Try To Conceive

The Biological Clock Is Ticking..

Dulu saya beranggapan biological clock atau jam biologis itu suatu rekaan dari generasi angkatan orang tua saya untuk menakuti anak-anaknya supaya cepat menikah. Saya tahu bahwa menua itu pasti tapi kan prosesnya bertahap, ga langsung tiba-tiba kita jadi tua begitu saja. Lagian saya juga masih mau santai-santai menikmati hidup ini. Karena terlalu santai itulah saya baru menikah umur 29 tahun. Usia yang menurut orang tua saya saat itu “cukup tua” untuk seorang anak gadis yang baru menikah. Kebetulan selanjutnya adalah saya dapat suami yang juga santai dalam urusan punya anak. Suami ga pernah maksa untuk punya anak malahan. Prinsipnya sih mau punya anak syukur, ga punya juga gapapa deh, yang penting kami tetap harmonis sebagai pasangan. Tahun pernikahan pertama dan kedua masih santai, kami lebih banyak travelling berdua (maklum dulu tinggalnya di hutan (baca: Sorowako), jadi biar ga bosen harus banyak jalan-jalannya melihat dunia luar, hahaha). Tapi biar kata santai, saya sudah mulai memeriksakan diri lho ke dokter kandungan. Kata dokter-dokter yang pernah saya datangi, kondisi fisik saya baik-baik aja dan saya disuruh santai-santai aja sama dokter karena kan hitungannya masih baru menikah, mungkin belum rejeki katanya.

Tahun ketiga pernikahan, saya mulai khawatir, ada apa sih ini sebenarnya sampai ga hamil-hamil? Suami pun saya ajak (dengan sedikit memaksa) untuk periksa ke dokter. Ternyata kata dokter kualitas sperma suami saya kurang bagus jadi suami dikasih beberapa suplemen untuk meningkatkan kualitas spermanya. Di tahun ketiga ini pula saya pertama kalinya mencoba peruntungan dengan inseminasi buatan (IUI) walaupun hasilnya gagal (Silakan baca post saya: Inseminasi Buatan / IUI). Kegagalan IUI cukup membuat saya down dan bikin malas periksa ke dokter lagi hingga suatu saat saya terbersit keinginan untuk memeriksakan diri ke dokter di Penang, lebih tepatnya ke dokter Devindran. Kenapa dokter Devindran? Karena banyak review positif tentang dokter ini di blog. Salah satu blogger favorit saya pun, Alodita, sukses bayi tabung (IVF) dengan dokter ini walaupun saat itu Alodita bermasalah dengan tuba-nya. Saya pun merayu suami untuk berangkat ke Penang bersama-sama, periksa ke dokter sekaligus jalan-jalan lah melihat kota Penang untuk pertama kalinya.

Saat konsultasi dengan dokter Devindran di Loh Guan Lye, saya membawa medical record saya dari Indonesia: Hasil test lab, foto rontgen HSG dan buku pasien. Saat melihat hasil test hormon AMH saya di Indonesia, dokter Devindran bilang saya kemungkinan besar tidak akan bisa punya anak dengan kehamilan alami, inseminasi buatan pun ga ada gunanya dan disarankan bayi tabung (IVF) secepatnya. Dokter menyuruh saya untuk re-test hormon di Loh Guan Lye karena katanya kemungkinan besar hasilnya akan beda karena metode lab yang digunakan. Untuk detail konsultasi saya dengan dokter Devindran akan saya tulis di post terpisah. Dalam tulisan ini saya hanya akan membahas tentang hormon AMH. Hasil test AMH di Loh Guan Lye ini baru selesai dalam waktu 3 hari sedangkan saya sudah harus pulang ke Indonesia sehingga hasilnya akan dikirim by e-mail.

