Travel Journal

Pengalaman Naik Kereta Bandara (Soekarno-Hatta Airport)

Hai semua!

Maafkan baru update blog lagi setelah sekian lama. Penyakit malas kembali menyerang sehingga untuk buka laptop pun malas sekali, hahaha. Tapi tenang saja, saya masih rajin membalas comment yang masuk koq karena ada notifikasi-nya di e-mail. Kalau sekedar balas comment biasanya saya hanya menggunakan aplikasi “WordPress” yang ada di handphone android saya. Akan tetapi kalau untuk menulis saya tetap prefer dari laptop karena lebih cepat mengetiknya.

Back to the topic, hari ini saya mau menceritakan pengalaman saya naik kereta bandara di Soekarno-Hatta Airport, Jakarta. Kebetulan bulan April 2018 lalu saya ada urusan di airport jadi tidak ada salahnya sekalian mencoba fasilitas baru ini. Keberadaan kereta tersebut diharapkan bisa mengurangi kemacetan lalu-lintas di jalan menuju / dari bandara. Ada 2 jenis kereta yang ada di Soekarno-Hatta Airport, yaitu Skytrain (Kereta Layang) dan Kereta Railink. Untuk lebih jelasnya akan saya bahas satu per satu di bawah ya.

Skytrain (Kereta Layang)

Kalau dahulu kala kita harus menunggu shuttle bus airport (free of charge) untuk berpindah dari terminal satu ke terminal lainnya, maka sekarang ini sudah ada fasilitas baru yaitu Skytrain. Tidak seperti shuttle bus yang jadwal ketibaannya tidak jelas karena terkena imbas macet di area bandara, Skytrain lebih memberikan jaminan tepat waktu karena bebas macet.

Apabila kalian pernah naik Skytrain di Changi Airport Singapore, maka bentuk gerbong kereta Skytrain di Soekarno-Hatta Airport ini persis sama dengan yang disana. Gerbong Skytrain memang lebih minim tempat duduk supaya space untuk koper dan barang bawaan bisa lebih luas. Saat baru beroperasi Skytrain Soekarno-Hatta masih menggunakan awak / driver, tapi ke depannya Skytrain ini akan menjadi automated train tanpa awak / driver. Canggih ya?

PhotoGrid_1524037807531.jpg
Stasiun Skytrain

Selain menghubungkan antar terminal di bandara (T1, T2 dan T3), Skytrain juga menghubungkan kita dengan stasiun SHIA / Soekarno-Hatta International Airport (Integrated Building) yang merupakan stasiun tempat kereta bandara Railink berada. Jadwal Skytrain paling awal adalah pk. 04:27 WIB dan terakhir pk. 00:17 WIB dari stasiun SHIA. Untuk waktu tunggu Skytrain saat ini masih sekitar 10 menit per kedatangan kereta di setiap stasiun, akan tetapi ke depannya waktu tunggu ini akan diperkecil menjadi 5 menit sekali sehingga bisa mengangkut lebih banyak penumpang.

Untuk bisa mengakses Skytrain, kita harus berjalan keluar dari terminal kedatangan, ikuti petunjuk arah menuju stasiun Skytrain. Ada 2 pilihan menuju stasiun Skytrain yaitu tangga eskalator atau lift. Dari yang saya lihat fasilitas lift agak terbatas dan antri, jadi memang lebih cepat menggunakan tangga eskalator. Saat masuk ke dalam kereta Skytrain kita dilarang untuk menggunakan trolley. Tapi nanti di stasiun tujuan akan disediakan fasilitas trolley untuk mengangkut barang bawaan.

Fasilitas Skytrain bisa kita nikmati dengan gratis alias tidak berbayar. Bisa bebas jalan-jalan keliling antar terminal sesuka hati deh, hehe. Reservasi di muka juga tidak diperlukan. Kita cukup langsung datang ke stasiun Skytrain dan naik kereta yang ada.

Kereta Bandara Railink

Berbeda dengan Skytrain, kereta ini tidak melayani perjalanan antar terminal melainkan melayani perjalanan dari kota Jakarta / Tangerang ke bandara dan sebaliknya. Saat ini kereta bandara Railink baru memiliki 3 stasiun yaitu Stasiun SHIA / Soekarno-Hatta International Airport (Integrated Building), Stasiun Batu Ceper (Tangerang) dan Stasiun BNI City / Sudirman Baru (Jakarta). Untuk ke depannya akan ada penambahan rute ke stasiun Duri dan Manggarai. Sekedar informasi stasiun kereta bandara railink dengan stasiun KRL Commuter Line tidak sama. Walaupun lokasinya mungkin berdekatan dan namanya mirip tapi gedung stasiunnya benar-benar terpisah.

PhotoGrid_1524037470133.jpg
Interior Kereta Bandara Railink

Dari semua gerbong KRL yang pernah saya naiki di Jakarta, gerbong kereta bandara Railink inilah menurut saya yang paling bagus. Maklum lah kereta baru jadi masih kinclong semua, hehe. Tempat duduk di dalam gerbong banyak, ada space untuk menaruh koper dan barang bawaan, nyaman dan full AC. Gedung stasiunnya juga bagus dan nyaman, terutama di stasiun SHIA, ada waiting lounge, restoran dan toko-toko kecil. Untuk gedung stasiun lainnya masih belum terlalu lengkap fasilitasnya, misal di stasiun Batu Ceper belum ada AC dan banyak ruangan kosong.

PhotoGrid_1524037860562.jpg
Suasana Stasiun SHIA

Keberadaan kereta bandara Railink ini bisa menjadi salah satu alternatif transportasi dari / ke bandara Soekarno-Hatta yang bebas macet. Tidak perlu takut lagi ketinggalan pesawat karena macet di jalan. Untuk harga yang ditawarkan memang cukup mahal, sesuai dengan fasilitas yang ditawarkan, yaitu Rp. 35.000 per orang sekali jalan untuk rute SHIA – Batu Ceper dan Rp. 70.000 per orang sekali jalan untuk rute SHIA – BNI City / Sudirman Baru. Akan tetapi, sejak 10 Maret 2018, kereta bandara Railink memberikan diskon 50% untuk harga tiketnya khusus di hari Sabtu dan Minggu. Penurunan harga ini membuat kereta bandara Railink menjadi lebih terjangkau dan memungkinkan kita untuk bepergian dengan rombongan besar (lebih dari 2 orang) dengan harga yang wajar. Untuk masalah jadwal kereta bandara Railink silakan cek link website yang saya sertakan di akhir tulisan.

PhotoGrid_1524037759655.jpg
Antrian Vending Machine di Stasiun SHIA
PhotoGrid_1524037640689.jpg
Cara Menggunakan Vending Machine Tiket Railink

Pembelian tiket kereta bandara Railink bisa dilakukan melalui internet booking, vending machine dan aplikasi mobile “Railink”. Saat mencoba kereta bandara Railink kemarin, saya dan suami menggunakan metode pembelian via vending machine di stasiun SHIA. Pembelian via vending machine cukup mudah, hanya tinggal mengikuti instruksi yang ada. Saat ini, pembayaran yang diterima oleh vending machine hanya berupa kartu debit, kredit dan prepaid card saja (cashless). Setelah transaksi pembelian selesai, vending machine akan mengeluarkan tiket kereta kita. Tiket tersebut jangan sampai lecek atau basah ya, terutama bagian barcode-nya. Barcode yang ada di tiket tersebut berguna untuk membuka gate masuk dan keluar kereta. Jadi simpan terus tiket kalian sampai nanti turun di stasiun tujuan.

PhotoGrid_1524037424157.jpg
Tiket Kereta Railink

Seperti halnya peraturan tertulis di KRL Commuter, hal yang sama juga berlaku di kereta bandara Railink dan Skytrain, yaitu dilarang makan dan minum selama di kereta. Hal ini bertujuan supaya kereta tetap terjaga kebersihannya demi kenyamanan penumpang lainnya. Semoga saja kita semua bisa menjaga fasilitas kereta bandara Railink dan Skytrain dengan baik.

Menurut saya, puncak kepopuleran kereta bandara Railink dan Skytrain ini adalah saat Asian Games Agustus 2018 kelak, dimana akan banyak kontingen atlet dari negara-negara Asia. Kalau dulu Jakarta hanya punya bus untuk mengangkut semua kontingen yang ada dan efeknya jadi bikin jalanan padat dan macet, maka kali ini Jakarta bisa sedikit berbangga dengan adanya kereta bandara Railink dan Skytrain yang tidak kalah bagusnya dengan fasilitas serupa di negara tetangga kita.

