Sharing Info · Tak Berkategori

Penghapusan NPWP

Pertama-tama yang perlu kalian ketahui, saya bukanlah staf pegawai kantor pajak manapun, ditambah saya juga tidak punya backgorund pendidikan di dalam dunia perpajakan. Saya disini hanya berbagi pengalaman pribadi saja dan semoga sharing ini bisa membantu teman-teman sekalian yang butuh informasi.

Sebelum menikah, saya terakhir bekerja di sebuah perusahaan distributor farmasi yang ada di Jakarta. Saya resign per 30 April 2012 dan menikah di bulan Mei 2012. Setelah menikah saya tidak bekerja dan menjadi ibu rumah tangga saja. Dari info yang diperoleh, karena saya tidak bekerja lagi setelah menikah, otomatis NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) saya digabung dengan pak suami. Suami pun kemudian melakukan update ke kantor-nya untuk perubahan status tanggungan pajak. Saya pikir semua sudah beres dengan sendirinya. Saya pun terakhir lapor SPT (Surat Pemberitahuan Tahunan) per tahun 2012 dengan menggunakan bukti pemotongan pajak dari kantor sebelum saya resign.

Dengan maraknya orang-orang melakukan Tax Amnesty dan Pembetulan SPT, suami saya pun akhirnya berkonsultasi dengan AR-nya (Account Representative) di KPP (Kantor Pelayanan Pajak) Pratama Tangerang Barat yang ada di Jl. Imam Bonjol. Banyak sih item-item yang ditanyakan oleh pak suami kepada AR-nya tapi yang akan saya bahas disini hanya terkait dengan status saya. Menurut AR, sebelum NPWP saya dihapus resmi oleh KPP terkait (tempat diterbitkannya NPWP maka NPWP saya belum resmi digabung dengan NPWP suami dan saya masih wajib melakukan pelaporan SPT tiap tahunnya, walaupun nantinya karena saya tidak memiliki penghasilan, angka di SPT-nya banyak yang di nol-kan. Dalam hal ini berarti saya belum melaporkan SPT tahun 2013, 2014 dan 2015 dan akan dikenakan denda keterlambatan lapor yaitu Rp. 100.000 / tahunnya. Jadi saya akan dikenakan denda Rp. 300.000 katanya untuk keterlambatan lapor SPT saya. Denda itu baru akan kita bayarkan setelah mendapatkan STP (Surat Tagihan Pajak) dari KPP terkait. Oleh karena itu saya harus segera mengurus penghapusan NPWP saya di tahun 2016 ini sehingga untuk SPT tahun 2016 saya sudah resmi tergabung dengan pak suami.

Berikut adalah beberapa hal yang bisa dijadikan alasan seseorang untuk menghapus NPWP-nya:

  1. Wajib Pajak Orang Pribadi yang telah meninggal dunia dan tidak meninggalkan warisan.
  2. Wajib Pajak bendahara pemerintah yang tidak lagi memenuhi syarat sebagai Wajib Pajak karena yang bersangkutan sudah tidak lagi melakukan pembayaran.
  3. Wajib Pajak orang pribadi yang telah meninggalkan Indonesia untuk selama-lamanya.
  4. Wajib Pajak yang memiliki lebih dari satu Nomor Pokok Wajib Pajak untuk menentukan Nomor Pokok Wajib Pajak yang dapat digunakan sebagai sarana administratif dalam pelaksanaan hak dan pemenuhan kewajiban perpajakan.
  5. Wajib Pajak orang pribadi yang berstatus sebagai pengurus, komisaris, pemegang saham / pemilik dan pegawai yang telah diberikan Nomor Pokok Wajib Pajak melalui pemberi kerja / bendahara pemerintah dan penghasilan netto-nya tidak melebihi Penghasilan Tidak Kena Pajak.
  6. Wajib Pajak badan kantor perwakilan perusahaan asing yang tidak mempunyai kewajiban Pajak Penghasilan badan yang telah menghentikan kegiatan usahanya.
  7. Warisan yang belum terbagi dalam kedudukannya sebagai Subjek Pajak sudah selesai dibagi.
  8. Wanita yang sebelumnya telah memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak dan menikah tanpa membuat perjanjian pemisahan harta dan penghasilan serta tidak ingin melaksanakan hak dan memenuhi kewajiban perpajakannya terpisah dari suaminya.
  9. Wanita kawin yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak berbeda dengan Nomor Pokok Wajib Pajak suami dan pelaksanaan hak dan pemenuhan kewajiban perpajakannya digabungkan dengan pelaksanaan hak dan pemenuhan kewajiban perpajakan suami.
  10. Anak belum dewasa yang telah memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak.
  11. Wajib Pajak bentuk usaha tetap yang telah menghentikan kegiatan usahanya di Indonesia.
  12. Wajib Pajak badan tertentu selain perseroan terbatas dengan status tidak aktif (non efektif) yang tidak mempunyai kewajiban Pajak Penghasilan dan secara nyata tidak menunjukkan adanya kegiatan usaha.
  13. Alasan lain-lain.

Kalau dilihat dari kasus saya, alasan penghapusan NPWP saya adalah nomor 8. Sekedar informasi, kita hanya bisa mengajukan permohonan penghapusan NPWP di KPP tempat penerbitan NPWP kita. Dalam hal ini, kalau saya harus ke KPP Pratama Grogol Petamburan  (karena waktu itu saya pernah bikin KTP Sementara pas kos di Grogol) padahal saya tinggal di Tangerang saat ini. Kebayang deh itu lumayan jauhnya, hehe.

