Travel Journal

Trip To japan (Day 12): Tokyo – Part 3

Hello! Setelah sempat vakum menulis blog beberapa saat karena ada kunjungan keluarga ke rumah saya, akhirnya sekarang saya bisa punya waktu menulis lagi. Cerita tentang liburan Jepang yang belum selesai alias menggantung di tengah-tengah ini membuat salah seorang teman saya sampai bertanya-tanya apakah saya masih di Jepang atau sudah kembali ke Indonesia? Hahaha. Kunjungan keluarga kali ini memang agak lama, sekitar 3 minggu dan bikin rumah jadi ramai. Kondisi rumah yang ramai membuat saya jadi malas menulis karena saya lebih suka menulis dalam keadaan tenang. Okay, now back to the topic about Japan trip..

Minggu, 23 April 2017

Sama seperti kemarin, hari ini kami masih beredar di Tokyo saja. Kami sengaja menyisihkan waktu 3 hari dari itinerary kami untuk bisa meng-explore Tokyo. Sebenarnya sih 3 hari saja tidak akan cukup kalau mau benar-benar menjelajahi Tokyo, tapi karena waktu terbatas jadi 3 hari tersebut harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Kebanyakan toko di Tokyo baru buka jam 10 pagi, oleh karena itu hari ini kami ada excuse untuk bisa bangun lebih siang, hahaha.

P_20170423_091443_BF
Pak suami selfie sambil jogging

Pak suami menyempatkan untuk jogging pagi ini mengelilingi rute dari area Nakano hingga Shinjuku sejauh 6 km selama 50 menit.  Saya tidak ikut karena lebih memilih untuk menyiapkan bekal dan sarapan untuk kami berdua. Setelah sarapan dan bersiap-siap, kami meninggalkan apartemen sekitar pk. 10:00 untuk berjalan ke stasiun kereta Nakano.

Shinjuku Gyoen National Park

Tujuan pertama kami adalah ke taman Shinjuku Gyoen. Shinjuku Gyoen ini juga salah satu cherry blossom spot di Tokyo. Hanya saja pada saat kami kesana, sakura mekarnya tinggal sedikit. Untuk menuju Shinjuku Gyoen kami naik kereta dari stasiun kereta Nakano ke stasiun kereta Shinjuku dan dilanjutkan jalan kaki 10 menit ke gate Shinjuku Gyoen. Selain kereta, untuk ke Shinjuku Gyoen bisa juga ditempuh dengan subway akan tetapi karena kami masih menggunakan fasilitas JR Pass jadi kami lebih memilih naik kereta JR biar free, hehe.

P_20170423_121244_vHDR_Auto
Salah satu sudut di Shinjuku Gyoen dengan sisa-sisa sakura mekar

Untuk masuk ke kompleks taman Shinjuku Gyoen kita harus membayar admission fee sebesar 200 Yen per orang. Kondisi taman sangat bersih dan terawat. Banyak terlihat turis disini baik lokal maupun mancanegara. Pengunjung dilarang untuk membawa hewan peliharaan, sepeda, trolley, minuman beralkohol dan tanaman ke dalam taman. Taman di Shinjuku Gyoen terbagi-bagi berdasarkan tema-nya, ada tema Jepang, Inggris, Perancis dan bahkan ibu-anak. Cuaca yang cerah dan banyaknya pepohonan membuat udara disini sangat segar. Banyak pengunjung yang melakukan piknik, jogging, jalan-jalan dan bahkan melakukan hobby-nya (misal melukis) di kompleks taman. Kami makan bekal makan siang di sudut taman yang sejuk dan ada bangku-nya. Setelah puas melihat-lihat, kami melanjutkan perjalanan ke lokasi berikutnya. Kami naik kereta dari stasiun Sendagaya yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki 5 menit dari Sendagaya gate.

