Baking · Liz Kitchen

Double Chocolate Muffin

photogrid_14764481171491
Oleh-oleh Coklat Batangan Dari Belanda

Pas lagi acara bebersih kulkas, tiba-tiba melihat coklat batangan oleh-oleh dari seorang teman dari Belanda dan hampir expired pula! Hahaha. Sebenarnya saya dan suami cukup menyukai coklat, akan tetapi kami ga suka makan coklat batangan begitu. Alhasil saya pun memutar otak dan cari-cari resep yang bisa memanfaatkan coklat batangan tersebut. Eh ketemu dong di blog Just Try and Taste “Double Chocolate Muffin”. Hanya saja di resep tersebut menggunakan DCC (Dark Cooking Chocolate).

Ga ada DCC coklat batangan pun jadi dan kebetulan ukuran kemasannya sama dengan quantity DCC yang dibutuhkan dalam resep. Sebenarnya tidak ada larangan sih untuk mengganti DCC dengan coklat batangan apapun hanya saja kita harus memperhatikan satu hal, yaitu biasanya kadar gula dalam coklat batangan lebih tinggi dibanding dengan DCC. Kadar gula yang tinggi dalam coklat batangan memang dimaksudkan supaya coklat batangan itu bisa langsung dikonsumsi dengan rasa pahit yang minimal. Tentu saja kadar gula dalam coklat batangan ini akan mempengaruhi jumlah gula yang akan kita gunakan dalam resep. Kalau teman-teman menggunakan coklat batangan berupa milk chocolate yang biasanya memang lebih manis, sebaiknya jumlah gula dalam resep ini dikurangi supaya hasil akhirnya tidak terlalu manis. Kebetulan coklat batangan saya ini rasanya pahit khas dark chocolate (sehingga jumlah gula dalam resep tidak perlu dikurangi lagi) dan mengandung pure hazelnut (kacang-kacangan). Jadi saya pikir lucu juga kali kalau muffin coklat saya nantinya ada hazelnut-nya, hehe.

photogrid_14764480732111
Muffin Yang Ada Lapisan Shiny Crust-nya šŸ™‚

Kalau kalian ada yang bertanya kenapa coklatnya ga dilelehkan dan dibuat brownies aja atau glaze? Saya tidak mengolah coklat batangan saya dengan cara dilelehkan karena dari yang saya baca di berbagai forum baking, coklat batangan yang telah disimpan di kulkas hasil lelehannya tidak akan bagus, akan ada gumpalan. Untuk coklat yang akan dilelehkan disarankan penyimpanannya dalam suhu ruangan saja, bukan di kulkas. Resep dari Just Try and Taste ini tidak perlu melelehkan coklat-nya tapi tinggal dicincang kasar dan dimasukkin ke adonan. Membuat adonan muffin-nya juga tidak membutuhkan mixer. Tinggal aduk pakai spatula atau whisker aja. Praktis banget deh.

Untuk menghasilkan muffin yang lembut dan mengembang cantik, pastikan adonan kita tidak overmix dan gunakan Baking Powder Double Acting (BPDA) yang masih bagus (tidak expired). Baking powder ini bisa ditest dengan cara melarutkan sedikit baking powder dengan sedikit air panas. Kalau terjadi reaksi buih dengan cepat artinya baking powder kita masih baik. Mengaduk adonan muffin saat mencampurkan bahan basah dan kering hanya perlu sekedarnya saja, sekitar 10 detik. Abaikan saja apabila masih ada sedikit gumpalan tepung. Adonan yang terbentuk kental dan pekat.

Jumlah gula dalam resep menurut saya pas manisnya apabila kita menggunakan dark chocolate. Jumlah gula yang pas ini juga membuat lapisan shiny crust seperti halnya brownies. Cantik banget! Untuk membuat dome yang cantik, pastikan mengisi adonan ke paper cup/cetakan dengan kondisi hampir penuh mendekati batas atas paper cup/cetakan. Saya memilih menggunakan paper cup karena saya malas untuk mengolesi cetakan dengan margarin dan tepung. Kalau menggunakan paper cup yang ada lapisan foil di dalamnya Ā (waktu itu beli paper cup yang begini di Ace Hardware) seperti punya saya, kita tidak perlu melapisi paper cup-nya lagi. Akan tetapi kalau memakai paper cup kertas biasa, gunakan 2 lapis paper cup ya supaya lapisan luar paper cup tidak terlalu tampak berminyak.