Kamis siang tgl 22 September 2016 saya diantar pak suami ke KPP Pratama Grogol Petamburan yang lokasinya tepat di seberang Mall Taman Anggrek, Jakarta Barat. Pak suami rela ijin masuk siang buat menemani saya ngurus penghapusan NPWP disini. Akan tetapi ketika sampai disana, parkir mobilnya sudah penuh dan tidak memungkinkan untuk parkir di pinggir jalannya. Jadi kami mengurungkan niat kami untuk datang ke KPP hari itu dan lebih memilih lunch bareng dulu karena kebetulan sudah waktunya makan siang. Kami memilih makan siang tak jauh dari KPP Pratama Grogol Petamburan. Setelah selesai lunch, saya naik ojek ke kantor pajak lagi dan suami balik ke kantor di Pluit.

Saya tiba di lobby KPP Pratama Grogol Petamburan pukul 13.00 dan suasananya penuh sesak. Parkiran juga penuh. Benar-benar kayak pasar deh. Kebanyakan orang-orang yang datang kesini berhubungan dengan Tax Amnesty karena batas waktunya sampai akhir September 2016 saja dan setelah itu denda Tax Amnesty-nya jadi tambah besar. Ketika mau ambil nomor antrian di mesin print tiket antrian loket, layar sentuh untuk bagian “NPWP” sudah ditutup karena nomor antriannya sudah mencapai 100 nomor. Padahal saya sudah bolak balik datang dan sudah membawa beberapa dokumen yang dibutuhkan untuk keperluan pengajuan penghapusan NPWP. Sepertinya hari itu bukanlah hari keberuntungan saya.

Menurut bapak penjaga mesin tiket antrian loket, nomor antrian dibuka dari pukul 08.00 WIB pagi. Tapi jam segitu biasanya orang-orang udah banyak yang ngantri karena mereka biasa sudah mulai datang ke KPP Pratama Grogol Petamburan dari pukul 06.30 WIB. ckckck.. Hal itu menyebakan sebelum pukul 11.00 WIB nomor antrian ke-100 sudah habis. Jadi kalau kalian ada urusan ke kantor pajak ini lebih baik datang pagian. Jangan kesiangan kayak saya ini.

Untuk penghapusan NPWP, kita harus mengambil nomor antrian loket. Pilih nomor antrian “NPWP” kemudian tunggu giliran kita dipanggil ke loket dan di loket tersebut kita submit dokumen-dokumen yang diperlukan. Setelah dirasa benar dan lengkap semua dokumennya, staf pajak-nya akan memberikan kita tanda terima dokumen. Tapi karena saya tinggal-nya jauh dan tidak memungkinkan untuk sering bolak-balik Grogol-Tangerang, maka saya bertanya kepada resepsionis-nya, apakah bisa submit dokumennya melalui kiriman pos saja? dan katanya bisa! Duh, lega banget saya dengarnya karena selain kondisi antrian yang hectic disini, jalanan menuju ke daerah ini juga terkenal macet yang tidak mengenal waktu. Males banget deh kalau ada urusan di daerah ini.

Untuk pengiriman via pos, kita harus memastikan dokumen kita sudah lengkap semua. Dokumen yang dibutuhkan antara lain:

  • Untuk kasus istri gabung NPWP suami (seperti kasus saya):
    – Formulir penghapusan (tinggal minta formulir-nya di KPP manapun)
    – NPWP asli istri
    – Fotokopi akte nikah
    – Fotokopi kartu keluarga
    – Fotokopi SPT tahun terakhir istri dan suami
    – Surat pernyataan tidak pisah harta ber-materai (tinggal minta formulir-nya di KPP manapun)
    – Nomor HP
  • Untuk kasus meninggal dunia:
    – Formulir penghapusan (tinggal minta formulir-nya di KPP manapun)
    – NPWP asli ybs
    – Fotokopi kartu keluarga
    – Fotokopi SPT tahun terakhir, jika tidak ada laporkan SPT-nya terlebih dahulu
    – Fotokopi akte waris jika terdapat warisan
    – Fotokopi akte kematian
    – Nomor HP salah satu kerabat / contact person
  • Untuk kasus likuidasi / pembubaran badan atau cabang:
    – Formulir penghapusan (tinggal minta formulir-nya di KPP manapun)
    – NPWP asli ybs
    – Fotokopi KTP dan NPWP direktur
    – Fotokopi SPT 2 tahun terakhir
    – Fotokopi akte likuidasi (wajib dilampirkan)
    – Nomor HP contact person.

Dokumen bisa dialamatkan ke bagian Pelayanan KPP terkait. Alamat surat KPP terkait bisa dicari tahu sendiri. Penting juga untuk meminta nomor telpon yang bisa dihubungi di bagian pelayanan KPP terkait supaya kita bisa follow-up apakah dokumen kita sudah diterima atau belum dan untuk follow-up apakah NPWP kita sudah resmi dihapus atau belum. Untuk KPP Pratama Grogol Petamburan nomor telpon yang bisa dihubungi di bagian pelayanannya adalah: 021- 5682112.

Semoga informasi ini bisa berguna bagi yang membutuhkannya. Semoga ga ada lagi orang-orang yang didenda karena tidak submit SPT-nya karena ketidaktahuan seperti saya ini.

Sharing Info

Neighbours Cats Poop In My House Yard

Hai Semua!!.. Akhirnya ada kesempatan dan juga mood untuk menulis blog lagi. Kali ini saya akan berbagi cerita tentang kucing dan halaman rumah. Kucing yang saya maksudkan disini tentunya bukan kucing saya. Saya sengaja tidak mau memelihara hewan apapun di dalam rumah dengan pertimbangan rumah yang tidak terlalu besar, ga suka melihat rumah kotor dan berantakan karena hewan dan juga untuk higienitas rumah tentunya. Sempat kepikiran sih untuk memiliki hewan piaraan karena rumah sering berasa sepi karena belum punya anak kecil. Lucu kan kalau ada yang bisa diajak main, dielus-elus dan disayang di rumah? Tapi kembali lagi dengan alasan diatas bahwa saya ga siap dengan segala konsekuensi-nya, seperti harus bersihin poop dan pipis-nya, rajin merawat bulu-nya, dll. Saya pikir daripada si hewan nantinya ga bahagia dengan saya lebih baik dia dirawat dengan orang yang benar-benar siap secara lahir batin, hehe.

