Travel Journal

Trip To Japan (Day 8): Tokyo – Part 1

Rabu, 19 April 2017

Tengah malam menuju tanggal 19 April saya dapat surprise dari pak suami yang bekerjasama dengan teman kami. Dengan kondisi no make-up dan hanya menggunakan daster seadanya, tiba-tiba saya disodori birthday cake. Awww so sweet! Seumur menikah, baru kali ini lho pak suami bisa kasih surprise tengah malam. Biasanya juga dia udah keburu tidur dan baru ngucapin selamat ulang tahunnya besok pagi. Thank you buat pak suami dan teman saya yang sudah meniatkan surprise ini. After make a wish dan juga tiup lilin, kita semua makan kue tengah malam. Sebodo amat deh tambah gendut, hahaha.

P_20170419_000754_vHDR_Auto
My Birthday Cake

Dikarenakan tidur larut malam. kami bangun agak siang dari biasanya. Agenda hari ini hanya packing karena mau pindahan ke Tokyo. Kami memilih untuk tinggal di apartemen dibandingkan di hotel saat di Tokyo. Alasannya sih simple biar bisa masak-masak bikin bekal sendiri, hahaha. Dari beberapa bulan sebelum berangkat ke Jepang kami sudah melakukan reservasi di Air BnB. Kami memilih apartemen yang terletak di daerah Nakano, sekitar 7 menit berjalan kaki dari stasiun kereta JR Nakano. Nama Apartemennya adalah “Totoro Room”. Sesuai dengan namanya, pernak-pernik kamar bertema Totoro (tokoh anime). Kamarnya sendiri cukup luas, bisa untuk 4 orang dewasa + 1 anak kecil. Fasilitas-nya juga lengkap, terutama untuk peralatan dapurnya, hehe. Nyaman deh. Bagian kurang enaknya hanya tentang harga sih. Kami memesan untuk 7 malam dengan harga yang ditawarkan Air BnB adalah sekitar 5,7 juta Rupiah. Akan tetapi karena pembayaran Air BnB-nya menggunakan kartu kredit yang dimana kurs-nya selalu tidak menguntungkan, akhirnya biaya membengkak jadi sekitar 5,9 juta Rupiah. Huhuhu. Lumayan banget kan perbedaannya. Tapi namanya liburan ya dibawa happy aja deh.

P_20170419_093411_vHDR_Auto
Matcha Belgian Waffle

Setelah selesai packing kami berjalan menuju stasiun kereta SettsuTonda dengan masing-masing menenteng koper medium 24″. Kami kemudian naik kereta ke stasiun Kyoto untuk berganti Shinkansen ke arah stasiun Tokyo. Seperti biasa kami naik gerbong yang non reserved dan masih dapat tempat duduk sebelahan. Sebelum naik kereta kami menyempatkan diri untuk beli snacks (Belgian Waffle) untuk sarapan di Shinkansen. Oh ya, untuk koper besar yang tidak muat di bagasi kabin atas, koper harus ditaruh di space paling belakang kursi penumpang, dekat pintu gerbong, bagian kiri dan kanan. Kalau space tersebut penuh dengan terpaksa kita harus taruh kopernya di space depan tempat duduk kita. Tapi jangan sampai menghalangi penumpang lain yang mau lewat ya.

Sesampainya di stasiun Tokyo, kami pun berganti kereta lokal ke arah stasiun Nakano. Total lama perjalanan dari stasiun SettsuTonda ke stasiun Nakano (dengan Shinkansen) adalah 236 menit. Ini perjalanan kereta terlama kami selama di Jepang. Di tengah perjalanan kereta, kami menyadari kalau ada barang kami yang ketinggalan di apartemen teman kami, akhirnya barang ini dikirimkan via pos oleh teman kami ke apartemen di Tokyo.

P_20170419_130521_vHDR_Auto
Ada buku Lonely Planet Tokyo di Totoro Room
P_20170419_130515_vHDR_Auto
Totoro Room
P_20170419_130718_vHDR_Auto
Extra bed di loteng kamar
P_20170419_212913_vHDR_Auto
Walaupun dapurnya mini tapi sangat membantu dalam masak-memasak. Maafkan cucian yang menumpuk di atas mesin cuci.

