Travel Journal

Trans Studio Bandung

IMG_20170701_100957
Gate Masuk Trans Studio Bandung

Masih edisi menceritakan libur lebaran di Bandung. Tidak seperti biasanya, kali ini saya dan suami berkunjung ke salah satu theme park di Bandung. Yup, Kami pergi ke Trans Studio Bandung for the first time. Kalau pak suami sendiri kebetulan sebelum ini sudah pernah berkunjung ke Trans Studio Makassar. Berdasarkan keterangan dari Wikipedia, Trans Studio merupakan jaringan taman bermain di dalam ruangan (Indoor Theme Park) terbesar di Indonesia yang dikelola oleh Trans Corp. Di dalam taman bermain ini memiliki berbagai macam wahana dengan tema seperti program-program acara yang ada di Trans TV dan Trans 7.

Theme park yang pernah saya kunjungi di Indonesia sebelum Trans Studio hanyalah Dufan. Masing-masing punya keunggulan tersendiri. Dufan adalah taman bermain outdoor sehingga dari segi luas bangunan jauh lebih besar dan wahananya lebih banyak. Sementara itu, Trans Studio adalah taman bermain indoor yang lebih nyaman karena kita tidak perlu berpanas-panasan saat bermain atau mengantri di satu wahana permainan.

1 Juli 2017

Pak suami sudah melakukan transaksi pembelian tiket masuk Trans Studio Bandung (TSB) sehari sebelumnya melalui aplikasi Traveloka. Kebetulan lagi ada promo diskon 10% (sampai dengan Rp. 150.000) untuk transaksi minimum Rp. 300.000. Saat kami berkunjung kesana harga tiket kami dihitung sebagai harga tiket peak season (karena lagi musim liburan) sehingga harganya jauh lebih mahal. Harga tiket peak season untuk 2 orang setelah dipotong diskon Traveloka adalah Rp. 503.329. E-ticket yang kita dapat dari Traveloka harus ditukarkan dengan tiket masuk di counter ticketing TSB.

IMG_20170701_100731
Antrian di Counter Ticketing TSB

Jam operasional TSB berubah-ubah tergantung dari weekdays atau weekend / hari libur. Untuk weekend / hari libur TSB akan buka lebih awal yaitu pk. 09.00 WIB, sedangkan untuk weekdays TSB buka pk. 10.00 WIB. Saya dan suami tiba di TSB tepat pk. 10.00 WIB dan saat itu kondisi TSB belum terlalu ramai. Selain pemeriksaan tiket di gerbang masuk, tas atau bawaan kita juga akan diperiksa. Tidak diperkenankan sama sekali untuk membawa makanan / minuman dari luar.

IMG_20170701_110807
Suasana di dalam TSB

Harga minuman di TSB menurut saya sangat over price. Untuk air mineral kecil saja dibandrol dengan harga 10 ribu Rupiah! Haduh. Kalau untuk makanan lebih beragam dan ada paket makan keluarga yang harganya lebih bersahabat. Saya dan suami makan siang di Studio Kuring yang menyajikan makanan Sunda. Untuk pembayaran di dalam TSB menggunakan kartu Mega Cash yang bisa di top-up di counter tertentu. Jumlah uang yang berlebih di kartu Mega Cash bisa di refund setelah kita keluar dari TSB.

Wahana permainan di TSB dibagi ke dalam beberapa zona berdasarkan lokasi dan jenis permainannya.

  1. Studio Central

    a. Yamaha Racing Coaster (syarat: Tinggi min. 135 cm)
    Roller coaster dengan manuver gerakan mundur yang sensasional.

    b. Superheroes 4D (Syarat: Tinggi min. 100 cm)
    Nonton di cinema dengan simulator 4D

    c. Pemburu Badai (Opening Soon)
    Sensasi terangkat oleh angin puting beliung dengan efek spesial dan animatronik yang menegangkan sekaligus mengejutkan

    d. Transcar Racing (Syarat: Tinggi pengemudi min. 135 cm dan pendamping min. 110 cm, max. tinggi yang diperbolehkan adalah 185 cm)
    Balapan mobil di track khusus.

    e. Vertigo (Syarat: Tinggi min. 130 cm)
    Kincir raksasa yang berputar di ketinggian.

    f. Trans City Theatre
    Gedung pertunjukan yang hanya dibuka sesaat sebelum show dimulai. Perhatikan jadwal show yang tertera di map atau di papan depan gedung.

    g. Giant Swing (Syarat: Tinggi min. 130 cm)
    Ayunan berputar raksasa

    h. Ocean World Science Center
    Science center bertema kehidupan laut

    i. Si Bolang Adventure
    Jelajah dan mengenali seluruh provinsi di Indonesia dengan kereta kecil.

