Cooking · Liz Kitchen

Ayam Goreng Kampung Gurih

PhotoGrid_1489755327363[1]
Ayam Goreng Kampung Gurih

Saya selalu suka explore menu baru seputaran ayam goreng biar ga bosan. Selain itu juga buat nambah ilmu baru. Resep kali ini saya ambil dari blog Diah Didi. Konon Mba Diah membuat resep ini terinspirasi oleh Ayam Goreng Pak Supar di Semarang. Jangan tanya saya bagaimana rasanya ya karena saya aja belum pernah berkunjung ke Semarang nih, hehe. Tapi setelah saya compare resep ini dengan resep Mba Diah sebelumnya: Ayam Goreng Kunyit, ternyata bumbunya mirip-mirip aja. Perbedaannya hanya di takaran kunyit dan juga menu ini wajib menggunakan ayam kampung (Ya iya lah secara judulnya aja Ayam Goreng Kampung Gurih kan? Hahaha). Selain itu, menurut Mba Diah, teknik menggoreng ayam ini juga agak berbeda, yaitu cuma celap-celup sebentar saja ke minyak panas sehingga tekstur ayamnya tidak kering. Untuk menambahkan rasa yang lebih tajam, saya menambahkan 1 batang serai atas inisiatif sendiri ūüėČ Berikut resepnya ya:

Bahan:

  • 1 ekor ayam kampung ukuran sedang, bersihkan, potong 8 bagian
  • 1000 ml air, bisa juga dicampur air kelapa dengan perbandingan 50:50 (saya hanya pakai 600 ml saja karena ayamnya mudah empuk)
  • 3 lembar daun salam
  • 4 cm lengkuas, memarkan
  • 1 batang serai (tambahan dari saya)
  • 1 sdt garam atau sesuai selera
  • 1 sdt kaldu ayam
  • 1/2 sdm gula merah, iris-iris
  • Bumbu Halus:
    – 6 siung bawang merah
    – 4 siung bawang putih
    – 4 butir kemiri
    – 1 sdt biji ketumbar
    – 3 cm kunyit
    – 1 cm jahe

Cara Membuat:

  1. Campur semua bahan di panci, aduk rata. Ungkep dengan api kecil sampai ayam empuk. Koreksi rasa bila dirasa perlu saat mengungkep (sebelum airnya habis). Angkat dan dinginkan.
  2. Panaskan minyak goreng. Goreng ayam sekedar celap-celup hingga kuning keemasan. Angkat dan tiriskan.

Note:

  • Foto saya diatas itu pas goreng ayamnya agak kelamaan, jadi warnanya sudah tidak kuning keemasan, hehe
  • Bumbu yang tersisa bisa digunakan untuk bumbu ungkep tahu dan tempe sebelum digoreng. (emak-emak medit)

 

Iklan
Cooking · Liz Kitchen

Tempe Orek (Basah)

PhotoGrid_1489755224517[1]

Tempe adalah makanan yang terbuat dari fermentasi kedelai. Tempe merupakan salah satu sumber protein nabati. Menu olahan tempe banyak sekali ditemui di Indonesia. Harganya yang murah (di Indonesia) menjadikan tempe menu makanan yang bisa dinikmati oleh semua kalangan ekonomi.

Suami saya termasuk penggemar tempe dalam bentuk olahan apapun, kalau saya masih pilih-pilih menu tempe-nya. Ga semua menu tempe saya suka. Tapi untuk menu Tempe Orek ini, kami kompak menjadikannya menu favorit kami. Kami sama-sama menyukai Tempe Orek dengan tekstur basah (bukan Kering Tempe). Resep ini sudah saya re-cook berkali-kali dan selalu menuai pujian dari anggota keluarga. Dijamin enak! Resep diambil dari blog Alley Kitchen dengan judul Tempe Tahu Orek. Saya hanya membuat versi tempenya tanpa penambahan tahu karena stok tahu saya di dapur adalah tahu cina putih yang lembut dan gampang hancur sehingga tidak cocok untuk dijadikan menu orek. Saya juga hanya bikin setengah resep dari resep asli dibawah, itupun bisa sampai 5 porsi makan, hihi. Benar-benar menu yang murah, sehat dan enak deh. Berikut resep asli yang sudah saya modifikasi ya.