Bercerita tentang halaman, halaman rumah saya di Tangerang tidak seluas halaman rumah dinas sewaktu di Sorowako. Halaman rumah di Tangerang ini hanya berupa car port  yang muat untuk 1 mobil dan kebun kecil-kecilan ala kadarnya. Sesuai standar keamanan, tentu saja halaman rumah saya memiliki pagar yang menurut saya lumayan tinggi. Permasalahan timbul saat kucing tetangga dan kucing liar lainnya masuk ke pekarangan rumah saya tanpa di undang. Mereka bisa masuk lewat sela-sela pagar, tembok pembatas dengan rumah tetangga, atap, dll. Ada spot favorit mereka untuk poop di halaman rumah saya yaitu 1 titik di car port dan 1 titik lagi di kebun kecil saya. Kebayang dong bagaimana bete-nya. Hewan piaraan sendiri aja mungkin saya ogah-ogahan untuk bersihinnya apalagi ini hewan yang bukan piaraan saya sendiri. Sungguh lancang deh kelakuan si kucing ini. Hampir tiap hari ada aja poop-nya nempel disitu dan bau-nya sampai ke ruang tamu. Sungguh menyebalkan!

When you have a problem, ask Google! That’s what I did. Hasil penelusuran dengan Google membawa kita ke berbagai tips untuk mengatasi masalah poop kucing ini.. Mulai dari cara yang masuk akal sampai berupa mitos-mitos. Cara yang menurut saya paling logis dari hasil bertanya pada Google ini adalah dengan menggunakan Cat Repellent. Jadi Cat Repellent ini berupa spray dengan bau tertentu (katanya mengambil aroma musang / doggy sebagai musuh / predator kucing). Bau tersebut mengirimkan sinyal ke kucing yang tak diundang itu bahwa daerah tersebut merupakan teritori dari musuh / predator-nya sehingga si kucing lebih memilih untuk angkat kaki. Dari yang saya baca sih Cat Repellent ini dijual di pet shop dan Ace Hardware dengan harga yang lumayan mahal, tapi untuk kepastiannya saya ga tau karena belum survey langsung. Kalau merasa malas keluar duit untuk membeli Cat Repellent, Google juga menyediakan resep untuk membuat Home Made Cat Repellent dengan menggunakan bahan-bahan yang biasanya ada di rumah. Silakan browsing sendiri ya untuk resepnya, banyak ragamnya. Saya tidak akan bahas disini karena saya menemukan cara yang jauh lebih murah dan praktis untuk mengatasi masalah ini.

Saya menolak menggunakan Cat Repellent yang berbentuk spray karena aroma-nya pasti mudah menguap dengan penggunaan di area outdoor. Jadi kemungkinan harus spray berkali-kali untuk menghadapi kucing yang pantang menyerah datang ke halaman rumah. Belum lagi kalau halaman rumah-nya luas sehingga harus disemprot ke beberapa titik. Intinya adalah boros. Oleh karena itu sebagai emak-emak yang medit, saya terpikirkan untuk menggunakan sabun colek! Iya, sabun colek. Sabun jaman dulu yang bentuknya cream dan biasa dipakai untuk kucek-kucek pakaian kotor dan juga bisa dipakai untuk cuci piring, sikat lantai, dll. Jadi cara menggunakan sabun colek ini adalah dengan mengoleskannya ke beberapa titik di halaman rumah dan juga di kebun kecil saya. Kemudian tinggal aja deh, biar sabun coleknya mengering sendiri. Memang sih jadinya halaman kita penampakannya ada totolan sabun colek, tapi cara ini ampuh banget lho! Tahan lama pula bisa sampe 2 minggu selama totolan sabun colek itu masih pada tempatnya. Kucing tetangga sekarang udah ga pernah mampir lagi ke halaman rumah saya. Nah, untuk yang sudah merasa desperate dengan kucing tetangganya yang terus datang ke rumah, silakan dicoba cara ini. Saya sudah membuktikan sendiri keajaibannya. Hahaha.

Sedikit catatan penting, cara diatas bisa diterapkan di rumah saya karena saya ga punya anak kecil yang suka main di pekarangan rumah dan juga lantai car port saya bukan keramik yang licin gitu, melainkan bentuk keramik batu kerikil. Jadi untuk yang kondisinya berbeda dengan rumah saya harus perhatikan isu keselamatan ya! Jangan sampai ntar totolan sabun coleknya malah dimainin sama anak sendiri. Kemudian kalau lantai pekarangannya berupa keramik yang licin gitu, hati-hati dengan sabun coleknya, takut terpleset. Gitu aja sih pesan dari saya. Selamat mencoba!

