Home Decor

Renovasi Kanopi Garasi / Carport

Tahukah teman-teman kalau sesungguhnya garasi dan carport itu berbeda? Saya sengaja menuliskan judul Garasi / Carport diatas karena istilah carport masih kurang populer di Indonesia. Kebanyakan orang menyebut tempat menyimpan mobil mereka dengan garasi padahal kalau dilihat dari bangunannya, garasi yang mereka maksudkan itu adalah sebuah carport.

Dari sebuah artikel arsitektur yang saya baca, garasi didefinisikan sebagai tempat menyimpan mobil yang tertutup rapat dengan pintu yang bisa dibuka-tutup, geser, lipat, atau dijungkit keatas. baik secara manual atau otomatis. Sedangkan carport merupakan ruang terbuka di mana kendaraan bisa diparkir dengan rapi. Terbuka disini maksudnya angin, udara, panas matahari dan hujan bisa mengenai kendaraan secara langsung. Nah, dari definisi ini maka rumah saya hanya memiliki carport, bukan garasi.

Carport rumah saya sudah berusia 5 tahun lebih. Carport rumah saya menggunakan rangka kayu dengan atap fiber yang setelah 3 tahun diganti dengan atap polycarbonate. Cuaca ekstrim beberapa bulan terakhir di Tangerang, hujan deras disertai angin dan disusul panas terik, ditambah memang umur pakainya sudah lama, menyebabkan rangka kayu carport saya lapuk. Terlihat dari balok kayu yang melengkung dan retak diujungnya. Kondisi ini tentu saja membahayakan, tidak cuma untuk mobil yang diparkir dibawahnya tetapi juga penghuni rumah. Selain itu atap polycarbonate yang sudah berusia 2 tahun ini sering sekali bocor kalau hujan. Intinya sih carport-nya harus segera direnovasi supaya layak pakai kembali.

Saya dan suami sepakat untuk mengganti rangka kayu dengan rangka baja ringan. Keunggulan baja ringan dibandingkan kayu adalah:

  • Anti Rayap
  • Kokoh
  • Anti Karat
  • Ekonomis
  • Awet

Sedangkan untuk atap-nya kami mengincar atap Go Green atau Spandex yang secara spesifikasi jauh lebih baik dari polycarbonate dan lebih awet tentunya.

Pencarian kontraktor baja ringan pun dimulai. Saya survey ke beberapa iklan online, tanya-tanya tentang harga, waktu pengerjaan, dan lain-lain. Rata-rata harga-nya berkisar dari Rp. 230.000 – Rp. 300.000 per meter persegi untuk spek yang saya mau. Belum termasuk ongkos bongkar kanopi lama dan buang puing. Jujur harga itu bagi saya masih kemahalan. Luas carport ditambah teras saya sekitar 28 meter persegi. Berarti saya harus menghabiskan uang untuk renovasi carport minimal 7,5 juta Rupiah (termasuk bongkar kanopi lama, buang puing, pasang kanopi baru) kalau menurut harga yang ditawarkan tersebut.

Tidak mau putus asa, saya pun bertanya ke kakak ipar saya yang suaminya punya banyak kenalan kontraktor. Kakak Ipar saya merekomendasikan Bapak Nugroho dan memberikan nomor contactnya. Saya menghubungi Pak Nugroho dan beliau membuat janji temu untuk survey ke rumah sekaligus melakukan pengukuran langsung guna menghitung keperluan bahannya.

15 Maret 2017

Pak Nugroho dan tim datang ke rumah saya sesuai waktu yang dijanjikan. Beliau melakukan pengukuran dan perhitungan kebutuhan bahan. Beliau menyarankan untuk menggunakan atap Spandex dibandingkan Go Green karena katanya lebih murah dan lebih tahan lama. Beliau juga menyarankan atap Spandex warna silver yang sewarna dengan baja ringannya untuk alasan ekonomis. Kalau atap Spandex berwarna selisih harganya bisa mencapai Rp. 90.000 per meter persegi. Beliau memberikan harga 5,5 juta Rupiah all in kepada saya. Saya dan suami pun deal dengan harga tersebut. Kami melakukan pembayaran uang muka sebagai tanda jadi.

17 Maret 2017

Pak Nugroho dan tim datang pagi-pagi ke rumah saya, sekitar jam 7.30 pagi, dengan membawa peralatan dan bahan yang diperlukan. Peralatan yang kelupaan dibawa hanya tangga dan kebetulan saya punya di rumah. Pekerjaan yang dilakukan pertama kali adalah membongkar kanopi kayu saya. Pekerjaan membongkar ini tidak membutuhkan waktu yang lama, hanya sekitar 1,5 jam. Setelah itu pekerjaan dilanjutkan dengan memasang rangka baja ringan kanopi diikuti dengan pemasangan atap Spandex. Sekitar pk. 16:00 sore pekerjaan kanopi pun selesai dan Pak Nugroho & tim pamit pulang. Saya dan suami melakukan pembayaran final ke Pak Nugroho.

Pak Nugroho dan tim ini sebenarnya berasal dari Bekasi, tapi mereka juga punya banyak pelanggan di area Jabotabek. Harga yang ditawarkan pun bersaing tapi kualitas ga asal-asalan. Baja ringan yang digunakan adalah merk Kirei. Saya cukup puas dengan hasil kerjanya yang bisa dilihat di foto dibawah ini:

PhotoGrid_1490189822693
Kanopi Lama: Kanopi Kayu

PhotoGrid_1489754817475[1]
Kanopi Baru: Kanopi Baja Ringan
PhotoGrid_1489754692619[1]
Tampak Bawah Atap Spandex
PhotoGrid_1489754652063[1]
Atap Spandex Tampak Atas

Review ini bukan revew berbayar ya, jadi ini beneran dari pengalaman saya aja. Saya share disini untuk berbagi informasi aja bagi yang membutuhkan. Saya dan suami tidak punya hubungan kekeluargaan dengan Pak Nugroho, murni hubungan profesional saja. Untuk nomor contact Pak Nugroho tidak saya share disini. Kalau ada yang butuh nomor contact beliau, silakan comment di bawah ya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s