Waktu memanggang muffin akan sangat tergantung dengan ukuran muffin per cup-nya. Semakin besar ukuran muffin akan semakin lama waktu panggangnya. Sehingga waktu memanggang dalam resep tidakĀ bisa dijadikan patokan yang sama persis, apalagi kalau merk / type oven kita berbeda. Lakukan test tusuk lidi di muffin-nya, apabila tidak ada sisa adonan yang menempel lagi di lidi artinya muffin kita sudah matang dan siap diangkat. Sekedar informasi, saya membutuhkan waktu panggang 45 menit dengan suhu 170 derajat celcius sementara resep asli hanya butuh waktu 20-25 menit.

Resep ini menghasilkan sekitar 12 cup muffin diameter 5 cm. Saya tidak melakukan modifikasi apa-apa kecuali mengganti DCC dengan coklat batangan.

photogrid_14761788474011
Dome-nya Cantik

Bahan:

– 260 gram tepung terigu protein sedang atau serba guna
– 50 gram coklat bubuk dengan kualitas yang baik (saya pakai merk Bensdorp)
– 50 gram susu bubuk full cream
– 2 sdt baking powder double acting (BPDA)
– 200 gram gula pasir
– 1/2 sdt garam
– 250 ml susu cair
– 2 butir telur, kocok lepas
– 100 gram mentega dicairkan (bisa menggunakan margarine)
– 50 ml minyak sayur
– 1 sdt vanilla extract, atau 1/4 sdt vanilla essence atau vanili bubuk
– 200 gram dark cooking chocolate, cincang kasar
– 50 gram choco chips untuk taburan

Cara Membuat:

  1. Siapkan oven, set disuhu 170’C, gunakan api atas dan bawah jika anda menggunakan oven listrik. Gunakan api bawah saja jika menggunakan oven gas.
  2. Siapkan loyang muffin, olesi permukaannya dengan margarine, taburi dengan tepung terigu, miring-miringkan loyang hinga tepung bisa menutupi permukaan loyang dengan baik. Balikkan loyang dan ketukkan untuk membuang kelebihan tepung. Sisihkan. Abaikan step ini kalau kalian menggunakan paper cup seperti saya.
  3. Siapkan mangkuk besar, masukkan bahan kering (tepung terigu, coklat bubuk, baking powder, dan susu bubuk), dengan cara diayak. Kemudian tambahkan gula dan garam, aduk rata dengan spatula.
  4. Siapkan mangkuk lainnya atau gelas besar, masukkan bahan basah (telur, susu cair, minyak sayur, mentega cair dan vanila ekstrak), aduk rata.
  5. Tuangkan bahan basah ke dalam mangkuk berisi bahan kering.
  6. Aduk perlahan adonan hingga tercampur dengan baik, sekitar 10 detik. Poin penting adalah jangan over mixing. Jika adonan telah tercampur dan walau masih terdapat sedikit gumpalan tepung, biarkan saja. Masukkan DCC cincang, aduk seperlunya saja. Adonan yang terbentuk pekat dan kental.
  7. Tuangkan adonan ke dalam cetakan muffin hingga penuh. Adonan yang memenuhi loyang akan membuat muffin membentuk puncak/dome yang cantik.
  8. Taburi permukaan muffin dengan choco chips.
  9. Panggang di oven selama 20 – 25 menit (saya panggang selama 45 menit) atau hingga tidak ada adonan yang melekat kala lidi ditusukkan di tengah muffin.

Muffin ini sangat cocok untuk jadi menu sarapan dan pasti disukai oleh anak-anak. Kelebihan muffin bisa disimpan di kulkas untuk kemudian dipanaskan kembali saat mau dikonsumsi. Muffin yang dikemas dalam air-tight container juga bisa tahan disimpan di freezer selama 1 bulan lamanya.

Baking · Liz Kitchen

Chewy Oat Chips Cookies

PhotoGrid_1463050481018[1]

Kali ini mencoba resep baru untuk varian jualan Liz Kitchen. Konsep cookies iniĀ adalah healthy cookies karena ada kandungan oatmeal-nya yang bagus buat jantung serta dibuat less sugar. Oleh karena itu kandungan gula di resep ini agak saya kurangin. Maklum lah, resep cookies dari luar negeri itu biasanya kandungan gula-nya cukup tinggi dan terlalu manis untuk lidah saya, hehe. Resep saya ambil dari blog Camelia at Home tapi resep aslinya dari Nestle. Untuk membentuk kue ini saya menggunakan scoop es krim ukuran kecil (diameter 4 cm). Satu resep ini menghasilkan 3 toples tabung diameter 8 cm @ 500 gram. Berikut resepnya ya.

