Culinary Journal

Throwback: Kuliner Favorit Sorowako dan Makassar

Masih dalam rangka edisi throwback tentang Sorowako, dalam tulisan ini saya mau share tentang kuliner favorit saya dan suami selama tinggal di Sorowako dan beberapa kali mengunjungi Makassar. Berikut adalah list-nya.

Sorowako

  1. Coto Makassar Daeng Rimang
    Tempat makannya berupa warung tenda di Pasar F. Sudah buka dari pagi dan biasanya sebelum sore sudah habis atau tutup. Kalau malas makan di warungnya, bisa dibungkus juga. Favorit saya disini adalah coto daging (karena saya tidak suka jeroan) yang dimakan dengan ketupat kecil, jeruk nipis, sambal dan juga kerupuk emping. Oh iya, biasanya kuah yang disajikan cenderung tawar jadi kita harus menambahkan garam sesuai selera. Nikmat banget dimakan panas-panas.
  2. Bakso Pak Amat (kalau tidak salah ingat namanya)
    Berlokasi di Pasar F dan berupa warung tenda juga. Bakso disini mengingatkan saya dengan bakso abang-abang di Jawa. Saya lebih sering bungkus daripada makan di tempat, nitip belanja sama pak ojek langganan. Selain disajikan dengan mie, ada pilihan buras juga.
  3. Es Pisang Ijo
    Kuliner khas Sulawesi ini juga favorit saya untuk snack sore. Lokasinya di pasar F dekat dengan Bakso Pak Amat.
  4. Nasi Uduk dan Ayam Bakas Mas Yanto
    Juga berlokasi di pasar F deretan depan. Jualan dari siang. Nasi uduknya enak banget seperti nasi uduk umumnya di Jawa. Ayam bakarnya pakai bumbu kecap. Sambalnya manis dan tidak terlalu pedas. Ini favorit saya untuk makan siang saat weekend.
  5. Warung Seafood Mas Yudi
    Masih berlokasi di pasar F deretan belakang. Dekat warung Mas Yanto. Saya suka banget ikan gorengnya. Disajikan dengan nasi, sambal dan sop bening. Karena warungnya suka banyak lalat, saya lebih sering pesan untuk bungkus.
  6. Mie Ayam Persesos
    Sebetulnya mungkin nama warungnya bukan Persesos tapi karena lokasinya dekat dengan lapangan bola Persesos maka kebanyakan orang menyebutnya Mie Ayam Persesos. Mie ayam-nya khas abang-abang di Jawa hanya saja ada tambahan minyak wijennya sehingga jadi wangi.
  7. Sate Ayam / Sapi Koperasi
    Saya kurang tahu nama asli warungnya apa tapi lokasinya tepat di lapangan koperasi di Sorowako. Buka hanya saat malam hari. Bumbu kacangnya enak menurut saya.
  8. Nasi Padang Teluk Bayur
    Satu-satunya warung nasi padang yang berjaya di Sorowako. Rasanya enak dan khas Padang sekali.
  9. Jalangkote
    Saya lupa nama tokonya. Lokasinya di pinggir jalan tidak jauh dari Pasar Sorowako. Jalangkote adalah sejenis pastel khas Sulawesi. Selain jalangkote juga menjual berbagai kue tradisional / jajanan pasar lainnya. Terima pesanan juga jadi bisa dijadikan menu snack arisan.
  10. Nasi Kuning Pasar Sorowako
    Tidak ada nama warungnya. Warungnya kecil, terletak di pinggir jalan Pasar Sorowako dekat Hotel Transisco. Hanya buka di pagi hari jadi cocok untuk sarapan. Porsinya banyak sekali menurut saya.
  11. Siomay
    Yang jualan ibu-ibu pakai gerobak. Biasa mangkal-nya pinggir jalan dekat pasar Sorowako, tidak jauh dari warung nasi kuning. Untuk rasanya sih memang lebih banyak adonan tepungnya daripada daging ikannya tapi saya suka bumbu kacangnya. Apalagi dimakan dengan kerupuknya. Cukup mengobati rasa kangen makan siomay di kota. Siomay ini hanya jualan pagi hari diatas jam 9.
  12. Mie Hokkian
    Ini kesukaan saya juga. Kalau biasanya di kota mie hokkian pakai daging babi, maka mie hokkian di Sorowako ini adalah versi halalnya. Terletak di Sorowako daerah rumah-rumah penduduk, saya lupa nama jalannya apa. Rasanya enak dan porsinya juga banyak sekali. Selain mie hokkian di kedai ini juga menjual nasi goreng merah khas Makassar.
  13. Bebek goreng DJ
    Lokasinya di seberang bandara Sorowako. Saya sering belinya saat makan malam. Tempat makannya lesehan. Bebek gorengnya tidak alot dan enak rasanya. Disajikan dengan nasi, sop bening dan sambal pedas.
  14. Nasi Goreng Warung DJ
    Warung DJ ini lokasinya berbeda dengan bebek goreng DJ. Lokasi warung DJ ini dekat dengan Masjid Sorowako. Ada berbagai menu di warung ini tapi saya sukanya nasi goreng-nya.
  15. Cafe Toko Baru
    Kalau Toko Baru adalah swalayan yang menjual kebutuhan bahan-bahan makanan maka cafe ini menyajikan makanan western food ala cafe. Salah satu tempat nongkrong di Sorowako karena ruangannya nyaman, ber-AC dan ada meja bilyard-nya. Lokasinya ada di Dormitory PT. Vale Indonesia.
  16. Restoran TAB
    Lokasinya ada di kompleks perumahan karyawan PT. Vale Indonesia. Tipe makanannya buffet, all you can eat. Harganya cukup mahal, beberapa ratus ribu per orang, saya lupa berapa harganya, yang pasti dibawah 200 ribu Rupiah per orang. Menu makanannya ada Asian dan Western. Kadang di hari tertentu mereka ada bikin tema khusus seperti BBQ.
  17. Restoran Hotel Grand Mulia
    Di restoran ini saya dan suami suka pesan menu cakalang dabu-dabu. Enak dan pedasnya mantap! Lokasinya di Hotel Grand Mulia di daerah Sumasang. Dikarenakan restoran hotel, harga makanan disini agak mahal.
  18. Warung Cempaka
    Lokasinya di perumahan Sumasang juga. Menu-nya ala chinese food yang dimasak sesuai pesanan kita. Rasanya enak dan harganya affordable. Kekurangannya hanya tempat makannya suka banyak lalat.
  19. Ayam Goreng Pangkep
    Lokasinya agak keluar dari Sorowako, yaitu di Wawondula. Sekitar setengah jam dari Sorowako. Kedainya ada di dekat pasar. Menu utamanya adalah ayam goreng kampung. Menurut saya rasa ayamnya enak, bumbunya pas dan tidak alot.
  20. Aroma Laut
    Lokasinya dipinggir laut, daerah Lampia. Sekitar 1 jam dari Sorowako. Menu utamanya seafood. Karena lokasinya di pinggir laut dan langsung dapat hasil laut-nya dari nelayan maka kondisi hasil lautnya masih segar. Harga seafood-nya pun tidak terlalu mahal kalau dibanding di kota. Kalau lagi beruntung dan pas ada stok, di kedai ini juga ada menu lobster.