  2. Lost City

    a. Kong Climb (Syarat: Tinggi min. 135 cm)
    Wall climbing dengan safety equipment.

    b. Jelajah (Syarat: Tinggi min. 120 cm)
    Siapkan diri anda untuk jatuh dari air terjun setinggi 13 meter. Disarankan untuk membawa pakaian ganti karena akan basah kena cipratan air.

    c. Roma Sky Pirates (Syarat: Tinggi min. 120 cm)
    Berkeliling kapal terbang dan melihat semua zona dari ketinggian.

    d. Amphiteatre
    Open area yang menyajikan pertunjukan dengan jadwal tertentu.

  3. Magic Corner

    a. Black Hearts Pirates Ship (Anak usia 4 – 12 tahun)
    Area Soft play tematik untuk anak-anak.

    b. Pulau Liliput (Usia max. 5 tahun)
    Area Soft play tematik untuk balita.

    c. Dragon Riders (Syarat: Tinggi min. 120 cm)
    Wahana menunggangi naga.

    d. Special Effect Action (Syarat: Tinggi min. 100 cm)
    Pertunjukkan rahasia di balik pembuatan film action.

    e. Dunia Lain The Ride
    Menjelajahi landmark berhantu di kota Bandung dengan menggunakan kereta kecil.

    f. Negeri Raksasa (Syarat: Tinggi min. 130 cm, berat max. 100 kg)
    Rasakan sensasi jatuh dari puncak menara raksasa.

  4. Dunia Anak

    a. Mini Tea Cup
    b. Carrousel (Syarat: Tinggi max. 130 cm)
    c. Jump Around (Syarat: Tinggi max 150 cm, berat max. 50 kg)
    d. Mini Train
    e. Mini Bumper Boats (Syarat: Tinggi 100 – 130 cm, berat max. 25 kg)
    f. Mini Bumper Cars (Syarat: Tinggi 100 – 130 cm)

  5. Show & Parade (Jadwal bisa dilihat di booklet atau di website TSB)

    a. The Book of The World
    Pertunjukan atraksi sirkus.

    b. The Magical Parade Of Zoo Crew
    Parade lampion.

    c. It’s Magic
    Pertunjukan sulap.

Total waktu yang dibutuhkan untuk menikmati wahana permainan di TSB adalah sekitar 5 jam. Waktu tersebut sudah termasuk mengantri wahana permainan dan makan siang. Disarankan untuk datang pagi supaya antrian di wahana permainan belum terlalu panjang.

Secara keseluruhan, saya mengapresiasi karya anak bangsa untuk membuat theme park seperti ini di Indonesia. Cukup menghibur dan menyenangkan walaupun mungkin belum bisa mengalahkan theme park lain di luar negeri. Mudah-mudahan TSB bisa semakin maju dan berinovasi ke arah yang lebih baik.

Contact:

Trans Studio Bandung
Jl. Gatot Subroto 289, Bandung 40273
Telp. 022-86012555
E-mail: infotsb@parabandung.com
Website: http://www.transstudiobandung.com/

Travel Journal

Japan Travel Essentials

Persiapan yang matang tentunya akan membuat perjalanan liburan kalian akan lebih menyenangkan dan lebih mudah. Sebenarnya harga barang-barang ini di Indonesia sih tidak seberapa tapi lain halnya kalau terpaksa beli di Jepang, harganya bisa berkali lipat harga beli di Indonesia. So, daripada budget liburannya jadi terpakai untuk membeli barang-barang ini mending prepare dulu sebelum berangkat.

  1. Universal Adapter
    Sekedar informasi, colokan listrik di Jepang itu berbeda lho bentuknya dengan di Indonesia. Kalau Indonesia menggunakan colokan listrik 2 batang bundar maka di Jepang menggunakan colokan 2 batang pipih tipis. Oleh karena itu bawalah universal adaptor supaya kalian tetap bisa men-charge gadget kesayangan kalian. Saya membeli universal adapter yang memiliki 1 colokan output dan 2 USB port jadi bisa dipakai untuk charge lebih dari 2 gadget sekaligus. Lebih ekonomis dibandingkan harus membeli 2 universal adapter untuk saya dan suami masing-masing *emak-emak medit*. Saya beli universal adapter merk Krisbow di toko Ace Hardware saat lagi ada diskon dengan harga 99 ribu Rupiah.