Bahan:

  • 1 papan tempe, potong dadu atau memanjang, goreng setengah matang
  • 100 gram bawang merah, iris tipis
  • 50 gram bawang putih, iris tipis
  • 3 cm lengkuas, memarkan
  • 5 lembar daun salam
  • 3 lembar daun jeruk, gunting-gunting, buang tulang daunnya (tambahan dari saya)
  • 2¬†sdm air asam jawa atau sesuai selera
  • 100 gram gula merah,¬†iris-iris
  • 3 sdm¬†kecap manis
  • 300 ml air matang (tambahan menurut versi saya)
  • 1 1/2 sdt garam atau sesuai selera
  • 1/2 sdt kaldu bubuk atau sesuai selera
  • 2 papan pete, potong melintang (saya ga pakai karena ga suka pete)
  • 50 gram cabai merah besar, potong-potong 1 cm
  • 100 gram cabai hijau besar, potong-potong 1 cm (saya ga pakai)
  • 200 gram tomat merah, potong dadu (saya cuma pakai 2 buah tomat)
  • 3 sdm minyak goreng untuk menumis

Cara Membuat:

  1. Panaskan minyak di wajan. Tumis bawang merah dan bawang putih sampai harum. Masukkan daun salam, daun jeruk dan lengkuas. Aduk rata. Tumis sampai matang.
  2. Masukkan tempe dan pete. Aduk rata.
  3. Tambahkan air matang, air asam jawa, garam, kaldu bubuk, tomat dan kecap manis. Aduk rata. Masak sampai air menyusut dan bumbu meresap ke tempe. Koreksi rasa. Tambahkan garam atau kecap manis bila perlu. Rasanya harus gurih, manis, dan sedikit asam.
  4. Masukkan cabai merah dan cabai hijau. Aduk rata. Masak sampai cabai sedikit layu. Matikan api. Siap disajikan.
Cooking · Liz Kitchen

Ayam Wijen Saus Oriental

PhotoGrid_1489385826075[1]

Kalau kalian suka dengan aroma minyak wijen dan bingung stok minyak wijen di rumah mau diolah jadi menu apa lagi maka resep satu ini patut untuk dicoba. Kebetulan di rumah saya ada stok minyak wijen yang beberapa bulan ke depan mau expired, hehe. Menu oriental seperti ini tidak membutuhkan bumbu yang ribet,  hanya memerlukan bawang putih, minyak wijen dan jahe. Cocok untuk penyuka menu masakan praktis. Yang menarik dari uji coba resep ini adalah cara membuat lapisan tepung ayam yang bergerindil. Lapisan tepung jangan terlalu tebal supaya cepat matang dan tidak bertekstur basah. Resep saya ambil dari blog Just Try and Taste (JTT).

Bahan dan bumbu perendam ayam:
– 2 sdm gula palem
– 2 sdm soy sauce/kecap asin
– 3 sdm madu, jika di skip tambahkan 2 sendok makan gula palem di resep
– 2 sdm minyak wijen
Р1 sdm air jeruk nipis atau 1/2 sdm cuka masak
– 300 ml air
– 1 sdm tepung maizena
– 300 gram fillet ayam (dada atau paha), potong memanjang 2 x 4 cm

Bahan saus oriental:
– 1 sdm minyak wijen
– 3 siung bawang putih, haluskan
– 1 ruas jari jahe, cincang halus
– 1 sdm saus tiram
– 2 sdm saus tomat botolan
– 1 sdm saus sambal botolan
– 1 sdm kecap asin/soy sauce
– 1/4 sdt merica bubuk
– 1/4 sdt garam
– 200 ml air rendaman ayam
– 200 ml air biasa

Bahan pelapis untuk menggoreng ayam:
– 2 sdm tepung terigu serba guna/protein sedang
– 5 sdm tepung maizena
– 2 sdm tepung tapioka
– 1/2 sdt baking soda/baking powder
– 1 butir putih telur, kocok lepas

Bahan lainnya:
– biji wijen putih sangrai untuk taburan
– 1 batang daun bawang rajang halus untuk taburan

Cara Membuat:

  1. Siapkan mangkuk, masukkan bumbu perendam untuk ayam. Aduk hingga rata.
  2. Tuangkan ayam ke bumbu perendam, aduk rata.
  3. Masukkan ayam ke dalam plastik, ikat rapat dan simpan di kulkas minimal 2 jam. Atau tutup permukaan mangkuk dengan plastic wrap dan simpan di kulkas.
  4. Tiriskan ayam dengan menggunakan saringan kawat. Sisihkan air rendamannya, ambil 200 ml untuk membuat saus dan sisanya untuk membasahi adonan tepung.
  5. Letakkan ayam di piring datar dan keringkan dengan tissue dapur. Sisihkan.
  6. Siapkan piring datar, masukkan semua tepung terigu, tepung maizena dan baking soda, aduk hingga rata.
  7. Tuangkan air rendaman ayam sedikit demi sedikit sambil diaduk dengan garpu hingga tepung menjadi bergerindil. Jangan menuangkan sekaligus semua air rendaman. Jika adonan terlalu kering, tambahkan kembali air rendaman. Aduk tepung hingga terbentuk butiran-butiran kecil. Sisihkan.
  8. Kocok putih telur dengan garpu hingga berbusa. Masukkan sepotong ayam dengan garpu ke dalam kocokan putih telur, kemudian gulingkan ke adonan tepung. Tekan-tekan hingga tepung melekat. Letakkan di piring datar. Lakukan hingga semua ayam dan adonan habis.
  9. Goreng ayam hingga kuning kecoklatan. Angkat dan tiriskan.
  10. Saus Oriental:
    – Masukkan 1 sendok makan minyak wijen ke dalam wajan. Panaskan minyak dan masukkan bawang putih dan jahe cincang, tumis hingga harum.
    –¬†Masukkan saus tiram, saus tomat, saus sambal dan kecap asin. Tumis sambil diaduk sekitar 10 detik dan masukkan air rendaman ayam yang telah disisihkan sebelumnya.
    –¬†Masak saus dengan api kecil sambil diaduk-aduk hingga saus mengental dan warnanya menjadi coklat gelap.
    –¬†Tambahkan air dan masak hingga kental. Jika saus terlalu kental tambahkan sedikit air. Cicipi rasanya, dan angkat dari kompor. Sisihkan.
  11. Tata ayam di piring, siram dengan saus dan taburi permukaannya dengan biji wijen dan irisan daun bawang

 

Cooking · Liz Kitchen

Nasi Liwet Sunda Praktis (Versi Magic Com)

PhotoGrid_1489385744070[1]

Saya dan suami sukaaa banget dengan nasi liwet Sunda karena rasanya yang gurih dan tentu saja lebih sehat karena tidak pakai santan. Kayaknya nasi liwet Sunda ini dimakan tanpa lauk juga udah enak deh. Hehe. Berhubung saya tipe orang yang pemalasan memasak nasi dengan cara ribet jadi senang banget deh dapat resep ini! Praktis tinggal cemplang cemplung beras, air dan bumbu ke dalam magic com, pencet tombol cook trus tinggal tunggu matang deh. Bisa ditinggal masak yang lain, sambil cuci baju, cuci piring atau bahkan nonton TV (duh, kegiatan emak-emak banget ini ya, hehehe). Biarpun praktis tapi hasilnya tetap mantap lho. Silakan dicoba sendiri.

Resep saya ambil dari blog Catatan Nina. Saya hanya bikin setengah resep (Beras 150 gram) dari resep asli dibawah ini karena di rumah yang makan cuma 2 orang (saya dan suami). Setengah resep juga jadinya udah buat 4 porsi, hihihi. Berikut resepnya ya.

Bahan:

  • 300 gram beras, cuci bersih
  • 600 ml air matang (atau sesuaikan dengan takaran standar masing-masing)
  • 2 batang serai, memarkan
  • 5 lembar daun salam
  • 12 siung bawang merah, iris tipis
  • 5 siung bawang merah, iris tipis
  • 10 buah cabai rawit
  • 1/2 sdt garam (sesuaikan dengan jumlah ikan asinnya)
  • 2 sdm minyak goreng untuk menumis
  • 1 genggam daun kemangi
  • 50 gram teri medan, goreng
  • 2 potong jambal roti, potong-potong (saya ga pakai)

Cara Membuat:

  1. Panaskan minyak. Tumis serai, daun salam, cabai rawit dan irisan bawang merah dan putih sampai harum dan matang. Angkat dan tiriskan.
  2. Masukkan beras, air dan tumisan bumbu ke dalam magic com. Masak hingga matang.
  3. Setelah nasi matang, masukkan teri medan, jambal roti dan daun kemangi ke dalam magic com. Aduk rata. Tutup kembali magic com dan tunggu nasi benar-benar tanak (sekitar 30 menit setelah tombol cook off)
  4. Setelah nasi matang dan tanak, aduk-aduk kembali nasi dan siap dihidangkan hangat.