PhotoGrid_1463050408982[1]

Bahan:

  • 1 3/4 cup (224 gram) tepung terigu serba guna, ayak
  • 1 sdt baking soda
  • 1/2 sdt garam (saya tidak pakai lagi karena saya sudah pakai salted butter)
  • 1 cup (227 gram) butter (saya pakai salted butter)
  • 1/2 cup (100 gram) gula pasir (haluskan dengan blender dry mill dulu supaya butiran gulanya tidak terlalu besar)
  • 1 1/4 cup (275 gram) brown sugar (saya hanya pakai 3/4 cup (165 gram))
  • 2 1/2 cup (207 gram) Oatmeal (saya pakai Quaker Quick Cooking Oat)
  • 2 butir telur utuh ukuran besar
  • 2 sdt vanila extract (saya pakai 1/4 sdt vanili bubuk)
  • 2 sdm susu cair
  • 2 cup (350 gram) choco chips (saya cuma pakai 1 cup (175 gram))
  • 1 cup (150 gram) kacang-kacangan cincang (saya ga pakai)

Cara Membuat:

  1. Kocok mentega, brown sugar, gula pasir dan vanili sampai lembut dan creamy.
  2. Masukkan telur dan susu, kocok rata.
  3. Masukkan campuran tepung terigu, baking soda dan garam dalam beberapa tahapan. Kocok rata sebentar.
  4. Masukkan oatmeal dan chocolate chips, aduk rata. (karena adonan yang terbentul lembek, saya masukkan ke kulkas dulu sekitar 15 menit)
  5. Bentuk adonan dengan bantuan scoop es krim kecil atau 2 buah sendok biasa. Tata di loyang yang sudah diolesi margarin. Beri jarak satu sama lain karena adonan akan melebar ke samping.
  6. Panggang dalam oven dengan suhu 170 derajat celcius selama 20 menit sampai pinggiran cookies berwarna coklat.

NOTE:
Tekstur cookies ini adalah chewy karena mengandung oatmeal dan waktu panggang yang sebentar. Pada saat keluar oven memang cookies masih lembek, tapi setelah didinginkan akan mengeras koq.

Baking · Liz Kitchen

Sagu Keju dan Tipsnya

PhotoGrid_1462858311957[1]

Sebenarnya udah lama banget mau nyobain resep Sagu Keju dari NCC ini. Tapi baru kali ini ada stok daun pandannya, itu juga beli di pasar, haha. Kue kering ini agak ribet bikinnya menurut saya, tapi sepadan lah dengan rasanya. Banyak review yang mengatakan adonan kue ini sulit dispuit sampai sering jebol plastik segitiganya. Tapi pas kemarin bikin saya tidak mengalami hal itu. Memang adonan ini tidak seperti adonan kue kering pada umumnya karena menggunakan tepung sagu jadi tekturnya agak keras dan liat.Ā Berikut tips dari saya untuk kue kering Sagu Keju ini berdasarkan pengalaman pribadi:

  1. Pastikan tepung yang dipakai adalah tepung sagu bukan tepung tapioka karena akan beda tekstur kuenya. Sering banget mau beli tepung sagu merk Sagu Tani tapi malah dikasihnya tepung tapioka, atau ada juga yang logonya pak tani tapi ternyata kandungannya tepung tapioka. Ribet deh. Oleh karena itu saya udah malas kalau nyari tepung Sagu Tani, saya pakai merk Alini aja yang jelas-jelas ditulis Tepung Sagu biar ga salah lagi, hehe.
  2. Tepung disangrai dengan daun pandan yang di gunting-guntingĀ sekitar 5 cm. Sangrai pakai api kecil cuma sampai daun pandan kering. Tanda-tandanya daun pandannya jadi agak keriting.
  3. Tepung harus benar-benar dingin sebelum dicampur dengan kocokan mentega. Sangrai tepung bisa dilakukan pada H-1 dan didinginkan dulu sebelum disimpan di toples untuk dipakai keesokan harinya.
  4. Pakai santan instan aja karena praktis dan bakal lebih tahan lama kue-nya, ga takut cepat asam. Komposisi santan kental pada resep sedikit saya tambah supaya adonan agak lembek.
  5. Pengocokan mentega harus sampai lembut, tapi hati-hati jangan sampai mengembang. Kalau kocokan kurang lembut, kue akan keras. Kalau kocokan mengembang, kue akan meleber dan ga cantik bentuknya. Kalau kocokan pas akan didapat tekstur kue yang lumer di mulut.
  6. Gunakan keju tua sehingga lebih kriuk-kriuk keju-nya. Selain itu aromanya lebih tajam.
  7. Keju tua diparut sehalus-halusnya. Kalau saya menghaluskan keju tua-nya pakai blender dry mill sehingga butiran keju-nya lebih halus. Dengan butiran yang lebih halus ini bikin adonan ga nyangkut di spuitnya.
  8. Gunakan spuit yang besar lubangnya. Memang lebih cantik menggunakan spuit kembang kecil, tapi bakal menyiksa sekali karena butuh tenaga besar untuk mengeluarkan adonan lewat spuit kecil. Saya pakai spuitĀ 1M.
  9. Isi adonan di plastik segitiga-nya jangan terlalu penuh karena gampang jebol.
  10. Warna kue ini ga bisa coklat banget kayak kue kering umumnya karena penggunaan tepung sagu. Jadi hati-hati manggangnya jangan sampai terlalu berpatokan warna coklat standar kue kering umunya ya.

Langsung aja ke resep Sagu Keju NCC-nya ya. Satu resep ini menghasilkan 2 toples @ 500 gram.

PhotoGrid_1462858379900[1]

Bahan:

  • 300 gram tepung sagu (berat sebelum disangrai), sangrai dengan daun pandan, dinginkan.
  • 2 lembar daun pandan (saya pakai 3 lembar karena agak kecil ukuran daunnya)
  • 100 gram margarin
  • 50 gram mentega
  • 150 gram gula halus (menurut saya kemanisan, next akan saya kurangi jadi 135 gram)
  • 1 butir kuning telur
  • 100 gram keju tua (edam), parut halus / blender dry mill
  • 50 ml santan kental (saya pakai 60 ml santan instan kara)

Cara Membuat:

  1. Kocok margarin, mentega, gula halus sampai lembut. Masukkan kuning telur, kocok rata. Masukkan keju tua parut, kocok sebentar.
  2. Masukkan tepung sagu secara bertahap, aduk rata. Lakukan sampai tepung sagu habis.
  3. Masukkan santan kental, aduk rata. Diamkan sebentar sekitar 10 menit supaya santan meresap ke adonan.
  4. Masukkan adonan ke plastik segitiga. Spuit sesuai bentuk yang diinginkan ke atas loyang yang sudah diolesi margarin.
  5. Panggang dalam oven dengan suhu 160 derajat celcius selama 20-25 menit sampai warna kue-nya agak kecoklatan dan matang.
Baking · Liz Kitchen

Lidah Kucing Mocha

PhotoGrid_1459338239094[1]

Mocha atau biasa disebut Moka adalah perpaduan rasa kopi dan coklat. Rasa mocha ini memberi aroma tersendiri kalau dijadikan campuran dalam kue atau dessert. Kebetulan di rumah ada stok pasta mocha merk Wilton yang sudah beberapa lama tidak dimanfaatkan, hehe. Selain itu ada stok putih telur juga sisa pesanan kue kering kemarin. Daripada pusing mau dibikin apaan ya dibikin lidah kucing mocha aja deh, ngambil resep dari NCC. Tapi percobaan pertama lidah kucing mocha ini, saya sempat salah tafsir resep yaitu 1/4 gram baking powder menjadi 1/4 sdt baking powder, pantas aja deh tuh lidah kucing saya tebal-tebal padahal saya udah ngocok menteganya sampai ringan mengembang. Penggunaan baking powder kan memang untuk mengembangkan kue ke atas. Padahal fungsi baking powder di lidah kucing ini adalah untuk merenyahkan cookies, tentunya dengan porsi sesuai resep ya. Kalau bingung 1/4 gram (0,25 gram) itu gimana ngukurnya (karena timbangan digital saya ga ada angka di belakang koma-nya), hitungannya begini dengan menggunakan sendok ukur, 1 sdt baking powder = 4 gram, artinya 1/4 sdt baking powder = 1 gram, jadi kalau 1/4 gram baking powder itu adalah 1/4 bagian dari sendok ukur ukuran 1/4 sdt tersebut. Saat trial resep asli, saya merasa jumlah cookies-nya agak kurang sedikit untuk bisa pas di toples 500 gram, oleh karena itu saya modif sedikit jumlahnya supaya bisa dapat hasil 2 toples 500 gram.