Makassar

  1. Ayam Goreng Sulawesi Ibu Tini
    Nasi uduk dan ayam goreng-nya enak, mirip dengan masakan di Jawa. Sate ayam-nya juga enak. Tiap kali ke Makassar pasti selalu singgah makan disini. Lokasinya ada di jalan Gn. Lompobattang. Tempat makannya nyaman dan ber-AC. Tiap kesini pasti tempat makannya selalu penuh pengunjung.
  2. Coto Gagak
    Coto Makassar yang terletak di jalan Gagak ini buka 24 jam lho. Seperti biasa saya selalu pesan coto daging dengan ketupat. Kuah coto-nya pas tidak terlalu kental dan tidak terlalu encer.
  3. Bakso Ati Raja
    Kuah baksonya bening tapi gurih. Dimakan dengan buras. Saya baru kali ini makan bakso tipe begini tapi ternyata enak juga lho. Bikin ketagihan. Buktinya saya beberapa kali mampir makan di tempat ini, hehe. Lokasi ada di jalan Gn. Merapi.
  4. Sop Konro Karebosi
    Awal pertama kesini saya belum punya bayangan tentang konro. Ternyata konro adalah tulangan rusuk / iga sapi. Saat itu saya memesan menu konro bakar dengan bumbu kacang. Ternyata enak juga. Rasanya mirip dengan sate. Lokasinya tidak jauh dari Ayam Goreng Sulawesi Ibu Tini di jalan Gn. Lompobattang.
  5. Pallu Basa Serigala
    Jangan salah paham dulu ya dengan namanya. Pallu basa ini tidak menggunakan daging serigala. Dinamakan demikian karena terletak di jalan Serigala. Hehe. Pallu basa ini semacam sop, mirip dengan coto Makassar, hanya saja kuahnya lebih kental dan kaya rempah. Disajikan dengan telur mentah. Saya sih kurang suka tapi pak suami suka dengan pallu basa ini.
  6. Ikan Bakar Lae-Lae
    Tempat makan ini terletak dekat pantai Losari dan selalu ramai pengunjung. Keunggulannya adalah menggunakan hasil laut yang segar sehingga rasanya gurih. Sekedar informasi ikan bakar khas Makassar biasanya cenderung tawar atau minim bumbu. Yang memberikan rasa adalah sambal-nya ditambah sedikit kecap manis dan perasan jeruk nipis. Beda dengan ikan bakar di Jawa yang banyak bumbu.
  7. Nasi Kuning Riburane
    Nasi kuning ini sedikit banyak mengingatkan saya dengan nasi kuning Samarinda. Porsinya banyak dan lauknya melimpah. Lokasi kedai nasi kuning ini ada di Jalan Riburane, dekat gedung RRI Makasar.