Saat tiba di Tokyo, cuaca-nya panas terik banget. Beda dengan cuaca Osaka belakangan ini yang cenderung dingin. Akhirnya begitu tiba di apartemen kami jadi mandi lagi deh sebelum keluar untuk explore Tokyo. Sebelum ke stasiun Nakano kami singgah di kedai pinggir jalan yang menjual aneka bento. Untuk pembelian makanan kita harus menggunakan vending machine. Agak gambling sih pakai vending machine begini, kita cuma pilih berdasarkan gambar saja. Entah menunya apa, pakai daging apa, porsi nasinya bagaimana. Hahaha. Tapi kayaknya kami tidak salah pilih karena rasa bentonya enak dan cocok selera. Di kedai ini dapat free teh juga untuk minuman. Harga pun bersahabat. Sayangnya karena nama kedainya dalam bahasa Jepang, saya tidak tahu cara membaca namanya.

P_20170419_143041_vHDR_Auto
Bento at Nakano

Sensoji Temple (Asakusa Kannon Temple)

Dari stasiun kereta Nakano kami naik kereta sampai stasiun Kanda kemudian berganti ke subway Ginza line dan turun di stasiun subway Asakusa. Untuk subway atau biasa disebut sebagai MRT di beberapa negara lainnya, tidak ter-cover dalam JR Pass sehingga kami harus membeli tiket-nya lagi. Sebenarnya ada tiket terusan untuk subway seperti Tokyo Free Kippu / Tokyo Tour Ticket (1590 yen); Tokyo Subway Ticket (24 hours: 800 yen, 48 hours: 1200 yen, 72 hours: 1500 yen); Toei and Tokyo Metro One-Day Economy Pass (900 yen); Tokyo Metro 24-Hour Ticket (600 yen); Toei One-Day Economy Pass (700 yen) dan Tokunai Pass (750 yen) tapi karena kami penggunaannya sedikit jadi kami lebih memilih tiket satuan saja.

Saat kami datang sepertinya banyak stasiun subway yang sedang dalam renovasi jadi agak sedikit mengganggu kenyamanan dan pemandangan. Kesannya stasiun subway kurang bagus dan modern dibanding stasiun kereta. Sesampainya di stasiun subway Asakusa, kami tinggal berjalan kaki 10 menit menuju Sensoji Temple.

P_20170419_154836_BF
Sensoji Temple

Sensoji Temple adalah salah satu kuil Buddha yang terkenal di Tokyo. Saat kami datang sekitar jam 2.30 siang, kompleks kuil banyak dipadati pengunjung. Di jalan menuju kuil utama, banyak toko-toko yang berjualan souvenir dan snacks. Saat sampai di kuil utama pun, sudah tampak antrian panjang untuk berdoa disini. Yup, berdoa di kuil juga harus ikut antrian ya. Sekedar info tentang tata cara berdoa di kuil yang saya dapat dari teman saya. Kalau mau berdoa, sebelumnya kita harus lempar uang koin ke tempat yang disediakan. Biasanya yang dipakai adalah koin pecahan 5 yen. Koin 5 yen dalam bahasa Jepang disebut sebagai go-en yang secara penyebutannya mirip dengan kata yang bermakna good fortune (especially in term of relationship). Awalnya saya agak kaget juga.. koq mau sembayang aja kita harus bayar? Kemudian teman saya menjelaskan, untuk mendapatkan hasil yang baik kita wajib melakukan suatu kebaikan terlebih dahulu, salah satunya dengan berdana ke kuil. Make sense juga penjelasannya. Setelah melemparkan koin kemudian kita mengatupkan kedua tangan diatas dahi, menepukkan kedua tangan sebanyak 2x setelah itu merapatkan tangan untuk mengucapkan doa permintaan kita. Karena menurut saya bahasa doa itu universal, saya tidak segan-segan mencoba adat berdoa di kuil ini, hihi.

Setelah berdoa dan foto-foto, kami kembali ke stasiun subway untuk pergi ke tujuan selanjutnya yaitu Tokyo Sky Tree Tower.