 

 

 

 

 

Cooking · Liz Kitchen

Pesmol Ikan

PhotoGrid_1489755388245[1]

Selama ini saya suka merasa mati gaya untuk memasak menu ikan. Mengolah ikan ala saya biasanya cuma terbatas digoreng atau dibakar. Lama-lama saya merasa bosan juga. Koq kurang variatif begini ya masakan ikan saya? Hehehe. Dari hasil browsing, saya menemukan resep ikan pesmol. Jujur, sebelum ini saya belum pernah makan menu ikan pesmol. Jadi saya agak kurang bayangan tentang bagaimana patokan rasanya. Sering sih melihat menu pesmol kalau makan di restoran tapi saya ga suka dengan penampakan ikan yang terendam kuah kuning begitu. Setelah mencoba resep pesmol ini, surprisingly, saya dan suami suka lho dengan hasilnya. Bikin ikannya tambah gurih dengan cita rasa bumbu-bumbu. Saya bikin pesmol dengan versi agak “nyemek”¬†alias tidak berkuah jadi bumbunya lebih meresap ke badan ikan.

Jenis ikan apa saja bisa dimasak jadi menu pesmol. Kebetulan saat memasak pesmol saya cuma ada stok ikan Kuwe / ikan Putih / ikan Trekulu (banyak sebutan yang berbeda untuk masing-masing daerah di Indonesia). Ikan Kuwe saya berjumlah 3 ekor dengan ukuran sedang – kecil. Saya memotong ikannya menjadi 2 bagian. Penting untuk dicatat disini kalau ikan harus digoreng kering. Hal ini dimaksudkan supaya badan ikan tidak gampang hancur saat direndam dalam bumbu pesmol.

Resep Pesmol Ikan ini saya ambil dari blog Diah Didi. Senang deh dapat resep olahan menu ikan yang enak, lumayan untuk variasi masakan ikan. Berikut resepnya ya:

Bahan:

  • 2 ekor ikan ukuran sedang. Bersihkan dan rendam dengan air garam 15 menit. Tiriskan. Goreng kering.
  • 150 ml air matang
  • 50 gram cabai rawit hijau (saya pakai 8 buah cabai rawit merah aja)
  • 10 siung kecil bawang merah, kupas dan biarkan utuh
  • 1 sdt garam atau sesuai selera
  • 1/2 sdt kaldu bubuk
  • 1 1/2 sdt gula pasir
  • 1 sdt cuka putih masak

Bumbu Halus:

  • 6 siung bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 2 butir kemiri
  • 3 cm kunyit
  • 2 cm jahe

Cara Membuat:

  1. Tumis bumbu halus hingga matang dan harum. Masukkan air dan bumbu lainnya. Aduk rata
  2. Masukkan ikan, cabai rawit, dan bawang merah utuh. Aduk rata. Kecilkan api dan masak hingga air menyusut dan bumbu meresap.
  3. Masukkan cuka. Koreksi rasa jika perlu. Angkat dan siap disajikan.

Cooking · Liz Kitchen

Ayam Goreng Kunyit

PhotoGrid_1488884469271

Suami saya pernah bertanya pada saya: “Kamu ngapain sih nulis resep-resep di blog kamu?” Teman-teman ada yang punya pengalaman yang sama ga? Hehehe. Bagi saya resep yang saya posting di blog saya itu punya cerita dan pengalaman unik di dalam proses pembuatannya. Kadang yang kita lihat menarik dan enak dari suatu resep, saat kita praktekkan ternyata ada yang kurang pas dengan selera kita. Oleh karena itu kadang dari resep-resep yang saya posting disini suka saya kasih notes berupa tips tambahan buat catatan saya ke depannya saat re-cook resep tersebut. Selain itu menulis resep di blog juga jadi lebih praktis saat kita mau memasak. Tinggal googling di smart phone kita aja. Ga perlu repot mencari-cari buku masakan lagi. Manfaat lainnya adalah tulisan resep ini bisa diakses dan dipelajari oleh publik. Jadi saat ada yang tanya resep masakan ke kita, tinggal suruh yang bersangkutan cek di blog kita, hehe.

Kembali ke judul resep diatas. Ayam Goreng Kunyit. Sebenarnya resep ini adalah bentuk minimalis dari resep Ayam Goreng Kuning yang biasanya. Bedanya kunyit yang digunakan lebih banyak. Walaupun bumbunya lebih minimalis (cocok bagi orang yang malas ribet) tapi rasanya ga kalah enak koq. Lebih enak dan gurih kalau menggunakan ayam kampung dan campuran air kelapa. Tapi berhubung saya ga punya stok air kelapa ya pakai air biasa aja. Resep ini saya ambil dari blog Diah Didi.