Berikut FAQ yang saya rangkum tentang AMH:

  1. Apa itu Hormon AMH?
    AMH adalah singkatan dari Anti-Mullerian Hormone. Hormon ini diproduksi oleh sel granulosa dalam folikel ovarium. Kadar AMH di dalam darah menginformasikan tentang jumlah sisa cadangan telur di ovarium. Semakin rendah kadar AMH berarti semakin sedikit cadangan sel telurnya, tapi kalau AMH terlalu tinggi juga kemungkinan ada masalah PCOS (Polycystic Ovary Syndrome). Seiring dengan usia, kadar AMH juga akan menurun.
  2. Bagaimana pengukuran kadar AMH?
    Kadar AMH dapat diketahui melalui test darah. Pengambilan sample darah bisa kapan saja (tidak bergantung pada siklus menstruasi). Ada 2 metode pengukuran lab. Konon yang di Loh Guan Lye menganut metode yang baru (kalau ga salah dokter Devindran bilang metode Coulter) karena katanya memberikan hasil yang lebih akurat. Dikarenakan saya ga ada basic chemistry atau lab, saya ga bisa jelasin detail mengenai perbedaannya, hehe.
  3. Berapa kadar AMH yang normal?
    Berikut adalah standar nilai AMH dalam darah menggunakan satuan ng/ml (untuk wanita dibawah usia 35 tahun), source: http://www.advancefertility.com.
    – High (indikasi PCOS) = > 4.0
    – Normal = 1.5 – 4.0
    – Low Normal = 1.0 – 1.5
    – Low = 0.5 – 1.0
    – Very Low = < 0.5
  4. Usia saya dibawah 35 tahun tapi kadar AMH saya rendah, apa artinya?
    Kadar AMH yang rendah pada seorang wanita yang masih muda (usia dibawah 35 tahun) memberikan kecenderungan pada wanita tersebut untuk mengalami menopause dini (menopause sebelum umur 50 tahun). Pada saat menopause, sel telur tidak akan diproduksi lagi karena cadangan sel telurnya sudah habis dan tidak akan ada terjadi menstruasi lagi sehingga hampir bisa dipastikan kesempatan untuk hamil sudah tidak ada lagi terkecuali kalau Tuhan berkata lain, hehe.
  5. Apa solusi untuk wanita dengan kadar AMH rendah supaya bisa punya anak?
    Menurut dokter, cara paling efektif adalah dengan bayi tabung (IVF). Tapi tidak menutup kemungkinan juga mereka bisa hamil alami karena Tuhan yang punya kuasa 🙂 IVF sebaiknya cepat dilakukan sebelum cadangan telurnya keburu habis.
  6. Cadangan telur saya sudah tinggal sedikit sekali sehingga kata dokter IVF pun tidak ada harapan, apa yang harus saya lakukan?
    Satu-satunya jalan supaya bisa hamil adalah dengan eggs donor atau donor sel telur. Kita beli sel telur di bank telur atau dapat donor dari keluarga kandung kita dan kemudian sel telur itu dan sperma suami kita dipertemukan di lab, setelah jadi embrio akan disuntikkan ke dalam rahim kita seperti halnya prosedur IVF. Harap diingat karena sel telurnya adalah milik orang lain, artinya anak yang ada di kandungan kita itu hanya mewarisi setengah genetik kita yaitu dari pihak suami saja. Akan tetapi prosedur ini tidak bisa dilakukan di Indonesia (karena alasan agama dan peraturan negara) jadi harus dilakukan di luar negeri. Negara tetangga seperti Malaysia konon bisa melakukan prosedur ini.
  7. Apa ciri-ciri orang dengan AMH rendah?
    Menstruasi mulai tidak teratur dan mengalami gejala-gejala seperti orang mau menopause (vagina kering, mudah berkeringat saat tidur malam, emosi tidak stabil / depresi, dll).
  8. AMH yang rendah atau menopause dini apakah merupakan penyakit genetis?
    Kata Dokter Devindran, hal ini bukan karena pengaruh genetis (karena mama dan nenek saya tidak ada tuh yang mengalami hal ini). Tiap wanita dilahirkan dengan cadangan sel telur yang berbeda-beda. Jadi kalau saya simpulkan sih ini hanya faktor NASIB saja. Hiks..
  9. Selain faktor nasib (bawaan lahir) dan usia, hal apalagi yang bisa menyebabkan penurunan nilai AMH?
    Kalau ini saya pernah baca beberapa blog, katanya operasi ovarium drilling yang biasanya dilakukan untuk penderita PCOS juga bisa berpengaruh besar terhadap cadangan sel telur karena proses drilling akan menghancurkan sebagian besar sel telur. Selain itu mungkin penyakit-penyakit yang menyerang ovarium juga bisa mempengaruhi kadar AMH ini.
  10. Berapa nilai AMH saya?
    Per test tanggal 5 November 2015 di Lab Prodia RS Bunda AMH = 0.3 ng/ml, per test tanggal 7 Juni 2016 di lab loh Guan Lye AMH = 0.99 ng/ml. Ini bukan karena AMH-nya meningkat tapi karena beda metode pengukurannya di masing-masing lab. Kalau saya sih lebih percaya yang di Loh Guan Lye ya karena hasilnya lebih bagus dan lebih diakui internasional, hahaha.
  11. Berapa harga test lab AMH?
    Per tanggal 5 November 2015 di lab Prodia RS Bunda harga test AMH adalah Rp. 588.000. Untuk yang di Loh Guan Lye saya kurang tahu karena di kwitansi pembayarannya tidak ada perincian per item, hanya total tercantum total biaya test lab.