Website:

https://www.railink.co.id/jadwal-kereta

Iklan
Travel Journal

Rumah Ulin Arya: Tempat Rekreasi Keluarga Yang Sedang Hits Di Samarinda

Sesuai janji saya di tulisan sebelumnya, hari ini saya akan membahas tentang kunjungan saya ke tempat rekreasi keluarga yang sedang hits di Samarinda, yaitu: Rumah Ulin Arya (RUA). Berada di bidang tanah yang luas dengan hamparan hijau rumput dan berbagai pohon-pohon menjadikan RUA tempat yang asri dan cocok melepaskan penat. Banyak fasilitas yang bisa dimanfaatkan baik untuk anak kecil maupun orang dewasa.

Location

RUA terletak di Desa Bayur, Sempaja Utara. Kurang lebih 30 menit berkendara dari GOR Sempaja. Berlokasi di pinggir kota Samarinda menjadikan RUA sebagai tempat yang tenang dan jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Untuk menuju ke RUA disarankan membawa kendaraan sendiri karena tidak ada angkutan umum yang mencapai lokasi tersebut. Lahan parkir kendaraan cukup luas dan bahkan bisa menampung bus wisata.

Sekedar info, beberapa ruas jalan raya menuju RUA rentan tergenang air / banjir saat hujan deras dalam waktu yang lama. Ada baiknya kita memantau cuaca sebelum menuju ke RUA.

Admission

Ada 2 pintu akses di RUA, yaitu akses ke kolam renang dan akses ke RUA. Apabila hanya ingin ke kolam renang (tanpa ke RUA), harga tiketnya adalah Rp. 60.000 per orang. Sedangkan kalau hanya ingin ke RUA (tanpa ke kolam renang), harga tiketnya Rp. 90.000. Tersedia tiket terusan untuk mengakses keduanya (RUA dan kolam renang) dengan harga yang lebih murah yaitu Rp. 120.000 per orang. Apabila datang dengan rombongan besar (diatas 120 orang), tersedia potongan harga tiket masuk RUA dari Rp. 90.000 menjadi Rp. 70.000 – Rp. 80.000 per orang.

Opening Hours

Jam operasional RUA adalah Senin – Minggu pk. 08.00 – 17:00 WITA. Khusus Sabtu dan Minggu bisa buka sampai pk. 19:00 WITA tergantung banyaknya pengunjung.

Services

RUA melayani penyelenggaraan meeting perusahaan, gathering kantor / keluarga, outbound,  pre wedding dan bahkan party. RUA juga memiliki jasa paket catering untuk melengkapi acara-acara yang diadakan di RUA. Harga catering start from Rp. 30.000 per orang. Tentunya untuk penyelenggaraan acara tersebut dibutuhkan reservasi terlebih dahulu. Silakan hubungi contact yang saya tulis dibawah.

Facilities

Berikut adalah berbagai fasilitas yang ada di RUA:

  • Pool
    Seperti sudah dibahas ditulisan diatas bahwa tiket masuk kolam renang terpisah dari tiket masuk RUA kecuali kalian membeli tiket terusan. Kolam renang ini mengusung tema sehat dengan hanya menggunakan sedikit kaporit. Kebersihan air kolam renang terjaga dengan menggunakan alat filter air yang banyak. Tersedia kolam anak-anak yang terpisah dengan kolam dewasa.

    PhotoGrid_1524037971296.jpg
    Kolam Renang RUA
    PhotoGrid_1524037890685.jpg
    Peraturan Kolam Renang RUA

    PhotoGrid_1524037917354.jpg
    Harga Tiket Masuk Kolam Renang RUA
  • Badminton Court
  • Table Tennis
  • Jogging track
  • Trampoline
  • Bootcamp 713 & Kids Bootcamp
    Bootcamp 713 ini sering dijadikan sebagai lokasi outbound perusahaan.

    PhotoGrid_1524038279068.jpg
    Bootcamp 713

    PhotoGrid_1524038133586.jpg
    Area Outbound
  • Camping Ground
  • Gazebo
    Ada beberapa gazebo di RUA yang bisa digunakan pengunjung untuk bersantai dan melepaskan lelah.

    PhotoGrid_1524037994151.jpg
    Gazebo di RUA
  • Garden Labyrinth
    Labirin ini berukuran kecil dengan tanaman hijau yang dipangkas rapi.

    PhotoGrid_1524038156614.jpg
    Mirip labirin di Eropa hanya saja lebih kecil
  • Butterflies House

    PhotoGrid_1524038217665.jpg
    Papan petunjuk arah di RUA
  • Mini Zoo
    Hewan-hewan yang ada di RUA cukup terawat dan sehat karena pihak pengelola rutin melakukan vaksinasi kepada hewan-hewan ini. Jadi jangan takut tertular penyakit dari hewan-hewan ini ya.
  • Giant Bird Nest
    Sarang burung raksasa ini bukan sarang burung sebenarnya tapi merupakan sarang burung buatan yang ditempatkan diatas pohon untuk kepentingan foto-foto dan melihat pemandangan RUA dari ketinggian. Tersedia akses tangga kayu sehingga kita tidak perlu memanjat pohon langsung, hehe.

    PhotoGrid_1524038112469.jpg
    Tangga menuju sarang burung raksasa

    PhotoGrid_1524038088177.jpg
    Di dalam sarang burung ada telur-nya lho!
  • Salak’s garden
  • Cafe
    Ada 2 cafe di RUA, yaitu Hidden Cafe; cafe outdoor yang terletak disamping kolam renang dan Coccoon Cafe; cafe indoor ber-AC yang terletak ditengah kolam renang dan RUA. Harga makanannya lumayan terjangkau, yaitu mulai dari Rp. 20.000. Untuk cafe outdoor-nya desainnya cukup instagramable.

    PhotoGrid_1524038389282.jpg
    Cafe Outdoor

     

    PhotoGrid_1524038441345.jpg
    Cafe Indoor

    PhotoGrid_1524038349935.jpg
    Menu cafe
  • Karaoke
  • Sound System
  • Private Library
    Dari segi buku menurut saya koleksi disini tidak terlalu banyak tapi desain perpustakaannya cantik sekali. Tidak heran banyak yang menjadikannya salah satu spot untuk foto dan bahkan foto pre wedding. Selain itu perpustakaan ini juga dilengkapi AC sehingga nyaman untuk bersantai.

    PhotoGrid_1524038049148.jpg
    Private Library
  • Meeting Room

Event

Seiring dengan perkembangannya, RUA mengadakan special event seperti perayaan Tahun Baru Imlek (Chinese New Year) 2018 yang terbilang cukup sukses karena ramai pengunjung. Banyak atraksi hiburan yang ditampilkan dalam event tersebut seperti parade tarian dan juga barongsai. Semoga saja ke depannya acara seperti ini bisa terus berlangsung di RUA.

Demikian liputan kunjungan ke RUA yang saya lakukan saat pulang kampung ke Samarinda. Saya pergi kesana pas hari Sabtu menjelang siang. Saat itu memang kondisi RUA sedang agak ramai karena ada family gathering perusahaan. Tapi overall menurut saya masih bisa dinikmati dengan nyaman koq.

Setahu saya, tempat rekreasi dengan konsep seperti RUA ini baru ada satu-satunya di Samarinda. Dengan adanya RUA, ada alternatif lain untuk menghabiskan waktu weekend selain sekedar pergi ke mall. Bosan juga kan kalau terlalu sering ke mall? Hehe. Siapa disini yang sudah pernah ke RUA? Ayo tunjuk tangan!

Contact

Telp/ SMS / WA: 082366600093
Website: http://rumahulinarya.business.site/
IG: rumahulinarya

Travel Journal

Pulang Kampung Ke Samarinda

Di blog ini saya memang jarang menceritakan tentang kampung halaman saya. Saya lahir di Jakarta tapi besar di Samarinda. Jadi bisa dikatakan bahwa kampung halaman saya adalah Samarinda. Apalagi keluarga besar saya masih banyak di Samarinda. Saya memang orang yang jarang pulang ke kampung halaman sejak merantau ke Bandung tahun 2000. Biasanya jatah saya pulang adalah setahun sekali. Bukan kenapa-kenapa, tapi memang tiket pulang kampung ini cukup mahal dan perjalanannya melelahkan. Bisa dicek sendiri, tiket pesawat PP Jakarta-Balikpapan untuk satu orang standarnya sekitar 1,6 juta untuk flight selama kurang lebih 2 jam, belum pula dari Balikpapan ke Samarinda harus menggunakan transportasi darat 3 jam. Transportasi darat ini selain mobil pribadi, bisa juga menggunakan mobil travel (harga sekitar 150 ribu Rupiah per Orang untuk sekali perjalanan) dan sewa mobil (harga sekitar 350 ribu Rupiah untuk sekali perjalanan dengan menggunakan mobil standar Avanza).