Sharing Info

Mall Yang Ramah Untuk Disabled People

Seperti yang pernah saya post sebelumnya, suami saya mengalami kecelakaan dan harus mengenakan gips di kaki kiri selama 1,5 bulan dan brace untuk tulang belakang selama 3 bulan.  Efeknya dia harus berjalan menggunakan tongkat / crutch selama gips-nya belum dibuka. Ga mungkin dong kita harus berdiam diri terus di rumah selama gips belum dibuka.. kayaknya bisa bulukan deh di rumah terus. Suami juga merasa kondisinya jauh lebih baik dibanding pas awal-awal masuk RS. Bahkan suami juga udah bisa nyetir mobil sendiri dari/ke kantor (Pluit, Jakarta Utara) – rumah (Tangerang) PP. Thanks to  the creator of automatic transmission car alias mobil matic yang hanya butuh penggunaan kaki kanan untuk gas-rem. Soalnya suami saya hanya kaki kirinya yang digips jadi kaki kanan masih bisa berfungsi untuk mengendarai mobil, hihihi. Saya juga pengennya suami saya bisa hidup senormal mungkin ditengah keterbatasan sementaranya. Intinya jangan manja lah karena banyak orang-orang diluar sana yang keterbatasannya lebih permanen tapi tetap bersemangat dengan hidupnya. Jadi sebagai pecinta mall, tiap weekend atau ada waktu saya ajak suami saya ikut serta. Memang jadi lebih repot dibandingkan biasanya tapi itu bukan halangan buat saya.

IMG_20160725_193758[1]
Udah Lebih Segar dan Ceria
IMG_20160803_074431[1]
Udah Bisa Nyetir Sendiri

Kategori mall yang friendly for disabled people menurut saya:

  1. Ada fasilitas peminjamaan kursi roda (wheel chair) gratis untuk customernya.
  2. Ada fasilitas lift
  3. Ada jalur jalan landai untuk kursi roda (wheel chair)
  4. Space jalan cukup lebar untuk kursi roda
  5. Ada fasilitas valet parking (berguna banget kalau kita ga ada supir, jadi bisa langsung turun di lobby tanpa harus jalan jauh)
  6. Ada fasilitas disabled toilet. Beda disabled toilet dengan toilet biasa adalah ruangannya lebih besar sehingga memungkinkan kursi roda bisa masuk dan ada tiang pegangan disekitar WC, membantu banget supaya orang disabled tidak jatuh saat berdiri dari / duduk di WC)

Kenapa saya banyak banget menuliskan tentang fasilitas untuk kursi roda? Karena saya lebih suka suami saya duduk manis di kursi roda daripada dia jalan pakai tongkat keliling mall. Seperti kalian ketahui, mall itu kan biasanya gede banget. Ga kebayang suami saya ngiderin mall segitu luasnya dengan berlompat-lompat dengan bantuan tongkat. Bisa encok berat kali bro! Selain itu saya yang jalan disebelahnya juga bakalan bosen nungguin dia jalan ga sampai-sampai. Jadi saya lebih rela hati mendorong suami saya pakai kursi roda untuk jalan-jalan di mall. Rata-rata di mall besar sih sudah ada fasilitas free wheel chair for disabled people. Tapi jumlah kursi roda-nya memang terbatas, kadang kalau weekend bisa tinggal 1 doang atau bahkan full dipakai yang lain. Kemudian lama peminjaman kursi roda ini juga maksimal 3 jam. Menurut saya sih 3 jam udah cukup banget untuk sekedar cuci mata dan jajan cantik. Kalau kelamaan kasian juga suami saya kecapekan.

1469874098777[1]
Nge-mall Dengan Kursi Roda
IMG_20160802_183436[1]
Udah Bisa Makan di Resto

Berikut adalah review beberapa mall (Kebanyakan adalah mall di Tangerang karena rumah kami ada di Tangerang) yang pernah saya kunjungi bersama suami selama suami dalam kondisi kaki digips dan harus memakai tongkat.

  1. Supermal Karawaci (Karawaci, Tangerang)
    Sebelum sakit, mall ini sering banget kami kunjungi, secara kami kan nge-gym di Celebrity Fitness disini. Paling ga seminggu bisa 3x ke sini deh. Tapi dari hasil pengamatan selama ini, mall ini menurut saya kurang ramah terhadap disabled people (walaupun ada fasilitas peminjaman kursi rodanya)
    – Tidak ada disabled toilet
    – Dari lobby utama (tempat valet parking dan juga peminjaman kursi roda), harus menuruni anak tangga manual terlebih dahulu untuk mencapai lantai dasar. Tidak ada lift atau jalan landai untuk pengguna kursi roda.
    – Tidak ada lift / lokasi lift terpencil. Selama saya beredar disana, saya cuma pernah lihat lift barang. Lift penumpang ga tau ada dimana.
  2. Mall Alam Sutera (Alam Sutera, Tangerang)
    Cukup ramah dengan disabled people, hanya saja lokasi toiletnya agak jauh-jauhan. Ada fasilitas peminjaman kursi roda, disabled toilet, valet parking, lift dan jalan landai untuk kursi roda.
  3. Aeon Mall (BSD, Tangerang)
    Fasilitas untuk disabled people-nya oke banget: kursi roda, jalan landai, lift kapasitas besar dan banyak, vallet parking, dan ada disabled toilet. Cuma 1 hal yang dikomplain oleh suami: kursi rodanya ga nyaman, hehe.
  4. Living World (Alam Sutera, Tangerang)
    Fasilitas untuk disabled people-nya cukup oke: kursi roda, jalan landai, lift cukup besar, vallet parking, dan ada disabled toilet
  5. Emporium Mall (Pluit, Jakarta)
    Agak repot untuk membawa disabled people kesini. Fasilitas kursi roda sih ada, tapi dari lobby utama (tempat valet parking dan resepsionis lobby utama), untuk bisa mengakses lift kita harus turun ke lantai dasar dengan anak tangga manual atau eskalator. Kalau pakai kursi roda, kita harus keluar dari lobby utama dan jalan ke arah lobby utara yang jalan masuknya landai dan langsung ke lantai dasar. Jalanan ke lobby utara ini trotoar-nya sempit jadi harus hati-hati membawa kursi rodanya. Selain itu tidak ada disabled toilet. Lift juga sempit sehingga kalau masuk dengan kursi roda, jumlah orang yang bisa diangkut dengan lift jadi sedikit banget.

