Fave Hotel gitu) yang terletak di jl. Dipati Ukur no. 72. Pertimbangan memilih tempat ini adalah karena by Aston yang terkenal dengan kualitasnya, harga murah karena waktu itu masih harga promo opening 450 ribu per malam, dan juga hotel ini ada fasilitas tempat parkir nginap (perlu banget kalau kita bawa mobil sendiri ke Bandung). Kamarnya bersih dan luas. Kami dapat ranjang ukuran super king (200 x 200 cm). Nuansa hotelnya hitam putih.
    Hotel Neo
  4. Kandang Ayam
    Awalnya tujuan kami sih mau makan batagor Kingsley di Veteran, tapi apa daya ternyata Batagor Kingsley tutup karena libur lebaran sampai dengan tgl 25 Juli 2015 baru buka, hiks. Oleh karena itu kami mencari tempat makan lain deh. Tau tentang tempat makan ini dari Instagram. Kandang Ayam ini lokasinya di jl. Kebon Kawung di seberang hotel Zodiak. Tempatnya kecil dan didekor mirip kandang ayam, hahaha. Keistimewaannya adalah menu olahan ayam dengan berbagai pilihan saus dari mancanegara. Waktu itu saya memilih menu Ayam Inggris, saya dapat menu olahan ayam dengan saus keju. Harganya menurut saya sangat terjangkau koq. Cocok untuk kantong mahasiswa hehe.
    Kandang Ayam
  5. Paris Van Java (PVJ) Mall
    Berikutnya kami pergi ke PVJ karena dapat info lagi ada food bazaar bertema horor gitu. Eh ternyata pas datang kesana stall-nya dikit banget dan kurang oke. Alhasil kami malah nongkrong di Sour Sally nyobain varian frozen yoghurt terbarunya yaitu Black Sakura. Enak menurut saya.. segar dan memberikan rasa yang unik.
    Black Sakura Sour Sally
    Sebelum balik ke hotel kami mampir dulu di Warung Talaga untuk jajan menu tahu. Saya dan adik saya suka makan tahu disini. Tahunya lembut dan gurih. Menu idola yang selalu dipesan adalah tahu bodo, yaitu tahu yang dihancurin sama ulekan bawang putih, cabe rawit dan garam. Memang gampang bikinnya sih tapi nyari tahu lembutnya itu yang susah. Katanya mereka pakai tahu susu lembang untuk olahan tahunya.

Senin, 20 Juli 2015

Kami start jalan dari hotel sekiat jam 8 pagi habis breakfast, lagi-lagi untuk antisipasi macet karena kami mau beredar di daerah Lembang yang infonya macet parah kalau siang.

