Travel Journal

Trip To Japan (Day 1): Arrival

Rabu, 12 April 2017

Saya dan suami berangkat dari rumah kami di Tangerang menuju bandara Soekarno-Hatta pk. 05:30 pagi karena flight kami ke Osaka (via Hong Kong, by Cathay Pacific) adalah pk. 08:20. Untuk flight internasional lebih baik punya spare waktu lebih (minimum 3 jam) untuk antisipasi antrian check-in / drop baggage dan tentunya imigrasi. Dua hari sebelum jadwal keberangkatan, kami sudah melakukan web check-in sehingga saat kami tiba di bandara, kami tinggal antri di bagian drop baggage yang jauh lebih singkat daripada antrian counter check-in.

Setelah urusan bagasi selesai, kami antri di bagian imigrasi. Ada hal yang lucu di bagian imigrasi ini. Ceritanya karena saya sudah punya e-paspor maka saya pun dengan percaya diri antri di bagian auto gate. Nah pada saat giliran saya, mesin auto gate menolak e-paspor saya dengan keterangan “need verification“. Bapak pengawas yang bertugas menanyakan ke saya: “Sudah mendaftarkan diri belum untuk auto gate? Harus daftar dulu”. Lah tapi suami saya yang notabene bikin e-paspornya sama-sama dengan saya dan ga pakai acara daftar-daftar bisa lolos auto gate tuh. Akhirnya saya disuruh antri dari awal lagi di gate manual (hiks). Sesampainya di depan petugas counter imigrasi, saya menanyakan masalah auto gate saya. Menurut petugas imigrasi saat itu, e-paspor saya tidak akan bisa lewat auto gate karena ada kemiripan nama dengan orang yang ada di daftar cekal. Alamaaakkk…! Jadi pada intinya, saya walopun punya e-paspor ga akan bisa lewat auto gate kecuali orang yang dicekal itu sudah bebas dari daftar cekal.

P_20170412_080403_BF
Inside the Plane

Pesawat Cathay Pacific dari Jakarta ke Hong Kong berangkat tepat waktu pk 08:20 pagi dan tiba di Hong Kong pk. 14:20 local time. Ada perbedaan waktu antara Hong Kong dengan Jakarta 1 jam, waktu di Hong Kong lebih cepat 1 jam dari waktu Jakarta. Durasi flight 5 jam dari Jakarta ke Hong Kong berjalan cukup nyaman karena pakai maskapai full service jadi ga mati gaya di pesawat deh, hehe.

P_20170412_094307_vHDR_Auto
In-flight Meals
P_20170412_104619_vHDR_Auto
In-flight Entertainment

Transit di Hong Kong dijadwalkan hanya sekitar 2 jam, jadi kami setelah turun dari pesawat langsung masuk ke transfer gate. Oh ya, karena connecting flight jadi kami tidak perlu repot mengambil bagasi lagi karena bagasi kami dari Jakarta sudah direct ke Osaka. Setelah selesai di transfer gate kami cari tempat buat lunch. Pilihan tempat makan di daerah transfer ini tidak banyak dan harganya mahal-mahal pula. Kalau mau menu dengan banyak pilihan dan harga yang bersahabat kita harus keluar gate dan antri imigrasi yang sungguh tidak memungkinkan bagi kami yang hanya punya waktu 2 jam saja. Kami makan siang di daerah food court dengan menu nasi hainam dan bebek panggang (tanpa dikasih kuahnya) dengan harga HKD 65 per porsi. Selesai makan kami langsung menuju waiting room untuk next flight ke Osaka.

P_20170412_144340_vHDR_Auto
Lunch at Hong Kong International Airport

Dikarenakan bad weather, pesawat Cathay Pacific ke Osaka jadi delay sekitar 1,5 jam dari jadwal. Kami agak panik karena di bandara Osaka kami harus mengejar bus terakhir pk. 22.40. Sekitar pk. 18:00 pesawat kami akhirnya bisa berangkat.

P_20170412_221451_vHDR_Auto
Arrive at Kansai International Airport
P_20170412_223601_vHDR_Auto
Kansai International Airport at night

Pesawat kami landing di Kansai International Airport (Bandara Osaka) pk. 22:00 local time. Waktu di Osaka lebih cepat 2 jam dari waktu di Jakarta. Perasaan sudah panik karena kami hanya punya waktu 40 menit saja untuk melewati antrian imigrasi, mengambil bagasi dan ke bus stop. Kalau tidak sempat mengejar bus terakhir, kami terancam tidur di bandara deh. Sebelumnya saya sempat browsing tentang pengalaman menginap di bandara Osaka ini untuk jaga-jaga kalau saja kami harus menginap karena ketinggalan bus terakhir. Katanya untuk tidur di bandara tinggal cari daerah yang sepi dan tempat duduk panjang yang tidak ada sandaran lengannya. Selimut pun bisa dipinjamkan dari pihak bandara. Tapi senyamannya di bandara pasti lebih nyaman tidur yang layak di ranjang di ruangan yang hangat lah ya.