Sebenarnya ada makanan khas di Sorowako yang pada umumnya disukai ibu-ibu disana akan tetapi saya tidak bisa makan karena tidak suka dengan teksturnya, yaitu kapurung. Saya tidak suka karena ada gumpalan sagu yang kenyal-kenyal di sop-nya. Oleh karena itu saya tidak tuliskan tentang kapurung disini.

Apabila para pembaca disini ada yang mau menambahkan, silakan comment ya.

Iklan
Culinary Journal

6 Situs Favorit Resep Makanan

Saya adalah tipe orang yang suka banget mencoba resep-resep baru kalau ada waktu luang. Hal ini dimaksudkan supaya pengetahuan kita tentang makanan tidak terbatas seputar resep keluarga saja. Biar ga bosan juga. Selain itu juga supaya bisa mengikuti trend-trend menu baru seputar kuliner. Saya pribadi lebih suka browsing resep di smartphone atau laptop dibandingkan dengan membaca buku masakan. Padahal saya punya beberapa buku resep makanan di rumah tapi balik-baliknya lagi ke hasil browsing di internet. Saya merasa browsing di internet itu lebih praktis dan interaktif, selain itu kita bisa melihat review dan tips langsung dari orang-orang yang telah mempraktekan resep tersebut.

Berikut adalah 6 situs favorit saya dalam pencarian resep makanan karena dari hasil praktek resep-resepnya menurut saya rasa makanan-nya oke-oke semua.

  1. NCC Indonesia
    Website: www.ncc-indonesia.com
    Facebook: Natural Cooking ClubNCC adalah singkatan dari Natural Cooking Club. Pendiri-nya adalah Ibu Fatmah Bahalwan. Base camp NCC Indonesia ada di jalan Matraman, Jakarta Pusat. Anggotanya sudah mencapai puluhan ribu orang dan tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Saya sendiri salah satu member pasif-nya di grup Facebook NCC. Minder rasanya dengan rekan ibu-ibu lainnya yang pinter-pinter banget cooking dan baking-nya. Saya hampir selalu browsing resep masakan dengan ditambah embel-embel NCC di belakangnya, contoh: “Resep Opor Ayam NCC” dan langsung masuk ke resep di website NCC. So far cocok selera dengan resep-resep di NCC ini, bahkan banyak resepnya yang saya jadikan bakulan kue Liz Kitchen, hihi.
  2. Just Try And Taste (JTT)
    Website: www.justtryandtaste.com
    JTT ini adalah blog milik Mba Endang. Banyak orang yang mengatakan semua resep di JTT adalah resep anti gagal. Hal ini dikarenakan JTT selalu menampilkan gambar step by step dan juga tips pengolahan makanannya. Banyak resep makanan yang simple dan cocok untuk orang yang baru memulai belajar masak. Oya, JTT bahkan sudah pernah menerbitkan buku resep komersial lho. Saya lebih sering mencari resep masakan (non baking) daripada resep kue di situs ini. Selain blog ini saya juga follow akun Instagram Mba Endang.
  3. Ordinary Kitchen
    Website: www.ricke-ordinarykitchen.blogspot.co.id
    Pemilik blog adalah Mba Ricke. Saya suka banget dengan hasil karya Mba Ricke ini terutama untuk kategori baking-nya. Tampilan fotonya selalu cantik dan menggugah selera. Entah sudah berapa kali saya mencoba resep dari Mba Ricke ini dan menurut saya rasanya enak lho, pas manisnya. Ada beberapa resep di blog ini yang jadi bakulan kue Liz Kitchen. Saya juga follow Mba Ricke di akun Instagram-nya. Hanya saja menurut saya Mba Ricke agak jarang posting sih di Instagram.
  4. Diah Didi
    Website: www.diahdidi.com
    Blog ini milik Mba Diah dan merupakan blog favorit saya untuk resep-resep masakan tradisional (khususnya masakan Jawa). Resepnya simpel tapi rasanya juara, hehe.
  5. Catatan Nina
    Website: www.catatan-nina.blogspot.co.id
    Blog ini milik Mba Nina. Hasil jepretan makanannya keren-keren. Saya suka mencari review resep dan tips baking disini. Saya juga follow Mba Nina di akun Instagram-nya. Mba Nina cukup aktif meng-upload hasil foto masakannya di Instagram.
  6. Doyan Baking
    Sebenarnya sih yang terakhir ini bukan kategori situs melainkan akun media sosial Instagram. Akun ini suka share foto dan resep hasil baking. Bikin kita jadi tertantang untuk mencoba resep-resepnya. Ada beberapa bakers favorit saya disini yang sering posting foto makanan yang cantik-cantik.
Culinary Journal

