Baking · Liz Kitchen

Double Chocolate Muffin

photogrid_14764481171491
Oleh-oleh Coklat Batangan Dari Belanda

Pas lagi acara bebersih kulkas, tiba-tiba melihat coklat batangan oleh-oleh dari seorang teman dari Belanda dan hampir expired pula! Hahaha. Sebenarnya saya dan suami cukup menyukai coklat, akan tetapi kami ga suka makan coklat batangan begitu. Alhasil saya pun memutar otak dan cari-cari resep yang bisa memanfaatkan coklat batangan tersebut. Eh ketemu dong di blog Just Try and Taste “Double Chocolate Muffin”. Hanya saja di resep tersebut menggunakan DCC (Dark Cooking Chocolate).

Ga ada DCC coklat batangan pun jadi dan kebetulan ukuran kemasannya sama dengan quantity DCC yang dibutuhkan dalam resep. Sebenarnya tidak ada larangan sih untuk mengganti DCC dengan coklat batangan apapun hanya saja kita harus memperhatikan satu hal, yaitu biasanya kadar gula dalam coklat batangan lebih tinggi dibanding dengan DCC. Kadar gula yang tinggi dalam coklat batangan memang dimaksudkan supaya coklat batangan itu bisa langsung dikonsumsi dengan rasa pahit yang minimal. Tentu saja kadar gula dalam coklat batangan ini akan mempengaruhi jumlah gula yang akan kita gunakan dalam resep. Kalau teman-teman menggunakan coklat batangan berupa milk chocolate yang biasanya memang lebih manis, sebaiknya jumlah gula dalam resep ini dikurangi supaya hasil akhirnya tidak terlalu manis. Kebetulan coklat batangan saya ini rasanya pahit khas dark chocolate (sehingga jumlah gula dalam resep tidak perlu dikurangi lagi) dan mengandung pure hazelnut (kacang-kacangan). Jadi saya pikir lucu juga kali kalau muffin coklat saya nantinya ada hazelnut-nya, hehe.

photogrid_14764480732111
Muffin Yang Ada Lapisan Shiny Crust-nya 🙂

Kalau kalian ada yang bertanya kenapa coklatnya ga dilelehkan dan dibuat brownies aja atau glaze? Saya tidak mengolah coklat batangan saya dengan cara dilelehkan karena dari yang saya baca di berbagai forum baking, coklat batangan yang telah disimpan di kulkas hasil lelehannya tidak akan bagus, akan ada gumpalan. Untuk coklat yang akan dilelehkan disarankan penyimpanannya dalam suhu ruangan saja, bukan di kulkas. Resep dari Just Try and Taste ini tidak perlu melelehkan coklat-nya tapi tinggal dicincang kasar dan dimasukkin ke adonan. Membuat adonan muffin-nya juga tidak membutuhkan mixer. Tinggal aduk pakai spatula atau whisker aja. Praktis banget deh.

Untuk menghasilkan muffin yang lembut dan mengembang cantik, pastikan adonan kita tidak overmix dan gunakan Baking Powder Double Acting (BPDA) yang masih bagus (tidak expired). Baking powder ini bisa ditest dengan cara melarutkan sedikit baking powder dengan sedikit air panas. Kalau terjadi reaksi buih dengan cepat artinya baking powder kita masih baik. Mengaduk adonan muffin saat mencampurkan bahan basah dan kering hanya perlu sekedarnya saja, sekitar 10 detik. Abaikan saja apabila masih ada sedikit gumpalan tepung. Adonan yang terbentuk kental dan pekat.

Jumlah gula dalam resep menurut saya pas manisnya apabila kita menggunakan dark chocolate. Jumlah gula yang pas ini juga membuat lapisan shiny crust seperti halnya brownies. Cantik banget! Untuk membuat dome yang cantik, pastikan mengisi adonan ke paper cup/cetakan dengan kondisi hampir penuh mendekati batas atas paper cup/cetakan. Saya memilih menggunakan paper cup karena saya malas untuk mengolesi cetakan dengan margarin dan tepung. Kalau menggunakan paper cup yang ada lapisan foil di dalamnya  (waktu itu beli paper cup yang begini di Ace Hardware) seperti punya saya, kita tidak perlu melapisi paper cup-nya lagi. Akan tetapi kalau memakai paper cup kertas biasa, gunakan 2 lapis paper cup ya supaya lapisan luar paper cup tidak terlalu tampak berminyak.