P_20170423_122438_BF
Under Sakura Tree

Opening Hours : 9:00 to 16:30 (entry until 16:00)
Closed : Mondays (or following day if Monday is a national holiday), December 29 to January 3. There are no closing days during the cherry blossom season (late March to late April) and the Chrysanthemum Exhibition (first half of November).
Admission Fee : 200 Yen
Website : http://www.env.go.jp/garden/shinjukugyoen/english/index.html

Tokyo Metropolitan Government Building

P_20170423_135907_vHDR_Auto
View from South Observatory deck

Dari stasiun kereta Sendagaya, kami naik kereta menuju stasiun Shinjuku dan berjalan kaki 15 menit dari west exit stasiun Shinjuku ke Tokyo Metropolitan Government Building. Gedung perkantoran ini memiliki 2 observatory deck setinggi 202 meter yang bisa diakses secara gratis. South Observatory buka dari pagi sampai sore sedangkan North Observatory buka sampai malam hari. Selain observatory, di dalam gedung juga terdapat cafe dan toko souvenir. Karena keterbatasan waktu, Saya dan suami hanya mengunjungi South Observatory saja. Untuk rute pulang kami memilih naik subway daripada harus berjalan kaki kembali ke stasiun Shinjuku. Kebetulan kaki sudah pegel dan punggung juga encok! Dari gedung kita tinggal jalan kaki keluar sedikit dan sudah tampak tangga ke bawah dengan tulisan stasiun subway Tocho-mae. Kami naik subway sampai stasiun kereta Yoyogi dan kemudian dilanjutkan dengan kereta ke arah Shinjuku.

Opening Hours : North Observatory: 9:30 to 23:00; South Observatory: 9:30 to 17:30 (until 23:00 when North Observatory is closed); Admission end 30 minutes before closing time
Closed : North Observatory: 2nd and 4th Monday of each month (next day if national holiday); South Observatory: 1st and 3rd Tuesday of each month (next day if national holiday); Both observatories: December 29 to January 3 (except January 1).
Admission Fee : Free
Website : http://www.metro.tokyo.jp/ENGLISH/OFFICES/observat.htm

PABLO Cafe Harajuku / Omotesando

Hari ini kami khusus datang ke Harajuku untuk nongkrong di cafe Pablo yang terkenal dengan cheese tart-nya itu. Toko Pablo sebetulnya ada banyak di Jepang tapi tidak semua toko menjual mini cheese tart. Saya malas membeli cheese tart ukuran reguler karena menurut saya kebanyakan untuk porsi 2 orang. Lagipula kalau beli mini cheese tart kan bisa icip-icip berbagai rasa. Cafe Pablo ini terletak tidak jauh dari stasiun kereta Harajuku. Tinggal berjalan kaki sekitar 5 menit saja.

P_20170423_161904_vHDR_Auto
Our cheese tarts & ice cream

Sesampainya di depan cafe Pablo sudah terlihat antrian panjang pengunjung. Kami pun ikut antri dalam barisan. Kami mengantri sekitar setengah jam untuk bisa dlayani dan mendapatkan tempat duduk. Saya memesan mini cheese tart original, matcha dan cokelat. Selain itu saya juga memesan cheese ice cream cone-nya. Enaaak! Ga percuma deh harus antri lama. Setelah selesai makan, kami melanjutkan perjalanan kembali.

Opening Hours : 10:00 – 21:00
Closed : No Fixed Day
Website : http://www.pablo3.com/shop/detail/?seq=12

Odaiba

Dari stasiun kereta Harajuku kami naik kereta ke stasiun Shimbashi. Dari stasiun kereta Shimbashi kami berganti kereta Yurikamome yang tidak di-cover oleh JR Pass untuk menuju ke Odaiba. Kereta Yurikamome adalah elevated train otomatis (tanpa driver). Rute perjalanan dengan Yurikamome akan melewati jembatan yang dikenal sebagai “Rainbow Bridge” dengan pemandangan lautan dan kerlap-kerlip lampu jembatan. Harga kereta Yurikamome ini memang cukup mahal yaitu 320 Yen per orang untuk sekali jalan. Kalau kalian akan menggunakan kereta ini lebih dari 2 kali dalam satu hari, disarankan untuk membeli 1 day pass seharga 820 Yen. Kalau mau irit katanya ada opsi jalan kaki (sekitar 45 menit) dengan melewati rainbow bridge. Tapi berhubung kaki dan punggung sudah tidak bersahabat, saya memilih naik kereta aja deh.