Wisata Kuliner Khas Penang

Saya dapat info ini sebetulnya dari brosur wisata yang ada di Penang International Airport. Sengaja di-share supaya bisa bermanfaat bagi orang yang baru pertama datang ke Penang. Penang dikenal karena kuliner-nya bahkan sampai mendapatkan predikat “World’s No. 1 Best Food Destination in 2014” dan “George Town Ranked World’s No. 4 Best Cities To Travel in 2016” by Lonely Planet.

Saya dan suami memang cocok selera banget sama makanan di Penang. Mau makan dimana aja rasanya tetap enak menurut kami. Beda dengan makanan di Singapore atau KL (Kuala Lumpur) yang cenderung plain, masakan Penang penuh cita rasa ala chinese food gitu deh. Oya, biar ga salah sangka, saya dan suami juga penggemar fanatik makanan Indonesia koq, tapi kalau di Penang ini beda jenis makanannya, jadi ga bisa disamakan juga dengan makanan Indonesia yang cenderung banyak rempah-rempah ya.

Berikut ini adalah beberapa makanan khas Penang yang terkenal:

  1. Char Koay Teow
    Kalau di Indonesia menyebut makanan ini dengan nama kwetiaw goreng. Bedanya dengan Char Koay Teow di Penang adalah kalau di Penang penggunaan kecap manisnya minim sekali jadi lebih dominan rasa asin dan gurih dagingnya. Untuk non muslim harus hati-hati saat memakan char koay teow ini, pastikan ada logo halal-nya dulu. Kebanyakan sih Car Koay Teow di Penang menggunakan minyak / daging babi.
  2. Chee Cheong Fun
    Makanan ini terbuat dari adonan tepung beras yang dibentuk silinder seukuran 2 jari kemudian direbus / kukus dan dipotong-potong. Disajikan dengan saus udang yang disebut hae ko dan ditaburi biji wijen. Kalau saya agak kurang selera dengan makanan ini.
  3. Nasi Kandar
    Menu ini mirip dengan nasi padangnya Indonesia. Nasi (ada pilihan nasi putih atau nasi kuning) disajikan dengan sayuran dan daging (ayam, sapi, kambing, dll) bumbu kari. Biasa yang jualan nasi kandar ini adalah orang India. Nasi kandar ini termasuk menu yang halal.
  4. Wan Tan Mee
    Nama kerennya kalau di Indonesia adalah mie pangsit. Tapi bedanya Wan Tan Mee ini mie-nya kecil-kecil seukuran bihun kemudian dikecapin. Disajikan dengan pangsit rebus.
  5. Ice Chendul
    Di Indonesia disebut dengan es cendol. Ice Chendul di Penang ini santan dan gula merahnya lebih mild dibanding es cendol Indonesia. Saya pribadi sih lebih suka es cendol Indonesia. Tapi menikmati Ice Chendul ditengah panas teriknya cuaca di Penang menjadi “surga” tersendiri.
  6. Fried Oyster (Oh Cien)
    Nah menu ini mirip kayak omelet, tapi menggunakan daging tiram. Disajikan dengan saus sambal. Saya ga berani nyoba menu ini kemarin karena takut kolesterol, hahaha.
  7. Penang Asam laksa
    Mie besar seperti udon, disajikan dengan kuah asam pedas, sayuran dan udang. Kuahnya ada yang pakai santan, ada yang bening, bisa dipilih sesuai selera.
  8. Mee Goreng
    Kalau ini sih sama aja dengan mie goreng Indonesia.
  9. Putu Mayong
    Di Indonesia menu ini sama dengan putu mayang bihun.
  10. Ice Kacang