Bahan:

  • 150 gram mentega
  • 150 gram margarin
  • 120 cc (sekitar 4 butir) putih telur
  • 198 gram gula halus, ayak
  • 300 gram tepung terigu protein sedang, ayak
  • 1 1/2 sdm pasta mocha
  • 1/4 gram baking powder (Baking powder biasa atau yang double acting sama-sama bisa dipakai, ga banyak bedanya)
  • 1/2 sdt emplex (perenyah cookies, saya ga pakai)

Cara Membuat:

  1. Kocok mentega, margarin dan gula halus sampai putih mengembang dan ringan. Masukkan pasta mocha. kocok rata.
  2. Tuang putih telur. Kocok rata.
  3. Masukkan tepung terigu. Kocok rata dengan mixer kecepatan rendah.
  4. Spuit adonan ke loyang lidah kucing yang telah diolesi margarin sebelumnya.
  5. Panggang dalam oven 160 derajat celcius selama 20 menit sampai matang.
Baking · Liz Kitchen

Cheese Ball Cookies

PhotoGrid_1458211935186[1]

Iseng-iseng pas ada waktu lowong saya nyobain resep kue kering baru, masih untuk varian keju dari Liz Kitchen. Rasa kejunya mirip dengan kastangel karena saya menggunakan keju edam juga. Yang membedakan adalah tekstur kue kering ini tidak ngeprul melainkan lembut dan rapuh, mungkin karena pakai kuning telur ya. Saya sih belum eksperimen dengan menghilangkan kuning telurnya bakalan jadi gimana hasilnya. Yang lucunya adalah komentar pak suami ketika melihat kue ini: “Kamu bikin kue nastar apa ini? Koq nastarnya berbulu?” HAHAHAHA.

PhotoGrid_1458211988137[1]

Satu resep ini bisa jadi 2 toples ukuran 500 gram. Resep diambil dari NCC dan sudah diuji coba oleh banyak orang hehe.

Bahan:

  • 200 gram margarin
  • 200 gram mentega
  • 2 butir kuning telur
  • 150 gram keju edam, parut
  • 150 gram keju cheddar, parut
  • 350 gram tepung terigu protein sedang, ayak
  • 50 gram susu bubuk, ayak
  • 100 gram biskuit keju, haluskan ayak
  • 250 gram biskuit keju, haluskan, untuk memanir (saya cuma pakai 120 gram saja)

Cara Membuat:

  1. Kocok margarin dan mentega sampai lembut, masukkan kuning telur, kocok rata sebentar.
  2. Masukkan keju edam dan cheddar, aduk rata.
  3. Masukkan tepung terigu, susu bubuk dan 100 gram biskuit keju yang sudah dihaluskan, aduk rata.
  4. Bulatkan adonan sesuai dengan besar/berat yang diinginkan (kurang lebih 8 gram), gulingkan diatas panir biskuit halus. Letakkan diatas loyang (tidak perlu dioles margarin). Lakukan sampai adonan habis.
  5. Panggang dalam oven dengan suhu 160 derajat celcius selama 30 menit atau hingga matang.
  6. Angkat, dinginkan dan susun dalam toples.

Biskuit keju yang bisa digunakan adalah biskuit keju dalam bentuk crackers, bukan yang ada selai kejunya itu ya. Contoh merknya adalah Khong Guan, Trenz, dll. Tekstur Cheese Ball Cookies ini adalah rapuh dan lumer di mulut karena menggunakan banyak mentega / margarin dan juga karena memakai kuning telur. Kalau ingin tekstur yang ngeprul kuning telur mungkin bisa diskip. Untuk rasa sih sebelas-duabelas sama kaastangel lah hahaha.