Waktu memanggang muffin akan sangat tergantung dengan ukuran muffin per cup-nya. Semakin besar ukuran muffin akan semakin lama waktu panggangnya. Sehingga waktu memanggang dalam resep tidak bisa dijadikan patokan yang sama persis, apalagi kalau merk / type oven kita berbeda. Lakukan test tusuk lidi di muffin-nya, apabila tidak ada sisa adonan yang menempel lagi di lidi artinya muffin kita sudah matang dan siap diangkat. Sekedar informasi, saya membutuhkan waktu panggang 45 menit dengan suhu 170 derajat celcius sementara resep asli hanya butuh waktu 20-25 menit.

Resep ini menghasilkan sekitar 12 cup muffin diameter 5 cm. Saya tidak melakukan modifikasi apa-apa kecuali mengganti DCC dengan coklat batangan.

photogrid_14761788474011
Dome-nya Cantik

Bahan:

– 260 gram tepung terigu protein sedang atau serba guna
– 50 gram coklat bubuk dengan kualitas yang baik (saya pakai merk Bensdorp)
– 50 gram susu bubuk full cream
– 2 sdt baking powder double acting (BPDA)
– 200 gram gula pasir
– 1/2 sdt garam
– 250 ml susu cair
– 2 butir telur, kocok lepas
– 100 gram mentega dicairkan (bisa menggunakan margarine)
– 50 ml minyak sayur
– 1 sdt vanilla extract, atau 1/4 sdt vanilla essence atau vanili bubuk
– 200 gram dark cooking chocolate, cincang kasar
– 50 gram choco chips untuk taburan

Cara Membuat:

  1. Siapkan oven, set disuhu 170’C, gunakan api atas dan bawah jika anda menggunakan oven listrik. Gunakan api bawah saja jika menggunakan oven gas.
  2. Siapkan loyang muffin, olesi permukaannya dengan margarine, taburi dengan tepung terigu, miring-miringkan loyang hinga tepung bisa menutupi permukaan loyang dengan baik. Balikkan loyang dan ketukkan untuk membuang kelebihan tepung. Sisihkan. Abaikan step ini kalau kalian menggunakan paper cup seperti saya.
  3. Siapkan mangkuk besar, masukkan bahan kering (tepung terigu, coklat bubuk, baking powder, dan susu bubuk), dengan cara diayak. Kemudian tambahkan gula dan garam, aduk rata dengan spatula.
  4. Siapkan mangkuk lainnya atau gelas besar, masukkan bahan basah (telur, susu cair, minyak sayur, mentega cair dan vanila ekstrak), aduk rata.
  5. Tuangkan bahan basah ke dalam mangkuk berisi bahan kering.
  6. Aduk perlahan adonan hingga tercampur dengan baik, sekitar 10 detik. Poin penting adalah jangan over mixing. Jika adonan telah tercampur dan walau masih terdapat sedikit gumpalan tepung, biarkan saja. Masukkan DCC cincang, aduk seperlunya saja. Adonan yang terbentuk pekat dan kental.
  7. Tuangkan adonan ke dalam cetakan muffin hingga penuh. Adonan yang memenuhi loyang akan membuat muffin membentuk puncak/dome yang cantik.
  8. Taburi permukaan muffin dengan choco chips.
  9. Panggang di oven selama 20 – 25 menit (saya panggang selama 45 menit) atau hingga tidak ada adonan yang melekat kala lidi ditusukkan di tengah muffin.

Muffin ini sangat cocok untuk jadi menu sarapan dan pasti disukai oleh anak-anak. Kelebihan muffin bisa disimpan di kulkas untuk kemudian dipanaskan kembali saat mau dikonsumsi. Muffin yang dikemas dalam air-tight container juga bisa tahan disimpan di freezer selama 1 bulan lamanya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s