    IMG_20170408_193325
    Universal Adapter Krisbow yang saya beli di Ace Hardware
  2. Kamera
    Kamera digunakan untuk mengabadikan foto-foto perjalanan tentunya. Supaya ada kenangan tersendiri. Saya dan suami bukan tipe orang yang suka ribet dengan membawa DSLR saat travelling jadi kami hanya mengandalkan kamera HP saja, hehe.
  3. Smartphone
    Tidak usah di Jepang, di negara sendiri saja kalau lagi jalan tapi kelupaan bawa handphone rasanya gimanaaa gitu.. pasti berasa ada yang kurang kan?! Bagi saya penggunaan smartphone saat di luar negeri lebih dibutuhkan untuk navigasi (mengecek jadwal dan rute transportasi umum) dan browsing. Tak jarang juga smartphone dipakai untuk mengakses Google Translate, hehe. Kalau untuk akses komunikasi dan social media sih tidak terlalu banyak. Saya dan suami lebih memilih menikmati suasana liburan daripada sibuk sendiri-sendiri dengan social media. Kami juga tidak membeli sim card lokal demi alasan penghematan dan menggunakan fasilitas chatting atau voice call dari Whatsapp dan LINE saja.
  4. Mobile Wi-Fi
    Percayalah bahwa smartphone secanggih apapun akan tidak berguna kalau tidak ada jaringan internet. Untuk itu Mobile Wi-Fi ini sangat penting sekali. Selama di Osaka saya dapat pinjaman Mobile Wi-Fi dari teman saya sedangkan selama di Tokyo saya dapat fasilitas Mobile Wi-Fi dari apartemen yang kami sewa. Jadi selama liburan di Jepang kemarin saya dan suami tidak keluar biaya lagi untuk menyewa Mobile Wi-Fi.

  5. Power Bank
    Selama travel di Jepang dengan itinerary yang padat, saya sangat jarang menemukan colokan listrik yang bisa diakses gratisan kecuali di gerbong shinkansen. Dengan pemakaian kamera dan akses internet yang intens di smartphone, tidak jarang saat siang / sore hari baterai smartphone-nya sudah mulai drop. Untuk itulah power bank ini sangat dibutuhkan. Paling tidak kita bisa menjaga smartphone kita tetap ON sampai kita pulang ke hotel / tempat tinggal kita.
  6. Laptop
    Fungsi laptop disini adalah untuk transfer file foto-foto dari smartphone supaya smartphone kita memory-nya tidak terlalu penuh. Memory kalau kepenuhan akan membuat smartphone lambat dan lebih boros baterai. Selain itu fungsi laptop ini adalah untuk akses kerjaan kantor, antisipasi kalau bos tiba-tiba minta data sesuatu, hahaha.
  7. Alas kaki yang nyaman
    Hindari memakai alas kaki yang ribet dan tidak nyaman. Di Jepang kita akan banyak sekali berjalan kaki setiap harinya. Kalau ditotal-total mungkin dalam sehari kita bisa berjalan lebih dari 5 km. Tidak ada istilah naik taxi dan mobil cantik seperti di Indonesia kecuali kalian dari kalangan sangat kaya. Yup, taxi di Jepang super mahal lah pokoknya. Disarankan pakai alas kaki yang kuat dan nyaman. Hindari memakai sendal jepit, selain takut jebol juga menghindari kaki kita kedinginan.
  8. Pakaian yang sesuai dengan musim
    Jepang adalah negara dengan 4 musim jadi tentu saja kita harus berpakaian semestinya sesuai dengan musimnya. Jangan sampai salah kostum dan akhirnya membuat diri sendiri tidak nyaman. Berikut adalah panduan berpakaian di masing-masing musim:

    PhotoGrid_1491620934215[1]
    Saat saya datang ke Jepang Mid April 2017 (musim semi), suhu udara masih sering dibawah 20 derajat Celcius, oleh karena itu saya menggunakan pakaian yang berlapis-lapis. Apalagi saat saya mengunjungi Tateyama Kurobe Alpine Route dimana suhu udaranya mencapai 2 derajat Celcius dan bersalju, kostum-nya tentu lebih berlapis-lapis lagi.
    Saya membeli down jacket di Indonesia. Waktu itu outlet Zara di Kota Kasablanka lagi ada sale. Saya dapat down jacket dengan harga 599 ribu Rupiah saja, hehe. Kalau malas bawa dari Indonesia dan mau beli di negara tujuan saja juga bisa tapi kalau itinerary kalian sudah padat apakah masih ada waktu untuk shopping aneka aksesoris begitu? Saran saya sih siapkan saja dari Indonesia.