Baking

Lemon Cheese Muffin

PhotoGrid_1457080495746[1]

Saya memiliki stok lemon yang lumayan banyak di kulkas karena saya rutin mengkonsumsi honey lemon shot setiap pagi seperti postingan saa sebelumnya. Daripada cuma diambil air perasannya saja, saya berinisiatif memarut kulit lemonnya untuk dijadikan pengganti essence lemon di resep masakan. Dan kebetulan ketemu resep ini šŸ™‚ Resep ini mudah dibuat karena tidak memerlukan mixer dan bahan-bahannya sederhana. Kunci kesuksesan muffin adalah cara pengadukannya saat mencampurkan bahan kering dengan bahan cair. Aduk hanya asal rata dan pelan, adonan memang akan bergerindil. Selain itu gunakan baking powder yang double acting dan tentu saja masih dalam kualitas bagus (cek expired date-nya). Baking powder ini yang akan bikin muffin kamu nge-dome. Muffin ini teksurnya lembut dan mengenyangkan, cocok untuk sarapan. Resep saya ambil dari blog Just try and Taste (JTT). Hasil jadinya adalah 9 buah muffin dengan menggunakan cup bruder diameter 5,5 cm.

Bahan:

  • 250 gram tepung terigu serba guna
  • 120 gram keju cheddar parut (saya: kejunya dipotong dadu kecil saja, tidak diparut)
  • 150 gram gula pasir
  • 3 sdt baking powder double acting
  • 1/4 sdt garam
  • 2 sdt parutan kulit jeruk lemon atau 1 sdt essence lemon
  • 1 butir telur ayam ukuran besar (saya: pakai 2 telur ayam ukuran sedang)
  • 235 ml susu cair
  • 100 gram margarin / mentega, cairkan (saya pakai perbandingan 1 : 1)
  • 20 gram keju parut untuk taburan (saya: pakai 30 gram)

Cara Membuat:

  1. Ayak tepung terigu, baking powder dan garam.
  2. Kocok telur dengan whisker, tambahkan gula pasir, parutan kulit lemon, dan margarin/mentega cair. Aduk rata.
  3. Masukkan susu cair bergantian dengan campuran terigu bertahap sampai habis (saya: 3 tahap bergantian). Aduk asal rata.
  4. Masukkan keju parut / keju dadu. Aduk rata.
  5. Masukkan adonan ke cup kertas bruder sampai setinggi 3/4-nya.
  6. Panggang di oven dengan suhu 180 derajat celcius yang sudah dipanaskan terlebih dahulu. Panggang selama 15 menit kemudian keluarkan dan beri taburan keju diatasnya (cara meletakkan parutan keju supaya bagus adalah tepat ditengah-tengah, karena adonan akan nge-dome).
  7. Masukkan kembali ke oven dan teruskan memanggang hingga 25 menit sampai muffin matang (tes tusuk sudah tidak ada adonan yang menempel pada lidi).
Baking · Liz Kitchen

Lidah Kucing Vanila Spesial

Lidah Kucing Vanila_LizKitchen

Kalau kalian bertanya-tanya apa sih yang membuat lidah kucing ini spesial, jawabannya adalah karena ada penggunaan kuning telur di adonannya sehingga tekstur kue yang dihasilkan jauh lebih lembut daripada lidah kucing umumnya yang hanya menggunakan putih telur. Resep saya ambil dari NCC. Satu resep ini menghasilkan 2 toples ukuran 500 gram.

Bahan:

  • 150 gram butter
  • 150 gram margarin
  • 175 gram gula halus (saya cuma pakai 165 gram)
  • 1/2 sdt perenyah kue (saya tidak pakai)
  • 1/2 sdt vanila pasta
  • 2 butir kuning telur
  • 275 gram tepung terigu protein sedang
  • 25 gram susu bubuk full cream
  • 100 cc putih telur (saya pakai 120 cc, sekitar 4 butir telur)
  • 1 sdm gula pasir

Cara Membuat:

  1. Campur butter, margarin, gula halus, perenyah kue. Kocok sebentar sampai rata. Masukkan vanila pasta dan kuning telur. Kocok sampai mengembang dengan mixer.
  2. Masukkan tepung terigu dan susu bubuk.
  3. Di tempat lain, kocok putih telur hingga berbusa. Masukkan gula pasir dan kocok sampai kaku (soft peak).
  4. Masukkan adonan putih telur sedikit demi sedikit ke adonan mentega, aduk rata dengan teknik aduk balik.
  5. Masukkan adonan ke dalam plastik segitiga. Semprotkan ke loyang lidah kucing yang sudah diolesi margarin.
  6. Panggang dalam oven selama 20 menit dengan suhu 160 derajat Celcius.