P_20170423_182527_BF
Berfoto di deck dengan latar gedung Fuji TV

Perjalanan dari stasiun kereta Shimbashi ke stasiun Daiba dengan kereta Yurikamome memakan waktu 15 menit. Sesampainya di stasiun Daiba kita tinggal berjalan kaki sebentar dan langsung terlihat deck yang menghadap pantai dan lautan. Di bagian lain terlihat hotel resort berbintang, mall dan juga gedung Fuji TV yang saat malam memancarkan lampu warna-warni. Gedung Fuji TV juga memiliki observation deck yang bisa diakses dengan membayar 550 Yen per orang. Saya dan suami sih lebih memilih deck pinggir pantai saja yang gratisan, hehe.

P_20170423_181637_vHDR_Auto
Liberty Statue Odaiba

Objek menarik di Odaiba ini adalah replika patung liberty dengan latar belakang lautan dan rainbow bridge. Pemandangan ini seolah-olah membawa kita ke kota New York tempat patung libery asli berasal. Udara sekitar pantai sangat berangin dan anginnya dingin banget! Tidak tahan lama-lama berada di luar sini. Kami pun lebih memilih masuk ke mall untuk menghangkatkan diri sekalian mencari makan malam.

Kami memilih mall Aqua City yang terdekat dengan deck ke patung Liberty. Dalam mall-nya sama saja seperti mall pada umumnya. Kami mampir ke toko Flying Tiger Copenhagen yang menjual barang-barang unik dan lucu. Dari yang awal-nya sekedar lihat-lihat jadi kepincut untuk belanja deh. Hahaha. Selain itu kami juga ke DAISO tapi toko DAISO disini agak lebih kecil dibanding DAISO yang di Takeshita Street Harajuku. Setelah itu kami makan malam di food court yang terletak di lantai 1. Saya memilih menu nasi kari Jepang dari outlet CoCo Curry Ichibanya dan suami memilih menu fried Nagasaki Champon dari outlet Ringer Hut. Fried Nagasaki Champon ini kalau di tempat kita seperti i fu mie, mie kering yang disiram kuah kental yang berisi sayuran dan daging. Suami kurang cocok selera dengan menu makanan pilihannya.

P_20170423_184510_vHDR_Auto
Curry Rice CoCo Ichibanya
P_20170423_185407_vHDR_Auto
Nagasaki Champon Ringer Hut

Setelah selesai makan dan mencari jalan keluar mall kami menemukan counter informasi yang ditempati oleh robot! Robot ini dibuat semirip mungkin dengan manusia sampai dengan kedipan matanya. Robot ini bisa berbicara dengan berbagai bahasa. Ada jadwal pertunjukannya sendiri. Meja di depan robot pun dibuat edisi hologram-nya. Keren banget deh!

Rute untuk pulang ke Tokyo sama dengan rute menuju Odaiba, yaitu menggunakan kereta Yurikamome dan dilanjutkan dengan kereta lokal menuju Nakano. Kami sampai di stasiun kereta Nakano sekitar jam 9 malam. Ini adalah hari terakhir kami menggunakan JR Pass jadi besok naik kereta apapun sudah harus bayar sendiri, hiks..

EXPENSES:
(Kurs 1 JPY = 121,65 IDR)

  • Admission Fee Shinjuku Gyoen: 2 x JPY 200 = JPY 400 = IDR 48.660
  • Subway: 2 x JPY 180 = JPY 360 = IDR 43.794
  • PABLO Cafe: JPY 1.010 = IDR 122.866
  • Yurikamome train: 2 x 2 x JPY 320 = JPY 1.280 = IDR 155.712
  • Dinner at Aqua City: JPY 790 + JPY 788 = JPY 1.578 = IDR 191.964
  • Shopping at Flying Tigen Copenhagen: JPY 756 = IDR 91.967

TOTAL EXPENSES  JPY 5.384 = IDR 654.964

To Be Continued…

Advertisements

One thought on “Trip To japan (Day 12): Tokyo – Part 3

  1. Lagi break ternyata, ditunggu2 tulisan berikut nya koq ga muncul2 😛 Kirain saking asiknya di Jepang ampe males nulis hehehe Anyway, asik banget post nya, serasa ikut jalan2 disana 😀 Itu seharian menjelajahnya lumayan banyak tempat juga ya, kerennnnn!!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s