    Mirip dengan es kacang merah di Indonesia tapi banyak pernak-pernik tambahan seperti jagung manis, kolang-kaling dan cincau. Disajikan dengan es serut dan sirup merah, susu / santan dan sarsaparilla. Saya kurang suka dengan sarsaparilla karena bikin es kacangnya ada rasa balsam gitu.
  11. Hokkien Mie
    Mie kuah dengan kaldu udang dan disajikan dengan telur rebus serta tambahan daging (biasanya daging babi).
  12. Popiah
    Mirip dengan martabak telur hanya saja isiannya kacang, sayuran, tahu, bawang goreng dan telur orak-arik yang dicampur saus kacang, kecap, hoisin dan saus udang. Menurut saya rasanya agak aneh ya. Jauh lebih suka martabak telur Indonesia, hehe
Culinary Journal

Sehari Wisata Kuliner di Kelapa Gading Jakarta

Sebagai warga Jakarta pasti tau dong kalau daerah Kelapa Gading itu adalah surganya kuliner. Hampir semua makanan ada disana. Enak-enak pula. Rasanya ga cukup satu hari untuk keliaran disana hunting makanan. Maklum kapasitas perut masih kelas cemen aja nih, haha. Mungkin kalau saya tinggal di daerah sini, saya ga perlu repot masak tiap hari lagi, semua tinggal delivery aja, wkwk.

Mumpung lagi momen long weekend (5 – 8 Mei 2016) dan kami (saya dan suami) memutuskan untuk stay di Tangerang aja mengingat kalau bepergian ke luar kota itu macet dan melelahkan, maka untuk mengisi waktu (dan perut juga tentunya) kami hunting makanan ke Kelapa Gading, Jakarta Utara. Kami berencana untuk hunting makanan khas Makassar disana. Ga kerasa udah 1,5 tahun saya dan suami meninggalkan Sulawesi Selatan jadi cukup kangen juga dengan makanan khas Makassar.

Perjalanan dari Tangerang menuju ke Kelapa Gading memakan waktu sekitar 1 jam dengan mengendarai mobil. Tolong dicatat bahwa waktu 1 jam itu bisa kejadian karena momen long weekend ini tol dalam kota sangat lenggang sekali dikarenakan banyak penduduk Jakarta yang pergi ke luar kota.kalau kondisi normal mungkin paling cepat 1,5 jam deh lama perjalanan Tangerang – Kelapa Gading. Berikut adalah tempat yang kami datangi di Kelapa Gading kemarin:

Rumah Makan Ateng (Cabang Makassar)

IMG_20160506_125505[1]

Kami sampai di tempat ini sekitar jam 12.30 siang. Saat kami tiba sudah ada beberapa meja terisi tapi belum terlalu ramai. Kami memesan 1 porsi Mie Goreng Hokkian. Porsi makanan disini cukup banyak jadi memang lebih tepat dimakan beramai-ramai. Dulu waktu di Sorowako saya hampir tiap bulan beli Mie Hokkian. Saya suka dengan rasanya yang gurih, wangi bawang putih dan ada kekian-nya. Nah, bedanya kalau di Sorowako itu Mie Hokkiannya halal, yang di Rumah Makan Ateng ini Mie Hokkiannya haram alias mengandung babi yang tentu saja bikin rasanya lebih enak dibanding yang di Sorowako dulu, hahaha. Selain Mie Hokkian disini juga ada jual Nasi Goreng Merah yang saya suka tapi kali ini ga nyobain dulu deh karena sehabis dari sini masih ada agenda kuliner di tempat lain. Selain itu ada beberapa menu juga khas restoran Chinese Food disini.
Harga:
1 porsi Mie Hokkian: Rp. 40.000 + PPN 10%
2 es teh manis: Rp.16.000 + PPN 10%
TOTAL = Rp. 61.600