Sejauh ini baru 5 mall itu yang kami kunjungi, kalau ada mall lain yang kami kunjungi akan saya update lagi disini. Semoga bermanfaat untuk kalian yang berniat jalan-jalan di mall dengan anggota keluarga yang disabled.

Sharing Info

Berburu Beasiswa LPDP

Kalau kalian mengikuti kisah saya sebelumnya pasti tahu kalau suami saya berniat melanjutkan studi ke jenjang S2 dan memilih Belanda sebagai negara tujuan studi-nya. Saya sebagai istri pun support terhadap niatan suami dan memberikan dukungan saya dalam bentuk bantuan menemani mengurus dokumen-dokumen administratif, datang ke berbagai edufair, bahkan membantu me-review essay yang akan disubmit oleh suami. Jadi cukup banyak saya tau lah seluk-beluk perjuangannya. Dan seluk-beluk itu yang saya akan sharing disini.

Para pemburu beasiswa pasti sudah pernah dengar dan mungkin juga pernah mengikuti tahapan seleksinya. LPDP adalah singkatan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan yang berada di bawah naungan Kementrian Keuangan Republik Indonesia. LPDP memberikan bantuan beasiswa untuk jenjang S2 dan S3 baik untuk perkuliahan di universitas dalam maupun luar negeri yang ada di dalam list universitas LPDP. Dari semua beasiswa yang saya tahu, LPDP ini memberikan nilai plus bagi penerimanya yaitu: Full scholarship dan juga tunjangan keluarga (pada bulan ke-7 perkuliahan). Jumlahnya juga lumayan besar untuk hidup layak di luar negeri bersama keluarga. Oleh karena itu banyak yang berlomba-lomba untuk bisa mendapatkannya.

Setelah menyelesaikan beberapa dokumen administratif, suami saya men-submit dokumen-dokumen tersebut ke website LPDP http://www.lpdp.kemenkeu.go.id/ sebelum deadline 20 Januari 2016 kemarin. Tgl 2 Februari 2016 suami saya dinyatakan lulus seleksi administrasi dan lanjut ke seleksi substansi. Waktu itu suami belum dapat LoA (Letter of Acceptance) dari universitas di Belanda karena masih dalam proses seleksi universitas. Suami dapat jadwal di pertengahan februari 2016 untuk proses seleksi substansi ini yang dilaksanakan di STAN (Sekolah Tinggi Akutansi Negara) Bintaro. Seleksi Substansi ini ada 3 ujian: Essay On The Spot, Group Discussion dan Interview. Kebetulan suami saya dapat jadwal 3 ujian tersebut di hari yang sama.

  1. Essay On The Spot
    Ini ujian menulis dalam bahasa inggris. Kita disuruh pilih salah satu dari 2 topik yang disediakan. Waktu itu suami saya dapat pilihan topik kebijakan pajak atau pengelolaan sampah. Dalam tahap ini yang dinilai adalah penguasaan kita terhadap sebuah topik dan kemampuan grammar kita.
  2. Group Discussion
    Diskusi grup ini juga biasa disebut LGD (Leaderless Group Discussion) alias diskusi tanpa pemimpin. Disini kita akan dipanggil bersama beberapa orang. Waktu itu suami saya grupnya berjumlah sampai 12 orang. Grup kita akan diberi suatu topik kemudian didiskusikan bersama. Ga ada yang salah atau benar dari diskusi ini, yang dinilai adalah bagaimana kita menyampaikan pendapat kita dan interaksi kita di dalam grup dengan menggunakan bahasa Inggris.
  3. Interview
    Dalam interview ini kita akan dihadapkan dengan 3 orang, yaitu 1 orang psikolog, 1 dosen teknik dan 1 dosen umum. Pertanyaan seputar kehidupan sehari-hari sampai membahas masalah teknis. Bahkan suami saya juga ditanya soal topik TA-nya (Tugas Akhir) saat kuliah S1 dulu dan dibahas teknisnya. Menurut saya ini tahap terpenting dari proses seleksi substansi, kepribadian kita akan dinilai apakah kita layak atau tidak menjadi kandidat penerima beasiswa LPDP. Interview berlangsung dalam bahasa Inggris selama 15 – 45 menit.

Hasil seleksi substansi ini diumumkan tanggal 10 Maret 2016 dan dinyatakan kalau suami saya Tidak Lulus. Sedih sih iya tapi ga sampai terpuruk lah. Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Kegagalan memberikan banyak pelajaran berharga untuk masa depan kita. Intinya sih menurut saya belum jodoh aja. Bahkan dari beberapa edufair yang saya datangi, penerima beasiswa itu sharing kalau sebelum dapat beasiswa yang sekarang ini mereka juga sempat gagal berkali-kali. Jadi kalau baru gagal sekali ya belum ada apa-apanya dibanding mereka 🙂 Tahun ini kebijakan dari LPDP adalah LPDP memberikan kesempatan bagi yang gagal seleksi substansi sampai 2x. Setelah gagal seleksi substansi 2x kita sudah tidak diperkenankan untuk ikut proses seleksi LPDP lagi. Jadi masih ada kesempatan bagi suami untuk mencoba lagi. Semoga dengan persiapan yang lebih matang akan memberikan hasil yang lebih baik.