Ada update terbaru mengenai bandara Samarinda. Saat ini bandara Samarinda sedang dalam proses akan diresmikan dan beroperasi tahun 2018. Konon rute penerbangan Samarinda – Jakarta akan diadakan. Kalau benar hal ini akan terjadi maka perjalanan pulang kampung ke Samarinda pasti akan lebih nyaman dan tidak melelahkan.

Berhubung dengan adanya long weekend tanggal 30 Maret – 1 April 2018, maka saya mengajak pak suami untuk ikut menemani saya pulang kampung ke Samarinda. Kebetulan tanggal 31 Maret tersebut ada perayaan ulang tahun nenek saya (Ibu dari Mama saya). Sejak menikah memang pak suami ini jarang bisa punya waktu untuk menemani saya pulang kampung.

Pulang kampung kali ini memang didedikasikan untuk acara keluarga. Saya tidak sempat untuk menghubungi teman-teman sekolah saya dulu di Samarinda karena waktu yang saya miliki di Samarinda cukup terbatas. Saya menginap di hotel Aston Samarinda yang lokasinya tidak terlalu jauh dengan rumah orang tua saya. Hotelnya bagus, bersih dan homey. Dari segi harga pun tidak terlalu mahal (kalau dibandingkan dengan hotel di Jakarta). Tidak heran banyak peminatnya sehingga saat long weekend kemarin semua kamar fully booked. Untungnya saya sudah pesan kamar jauh-jauh hari. Hotel Aston Samarinda ini memiliki akses penghubung ke Samarinda Central Plaza (SCP) yang merupakan salah satu tempat perbelanjaan di Samarinda. Jadi untuk sekedar beli air mineral dan snack sih tidak perlu jalan jauh-jauh.

Dikarenakan waktu yang terbatas, untuk urusan mencicipi kuliner Samarinda pun tidak banyak yang sempat kami datangi. Hanya sempat ke kedai Soto Banjar Ayam Kampung Hj. Wati di Jalan Gatot Subroto dan restoran Takigawa di Big Mall. Makanan favorit Samarinda yang tidak sempat didatangi terpaksa harus dibungkus untuk dibawa ke Jakarta. Untuk restoran Takigawa sebetulnya tidak ada yang spesial karena di Jakarta juga ada, tapi berhubung diajak adik saya makan disana ya sudah. Saya juga sekalian mau melihat mall baru di Samarinda, yaitu Big Mall.

Menurut saya, Big Mall ini adalah satu-satunya bangunan di Samarinda yang layak disebut sebagai mall. Tenant yang ada di Big Mall ini juga rata-rata sudah terkenal dan ber-merk. Target market Big Mall memang diperuntukkan untuk kalangan menengah ke atas. Berada di dalam Big Mall ini mengingatkan saya seperti mall di Jakarta dalam bentuk yang lebih sederhana.

Selain urusan keluarga dan kuliner, saya juga berkesempatan mengunjungi salah satu tempat rekreasi keluarga di Samarinda, yaitu Rumah Ulin Arya. Ulasan mengenai Rumah Ulin Arya akan saya buat di tulisan terpisah. Kalau digabung disini takutnya tulisannya jadi kepanjangan, hehe.

Ada pengalaman unik dari kegiatan pulang kampung kali ini. Saat hendak check in untuk penerbangan ke Jakarta di bandara Balikpapan, barang bawaan saya dipermasalahkan. Alasannya karena saya membawa udang galah mentah (walaupun sudah dibekukan dari Samarinda). Saya bukan kali ini saja membawa udang galah dari Samarinda ke Jakarta dengan menggunakan pesawat. Udang galah Samarinda ini memang favorit saya karena ukurannya besar dan harganya pun lebih murah daripada di Jakarta. Harga udang galah di Samarinda berkisar Rp. 90.000 – Rp. 130.000 per kilogram tergantung ukuran udang dan musimnya.

Pihak maskapai meminta saya untuk mengurus bawaan udang saya ke bagian karantina bandara. Perasaan deg-degan pun menghampiri saya karena seumur-umur saya belum pernah berurusan dengan bagian karantina. Dus bawaan saya pun dibongkar di ruang staff karantina bandara. Saya berpesan kepada staff karantina untuk menjaga supaya paket saya jangan sampai rusak dan setelah selesai diperiksa saya minta mereka untuk packing ulang yang rapi supaya bisa masuk ke bagasi pesawat. Pemeriksaan berjalan lancar. Staff karantina menjelaskan bahwa pemeriksaan ini untuk melindungi hasil sungai dan laut Kalimantan Timur. Mereka harus memastikan bahwa hasil sungai atau laut yang dibawa penumpang bukan dari jenis yang langka / dilindungi negara, juga dalam jumlah yang wajar (bukan untuk diperdagangkan). Bahkan menurut staff tersebut untuk destinasi tertentu misal ke Makassar, untuk membawa hasil sungai dan laut kesana harus melalui uji laboratorium dahulu yang dimaksudkan supaya hasil sungai dan laut yang dibawa dalam keadaan sehat, bebas dari penyakit.

PhotoGrid_1524037364588.jpg
Surat Pengantar dari Staff Karantina Bandara Balikpapan

Dari hasil pemeriksaan staff karantina bandara, saya tidak melanggar peraturan apa-apa mengenai membawa hasil sungai dan laut. Oleh karena itu pihak staff bandara membuatkan surat pengantar untuk ke pihak maskapai yang menerangkan udang galah bawaan saya masih dalam batas yang diperbolehkan untuk dibawa terbang. Saya hanya perlu membayar 5 ribu Rupiah untuk penerbitan surat tersebut. Wow! Saya sungguh takjub. Tadinya saya sudah berpikir bahwa saya harus membayar ratusan ribu untuk menyelesaikan urusan ini. Salut untuk pihak staff karantina bandara Balikpapan yang benar-benar bekerja tanpa memanfaatkan jabatan mereka. Semoga bisa terus kerja dengan jujur ya Pak! Hehehe.

Berbekal surat dari pihak karantina bandara, dus bawaan saya bisa diterima dengan baik oleh pihak maskapai dan akhirnya selamat mendarat di Jakarta. Sekedar tips yang saya peroleh dari pihak karantina bandara Balikpapan, untuk hasil sungai dan laut yang akan dibawa, kalau tidak mau repot dengan urusan karantina, lebih baik sudah dalam bentuk olahan masakan, bukan mentah. Tapi kembali lagi dengan selera dan kebutuhan masing-masing orang. Kalau saya tetap lebih suka bawa udang mentah supaya bisa diolah sesuai selera.

Demikian pengalaman saya berurusan dengan pihak karantina bandara. Apakah ada yang memiliki pengalaman yang sama? Silakan isi kolom komentar ya.

 

Travel Journal

Cruise Vacation: Tips

Setelah tulisan sebelumnya membahas tentang itinerary dan fasilitas apa saja yang ada dalam kapal pesiar Royal Caribbean yang kami tumpangi: Mariner Of The Seas, maka dalam tulisan ini saya mau berbagi tips bagi teman-teman yang berencana untuk mengikuti cruise vacation:

  1. Untuk best deal price, kalian harus rajin-rajin mengecek website resmi perusahaan cruise yang kalian incar. Kalau bisa dapat promo BOGOHO (Buy One Get One Half Off) seperti saya maka biaya cruise-nya untuk berdua jadi jauh lebih murah. Hindari membeli paket cruise dari travel agent karena akan lebih mahal jatuhnya. Untuk Royal Caribbean bisa cek website-nya: https://www.royalcaribbean.com
  2. Dalam memilih jam penerbangan ke negara tempat cruise akan berlayar (misal Singapore), perhatikan check in time (biasanya siang – sore hari dan dibagi per deck). Jangan terlalu mepet karena beresiko telat.
  3. Berdasarkan pengalaman saya kemarin, balkon di kamar tidak terlalu terpakai. Awalnya saya memilih kamar balkon supaya bisa melihat sunrise / sunset sambil bersantai di balkon, tapi kenyataannya selama cruise 4D/3N kemarin cuacanya selalu mendung jadi tidak mendukung untuk menikmati sunrise / sunset. Selain tu, dengan padatnya jadwal aktivitas yang kami ikuti selama di kapal, kami jadi jarang bisa menikmati balkon. So, mungkin lebih bijaksana kalau memilih kamar non balkon. Bisa lebih hemat juga biayanya.
  4. Bagi orang tua yang membawa anak kecil dan memilih kamar balkon, harap diawasi sekali anak kecil-nya saat di balkon. Jangan memanjat pagar pengaman yang ada karena bisa jatuh ke laut! Harus hati-hati.
  5. Dikarenakan semua jadwal aktivitas di atas kapal sudah diinfokan lewat media Cruise Compass, maka menurut saya kehadiran tour guide tidak diperlukan. Kita tinggal memilih jenis aktivitas apa yang kita sukai untuk dilakukan.
  6. Bisa berbahasa Inggris akan lebih baik untuk menjalin komunikasi di atas kapal. Tidak perlu bahasa yang baku dan sesuai grammar, paling tidak orang yang dajak bicara bisa mengerti maksud kita. Selain itu, dengan menguasai bahasa Inggris, kita jadi bisa mengerti pengumuman-pengumuman yang disampaikan oleh kru kapal.
  7. Dalam kamar tidak disediakan air minum sehingga disarankan untuk membawa botol air minum sendiri. Botol minum yang kita miliki akan digunakan untuk menampung air minum dari water dispenser ataupun air yang kita masak sendiri di kamar menggunakan kettle listrik. Kalau tidak mau repot, silakan beli air mineral botolan yang dijual di Cafe Promenade, tapi sepertinya harganya mahal deh.
  8. Walaupun water dispenser ada beberapa unit di atas kapal tapi tidak semuanya bisa digunakan untuk mengisi botol minum milik pribadi (ada tulisan larangannya). Lokasi water dispenser yang bisa diakses untuk mengisi botol minum ada di area jogging track dan lapangan basket. Kalau lokasi kamar kita jauh dari lokasi tersebut, lebih baik masak air sendiri saja di kettle listrik.
  9. Setiap hari kamar kita akan dibersihkan oleh room attendant jadi untuk barang berharga harap disimpan di safe box.
  10. Daripada banyak menghabiskan waktu di dalam kamar saja, lebih baik ikuti semua aktivitas yang kalian sukai dan nikmati fasilitas kapal yang ada. Jangan mau rugi dong! Hehe.
  11. Bawa uang USD yang cukup kalau berencana membayar gratuities dengan cash dan ada agenda jajan serta belanja-belanja diatas kapal. Selama di kapal saya tidak melihat ada money changer. Untuk berjaga-jaga kalau uang cash kurang, lebih baik bawa credit card juga.
  12. Bawa obat-obatan pribadi. Walaupun di kapal ada disediakan medical supplies tapi belum tentu cocok buat kita. Lebih baik bawa obat sendiri yang kita tahu cocok dan ampuh untuk kita.
  13. Bawa toiletries dan perlengkapan pribadi (pembalut, sikat gigi, dll) karena di kapal tidak ada toko / minimarket yang menjual barang-barang tersebut.
  14. Bawa pakaian dan sepatu olahraga serta kaos kaki kalau ada niat mengikuti kegiatan olahraga di kapal.
  15. Bawa pakaian renang kalau ada niat berenang atau jacuzzi di kapal.
  16. Saat berada di laut lepas, sinyal GSM atau portable wifi akan hilang. Sinyal baru akan muncul saat kapal mendekati daratan. Kalau urusan pekerjaan mengharuskan kita untuk selalu terhubung dengan internet, silakan registrasi Voom (wifi milik Royal Caribbean) dengan harga USD 12,99 – 17,99 per device per day.
  17. Bawa pakaian yang cukup karena kita tidak bisa mencuci baju di kapal (tidak ada tempat jemurnya, bahkan di balkon kamar pun tidak bisa). Tersedia jasa laundry dengan harga yang mahal.
  18. Selain baju casual, kita harus membawa setelan baju smart casual dan formal juga untuk acara malam hari. Banyaknya baju smart casual dan formal yang harus dibawa biasa tergantung dengan lamanya cruise yang diikuti:
    Cruise 3-5 hari:
    Casual: 2 – 4
    Smart Casual: –
    Formal: 1
    Cruise 6-9 hari:
    Casual: 3 – 6
    Smart Casual: 1
    Formal: 2
    Cruise 10-12 hari:
    Casual: 5 – 7
    Smart Casual: 3
    Formal: 2
    Cruise 13-15 hari:
    Casual: 6 – 8
    Smart Casual: 4
    Formal: 3

Sekian dulu tips dari saya. Kalau ada pertanyaan silakan comment di tulisan ini ya.

Travel Journal

Cruise Vacation: Onboard Facilities

Hello!

Sesuai janji saya pada tulisan sebelumnya, saya akan bahas tentang fasilitas apa saja yang bisa kita dapatkan dengan membeli sebuah tiket cruise. Fasiilitas ini ada yang gratis dan ada juga yang berbayar. Oya, walaupun dalam tulisan ini saya menceritakan tentang fasilitas yang ada di kapal Royal Caribbean: Mariner Of The Seas, tapi saya rasa fasilitas di kapal pesiar yang lain bisa jadi mirip-mirip saja. Tentunya selama ukuran dan kapasitas kapalnya sama besarnya. Okay, tanpa berlama-lama lagi kita langsung bahas onboard facilities yang ada ya.

All You Can Eat! (Free)

Selama cruise vacation jangan pernah takut kelaparan. Kita bebas makan sepuasnya selama restoran atau cafe-nya masih buka. Tentunya kita harus tetap wise dalam mengambil makanan yang ada sesuai kapasitas kita supaya tidak terbuang percuma dan mubazir. Berikut adalah list restoran dan cafe yang bisa kita nikmati diatas kapal Mariner Of The Seas:

  1. Windjammer (Deck 11)
    Restoran ini menyajikan menu sarapan, makan siang dan makan malam. Pilihan makanannya banyak: Asian, India dan bahkan vegetarian. Tersedia beberapa pilihan dessert dan minuman juga. Sistem makan di restoran ini adalah buffet style. Kita bebas mengambil makanan apa saja disini. Dikarenakan self service dan tidak ada pelayan yang standby di meja maka kita harus mencari table yang kosong sendiri untuk tempat kita makan. Terkadang saking penuhnya yang tersisa hanya tinggal table bentuk bar dengan high chair. Keunggulan tempat ini adalah waktu bukanya lebih lama:
    – Sarapan: pk 06:30 – 10:30
    – Makan Siang: pk. 11:30 – 16:00
    – Makan Malam: pk. 18:30 – 21:00
    Selama restoran masih buka, kita bebas keluar masuk untuk makan. Jadi kalau setelah makan masih lapar, kita bisa balik lagi kesini. Oya, dress code restoran ini mostly adalah casual look.

    P_20180113_184616_vHDR_Auto
    Windjammer
  2. Rhapsody In Blue Dining Room (Deck 3)
    Restoran ini bukan restoran buffet seperti Windjammer. Kita tidak perlu makan tergesa-gesa dan mengantri meja. Di restoran ini sudah ada meja yang disiapkan untuk kita (tidak perlu reservasi karena memang mejanya banyak). Pelayan akan datang ke table untuk memberikan menu. Kita tinggal order dan pelayan akan membawakan makanannya ke meja kita. Pilihan makanan di menu hanya western food. Minuman yang bisa kita dapatkan secara free hanya air putih, teh dan kopi. Untuk minuman beralkohol dikenakan charge. Jam buka restoran ini lebih singkat:
    – Sarapan: pk. 07:00 – 09:00
    – Makan Siang: pk. 11:30 – 13:00
    – Makan Malam (hanya untuk orang tertentu, pembagian dining room harus dilihat di kartu Sea Pass): pk. 17:30 – 19:30 untuk early seating dan pk. 20:00 – 21:00 untuk second seating.

    P_20180113_123035_vHDR_Auto
    Rhapsody In Blue
  3. The Sounds Of Music Dining Room (Deck 4 & 5)
    Tipe restoran ini adalah fine dining, mirip degan Rhapsody In Blue. Lokasinya pun tepat diatas Rhapsody In Blue. Disarankan untuk melakukan reservasi table terlebih dahulu (khusus untuk penumpang dengan kategori My Time Dining). Pilihan makanan di menu hanya western food, terdiri dari appetizer, main course dan dessert. Minuman yang bisa kita dapatkan secara free hanya air putih, teh dan kopi. Untuk minuman beralkohol dikenakan charge. Jam buka restoran ini hanya malam hari:
    – Makan Malam (hanya untuk orang tertentu, pembagian dining room harus dilihat di kartu Sea Pass): pk. 17:30 – 19:30 untuk early seating dan pk. 20:00 – 21:00 untuk second seating.

