Travel Journal

Japan Travel Essentials

Persiapan yang matang tentunya akan membuat perjalanan liburan kalian akan lebih menyenangkan dan lebih mudah. Sebenarnya harga barang-barang ini di Indonesia sih tidak seberapa tapi lain halnya kalau terpaksa beli di Jepang, harganya bisa berkali lipat harga beli di Indonesia. So, daripada budget liburannya jadi terpakai untuk membeli barang-barang ini mending prepare dulu sebelum berangkat.

  1. Universal Adapter
    Sekedar informasi, colokan listrik di Jepang itu berbeda lho bentuknya dengan di Indonesia. Kalau Indonesia menggunakan colokan listrik 2 batang bundar maka di Jepang menggunakan colokan 2 batang pipih tipis. Oleh karena itu bawalah universal adaptor supaya kalian tetap bisa men-charge gadget kesayangan kalian. Saya membeli universal adapter yang memiliki 1 colokan output dan 2 USB port jadi bisa dipakai untuk charge lebih dari 2 gadget sekaligus. Lebih ekonomis dibandingkan harus membeli 2 universal adapter untuk saya dan suami masing-masing *emak-emak medit*. Saya beli universal adapter merk Krisbow di toko Ace Hardware saat lagi ada diskon dengan harga 99 ribu Rupiah.

    IMG_20170408_193325
    Universal Adapter Krisbow yang saya beli di Ace Hardware
  2. Kamera
    Kamera digunakan untuk mengabadikan foto-foto perjalanan tentunya. Supaya ada kenangan tersendiri. Saya dan suami bukan tipe orang yang suka ribet dengan membawa DSLR saat travelling jadi kami hanya mengandalkan kamera HP saja, hehe.
  3. Smartphone
    Tidak usah di Jepang, di negara sendiri saja kalau lagi jalan tapi kelupaan bawa handphone rasanya gimanaaa gitu.. pasti berasa ada yang kurang kan?! Bagi saya penggunaan smartphone saat di luar negeri lebih dibutuhkan untuk navigasi (mengecek jadwal dan rute transportasi umum) dan browsing. Tak jarang juga smartphone dipakai untuk mengakses Google Translate, hehe. Kalau untuk akses komunikasi dan social media sih tidak terlalu banyak. Saya dan suami lebih memilih menikmati suasana liburan daripada sibuk sendiri-sendiri dengan social media. Kami juga tidak membeli sim card lokal demi alasan penghematan dan menggunakan fasilitas chatting atau voice call dari Whatsapp dan LINE saja.
  4. Mobile Wi-Fi
    Percayalah bahwa smartphone secanggih apapun akan tidak berguna kalau tidak ada jaringan internet. Untuk itu Mobile Wi-Fi ini sangat penting sekali. Selama di Osaka saya dapat pinjaman Mobile Wi-Fi dari teman saya sedangkan selama di Tokyo saya dapat fasilitas Mobile Wi-Fi dari apartemen yang kami sewa. Jadi selama liburan di Jepang kemarin saya dan suami tidak keluar biaya lagi untuk menyewa Mobile Wi-Fi.

  5. Power Bank
    Selama travel di Jepang dengan itinerary yang padat, saya sangat jarang menemukan colokan listrik yang bisa diakses gratisan kecuali di gerbong shinkansen. Dengan pemakaian kamera dan akses internet yang intens di smartphone, tidak jarang saat siang / sore hari baterai smartphone-nya sudah mulai drop. Untuk itulah power bank ini sangat dibutuhkan. Paling tidak kita bisa menjaga smartphone kita tetap ON sampai kita pulang ke hotel / tempat tinggal kita.
  6. Laptop
    Fungsi laptop disini adalah untuk transfer file foto-foto dari smartphone supaya smartphone kita memory-nya tidak terlalu penuh. Memory kalau kepenuhan akan membuat smartphone lambat dan lebih boros baterai. Selain itu fungsi laptop ini adalah untuk akses kerjaan kantor, antisipasi kalau bos tiba-tiba minta data sesuatu, hahaha.
  7. Alas kaki yang nyaman
    Hindari memakai alas kaki yang ribet dan tidak nyaman. Di Jepang kita akan banyak sekali berjalan kaki setiap harinya. Kalau ditotal-total mungkin dalam sehari kita bisa berjalan lebih dari 5 km. Tidak ada istilah naik taxi dan mobil cantik seperti di Indonesia kecuali kalian dari kalangan sangat kaya. Yup, taxi di Jepang super mahal lah pokoknya. Disarankan pakai alas kaki yang kuat dan nyaman. Hindari memakai sendal jepit, selain takut jebol juga menghindari kaki kita kedinginan.
  8. Pakaian yang sesuai dengan musim
    Jepang adalah negara dengan 4 musim jadi tentu saja kita harus berpakaian semestinya sesuai dengan musimnya. Jangan sampai salah kostum dan akhirnya membuat diri sendiri tidak nyaman. Berikut adalah panduan berpakaian di masing-masing musim:

    PhotoGrid_1491620934215[1]
    Saat saya datang ke Jepang Mid April 2017 (musim semi), suhu udara masih sering dibawah 20 derajat Celcius, oleh karena itu saya menggunakan pakaian yang berlapis-lapis. Apalagi saat saya mengunjungi Tateyama Kurobe Alpine Route dimana suhu udaranya mencapai 2 derajat Celcius dan bersalju, kostum-nya tentu lebih berlapis-lapis lagi.
    Saya membeli down jacket di Indonesia. Waktu itu outlet Zara di Kota Kasablanka lagi ada sale. Saya dapat down jacket dengan harga 599 ribu Rupiah saja, hehe. Kalau malas bawa dari Indonesia dan mau beli di negara tujuan saja juga bisa tapi kalau itinerary kalian sudah padat apakah masih ada waktu untuk shopping aneka aksesoris begitu? Saran saya sih siapkan saja dari Indonesia.

  9. Vacuum Bags beserta pompa-nya
    Kalau kalian pergi saat musim dingin dan musim semi sudah bisa dipastikan kalian akan membawa banyak properti pakaian musim dingin. Seperti diketahui, pakaian musim dingin, terutama down jacket, sangat menyita space koper. Oleh karena itu sangat penting untuk mengemas pakaian tersebut ke dalam plastik vakum (vacuum bags) supaya susunan koper bisa lebih compact. Plastik vakum ini juga berguna lho untuk mengemas belanjaan oleh-oleh, hahaha.
  10. Skin Care
    Terbiasa tinggal di negara tropis, pastinya kulit kita akan shock saat menghadapi cuaca yang dingin sepanjang hari. Kelembaban udara di Jepang saat musim dingin dan musim semi lebih rendah daripada di negara kita. Kelembaban yang rendah ini akan membuat kulit kita cenderung kering dan bahkan saking keringnya bisa membuat kulit kita lecet. Penting sekali untuk rajin menggunakan skin care yang sesuai. Pilih rangkaian skin care yang memang diperuntukkan untuk negara 4 musim. Biasanya komposisi skin care tersebut sudah disesuaikan untuk kondisi ekstrim seperti itu. Menurut saya skin care lokal Indonesia masih kurang lembab kalau dipakai disana. Jangan lupa juga membawa lip balm dan sunblock.

  11. Payung
    Payung sangat berguna saat matahari sedang terik atau saat hujan. Saya dan suami terbantu sekali dengan adanya payung saat bermain ke theme park outdoor. Payung harus dimasukkan ke dalam koper supaya tidak disita pihak bandara.

Travel Essentials ini berlaku juga untuk tujuan lain di luar negeri. Kalau hanya berlibur di dalam negeri biasanya bawaan saya lebih santai karena kalau kurang sesuatu masih bisa dibeli disini. Kalau di luar negeri kan apa-apa lebih mahal, belum lagi ribet harus cari money changer kalau kekurangan uang. Maklum lah otak emak-emak memang lebih perhitungan, hahaha.

Saya waktu liburan ke Jepang kemarin sengaja tidak bawa hair dryer dan rice cooker karena sudah disiapkan dari pihak apartemen yang kami sewa. Saya sempat baca juga kalau voltase listrik di Jepang itu berbeda dengan di Indonesia. Standar Indonesia 220 Volt sedangkan Jepang 110 Volt. Jadi kalau mau bawa barang elektronik harus dipastikan dulu apakah barang tersebut dual voltage atau tidak. Kalau voltase-nya tidak cocok bisa rusak / terbakar barang elektroniknya.

Maaf kalau masih bahas tentang Jepang terus ya… belum bisa move on dari liburan Jepang kemarin, hehe.

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s