Beberapa tips untuk seleksi substansi ini:

  1. Pakai baju yang rapi tapi tetap nyaman karena ga semua tempat berlangsungnya proses seleksi ini ada AC-nya.
  2. Bawa papan alas tulis sendiri karena ga semua tempat seleksi ada meja untuk menulis.
  3. Kuasai topik yang sedang trend saat ini untuk persiapan essay on the spot dan group discussion.
  4. Sebaiknya sudah mengantongi LoA saat seleksi untuk nilai tambah kita. Tapi tidak ada jaminan juga kalau sudah ada LoA pasti akan lulus seleksi.
  5. Pelajari kembali Tugas Akhir atau Thesis kita sebelumnya.
  6. Datang lebih awal dari jadwal seleksi yang ditentukan. Suami saya tiba-tiba jadwal interview-nya dimajukan 20 menit sebelumnya.
  7. Selain prestasi akademik, tonjolkan juga kemampuan organisasimu karena LPDP ini mencari figur leader yang berprestasi.
  8. Jangan terlalu berharap banyak dengan hasilnya. Suami saya waktu itu cukup pede dengan hasilnya tapi ternyata gagal. Intinya sih kita ga tau kriteria LPDP itu gimana dalam memilih kandidatnya. Bukan kayak test math yang hasilnya selalu pasti.
  9. Jangan mengorbankan karirmu demi proses seleksi yang belum tentu kamu dipastikan lolos. Sedihnya bisa double kalau sampai ilang karir dan gagal pula dalam seleksi beasiswa. Pertimbangkan baik-baik resikonya.

Sekian sharing dari saya, semoga next suami saya bisa lebih beruntung dalam memperoleh beasiswa. Salam sukses buat kalian semua!

Sharing Info

Persiapan Menghadapi Tes TOEFL

Hai semua, kali ini saya akan share tentang bagaimana menyiapkan diri menghadapi test TOEFL. Test TOEFL ini diperlukan banget kalau kita berniat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Beberapa universitas atau lembaga pemberi beasiswa mensyaratkan score TOEFL tertentu untuk syarat penerimaannya, mostly sih untuk perkuliahan di luar negeri. Tulisan ini saya buat berdasarkan pengalaman suami saya yang berhasil lulus TOEFL dengan nilai yang cukup baik dan hanya dengan belajar otodidak (tanpa kursus). Yah secara ya kalau sudah kerja itu apalagi kayak suami saya yang kantor di Jakarta dan rumah di Tangerang begini, sampe rumah juga udah capek, boro-boro mau ikut kursus lagi, hehe.

TOEFL adalah singkatan dari Test of English as Foreign Language. Test ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan bahasa Inggris kamu (dalam logat Amerika). Kalau yang berorientasi pada logat British namanya tes IELTS. Ujian TOEFL ini diselenggarakan oleh ETS (Educational Testing Service) di seluruh dunia dengan kantor pusatnya berada di Amerika Serikat. TOEFL ini. TOEFL ini ada beberapa jenis berdasarkan metode test-nya, yaitu:

  • Paper Based Test (PBT)
    Test dilakukan diatas kertas dengan 3 sesi pengujian: Listening, Structure dan Reading. Range score berkisar 310 (minimum) – 677 (maksimum). Saat ini jenis tes ini sudah mulai ditinggalkan atau tidak berlaku lagi di dunia internasional, hanya beberapa negara saja yang masih mau menerima hasil test ini.
  • Computer Based Test (CBT)
    Test dilakukan dengan media komputer dengan menggunakan software resmi dari ETS untuk pengujiannya. Ada 4 sesi pengujian: Listening, Structure, Reading dan Writing. Range score berkisar 0 (miminum) – 330 (maksimum).
  • Internet Based Test (iBT)
    Test menggunakan komputer dengan sistem online dari ETS. Saat ini test ini adalah test yang diakui secara global. Ada 4 sesi pengujian: Listening, Writing, Reading dan Speaking. Range score berkisar 0 (minimum) – 120 (maksimum).

Universitas yang diincar oleh pak suami adalah universitas yang mensyaratkan TOEFL iBT dengan nilai minimum 90 dan dengan score minimum untuk Writing 20. Suami saya berhasil mendapatkan score 94 untuk TOEFL iBT-nya per Desember 2015 lalu. Untuk kalian yang mau TOEFL dengan tujuan mendaftar di universitas luar negeri harap dipastikan persyaratan test-nya baik-baik ya (Jenis test dan score minimum). Berikut adalah tips persiapan menghadapi test TOEFL yang saya rangkum dari pengalaman pak suami:

  1. Otodidak atau Ikut Kursus?
    Nah ini tergantung kemampuan kalian masing-masing. Untuk yang punya dana lebih dan waktu lebih sih memang lebih baik ikut kursus karena didalam kursus itu kita bisa lebih intens belajarnya (kursus persiapan TOEFL ini lumayan juga biayanya lho). Tapi kalau kalian sama seperti suami saya yang karyawan swasta dimana waktunya terbatas karena kesibukan kerja, belajar otodidak pun ga masalah, yang penting fokus dan konsisten.
  2. Beli buku untuk latihan di rumah.
    Suami saya waktu itu beli buku Barron’s TOEFL iBT 14th edition di toko buku Gramedia. Harganya sekitar 500 ribu-an rupiah. Di paket buku itu ada beberapa CD latihan yang berguna sekali untuk mengasah kemampuan kalian dalam hal bahasa inggris dan juga manajemen waktu pengerjaan soalnya.
  3. Practice more!
    Practice makes perfect. Dalam buku Barron’s tersebut disarankan kita punya waktu latihan 80 jam. Suami saya karena kesibukan kerja latihannya kurang dari 80 jam tersebut. Persiapan pak suami kurang lebih sekitar 2 bulan. Pulang kerja, mandi, makan terus mantengin buku latihan Barron’s itu deh, hehe. Weekend juga dimanfaatin buat belajar di rumah.
  4. Siapin Budget.
    Untuk mengikuti test TOEFL iBT kita diharuskan membayar ke ETS sebesar USD 190 atau sekitar 2,6 juta rupiah. Belum lagi kalau kita ikut kursus persiapan TOEFL yang biayanya juga berkisar lebih dari 1 juta rupiah. Lumayan kan jumlahnya, jadi harus ditabung-tabung dari awal deh. Dan usahakan dapat nilai setinggi-tingginya.. sayang duitnya bok! hehe.
  5. Pilih tempat test yang bikin kamu nyaman.
    Kalau perlu sih survey dulu sebelumnya lokasi test-nya gimana. Kalau kamu orangnya gampang terganggu dengan suara bising, cari tempat test yang tenang. Kita bebas pilih tempat testnya dimana koq, asal ada dalam list ETS. Survey lokasi ini juga akan menguntungkan kita disaat hari H, biar kita ga nyari-nyari lokasi lagi pas hari H.
  6. Pilih waktu test yang sesuai dengan deadline submit dokumen ke universitasnya.
    Test TOEFL iBT ini butuh waktu 2 minggu (hari kerja untuk mendapatkan hasilnya). Belum pula kalau dokumen hasil TOEFL ini minta dikirim hardcopy-nya ke universitas, pertimbangkan juga waktu pengiriman dokumen ke luar negerinya.