    P_20180114_174501_vHDR_Auto
    The Sounds Of Music
  4. Cafe Promenade (Deck 5)
    Di cafe ini tidak ada makanan berat. Hanya ada roti, cake dan minuman berupa air putih, teh dan kopi. Semua self service. Kalau lagi penuh dan tidak dapat tempat duduk, beberapa penumpang membawa makanannya ke kamar masing-masing. Cafe ini buka 24 jam. Menurut saya pizza disini lumayan enak lho.

    P_20180112_184700_vHDR_Auto
    Cafe Promenade
  5. Dog House (Deck 11)
    Kedai ini menyajikan berbagai macam pilihan hot dog. Lokasinya di pool area.

    P_20180114_090420_vHDR_Auto
    Dog House
  6. Arctic Zone (Deck 11)
    Kedai ini menyajikan ice cream berbagai rasa. Lokasi ada di pool area sederetan dengan Dog House.

    P_20180114_090512_vHDR_Auto
    Arctic Zone
  7. Room Service (Only for breakfast)
    Layanan ini free selama kita menggantungkan kertas pilihan menu breakfast kita untuk keesokkan harinya sebelum pk. 23:00 di depan pintu kamar. Akan tetapi saya tidak pernah menggunakan layanan ini karena pilihan menunya sedikit. Hanya terbatas pada roti atau omelette.

Selain tempat makan yang saya sebutkan diatas, ada pula beberapa tempat makan yang berbayar. Harga untuk sekali makan disini adalah USD 30-85 per orang belum termasuk 18% gratuities. Saya dan suami belum pernah coba karena lebih memilih makanan gratis, hehe. Berikut list tempat makan berbayar yang ada di atas kapal:

  • Chop’s Grille (Deck 11)
    – Makan Siang: pk. 11:30 – 13:00
    – Makan Malam: pk. 17:30 – 21:00
  • Giovanni’s (Deck 11)
    – Makan Siang: pk. 11:30 – 13:00
    – Makan Malam: pk. 17:30 – 21:00
  • Ben & Jerry’s Ice Cream (Deck 5), open: pk. 10:00 – 01:00
  • Johnny Rockets (Deck 12), open: pk. 11:30 – 23:00
  • Semua bar yang menjual minuman beralkohol (ex: Dragon’s Lair, Casino Bar, Cafe Promenade Bar, Schooner Bar etc). Mostly open pk.11:00 – midnight.

Sarana Olahraga

Bagi yang hobby berolaraga bisa menyalurkan hobby-nya dengan kegiatan berikut:

  1. Wall Climbing (Deck 14)
    Diwajibkan untuk memakai kaos kaki.

    P_20180112_151817_vHDR_Auto
    Wall Climbing
  2. Basketball (Deck 13)
    Diwajibkan untuk memakai pakaian dan sepatu olahraga.

    P_20180114_104708_vHDR_Auto
    Basketball
  3. Mini Golf (Deck 13)

    P_20180112_151341_vHDR_Auto
    Mini Golf
  4. Inline Skating (Deck 13)
    Diwajibkan untuk memakai kaos kaki.
  5. Ice Skating (Studio B, Deck 3)
    Diwajibkan untuk memakai celana panjang dan kaos kaki.

    P_20180113_113543_vHDR_Auto
    Ice Skating
  6. Jogging Track (Deck 12)
    Tersedia jogging track dengan panjang lintasan 320 meter.

    P_20180115_090130_vHDR_Auto
    Jogging Track
  7. Tennis Table (Deck 13)

    P_20180112_151657_vHDR_Auto
    Tennis Table
  8. Pool & Jaccuzi (Deck 11)
    Diwajibkan untuk menggunakan pakaian renang.

    P_20180112_152027_vHDR_Auto
    Pool & Jaccuzi
  9. Fitness Center (Deck 11)
    Diwajibkan untuk memakai pakaian dan sepatu olahraga.

    P_20180114_114829_vHDR_Auto
    Fitness Center
  10. Sauna (Deck 11)
    Lokasinya ada di dalam fitness center.

Library (Deck 7)

Bagi yang hobby baca dan butuh suasana tenang bisa datang ke perpustakaan ini. Ada sofa yang nyaman serta buku-buku menarik. Tidak hanya koleksi bacaan yang berat tapi juga banyak novel dan majalah disini. Perpustakaan ini buka 24 jam.

P_20180113_130715_vHDR_Auto
Library

Royal Shops (Deck 5, Royal Promenade)

Di dalam kapal juga ada beberapa toko yang menjual barang branded seperti Michael Kors, Coach, Guess, dll. Ada juga toko kosmetik yang menjual high-end brand. Sekedar informasi, mata uang yang berlaku disini adalah USD. Jadi pastikan punya uang cash yang cukup atau membawa credit card ya.

P_20180113_194432_vHDR_Auto
Salah satu toko yang ada di Royal Promenade

Salon & Spa (Deck 12)

Tentunya layanan ini tidak free alias berbayar. Harganya sesuai dengan layanan yang dipilih. Dikarenakan saya dan suami tidak masuk kesini jadi saya tidak bisa menginfokan price list-nya.

Watch Movie

Selain nonton film di kamar masing-masing, kita juga bisa nonton bareng penumpang yang lain di tempat berikut:

  • Screening Room (Deck 2)
    Bentuknya seperti bioskop kecil dan berada di ruangan kedap suara.

    P_20180114_122159_vHDR_Auto
    Screening Room
  • Movie On The Big Screen (Deck 11, Pool Deck)
    Kita akan menonton film yang diputar di layar besar di udara terbuka dengan kursi santai. Mirip dengan “Layar Tancep” kalau di Indonesia, hahaha.

    P_20180115_090631_vHDR_Auto
    Kelihatan ga big screen yang di atas pool area?

Art Gallery (Deck 3), open: pk. 11:00 – 14:00 dan pk. 20:00 – 22:00

Berisi pameran lukisan dan foto. Jumlah koleksinya tidak terlalu banyak.

P_20180113_125113_vHDR_Auto
Art Gallery

Cards & Games

Di dalam kapal ada beberapa wahana permainan yang tentunya berbayar:

  • Video Arcade
    Untuk memainkan mesin arcade kita tinggal menggesekkan kartu Sea Pass kita di slot yang disediakan. Tagihannya akan langsung masuk ke credit card atau muncul saat pembayaran gratuities (kalau kita memilih metode pembayaran cash). Lokasi mesin arcade ini ada di deck 12.

    P_20180112_150901_vHDR_Auto
    Mesin Arcade
  • Mahjong dan kartu
    Disediakan ruangan dan meja khusus untuk bermain mahjong dan kartu di Cloud Nine, deck 14. Kalau kita tidak membawa kartu dan mahjong sendiri, disini ada jasa penyewaan kartu dan mahjong.

    P_20180113_141431_vHDR_Auto
    Main Mahjong
  • Casino
    Kalau disini tentunya bukan sekedar main kartu sembarangan lagi karena sudah melibatkan uang. Kalau disini judi di casino adalah hal yang legal dan tidak melanggar hukum. Casino ada di deck 4, open: pk. 20:00 – late night.

    P_20180113_125645_vHDR_Auto
    Casino

Conference Room

Sepertinya disewakan untuk acara kantor atau public speaking dan bahkan wedding reception. Tempatnya lumayan luas dilengkapi fasilitas projector. Lokasi ada di deck 2.

P_20180114_122850_vHDR_Auto
Conference Center

Skylight Chapel

Ini adalah private wedding chapel diatas kapal. Tempatnya tidak begitu luas, hanya bisa menampung keluarga dekat pengantin saja. Di sebelah chapel ada kamar ganti untuk pengantin. Lokasi chapel ada di atas deck 14. Disebut skylight chapel karena lokasinya berada di tempat paling atas badan kapal dan ada jendela kaca untuk masuknya sinar matahari. Kalau mau acara wedding yang anti mainstream mungkin bisa mencoba ide ini, hahaha.

P_20180114_112708_vHDR_Auto
Wedding Chapel

Helipad

Awalnya saya bingung helipad ini buat apa. Tapi setelah dirunut dan disambungkan dengan keberadaan chapel, saya berpikir helipad ini adalah untuk sarana pengantin datang ke atas kapal. Kalau biasanya di darat kita pakai mobil pengantin, nah kalau di kapal pesiar ini mungkin pakai helikopter pengantin. Mewah sekali ya!