Bahan:

  • 1 ekor ayam kampung atau pejantan. Cuci bersih dan potong sesuai selera. (Kalau saya ayamnya dipotong jadi 12 bagian)
  • 800 ml air (jumlah ini tergantung dari besar kecilnya ukuran ayam. Ayam kampung yang saya gunakan ukurannya medium jadi saya pakai 600 ml juga sudah cukup)
  • Daun Salam 2 lembar
  • Lengkuas 2 cm, memarkan

Bumbu Halus:

  • 5 cm kunyit bakar
  • 7 siung bawang merah
  • 4 siung bawang putih
  • 4 butir kemiri, sangrai
  • 1 sdt biji ketumbar
  • Kaldu ayam bubuk sesuai selera, untuk memantapkan rasa
  • Garam sesuai selera
  • 1 sdt Gula Merah

Cara Membuat:

  1. Campur ayam, bumbu halus, air dan bumbu lainnya di wajan. Ungkep dengan api kecil sampai matang (sesekali ayamnya diaduk-aduk ya di wajan) dan air bumbu mengering. Angkat dan tiriskan.
  2. Goreng ayam yang sudah diungkep dalam minyak panas sampai berwarna kuning kecoklatan. Siap Disajikan. Lebih nikmat disajikan bersama sambal.

Tips:

Beberapa kali saya membuat ayam ungkep tapi selalu kurang asin dan gurih. Padahal ketika ditest rasa, air bumbunya sudah asin saat diungkep. Berbeda dengan kali ini. Kuncinya adalah kita harus menambahkan garamnya sampai 1 level diatas standar asin kita. Walaupun saat di test rasa kayaknya agak keasinan, tapi saat ayam sudah digoreng nantinya akan terasa pas lho hasilnya. Sama sekali ga keasinan.

Cooking · Liz Kitchen

Perkedel Kentang Daging

PhotoGrid_1488884526901

Beberapa saat yang lalu, saya berkunjung ke supermarket di sebuah pusat perbelanjaan di Tangerang. Saat itu lagi ada sale daging sapi giling. Dengan hasrat emak-emak, saya pun membeli 2 pak daging sapi giling tersebut. Akan tetapi kemudian daging sapi giling itu hanya teronggok manis di freezer karena saya bingung mau diolah apa lagi.

Resep kali ini berguna banget untuk teman-teman yang bingung stok daging gilingnya mau diolah apalagi. Perkedel kentang daging ini bisa untuk snack si kecil ataupun disantap dengan nasi hangat. Kalau ga punya stok daging sapi giling, bisa juga diganti dengan daging ayam giling. Intinya daging yang mau dipakai harus dihaluskan dulu ya. Hal ini dimaksudkan supaya ketika digoreng dagingnya bisa cepat masak. Perkedel kentang ga boleh terlalu lama di goreng karena cepat gosong. Resep saya ambil dari blog Diah Didi tapi saya bikinnya hanya setengah resep dari resep aslinya yang saya tuliskan dibawah ini. Setengah resep aja juga sudah banyak banget jadinya untuk 2 orang. Perkedel yang sudah dibentuk (belum digoreng) bisa disimpan 2 hari di chiller.

Bahan:

  • 500 gram kentang. Kupas, cuci bersih, iris tipis 1 cm dan goreng sampai kentangnya berkulit dan melunak.
  • 100 gram daging sapi cincang.
  • 1/2 sdm bawang merah goreng. Ulek kasar.
  • 2 siung bawang putih (Tambahan dari saya), geprak, iris halus
  • 1/4 sdt merica bubuk
  • 1/8 sdt pala bubuk
  • 1/4 sdt kaldu bubuk
  • 1/2 sdt gula pasir
  • Garam secukupnya
  • 1 batang seledri, iris halus (Saya ga pakai karena lagi ga ada stok)

Bahan Celupan: 1 butir telur, kocok lepas

Cara Membuat:

  1. Haluskan kentang yang sudah digoreng. Bisa dengan ulekan, chopper atau food processor. Sisihkan.
  2. Siapkan wajan. Panaskan minyak goreng. Tumis bawang putih sampai harum. Masukkan daging giling. Beri garam dan merica secukupnya. Tumis sebentar sampai daging berubah warna. Tiriskan.
  3. Campur kentang yang sudah dihaluskan, tumisan daging giling dan juga bumbu-bumbu lainnya. Aduk rata. Koreksi rasa bila diperlukan.
  4. Bentuk adonan menjadi bulat pipih.
  5. Celupkan adonan yang sudah dibentuk ke dalam bahan celupan. Goreng dalam minyak panas sampai berwarna kecoklatan dan matang. Angkat dan siap disajikan.