  9. Vacuum Bags beserta pompa-nya
    Kalau kalian pergi saat musim dingin dan musim semi sudah bisa dipastikan kalian akan membawa banyak properti pakaian musim dingin. Seperti diketahui, pakaian musim dingin, terutama down jacket, sangat menyita space koper. Oleh karena itu sangat penting untuk mengemas pakaian tersebut ke dalam plastik vakum (vacuum bags) supaya susunan koper bisa lebih compact. Plastik vakum ini juga berguna lho untuk mengemas belanjaan oleh-oleh, hahaha.
  10. Skin Care
    Terbiasa tinggal di negara tropis, pastinya kulit kita akan shock saat menghadapi cuaca yang dingin sepanjang hari. Kelembaban udara di Jepang saat musim dingin dan musim semi lebih rendah daripada di negara kita. Kelembaban yang rendah ini akan membuat kulit kita cenderung kering dan bahkan saking keringnya bisa membuat kulit kita lecet. Penting sekali untuk rajin menggunakan skin care yang sesuai. Pilih rangkaian skin care yang memang diperuntukkan untuk negara 4 musim. Biasanya komposisi skin care tersebut sudah disesuaikan untuk kondisi ekstrim seperti itu. Menurut saya skin care lokal Indonesia masih kurang lembab kalau dipakai disana. Jangan lupa juga membawa lip balm dan sunblock.

  11. Payung
    Payung sangat berguna saat matahari sedang terik atau saat hujan. Saya dan suami terbantu sekali dengan adanya payung saat bermain ke theme park outdoor. Payung harus dimasukkan ke dalam koper supaya tidak disita pihak bandara.

Travel Essentials ini berlaku juga untuk tujuan lain di luar negeri. Kalau hanya berlibur di dalam negeri biasanya bawaan saya lebih santai karena kalau kurang sesuatu masih bisa dibeli disini. Kalau di luar negeri kan apa-apa lebih mahal, belum lagi ribet harus cari money changer kalau kekurangan uang. Maklum lah otak emak-emak memang lebih perhitungan, hahaha.

Saya waktu liburan ke Jepang kemarin sengaja tidak bawa hair dryer dan rice cooker karena sudah disiapkan dari pihak apartemen yang kami sewa. Saya sempat baca juga kalau voltase listrik di Jepang itu berbeda dengan di Indonesia. Standar Indonesia 220 Volt sedangkan Jepang 110 Volt. Jadi kalau mau bawa barang elektronik harus dipastikan dulu apakah barang tersebut dual voltage atau tidak. Kalau voltase-nya tidak cocok bisa rusak / terbakar barang elektroniknya.

Maaf kalau masih bahas tentang Jepang terus ya… belum bisa move on dari liburan Jepang kemarin, hehe.

 

 

Travel Journal

Menghemat Biaya Transportasi Selama Liburan Jepang

Setelah sekian lama vakum (karena sibuk dengan Liz Kitchen, libur Lebaran dan banyak acara keluarga) akhirnya saya bisa kembali menulis blog, hehe. Sesuai janji saya sebelumnya, saya akan bahas mengenai cara menghemat biaya transportasi selama liburan di Jepang. Jepang dikenal sebagai salah satu negara dengan biaya transportasi termahal di dunia, dilansir dari Business Insider 2017, kota Tokyo menempati urutan ke-5 sebagai kota dengan biaya transportasi termahal dari 10 kota di dunia.

Untuk menarik banyak wisatawan berkunjung ke Jepang, pemerintah Jepang menyediakan berbagai kemudahan dan penawaran yang cukup menguntungkan dalam hal transportasi bagi para turis. Tentunya kita sebagai turis harus lebih jeli mempelajari berbagai fasilitas ini supaya mendapatkan best deal dalam menggunakan sarana transportasi di Jepang.