P_20180114_121548_vHDR_Auto
Helipad

Internet / wifi

Khusus fasilitas ini adalah fasilitas berbayar yang harganya cukup mahal. Nama provider internet di kapal ini adalah Voom. Tarifnya sebesar USD 12,99 (khusus untuk surf) dan USD 17,99 (untuk surf dan stream) per device per hari. Sekedar informasi, saat di laut lepas, sinyal GSM maupun portable wifi dipastikan akan hilang. Jadi kalau kalian diharuskan untuk tetap terhubung dengan internet untuk alasan tertentu, lebih baik daftar ke Voom saja. Kalau saya dan suami kemarin tidak membeli paket Voom dan lebih memilih menikmati waktu berdua di atas kapal tanpa gangguan internet, hehe. Untuk registrasi Voom bisa dilakukan di Internet Service Desk yang ada di deck 5, open: pk. 09:00 – 13:00 / pk. 16:00 – 18:00.

P_20180114_211603_vHDR_Auto
Paket Voom

Laundry

Tentunya ini adalah layanan berbayar. Saran saya lebih baik membawa baju lebih dibanding harus menggunakan layanan laundry yang mahal.

P_20180114_123501_vHDR_Auto
Laundry Price List

Shore Excursion

Shore excursion adalah jasa paket tour resmi dari Royal Caribbean untuk menjelajahi daratan yang disinggahi. Ada harga yang harus dibayar untuk mengikuti paket ini. Untuk registrasi kita bisa langsung mendatangi counter Shore Excursion di deck 5 (tepat di sebelah counter Guest Service).

Kids Activities

Bagi yang berlibur dengan membawa anak kecil, ada kids center yang bernama Adventure Ocean di deck 12. Anak-anak yang mengikuti program activities di Adventure Ocean akan diklasifikasikan berdasarkan umurnya:
– 3 sampai 5 tahun: Aquanauts Program (Kuota: 30 anak)
– 6 sampai 8 tahun: Explorers Program (Kuota: 50 anak)
– 9 sampai 11 tahun: Voyagers Program (Kuota: 50 anak)
Jenis permainan akan disesuaikan dengan umur anak. Perlu dicatat disini, anak yang boleh mengikuti kegiatan di Adventure Ocean hanya anak yang fully toilet trained (no diaper allowed in the area). Dikarenakan keterbatasan kapasitas maka berlaku sistem first come first served. Untuk program-program yang ditawarkan di Adventure Ocean ada yang gratis dan ada yang berbayar jadi harap dipastikan terlebih dahulu sebelum join.

P_20180112_150837_vHDR_Auto
Adventure Ocean

Live Music

Live music biasanya ditampilkan pada jam-jam tertentu di area dekat bar (Schooner Bar dan Cafe Promenade).

Live Show

Untuk jadwal pertunjukan yang sedang berlangsung bisa dilihat di Cruise Compass.

Sekian info tentang onboard facilities di kapal Mariner Of The Seas ya. Semoga bermanfaat.

Website: https://www.royalcaribbean.com/cruise-ships/mariner-of-the-seas/things-to-do

 

 

Travel Journal

Cruise Vacation: Singapore – Jakarta (Day 4 – End)

Senin, 15 Januari 2018

P_20180114_083818_vHDR_Auto
View laut dari balkon kamar

Pagi ini kapal Mariner Of The Seas sudah mendekati daratan Singapore. Dari balkon kamar kami menikmati pemandangan kota Singapore menjelang kapal berlabuh. Sayangnya cuaca pagi ini agak mendung jadi hasil foto-nya kurang bagus.

P_20180115_073644_vHDR_Auto
Sudah dekat dengan daratan Singapore

Sebelum check out kami masih dapat jatah sarapan. Dari ketiga restoran yang menyajikan sarapan hari ini; Rhapsody In Blue Dining Room (pk. 06:30 – 08:00), Cafe Promenade (pk. 06:00 – 09:00) dan Windjammer (pk. 06:00 – 08:30), kami lebih memilih sarapan buffet di Windjammer. Alasannya supaya lebih cepat selesai dan kami punya waktu untuk mandi dan beres-beres koper.

P_20180115_090011_vHDR_Auto
Pemandangan ketika kapal sudah berlabuh

Selesai mandi, pak suami masih sempat-sempatnya berkeliaran di kapal dan foto-foto. Saya waktu itu tidak ikut keluar kamar karena masih repot urusan dandan dan beresin koper. Dari jadwal yang diberikan, untuk luggage tag kami yaitu no. 23, diharapkan untuk berkumpul di Studio B deck 3 pk. 10:10 sebelum nantinya berangkat (turun kapal) dari sana. Akan tetapi pada saat kami mau turun lift ke deck 3, kami bertemu dengan seorang kru kapal yang mengatakan kami sudah bisa langsung turun kapal ke gedung cruise center tanpa perlu berkumpul di Studio B. Titipan koper kami nanti tinggal diambil di gedung cruise center. Akhirnya kami batal ke Studio B dan turun lift di deck 4 untuk akses keluar ke gedung cruise center. Sebelum turun kapal, kartu Sea Pass kami di-scan terlebih dahulu. Kartu Sea Pass bisa dibawa pulang untuk kenang-kenangan.

Begitu sampai di gedung cruise center, kami langsung diarahkan untuk pemeriksaan imigrasi. Selesai urusan imigrasi, kami ke bagian baggage untuk mengambil koper medium yang kami titipkan kemarin. Di area dekat toilet, masih di bagian baggage gedung cruise center, kami membuka koper medium kami untuk dimasukkan peralatan mandi yang ada di koper cabin size. Hal ini terkait dengan regulasi penerbangan international dimana penumpang tidak boleh membawa gel, cairan dan aerosol ke dalam kabin pesawat lebih dari 100 ml. Jadi amannya peralatan mandi harus masuk ke koper medium yang rencananya akan  kami masukkan ke bagasi pesawat. Pengaturan koper ini sengaja kami lakukan sejak di gedung cruise center supaya nantinya di Changi tidak usah repot-repot lagi.

P_20180115_104959_BF
Selfie di MRT Station

Setelah koper kami rapi, kami lanjut ke pemeriksaan X-ray sebelum keluar dari gedung cruise center. Seperti sebelumnya, kami berencana untuk pergi ke Changi dengan menggunakan MRT. Dari gedung cruise center, kami harus berjalan kaki sekitar 500 meter untuk bisa sampai di stasiun MRT terdekat, Marina Bay South Pier. Dengan 2 kali transit di stasiun Raffles Place dan Tanah Merah, kami akhirnya sampai di Changi Airport.

MRT Changi Airport ada di terminal 2, sedangkan pesawat Air Asia kami berangkat dari terminal 4. Oleh karena itu kami harus naik shuttle bus dulu ke terminal 4. Kami memutuskan untuk drop baggage dulu di counter Air Asia supaya tidak ribet bawa-bawa koper. Dikarenakan kami sudah melakukan web check in dari tanggal 11 Januari 2018 saat kami masih ada di jakarta, maka ketika datang di departure hall, kami tinggal scan barcode boarding pass kami di mesin yang ada untuk mendapatkan luggage tag. Setelah itu kami tinggal menempelkan tag di koper dan memasukkan koper kami ke dalam mesin conveyor. Di terminal 4 ini pegawai maskapainya sedikit sekali karena sudah banyak mesin-mesin yang membantu para penumpang untuk melakukan self check in dan drop baggage secara praktis dan mandiri.

P_20180115_124222_vHDR_Auto
Menu lunch pak suami di staff canteen terminal 2

Setelah koper selesai, kami kembali naik shuttle bus ke terminal 2 untuk makan siang di staff canteen lantai 3M. Cara menemukan staff canteen terminal 2 ini sudah saya sampaikan di tulisan saya sebelumnya: “Cruise Vacation: Singapore (Day 1)”. Silakan dibaca sendiri ya. Kami memilih menu yang berbeda untuk makan siang hari ini. Saya memilih menu Japanese bento dan suami memilih menu bakmie. Harga makan siang kali ini lebih mahal daripada yang kami pilih sebelumnya.

Kami masih punya waktu sekitar 4,5 jam menuju boarding time pesawat kami. Saya meminta pak suami untuk menemani saya ke Hello Kitty Orchid Garden Cafe yang ada di terminal 3 (Arrival Hall). Dari terminal 2 kita tinggal berjalan kaki sekitar 10 menit untuk sampai di terminal 3. Sebelum tiba di Hello Kitty Orchid Garden Cafe kami mampir di counter informasi Changi terminal 3 yang berlokasi tidak jauh dari Hello Kitty Orchid Garden Cafe berada untuk meminta password wifi Changi. Dengan password tersebut kita bisa mengakses wifi di Changi secara gratis selama 3 jam. Syarat untuk mendapatkan password tersebut hanya dengan scan passport kita baik di kiosk atau counter informasi.