Opening Hours : Main hall: 6:00 to 17:00 (from 6:30 from October to March); Temple grounds: Always open
Admission : free
Closed : –
Website : http://www.senso-ji.jp

Tokyo Sky Tree Tower

Perjalanan dengan subway dari stasiun Asakusa ke stasiun Tokyo Sky Tree hanya sekitar 3 menit. Ketika keluar stasiun subway Tokyo Sky Tree, tower yang dimaksud sudah terlihat tinggi menjulang di depan mata. Tower setinggi 634 meter ini adalah tower tertinggi di Jepang dan nomor dua tertinggi di dunia. Fungsi dari Tokyo Sky Tree adalah sebagai tower broadcasting televisi. Selain itu Tokyo Sky Tree juga jadi salah satu icon landmark kota Tokyo.

Pada bagian bawah tower terdapat pusat perbelanjaan dan restaurant. Bahkan ada planetarium dan aquarium-nya juga. Untuk masuk ke observation deck kita harus membayar admission fee sebesar 3.000 Yen (untuk first observatory) dan 4.000 Yen (untuk paket combo first and second observatory). Cukup mahal untuk ukuran kantong kami sehingga kami tidak masuk ke observatory deck, cukup foto-foto di depannya saja.

P_20170419_174201_vHDR_Auto
Tokyo Sky Tree yang menjulang tinggi

Ketika kami datang sekitar jam 4 sore, cuaca disini sedang berawan, hembusan anginnya kencang dan dingin banget. Saking kencangnya angin tersebut, rasanya badan kita sampai goyang-goyang kalau berjalan. Karena itu kami setelah foto-foto masuk ke dalam pusat perbelanjaan dan restaurant saja. Secara tidak sengaja kami ketemu toko Marion Crepes yang terkenal itu. Ternyata Marion Crepes baru buka cabang di Tokyo Sky Tree dan saat kami datang tokonya sedang tidak terlalu ramai. Saya memesan Choco Banana Cream. Isinya banana slices, whipped cream, vanila ice cream dan chocolate sauce yang dibungkus kulit crepes yang lembut. Rasanya enak tapi ya tidak seistimewa yang dikatakan orang-orang. Setelah makan crepes, kami berkeliling di kompleks Tokyo Sky Tree saja.

P_20170419_172638_vHDR_Auto
Marion Crepes

Sebelum pulang kami makan malam di food court Solamachi lantai 3. Menu makan malam kali ini adalah Ippudo ramen. Hanya saja karena lokasinya ada di food court menu yang tersedia terbatas, makanya nama booth-nya hanya “Ippudo Noodle Express”. Saya memesan classic tonkotsu ramen (ramen babi). Rasa kuah kaldunya mantap banget. Porsinya pun banyak. Ippudo ramen adalah salah satu ramen yang terkenal di Jepang dan direkomendasikan oleh teman saya (selain Ichiran Ramen). Food court ini juga menyediakan air minum gratis untuk pengunjungnya jadi tidak perlu repot membeli air minum lagi deh.

P_20170419_183259_vHDR_Auto
Ippudo Ramen

Setelah selesai dinner kami pun kembali ke stasiun subway untuk pulang ke apartemen. Dalam perjalanan ke apartemen kami membeli roti di gerai 7-11 untuk sarapan keesokan harinya.

Opening Hours : 8:00 to 22:00 (entry until 21:00)
Admission : First observatory: 2060 yen; Second observatory: additional 1030 yen (an additional 40-740 yen is charged for time-specific advance reservations). For foreign tourists only: Fast Skytree Single Ticket (first observatory): 3000 yen; Fast Skytree Combo Ticket (first and second observatories): 4000 yen
Closed : –
Website : http://lang.tokyo-skytree.jp/en/

EXPENSES:
(Kurs 1 JPY = 121,65 IDR)

  • Belgian waffle for breakfast : 2 x JPY 150 = JPY 300 = IDR 36.495
  • Lunch at Nakano : JPY 690 + JPY 590 = JPY 1.280 = IDR 155.712
  • Subway: 2 x JPY (170 +180+150) = JPY 1.000 = IDR 121.650
  • Marion Crepes at Tokyo Sky Tree: JPY 520 = IDR 63.258
  • Ippudo Ramen for dinner: 2 x JPY 1.069 = JPY 2.138 = 260.088
  • Bread at 7-11 : JPY 108 + JPY 152 = JPY 260 = IDR 31.629

TOTAL EXPENSES = JPY 5.498 = IDR 668.832

To Be Continued…

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s