Di Osaka kami berencana menginap di apartemen teman kami di daerah Tonda, agak pinggiran dari pusat kota Osaka. Secara teman kami kan kerja di pabrik, ga mungkin dong ada pabrik di tengah kota, hehe. Menurut teman kami tersebut, angkutan yang paling gampang  dari bandara menuju apartemennya (untuk first comer ke Jepang kayak kami ini) adalah dengan bus yang biasa disebut Limousine Bus KATE (Kansai Airport Transportation Enterprise). Kalau via kereta bisa transit 2-3 kali dan kemungkinan nyasarnya lebih besar, ditambah pula kami tiba di Osaka-nya hampir tengah malam, haha.

P_20170412_225537_vHDR_Auto
Limousine Bus KATE

Ternyata keberuntungan menyertai kedatangan kami di Osaka. Antrian imigrasi cuma 15 menit saja sudah selesai dan begitu keluar imigrasi, bagasi pesawat kami sudah ready. Waktu sudah menunjukkan pk. 10:35 saat kami mencari-cari bus stop. Sempat bertanya juga pada petugas bandara dimana lokasi bus stop-nya. Saat ini kami ga kepikiran lagi untuk foto-foto di bandara, yang penting keburu mengejar bus terakhir, hahaha.

Lucky us! Bus KATE terakhir masih belum berangkat. Kami pun tergopoh-gopoh berlari ke bus stop no. 3 (Tujuan Ibaraki). Petugas bus mengarahkan kami untuk segera membeli tiket bus di ticketing machine. Sehubungan dengan kami agak gaptek dengan versi ticketing machine ini, petugas bus pun dengan ramah dan berbaik hati membantu kami melakukan pembelian tiket. Dari sini saya merasakan bahwa penduduk Jepang ramah-ramah terhadap turis walaupun memang kita ga ngerti mereka ngomong apa dalam bahasa Jepang, hahaha. Setelah selesai membeli tiket seharga 2050 Yen per orang (Mahal yak!) kami menyerahkan koper kami ke petugas bus untuk diberi label sesuai dengan tujuan terminal kami (Hankyu Ibarakishi) dan kemudian dimasukkan ke dalam bagasi bus. Setelah kami duduk di bus, tidak lama kemudian bus pun berangkat. Informasi lebih lanjut tentang rute dan timetable bus KATE bisa dilihat di website-nya http://www.kate.co.jp/en/timetable/index

Perjalanan dari Kansai International Airport menuju terminal bus Hankyu Ibarakishi memakan waktu sekitar 1 jam 20 menit. Kami tiba di terminal bus JR Ibaraki pk. 23:50 dan langsung dijemput oleh teman kami. Setelah itu perjalanan dilanjutkan dengan naik kereta terakhir dari stasiun Hankyu Ibarakishi pk. 00:04. Dari tempat turun bus ke stasiun kereta hanya tinggal naik lift / eskalator ke lantai 2 saja. Harga tiket kereta dari stasiun Hankyu Ibarakishi ke stasiun Hankyu Tonda adalah 150 Yen per orang dan kebetulan tiketnya dibelikan oleh teman kami, hehe. Tiket kereta di Jepang berupa kupon kecil. Kupon ini akan dimasukkan ke slot ticket gate masuk untuk membuka gate dan kemudian diambil kembali (ada lubang kecilnya setelah dimasukkan ke slot ticket gate). Saat keluar di ticket gate stasiun tujuan, kupon ini dimasukkan kembali ke slot-nya untuk membuka gate (kupon tidak akan keluar lagi dari slot ticket gate). Bentuk rupa kereta di Jepang ini mirip dengan kereta commuter di Jakarta hanya saja dengan versi lebih bagus. Kalau ga salah kereta commuter Jakarta itu juga lungsuran dari Jepang deh makanya mirip.

P_20170412_235608_BF
Three of Us at Ibarakishi Station

Lama perjalanan kereta ke stasiun Hankyu Tonda hanya 4 menit. Setelah keluar dari stasiun untuk berjalan kaki ke apartemen teman kami, untuk pertama kalinya kami merasakan dinginnya udara Jepang. Brrrr…. udaranya lebih dingin dari Puncak dan berangin pula. Apartemen teman kami hanya berjarak 2 menit jalan kaki dari stasiun kereta Hankyu Ibarakishi. Sesampainya di apartemen, kami pun beristirahat.

Note:
Untuk transportasi umum di Jepang rata-rata mewajibkan kita sebagai penumpang untuk tidak berisik. Mobile Phone sebaiknya dalam silent mode dan hindari berbicara di telepon saat dalam kendaraan umum (bus atau kereta). Makan dan minum (diluar air putih) dalam kendaraan umum juga tidak bisa sembarangan. Makan dan minum hanya diperbolehkan di bus atau kereta jarak jauh, termasuk shinkansen. Patokan gampangnya adalah di bus atau kereta tersebut tersedia meja lipat untuk makan.

EXPENSES:
(Kurs 1 HKD = 1.725 IDR, 1 JPY = 121,65 IDR)

  • Lunch at Hong Kong International Airport: HKD 65 x 2 = HKD 130 = IDR 224.250
  • Bus KATE to Hankyu Ibarakishi: JPY 2.050 x 2 = JPY 4.100 = IDR 498.765

TOTAL EXPENSES = IDR 723.015

To Be Continued…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s