P_20180115_141638_vHDR_Auto
Disambut oleh Hello Kitty

Saat kami datang, Hello Kitty Orchid Garden Cafe sedang sepi. Kami hanya memesan dessert karena perut kami sudah cukup kenyang setelah lunch. Kami memilih menu “Kitty Goes Banana Split”. Saya hanya memesan 1 dessert untuk berbagi dengan suami. Harga makanan disini cukup mahal dan dikenakan service charge 10% serta GST 7%.

P_20180115_135240_vHDR_Auto
Our Dessert: Kitty Goes Banana Split

Dari review yang saya baca, banyak orang yang bilang rasa makanan di Hello Kitty Orchid Garden Cafe kurang enak. Tapi karena saya memesan menu dessert, saya merasa cukup puas dengan rasanya walaupun menurut saya dengan harga segitu porsinya kecil sekali, hehe. Ketika pesanan kami datang, penampakannya cute sekali.

P_20180115_141622_vHDR_Auto
Interior cafe-nya cute

Kami menghabiskan waktu 1 jam disini untuk santai dan foto-foto. Setelah itu pak suami mengajak saya untuk kembali ke terminal 4 dan menunggu waktu boarding disana. Untuk ke terminal 4 kami harus jalan kaki kembali ke terminal 2 untuk kemudian melanjutkan perjalanan dengan shuttle bus.

Di terminal 4 kami langsung menuju counter imigrasi. Ada 2 counter disini, automatic gate dan manual. Entah kenapa passport saya ketika di-scan di automatic gate mengalami masalah. Oleh karena itu petugas mengarahkan saya ke counter manual.

P_20180115_153502_vHDR_Auto
Penampakan “Steel In Bloom” dari lantai atas
P_20180115_154231_vHDR_Auto
Disini tempat berlangsung pertunjukan “Peranakan Love Story” 

Setelah selesai di imigrasi, kami langsung masuk ke transit area terminal 4. Disana ada taman bernama “Steel In Bloom” yang dihias cantik. Banyak pengunjung yang berfoto disini, termasuk kami, hehe. Setelah itu di area kedai makanan Heritage Zone, ada pertunjukan “Peranakan Love Story”. Pertunjukan ini cukup keren karena efek 3D-nya. “Peranakan Love Story” ini tidak ada jadwal tayang khusus tapi setiap beberapa menit tampilan layarnya selalu berubah. Recommended untuk dilihat deh. Masih di transit area, di lantai 2 ada museum “Peranakan Gallery” yang menceritakan sejarah peranakan di Singapore. Walaupun museum-nya tidak terlalu besar, tapi kalau kalian adalah penggemar sejarah atau museum, kalian bisa mampir kesini. Selain atraksi-atraksi tersebut, interior terminal 4 ini dibuat modern dan trendy. Banyak furniture yang bentuknya anti mainstream dan warnanya colorful.

P_20180115_154745_vHDR_Auto
Anti mainstream stool. Ini tempat duduk lho (buat anak-anak). Lucu ya?

Dikarenakan kami mengantuk maka kami mendatangi Snooze Lounge yang ada di lantai 2. Di Snooze Lounge ini banyak kursi-kursi untuk tidur sambil selonjoran. Sayangnya bagi saya dan suami, lekukan kursinya kurang ergonomis. Kalau dipakai tidur lama pasti akan bikin back pain. Untungnya saya dan suami cuma tiduran disana sekitar 1 jam. Setelah itu kami menuju ke gate G2 untuk menunggu waktunya boarding. Sebelum boarding kami menyempatkan diri untuk mengisi botol air minum kami di water tap dekat toilet. Hal ini penting dilakukan untuk penghematan diatas pesawat nanti. Hahaha.

Pesawat Air Asia kami berangkat tepat waktu ke Jakarta yaitu pk. 17:50 dan kami tiba di Jakarta pk. 18:45. Home sweet home! Liburan telah berakhir dan saatnya back to our normal life.

Expenses:

  • MRT from Marina Bay South Pier to Changi for 2 person = SGD 3.56 = IDR 34.354
  • Lunch for 2 person at staff canteen terminal 2 = SGD 12,5 = IDR 120.625
  • Hello Kitty Orchid Garden terminal 3 = SGD 24.15 = IDR 233.047

Website:

Changi Airport Terminal 4: http://t4.changiairport.com/en

Hello Kitty Orchid Garden: http://www.hellokittyorchidgarden.com/

 

 

Travel Journal

Cruise Vacation: In The Middle Of The Sea (Day 3 )

Minggu, 14 Januari 2018

P_20180114_085839_vHDR_Auto
Posisi koordinat kapal bisa kita lihat dari TV di kamar kita.. Keren ya?!

Pagi ini kapal berlayar lambat di perairan Selat Malaka dengan arah kembali ke Singapore. Saya dan suami kembali melewatkan wacana yoga pk. 07:00 karena bangun kesiangan setelah party semalam. Hahaha. Setelah mandi dan bersiap-siap, kami naik lift menuju Windjammer di deck 11 untuk sarapan. Seperti biasa Windjammer sudah dipadati orang-orang dan kita harus bersabar untuk bisa mendapatkan tempat duduk.

PhotoGrid_1516256841700.jpg
Cruise Compass Day 3

Selesai sarapan kami jalan-jalan di kapal saja. Saya sempat melihat acara towel folding demonstration di pool area pk.10:30 tapi karena penuh dan agak berdesakan saya hanya berdiri sebentar disana. Menurut saya daripada berdesak-desakan disana lebih baik mempelajari tutorial towel folding di internet saja.  Kami juga menyempatkan diri untuk menyicipi hotdog dan ice cream yang berada di pool area. Tentunya hidangan tersebut free of charge alias gratis. Ternyata penjaga stall hotdog disana adalah orang Bali. Ketemu lagi deh dengan orang Indonesia di kapal ini.

Awalnya hari ini kami mau mencoba jacuzzi tapi karena kami kesiangan maka kolam jaccuzi sudah padat sekali. Bahkan kolam jaccuzi yang ada di fitness center deck 11 juga penuh. Saya agak malas sharing jaccuzi dengan orang-orang yang tak dikenal karena media air bisa jadi salah satu sarana penularan penyakit kulit dan kelamin juga. Akhirnya agenda jaccuzi kami batalkan saja.

P_20180114_104708_vHDR_Auto
Pak suami di lapangan basket

Setelah itu kami naik ke deck 13 menuju lapangan basket. Tentunya yang main basket adalah pak suami dan saya diminta untuk jadi tukang foto-nya. Hahaha. Pak suami bermain basket sekitar 15 menit sebelum beralih ke wall climbing yang ada di deck 14. Sekedar informasi, untuk bisa bermain basket di lapangan kita wajib memakai sepatu olahraga. Jangan coba-coba melanggarnya karena ada pengawas yang akan meneriaki kita kalau kita melanggar aturan tersebut.

P_20180114_111923_vHDR_Auto
Pak suami yang pakai baju kuning

Sesi wall climbing hari ini terbagi menjadi sesi pagi (pk. 09:00-12:00) dan sesi sore (14:00-17:00). Pak suami memilih sesi pagi. Saat kami tiba di deck 14 sekitar pk. 10:30 sudah terlihat antrian para pengunjung yang mau mencoba atraksi ini. Untungnya antriannya tidak begitu banyak. Di counter kita tinggal menunjukkan kartu Sea Pass dan kemudian petugas akan memberikan belt dan sepatu khusus (sesuai ukuran kaki kita). Saya kembali menjadi tukang foto saja kali ini. Pak suami agak kepayahan melakukan atraksi wall climbing karena memang dia tidak pernah latihan sebelumnya. Dibutuhkan otot tangan dan kaki yang kuat untuk menopang badan kita supaya bisa memanjat ke atas. Tidak sampai setengah perjalanan pak suami sudah menyerah dan mengakhiri sesinya. Kebetulan saya juga sudah punya foto pak suami saat dia lagi memanjat.

Selesai dari deck 14, kami kembali berjalan-jalan keliling kapal melihat semua fasilitas yang ada: Screening room (bioskop kecil), chapel, conference room, helipad, dll. Untuk fasilitas yang ada di atas kapal akan saya bahas dengan lengkap di tulisan terpisah ya. Selama berjalan-jalan di kapal hari ini kami sengaja mengurangi pemakaian lift dan banyak menggunakan tangga manual dengan tujuan olahraga. Setelah puas keliling dan berfoto kami kembali ke kamar dengan melintasi area Royal Promenade. Ternyata saat itu lagi ada sale up to 75% di toko Michael Kors dan program sale ini hanya berlangsung 1 jam. Pengunjung yang hendak masuk ke toko Michael Kors pun antri dengan tertib. Saya dan suami hanya terpana melihat antusiasme ibu-ibu disana untuk berbelanja. Perlu diketahui bahwa semua transaksi pembelian / pembayaran diatas kapal menggunakan mata uang USD. Jadi pastikan membawa uang cash yang cukup atau credit card.