IMG_20160304_134122[1]

Dalam tahap ini support saya sebagai istri adalah:

  • Tidak merengek-rengek sama suami minta ditemanin jalan pas weekend. Saya membebaskan suami dari segala tugas rumah tangga printilan. Semua yang bisa saya handle saya kerjakan sendiri biar suami fokus belajarnya.
  • Membuat suasana rumah senyaman mungkin biar kondusif untuk belajar.
  • Tidak membebani pikiran suami dengan segala unek-unek dan cerita keluh kesah.
  • Membantu suami dalam hal practice conversation bahasa Inggris di rumah.

Demikian yang bisa saya share. Semoga sukses ya test TOEFL-nya buat kalian yang ada jadwal test dalam waktu dekat.

Sharing Info

Mengurus Translasi Ijazah / Transkrip, Translasi Deskripsi Mata Kuliah dan Surat Rekomendasi Dosen

Untuk mendapatkan beasiswa, kita harus mendapatkan LoA (Letter of Acceptance) dari universitas yang kita incar. Syarat administrasi tiap universitas bisa berbeda-beda. Kita juga berhak mendaftar di lebih dari satu universitas. Nah, salah satu universitas yang diincar pak suami mewajibkan untuk mengirimkan dokumen:

  • Fotokopi ijazah yang sudah diterjemahkan ke bahasa Inggris
  • Fotokopi transkrip nilai yang sudah diterjemahkan ke bahasa Inggris (kebetulan transkrip nilai pak suami sih sudah dalam format bahasa Inggris dan sudah ada legalisirnya)
  • Surat rekomendasi dari 2 dosen
  • Deskripsi silabus mata kuliah yang pernah diambil dalam bahasa Inggris

Jadi dimana kita harus mengurus semua dokumen itu? ya di kampus lah tentunya, hehe. Oleh karena itu beberapa waktu lalu saya dan pak suami mengurus dokumen tersebut ke kampus kami di Institut Teknologi Bandung. Yup, saya dan pak suami memang satu almamater, satu angkatan namun beda jurusan. Hitung-hitung ke Bandung untuk ngurus dokumen sekalian liburan lah.

Untuk urusan administrasi ke kampus tentu saja kita harus mengikuti jam kerja kantor administrasinya yaitu Senin – Jumat pk. 08.00 – 16.00 WIB. Jadi kalau yang bekerja silakan atur jadwal cutinya ya. Kemudian bahan pertimbangan lainnya adalah cek kalender akademis, jangan sampai datang ke kampus saat libur kuliah karena suka susah untuk nyari dosen di kampus. Kalau administrasinya sih mungkin tetap buka.

Translasi Ijazah / Transkrip

Kami berangkat ke Bandung Jumat pagi dan langsung ke kampus. Urusan pertama adalah translasi ijazah ke bahasa Inggris. Untuk urusan translasi ijazah / transkrip ini dilakukan di Fakultas, dalam hal ini karena jurusan kuliah pak suami dulu dibawah naungan Fakultas Teknik Industri (FTI) maka kami datang ke loket administrasi FTI. Dokumen yang harus disiapkan untuk translasi ijazah ini adalah:

  • Ijazah asli
  • Pasfoto 4×6 hitam putih sebanyak 1 lembar

Kemudian staf loket langsung mengetik ijazah kita dalam bahasa Inggris sesuai template yang ada dan diprint untuk kita cek ulang apakah data-data yang tercantum sudah benar. Setelah benar, kita disuruh tanda tangan disamping pasfoto kita yang sudah ditempel di ijazah translasi. Kemudian kita ditanya butuh berapa banyak copy yang mau dilegalisir? Ada tarif resminya, harga dihitung per lembar (saya lupa harganya, sekitar Rp.5.000 per lembar kalau ga salah). Maksudnya sih biar orang-orang juga ga legalisir sebanyak-banyaknya sesuka hati, hehe. Urusan translasi dan legalisir ini selesai dalam 3 hari kerja (karena harus minta tanda tangan Rektor juga) dan bisa dikirim ke alamat kita kalau kita ga bisa ambil langsung di loket (tentunya ada biaya kirim sesuai tarif JNE / Tiki).

Surat Rekomendasi Dosen

Inilah mengapa kita harus tetap menjaga komunikasi dengan dosen kita sewaktu kuliah, biar kalau minta surat rekomendasi jadi ga canggung, hehe. Pak suami minta surat rekomendasi ke mantan dosen pembimbingnya dulu dan dosen kepala laboratorium Tugas Akhir-nya dulu. Ngobrol-ngobrol dan silaturahmi dulu lah. Suratnya ga langsung jadi hari itu juga ya karena dosen-dosen juga punya kesibukan tersendiri. Kita juga harus aktif follow-up ke dosen menanyakan surat rekomendasinya kapan bisa diambil. Yup, jadi urusan surat rekomendasi ini akan bikin kita bolak-balik ke kampus. Kalau dihitung-hitung sih sekitar sebulan baru surat rekomendasi dosen ini bisa diambil di kampus. Jadi jangan mepet-mepet waktunya kalau submit dokumen ini ke universitas ya.