  1. Kebun Bunga Begonia
    Lokasi kebun bunga ini ada di jl. Maribaya no, 120 A, Lembang. Sesuai namanya disini ada kebun bunga yang cantik-cantik. Bunga-bunga ini juga dijual lho jadi bisa dibawa pulang untuk souvenir. Harganya murah-murah dibanding beli bunga di Jakarta. Saya beli bunga Begonia pink, merah, dan putih; dan bunga Angelonia ungu dan putih. Untuk masuk ke kebun bunga kita harus membayar tiket masuk seharga Rp. 10.000 per orang. Di kebun bunga kita bisa menikmati pemandangan dan narsis sepuasnya.14379788843681437979217872[1]
  2. Natural Resto and Strawberry Land
    Dapat info tentang resto ini dari Qraved. Disini ada kebun strawberry yang bisa petik-petik sendiri, tapi kami waktu itu ga masuk ke kebun karena selain harus bayar lagi tiket masuknya, saat itu sedang panas terik. Strawberry yang dipetik harus dibayar dan ditimbang di kasir. Nah kalau kami bawa strawberry ini kemana-mana takutnya sampai Jakarta sudah ga fresh. Jadi lebih baik kami nongkrong di restorannya aja, menikmati menu strawberry tanpa harus panas-panasan di kebun, hehe. Saat itu kami memesan teh strawberry (black tea with strawberry flavoured dan ada potongan strawberry-nya di dalam teh), nasi timbel srawberry dan nasi uduk strawberry. Jadi diatas nasi dikasih potongan strawberry dan sambalnya diulek sama potongan strawberry. Rasanya manis, asam, pedas. Enak dan beneran ga nyangka strawberry bisa diolah seperti itu, hehe.
    Natural Resto and Strawberry LandSelesai makan siang sebetulnya kami masih ada beberapa tujuan lagi di Lembang, tapi melihat kondisi Lembang yang macet parah kami mengurungkan niat tersebut dan memutuskan balik ke kota Bandung.
  3. Saung Angklung Udjo
    Memanfaatkan waktu liburan di Bandung, kami pun menyempatkan diri mampir kesini. Banyak wisatawan lokal yang saya rasa belum pernah ke tempat ini karena orientasinya kalau ke Bandung hanya untuk wisata kuliner, wisata rekreasi di Lembang dan shopping di Factory Outlet saja. Padahal kita sebagai warga Indonesia harus berbangga hati lho punya pusat kesenian angklung seperti Saung Angklung Udjo ini yang sudah mendunia. Beberapa kali menang kompetisi tingkat dunia. Terbukti kedua kalinya kami datang berkunjung kesini, banyak wisatawan mancanegara yang berkunjung kesini. Kayaknya memang wisatawan mancanegara lebih tertarik dengan budaya dan kesenian tradisional Indonesia deh. Disini pertunjukan angklung-nya dikemas sedemikian rupa sehingga menarik dan beberapa sesi juga melibatkan penontonnya untuk bermain angklung bersama. Saat libur lebaran kemarin di Saung angklung Udjo ada 2 kali jadwal show yaitu pk. 13.30 – 15.00 dan pk. 15.30 – 17.00 WIB. Kalau biasanya sih cuma ada 1 x show yaitu sore hari. Untuk turis lokal harga tiket masuk show Rp. 70.000 per orang, untuk turis mancanegara kalau ga salah Rp. 120.000 per orang. Alamat Sang Angklung Udjo: Jl. Padasuka no. 118. Info lebih lengkap bisa visit website Saung Angklung Udjo http://www.angklung-udjo.co.id/
    Saung Angklung Udjo
  4. Atmosphere Resort Cafe
    Ini destinasi terakhir kami sebelum besok pagi balik kembali ke Tangerang. Sebelumnya saya pernah kesini saat kuliah di Bandung dulu. Keistimewaannya tempat ini adalah interiornya yang didesain sangat romantis, terutama saat sore menjelang malam hari. Cocok lah buat couple. Kita bisa pilih mau duduk dimana: pondok dekat kolam (lesehan), balkon lantai 2 (pakai sofa) atau dalam ruangan biasa (meja kursi makan biasa). Menu yang ditawarkan beragam dari menu tradisional, asia, dan western. Rasanya juga enak koq, cuma harganya aja yang cukup mahal, rata-rata diatas 50 ribu. Namanya juga resort cafe, hehe. Lokasi cafe ini adalah di jl. Lengkong Besar no. 97
    Atmosphere Resort Cafe

Selasa, 21 Juli 2015

Kami berangkat dari Bandung jam 10 pagi dan baru sampai di rumah jam 5 sore karena jalanan tol Cipularang – Cikampek macet parah sampai sempat ditutup sehingga kami dialihkan lewat jalur alternatif yang lebih jauh. Maklumlah kayaknya memang puncak arus balik lebaran karena kebanyakan pegawai kantoran sudah harus bekerja lagi tgl 22 Juli 2015. So, bagi yang berniat untuk libur lebaran di Bandung tahun depan, siapkan kondisi fisik dan mental ya untuk menghadapi kemacetan yang semakin parah di Bandung.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s