Sesampainya di kamar, kami mandi dan beristirahat sebentar (baca: tidur siang). Ketika jam sudah menunjukkan pk. 14:30 kami bergegas ke The Sound Of Music Dining Room di deck 5 untuk melakukan pengambilan passport kami yang dijadwalkan di hari ini pk. 14:00 – 14:45. Untuk mengingatkan kembali, saat pertama kita masuk ke kapal dan telah mendapatkan kartu Sea Pass maka passport kita akan ditahan oleh kru kapal dan akan diserahkan kembali di hari terakhir cruise. Waktu pengambilan passport dibagi-bagi berdasarkan deck kamar. Jadi harus rajin baca Cruise Compass ya supaya tidak ketinggalan info.

Selesai urusan passport yang ternyata tidak membutuhkan waktu lama, kami makan siang ke Windjammer deck 11 yang buka pk. 11:30 – 16:00. Sangat cocok sekali bagi orang yang late lunch seperti kami. Kami hanya makan sedikit karena kami sudah reservasi table di The Sounds Of Music Dining Room deck 5 untuk dinner pk. 17:30.

P_20180114_170118_vHDR_Auto
Complimentary Drink

Tepat pk. 16:30 orang-orang sudah ramai berkumpul di area Royal Promenade deck 5 karena hari ini akan ada “Captain’s Farewell Reception”. Apabila selama kita di kapal tidak pernah melihat sosok Sang Kapten maka kali ini beliau akan menampakkan diri dan say hello kepada para pengunjung. Kami datang terlambat dikarenakan kami harus ke counter guest service dulu untuk melakukan pembayaran gratuities secara cash. Untuk penumpang yang memilih melakukan pembayaran gratuities dengan credit card tidak perlu lagi untuk datang ke counter guest service karena tagihan akan langsung masuk ke credit card. Kami hadir di “Captain’s Farewell Reception” menjelang acara berakhir pk. 17:30 sehingga kami tidak berkesempatan untuk melihat wajah Sang Kapten. Pada acara ini para tamu yang hadir mendapatkan minuman gratis dari bar: Segelas champagne dan segelas es sirup (entah namanya apa tapi no alcohol). Saya memilih sirup dan pak suami memilih champagne. Selesai acara kami kembali ke kamar dan bersiap-siap untuk dress up karena dress code malam ini untuk dinner adalah formal.

P_20180114_174501_vHDR_Auto
Tonight’s dress code is formal attire

Tepat pk. 17:45 kami hadir di The Sounds Of Music Dining Room deck 5 untuk dinner. Kali ini kami duduk agak jauh dari jendela dengan pemandangan laut. Pelayan meja kami malam ini adalah orang Indonesia, Pak Joni, yang berasal dari Madura. Pak Joni banyak merekomendasikan makanan favorit yang ada di menu. Bahkan Pak Joni berkata kami bebas menambah atau mencoba berbagai menu yang ada karena ini dinner terakhir di cruise. Akan tetapi karena keterbatasan kapasitas perut, kami terpaksa menolak tawaran tersebut dan tetap makan sesuai standar kami saja. Seperti biasa menu malam ini diawali dengan appetizer dan kemudian dilanjutkan main course dan terakhir dessert.

P_20180114_185941_vHDR_Auto
Banyak yang nonton pertunjukan dari pinggir tangga. Dikarenakan angle foto kurang menguntungkan jadinya pertunjukannya ketutup lampu kristal deh.

Tepat pk. 19:00 ada performance oleh kru kapal (terutama para waiter restoran) berupa tari-tarian yang menghibur dan lucu di Rhapsody In Blue Dining Room deck 3. Walaupun kami berada di restoran deck 5 kami tetap bisa menikmati pertunjukan tersebut dari pinggir tangga. Tidak sedikit para pengunjung yang merekam acara tersebut. Sayangnya kami tidak bisa berlama-lama karena kami harus mengejar jadwal show “Production” di Savoy Theatre deck 3 dan 4 pada pk. 19:00. Sebenarnya ada jadwal next show pk. 21:00 tapi menurut kami kamalaman.

P_20180114_192805_vHDR_Auto
Pertunjukan ala broadway

Setibanya di Savoy Theatre, tempat duduk yang tersisa tinggal sedikit. Kami dapat tempat duduk paling atas dan jauh dari panggung. Show malam ini menyajikan tarian dan nyanyian ala broadway. Pertunjukan juga dimeriahkan oleh penampilan orchestra serta penataan panggung dan lighting yang menarik. Pertunjukan berlangsung sekitar 1 jam dan sebelum bubar, MC yang juga cruise director, Mr. Fang, mengajak para pengunjung untuk menghadiri acara “70’s Disco Inferno Party” yang akan diadakan di Royal Promenade deck 5 pk. 22:15.

Jeda waktu dari show berakhir ke acara “70’s Disco Inferno Party” kami manfaatkan untuk kembali ke kamar dan menyiapkan koper yang mau dititipkan ke kru kapal untuk diantar ke gedung cruise center besok pagi. Dengan begitu saat turun kapal nanti kami tidak usah repot dengan membawa sendiri barang bawaan kami. Koper yang mau dititipkan harus diletakkan didepan pintu kamar sebelum pk. 22:00. Koper juga harus ditempel dengan tag (tag sudah dikasih oleh room attendant kami, Mas Siddiq, dari kemarin malam sekalian mengantarkan Cruise Compass Day 3). Dari 2 koper yang kami bawa, 1 medium dan 1 small (cabin size), hanya koper medium yang kami titipkan. Koper cabin size rencananya akan diisi dengan pakaian dan peralatan mandi yang masih akan kami gunakan sampai besok pagi. Selesai urusan koper kami kembali ke area Royal Promenade deck 5 untuk acara “70’s Disco Inferno Party”.

P_20180114_224750_vHDR_Auto
Pembukaan acara “70’s Disco Inferno Party” oleh Mr. Fang

“70’s Disco Inferno Party” dibuka oleh penampilan Mr. Fang dan penari-penarinya. Dalam acara ini banyak keceriaan dan kehangatan yang terjadi seperti halnya acara perpisahan. Acara berlangsung meriah. Hampir semua pengunjung ikut bergoyang bersama di acara ini. Selesai acara sekitar 11:00, Mr. Fang menginformasikan acara “Bollywood Music Night” yang pada awalnya akan diselenggarakan di pool area deck 11 akan dipindahkan ke Dragon’s Lair deck 3 pk. 11:30 dikarenakan hujan.

Saya dan suami pun lanjut ke Dragon’s Lair untuk melihat acara “Bollywood Music Night”. Untuk acara “Bollywood Music Night” ini hanya diperbolehkan untuk dewasa (18+). Tidak boleh ada anak kecil yang hadir disini. kalau ada yang melanggar aturan tersebut, DJ-nya akan marah dan menghentikan musiknya. Hehe. Ruangan di Dragon’s Lair agak remang-remang dan ada disco stage yang dilengkapi disco ball kerlap kerlip. Ada juga bar yang menjual minuman alcohol disana.

Dikarenakan judul acaranya “Bollywood Music Night” maka mayoritas yang ada disana adalah orang India. Lagu yang diputar pun tentunya lagu India. Sekali lagi, saya melihat dengan mata kepala saya sendiri tentang keahlian orang India dalam joget dan tari dalam kehidupan nyata. Keren deh tarian mereka walaupun koreografinya dadakan. Saya dan suami tidak lama-lama disini karena tempat ini jadi penuh sesak dengan pengunjung.

P_20180114_231424_vHDR_Auto
Performance at Schooner Bar

Kami singgah sebentar di Schooner Bar menyaksikan pertunjukan nyanyian dengan piano. Lagu yang ditampilkan adalah lagu-lagu golden memories alias lagu oldies. Lebih banyak orang tua yang duduk-duduk disini sambil menikmati pertunjukan nyanyian. Setelah itu, saya dan suami lanjut ke Cafe Promenade untuk ngemil 1 slice pizza dan menikmati milk tea hangat sebelum akhirnya kami jalan ke kamar dan tidur.

Expenses:

  • Gratuities / service charges for 2 person (balcony stateroom) = USD 87 = IDR 1.174.500

 

To Be Continued…