Kesimpulannya adalah jam biologis itu benar-benar nyata. Tolak ukurnya bisa dari AMH ini. Setelah mengetahui tentang AMH ini saya sudah tidak bisa santai lagi karena waktu terus berjalan dan AMH akan terus menurun nilainya seiring dengan usia kita. Supaya IVF bisa berhasil, kita harus punya telur yang cukup secara jumlah dan kualitasnya. Jadi pesan saya untuk para pasangan yang berniat untuk menunda momongan, coba diperiksa dulu AMH-nya, kalau kadarnya masih tinggi ya gapapa lah ditunda dan santai-santai, tapi kalau sudah menunjukkan angka waspada sebaiknya sih tancap gas aja kalau memang ada niat punya anak.

Awalnya saya niatan mau IVF bulan Agustus 2016 ini karena khawatir dengan cadangan sel telur saya, tapi rupanya Tuhan berkehendak lain. Suami saya mengalami kecelakaan dan butuh recovery selama 3 bulan sampai bulan Oktober 2016. Jadi prioritas saya saat ini adalah suami saya dulu. IVF akan direncanakan kembali setelah suami saya sembuh. Mohon doanya yaa!

Untuk teman-teman senasib diluar sana, tetap semangat, tetap usaha dan berdoa! Semoga tahun ini ada sedikit keberuntungan yang terjadi dalam hidup kita. Amiinn.

 

Iklan

4 thoughts on “The Biological Clock Is Ticking..

  1. Thank you ya sis.. buat infonya.. 😄
    Tetap Semangat sis..
    Untuk jaman skrg sih byk pasangan yg sudah mnikah lbh dr 3 thn msh blm dipercaya utk punya momongan. Byk faktor memang sis.. dr makanan smp gaya hidup.. krn hdp jaman skrg ga se simple hdp jaman dl.
    Trmsk sy.. sdh hampir 4thn menikah blm jg hamil.. 😄😄
    Tp sy ga prnh periksa ke dokter. Krn byk jg kesaksian yg gagal berobat.. 😯😯 jd sy berpikir, balik lagi ujung2nya kehendak Tuhan.

    Thx for infonya ya sis..
    Fyi, bsk sy mau ke penang, sy tau blog sis dr tulisan about berobat smbl jln2 ke penang.. tp sy bkn mau berobat jg.. mau cr makanan enak.. 😄😄😄
    Jesus bless u..

    Suka

  2. Halo liza, salam kenal ya. Saya mellisa dari surabaya. Boleh berbagi apakah ada group masalah amh low? Bisakah saya join dg group tsb?

    Suka

    1. Halo Mellisa, saat ini sih saya sudah out dari group tapi saya masih ada nomor contact teman-teman disana. Kalau mau japri aja nomor hp-nya dan nanti saya kasih ke teman yang join di group tsb supaya bisa di-invite.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s