Translasi Deskripsi Mata Kuliah

Kita bisa minta dokumen ini di Tata Usaha (TU) Jurusan. Kita tunjukkan transkrip kita, mata kuliah apa saja yang pernah diambil. Kalau mata kuliah wajib pasti sama semua, tinggal bedanya di mata kuliah pilihan saja. Setelah itu hasil translasi dokumen deskripsi mata kuliah ini dibawa ke loket administrasi fakultas (dalam hal ini FTI untuk suami saya) untuk dicap. Prosesnya memakan waktu sekitar 1 hari kerja.

Sharing Info

Mengurus Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK)

Masih dalam rangka beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan). Setelah pak suami dinyatakan lulus seleksi administrasi, seleksi selanjutnya untuk beasiswa LPDP ini adalah interview, Leaderless Group Discussion (LGD) dan Essay on The Spot. Pada proses ini peserta diwajibkan membawa beberapa dokumen dan salah satunya adalah Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).

Untuk mengurus SKCK ini kita harus datang dulu ke Ketua RT (Rukun Tetangga) untuk minta surat pengantar yang dicap oleh ketua RT. Setelah itu surat itu kita bawa ke ketua RW untuk dicap. Suami saya mengurus sendiri di hari Sabtu pagi saat libur kerja (Sekedar informasi kami tinggal di daerah Tangerang Kota). Kalau urusan ke RT dan RW lebih fleksibel sih waktunya, tinggal datang aja ke rumah ketua RT dan RW, ga harus Senin – Jumat gitu kayak orang kantoran. Justru rata-rata ketua RT dan RW itu kerjaan utamanya jadi orang kantoran dan profesi ketua RT – RW itu hanya sebagai kerja sampingan. Suami saya tidak dimintai uang atau biaya sepeser pun untuk surat pengantar RT – RW ini.

Surat pengantar RT – RW kemudian kita bawa ke kantor kelurahan tempat kita tinggal. Nah, kalau kantor kelurahan ini jam kerjanya hanya Senin – Jumat pk. 08.00 – 16.00 WIB. Karena suami saya ga bisa cuti, jadi saya yang dimandatkan untuk mengurus surat ini ke kelurahan. Saat saya ke kelurahan tidak diwajibkan untuk membawa surat kuasa. Saya cuma bawa fotokopi Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) suami aja untuk verifikasi. Proses di kelurahan juga tidak ribet. Saya menyerahkan surat pengantar dari RT – RW, kemudian petugas kelurahan langsung mengetik surat pengantar SKCK buat kita. Saya cuma ditanya keperluan bikin SKCK tersebut buat apa, dan saya jawab untuk keperluan beasiswa. Ga sampai 15 menit suratnya sudah diprint dan ditandatangani serta dicap oleh kepala Kantor Kelurahan. Surat pengantar dari RT-RW tadi diambil oleh petugas kelurahan. Saya juga tidak dipungut biaya apapun di kelurahan untuk urusaan surat pengantar ini.

Surat pengantar dari kelurahan kemudian kita bawa ke kantor polisi untuk syarat membuat SKCK. Kita bisa memilih membuat SKCK di kantor PolSek atau PolRes. Konon untuk keperluan melamar kerja sebagai CPNS dan penerbitan visa, SKCK harus diterbitkan oleh PolRes. Selain itu boleh diurus ke PolSek. Suami saya waktu itu mengurus sendiri di kantor PolSek dekat rumah. Mengurus SKCK ke kantor polisi ini tidak bisa diwakilkan lho ya. Oh iya, jam kerja kantor PolSek (maupun PolRes) hanya Senin – Jumat, pk. 08.30 – 15.00 WIB. Jadi kalau kalian yang bekerja mungkin harus mengajukan cuti untuk mengurus SKCK ini.  Dokumen yang harus dibawa untuk mengurus SKCK di kantor polisi:

  • KTP (Kartu Tanda Penduduk) asli dan 1 lembar fotokopi
  • KK (Kartu Keluarga) asli dan 1 lembar fotokopi
  • Akte Lahir asli dan 1 lembar fotokopi
  • Surat pengantar SKCK dari kelurahan asli
  • Pasfoto 4×6 berwarna (Background foto warna merah) sebanyak 6 lembar

Saat datang ke kantor PolSek, kita langsung menyerahkan dokumen ke counter dan kemudian diverifikasi oleh petugasnya. Kita juga diwajibkan membayar biaya administrasi pembuatan SKCK sebesar Rp. 10.000 (Tarif Resmi). Setelah itu kita akan diberikan formulir untuk diisi. Selesai isi, formulir kita kembalikan ke petugas kemudian tinggal menunggu giliran untuk scan sidik jari. Selesai scan, SKCK kita sudah langsung jadi. Tapi petugas akan minta kita untuk fotokopi SKCK asli tersebut 5 lembar dan dibawa kembali untuk legalisir. Saat menyerahkan legalisir SKCK petugas menyebutkan biaya legalisir adalah “seikhlasnya” dan suami saya hanya memberikan uang Rp. 10.000 hehehe. Proses pembuatan SKCK ini tidak lama, kurang dari 30 menit saja. Suami saya kebetulan tiba di kantor PolSek pk. 09.00 pagi dan antrian pendaftar masih sedikit. Tips untuk mengurus SKCK ini adalah kalau mau urusan cepat selesai disarankan untuk datang pagi ke kantor polisi. Semakin siang maka pendaftar akan semakin banyak dan tentu saja akan membuat antrian lebih lama.