Travel Journal

Trip To Japan (Day 15): Back To Jakarta

Rabu, 26 April 2017

Hari ini adalah hari ke-15 di Jepang yang berarti hari terakhir berlakunya visa waiver. Sebelum diusir secara paksa lebih baik kita segera pulang ke kampung halaman, hahaha. Kami berangkat pagi sekali dari apartemen ke stasiun kereta Nakano. Tujuannya adalah untuk menghindari rush hour pagi yang biasanya berlangsung pk. 07:00 – 09:00 pagi. Saat rush hour rasanya tidak ada space kosong di gerbong kereta. Semua penuh sesak dan badan menempel satu sama lainnya. Kalau keadaannya begitu bagaimana kami bisa memasukkan 2 koper medium dan 1 dus medium ke dalam kereta? So, lebih baik kami mengalah untuk berangkat lebih pagi walaupun pesawat kami baru akan berangat pk. 10:35. Untuk kalian yang travelling dengan baby atau anak kecil saya sarankan menghindari rush hour juga karena kondisi gerbong yang penuh sesak seperti itu tidak baik untuk pernapasan (kurang oksigen). Saking sesaknya di gerbong, saya sampai tidak punya kesempatan untuk memoto kondisi penumpang dalam gerbong.

Tokyo memiliki 2 airport yaitu Haneda dan Narita. Dari awal membeli tiket pesawat, saya dan suami sudah memastikan bawah pesawat kami akan berangkat dari airport Haneda. Kami memilih Haneda karena letak Haneda yang lebih dekat dengan pusat kota Tokyo sehingga biaya keretanya bisa lebih murah, hehe.

Saya dan suami naik kereta dari stasiun kereta Nakano pk. 06.21 dan harus 2 kali transit di stasiun kereta Kanda dan Hamamatsucho sampai akhirnya naik Tokyo Monorail Haneda Express dari stasiun Hamamatsucho. Perjalanan ke airport Haneda memakan waktu sekitar 1 jam.

Kami tiba di gedung terminal 1 keberangkatan international dan melakukan proses drop baggage di counter Cathay Pacific. Sehari sebelumnya kami telah melakukan web check-in sehingga tidak perlu lagi mengantri di counter check-in. Setelah mengurus bagasi pesawat kami berjalan keluar gedung terminal untuk naik free shuttle bus menuju terminal 1 domestik. Pak suami dapat titipan order dari kakak-nya untuk membelikan tumbler Starbucks Jepang untuk koleksi. Starbucks di airport Haneda hanya ada di terminal 1 domestik tepatnya di lantai 3. Saya sekalian membeli minuman green tea latte disana. Setelah selesai kami kembali ke gedung terminal 1 keberangkatan international dengan free shuttle bus dan mengurus imigrasi. Antrian imigrasi tidak terlalu lama dan kami segera masuk ke ruang tunggu. Pesawat berangkat sesuai jadwal semula, tidak delay. Pesawat yang kami naiki akan transit selama 5 jam di Hong Kong sebelum berangkat ke Jakarta.

Kami tiba di terminal 1 Hong Kong International Airport sekitar pk. 14:10. Sebenarnya agak galau juga tentang apa yang akan dilakukan selama transit 5 jam di Hong Kong. Apakah mau keluar airport dan main sebentar ke kota Hong Kong atau tetap stay di airport? Setelah berunding dengan pak suami akhirnya diputuskan untuk tetap stay di airport saja dengan pertimbangan kereta (express train) ke kota Hong Kong juga lumayan mahal, belum pula kalau nantinya kalap belanja-belanja, hahaha. Informasi lebih lanjut tentang express train bisa dicek di link berikut: http://www.hongkongairport.com/eng/transport/to-from-airport/airport-express.html

Sambil menunggu waktu transit kami merencanakan untuk lunch dan keliling airport saja. Dikarenakan pilihan restaurant di terminal 1 tidak sebanyak di terminal 2 maka kami pun berencana untuk jalan-jalan ke terminal 2. Untuk berjalan ke terminal 2, kita diharuskan untuk melalui imigrasi dulu dan mengisi form kedatangan. Agak aneh memang tapi sebagai pendatang kita harus patuh pada peraturan. Setelah mengisi form kedatangan kami pun melalui antrian imigrasi. Saat ditanya petugas akan menginap dimana di Hong Kong kami jawab bahwa kami hanya penumpang transit dan pesawat kami akan berangkat ke Indonesia pk. 19:05. Tidak ada masalah yang berarti saat melewati imigrasi.

P_20170426_163918_vHDR_Auto
Menu lunch di HKIA

Di terminal 2 kami makan siang di sebuah kedai yang bernama Qian Shao Bai Wei dengan menu set nasi BBQ. Dari hasil survey sih tempat makan ini yang paling terjangkau. Tapi sayangnya tempat makan ini tidak cocok untuk teman-teman yang muslim karena mengandung babi. Setelah makan siang kami berjalan-jalan di terminal 2 saja.

P_20170426_161148_vHDR_Auto
Lagi ada pameran Star Wars di depan bioskop IMAX HKIA

Tidak banyak yang bisa dilihat di Hong Kong International Airport (HKIA) ini sebenarnya. Berbeda dengan Changi International Airport di Singapore yang punya banyak fasilitas yang bisa dinikmati penumpang transit secara free. Bioskop yang ada di HKIA pun adalah bioskop IMAX berbayar (harga berkisar HKD 120 per orang). Akhirnya kami hanya berjalan-jalan mengelilingi pertokoan yang ada di terminal 2 dan duduk-duduk santai sambil menikmati free wifi. 2 jam menjelang boarding kami kembali berjalan kaki ke terminal 1 dengan melewati imigrasi. Setelah itu kami menunggu di ruang tunggu sampai pesawat boarding. Pesawat Cathay Pacific ke Jakarta berangkat tepat waktu pk. 19:00. Kami sampai di Soekarno Hatta International Airport terminal 2 pk. 22:45 malam. Sungguh perjalanan yang panjang dan melelahkan. Kalau ada uang lebih memang lebih baik kalau pakai direct flight sih.

EXPENSES:
(Kurs 1 JPY = 121,65 IDR; 1 HKD = 1.725 IDR)

  • Train from Nakano to Haneda Airport: 2 x JPY 800 = JPY 1.600 = IDR 194.640
  • Green Tea Latte (Grande) at Starbucks Haneda: JPY 507,6 = IDR 61.724
  • Tumbler Starbucks at Haneda: JPY 1.436 = IDR 174.689
  • Lunch at Qian Shao Bai Wei HKIA: 2 x HKD 42,5 = HKD 85 = IDR 146.625

TOTAL EXPENSES = IDR 577.678

Semoga tulisan ini bermanfaat untuk teman-teman yang akan berkunjung ke Jepang dan saya ucapkan selamat bertualang ke Jepang!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s