Rumah Makan Marannu

IMG_20160506_135034[1]

Pertama kali nyobain R.M Marannu ini pas di Balikpapan dan Samarinda. Saya suka banget dengan coto Makassar-nya. Terus katanya R.M Marannu ini ada juga di Kelapa Gading. Sekalian deh nyobain. Menurut saya Coto-nya lebih enak yang di Balikpapan atau Samarinda lho. Kalau yang di Balikpapan dan Samarinda, coto-nya disajikan dengan mangkok kecil tapi kalau yang di Kelapa Gading ini pakai mangkok gede. Jadi kenyang banget rasanya. Selain coto ada pilihan menu lain juga seperti Sop Konro. Tapi karena udah kenyang banget kami ga jadi nyobain sop konro-nya. Tapi menurut saya kalau sop konro sih mending nyobain Sop Konro Karebosi aja yang memag udah terkenal banget di Makassar dan buka cabang di Kelapa Gading juga, lokasinya ga gitu jauh dari R.M Marannu.
Price:
2 porsi coto daging: Rp. 68.000 + PPN 10%
1 buras: Rp. 4.000 + PPN 10%
e es teh tawar: Rp. 6.000 + PPN 10%
TOTAL = 85.800

Bakso Nyuknyang 8

IMG_20160506_170339[1]

Katanya cabang SMAK Rajawali Makassar. Saya ketemu tempat ini di fc. Kalau yang belum tau, nyuknyang ini berbahan dasar babi alias haram. Saya beli bakso-nya 5 pcs seharga 25 ribu, enak banget.

Es Pisang Ijo Pemuda

IMG_20160506_164851[1]

Dari jaman sebelum ke Sulawesi pun saya sudah suka menu jajanan ini. hihi. Kebetulan kemarin di festival kuliner Kampoeng Tempo Doeloe nemu counter yang jualan es pisang ijo, jadi beli deh. Saat cuaca lagi gerah emang enak banget minum yang dingin-dingin.

Selain makanan khas Makassar kami juga menyempatkan untuk jajan yang lain pas ke Kelapa Gading kemarin:

Bakso Goreng San Ming

IMG_20160506_170316[1]

Tempatnya ada di festival kuliner Kampoeng Tempo Doeloe, 1 pcs bakso goreng harganya 12 ribu. Bakso gorengnya renyah dan sambal-nya pedas banget. Enak menurut saya apalagi karena bakso goreng ini mengandung babi, hehe.

Nasi Gudeg Laminten

IMG_20160506_172157[1]

Masih di festival kuliner Kampoeng Tempo Doeloe. Ini menu pilihan suami.

Martabak Pecenongan 43

PhotoGrid_1462539242960[1]

Ini martabak favorit adik saya. Hampir tiap ke Jakarta selalu beli. Pusatnya ada di Jl. Pecenongan daerah Kota. Tapi ada buka cabang di PIK dan Kelapa Gading. Kami selalu beli martabak manis spesial-nya. Spesial karena pakai butter wysman jadi harum dan legit adonan-nya. Harga 1 martabak memang agak mahal sekitar 110 ribu tapi gede banget porsinya. Saya cuma beli 1/2 porsi waktu itu, harganya 65 ribu. Itu juga udah bikin kenyang banget makan berdua suami.

Dikarenakan kapasitas perut yang terbatas, terpaksa wisata kuliner ini harus diakhiri. Tapi kami ada niatan untuk bisa eksplor lagi kuliner yang ada di Kelapa Gading ini. Asli bikin ketagihan! hahaha.

 

 

Culinary Journal

Kitty Corner Cafe for Hello Kitty Lovers!

Sudah lama banget saya pengen mampir ke cafe ini, tapi baru kesampaian pas sudah pindah ke Tangerang dan punya mobil sendiri. Ya iyalah ya.. PIK jauh begitu, ga kebayang berapa biayanya kalau ke PIK dari Tangerang PP, yang jelas mahal banget karena jauh bo! Akhirnya Minggu ini tgl 26 April 2015, saya, suami dan adik… Continue reading Kitty Corner Cafe for Hello Kitty Lovers!