Berikut adalah berberapa fasilitas pass yang bisa kita gunakan untuk menghemat biaya transportasi selama berlibur di Jepang:

  1. Japan Rail Passes (Nationwide)
    Pass kereta ini dikeluarkan oleh perusahaan transportasi JR dan hanya berlaku untuk kereta JR saja. Pass kereta ini sudah termasuk penggunaan unlimited kereta lokal, shinkansen (bullet train), ferry dan bus dengan harga 29.110 Yen (7 hari), 46.390 Yen (14 hari) dan 59.350 Yen (21 hari). JR Pass ini akan sangat menguntungkan bagi kalian yang berencana mengunjungi berbagai daerah di Jepang (lebih dari 4 kota dan dengan jarak yang jauh). JR Pass ini bisa dibeli di travel agent di masing-masing negara asal turis sebelum berangkat ke Jepang.
  2. Regional Rail Passes
    Kalau JR Pass Nationwide berlaku diseluruh daerah di Jepang maka regional pass ini hanya berlaku di daerah tertentu. Penggunaannya lebih terbatas. Regional pass akan menguntungkan kalau kalian berniat menghabiskan waktu lama untuk explore satu daerah saja. Berikut beberapa regional passes yang ada:

    a. JR Tokyo Wide Pass
    Pass ini berlaku untuk penggunaan unlimited kereta JR (termasuk shinkansen) di wilayah Kanto sekitar Tokyo dengan masa berlaku 3 hari. Harga pass adalah 10.000 Yen. Info lebih lanjut tentang penggunaan pass ini silakan cek http://www.japan-guide.com/e/e2361_06.html

    b. Hakone Free Pass
    Pass ini berlaku untuk daerah Hakone. Selain penggunaan kereta, bus, kapal, cable car dan ropeway unlimited, pass ini juga bisa dijadikan kartu untuk mendapatkan diskon di berbagai tempat wisata di Hakone. Harga pass adalah 4.000 Yen (2 hari) dan 4.500 Yen (3 hari). Info lebih lanjut tentang penggunaan pass ini silakan cek http://www.japan-guide.com/e/e2358_008.html

    c. Tobu Nikko Free Pass
    Pass ini termasuk biaya transportasi bolak-balik dari Tokyo ke Nikko dan unlimited travel di daerah Nikko dengan menggunakan kereta dan bus. Jenis dan harga pass bervariasi tergantung dari daerah di Nikko mana yang hendak dikunjungi. Harga bervariasi mulai dari 2.670 Yen sampai 8.010 Yen. Info lebih lanjut tentang penggunaan pass ini silakan cek http://www.japan-guide.com/e/e2358_002.html

    d. Icoca & Haruka
    Pass ini diperuntukkan bagi turis yang datang ke Jepang melalui airport Kansai. Paket Icoca & Haruka memberikan diskon untuk perjalanan dari airport Kansai dengan kereta JR Haruka ke daerah Osaka, Kyoto, Kobe dan Nara menggunakan Icoca Prepaid Card. Pembelian kartu Icoca baru dikenakan biaya 2.000 Yen. Harga tersebut terdiri dari saldo 1.500 Yen yang bisa langsung kita gunakan dan 500 Yen sebagai deposit (refundable). Info lebih lanjut tentang penggunaan pass ini silakan cek http://www.japan-guide.com/e/e2359_icoca_haruka.html

    e. Koyasan World Heritage Ticket
    Pass ini sudah termasuk biaya bolak-balik antara Koyasan dan Osaka menggunakan kereta Nankai, penggunaan unlimited bus di daerah Koyasan dan diskon tiket masuk di beberapa tempat wisata di daerah Koyasan. Tiket berlaku untuk 2 hari dengan harga bervariasi antara 2.860 – 3.400 Yen. Info lebih lanjut tentang penggunaan pass ini silakan cek http://www.japan-guide.com/e/e2358_012.html

    Selain dari pass yang disebutkan diatas, ada juga beberapa pass lainnya yang bisa dilihat di link berikut http://www.japan-guide.com/e/e2357.html

     

  3. Seishun 18 Kippu
    Tiket ini berlaku seasonal (hanya 3 kali dalam setahun selama musim liburan sekolah). Tiket ini menawarkan penggunaan kereta local dan rapid JR (tidak termasuk shinkansen) selama 5 hari unlimited. Harga 11.850 Yen. Info lebih lanjut bisa cek http://www.japan-guide.com/e/e2362.html
  4. Japan Bus Pass
    Dengan pass ini kita bisa menggunakan bus Willer Express selama 3, 5 atau 7 hari dalam kurun waktu 2 bulan (penggunaannya tidak perlu di hari berturut-turut). Harga bervariasi antara 10.000 – 15.000 Yen. Info lebih lanjut tentang pass ini cek langsung http://www.japan-guide.com/e/e2369.html 
  5. Highway Bus Pass
    Highway bus adalah salah satu opsi transportasi ekonomis untuk jarak tempuh medium dan jauh. Penjelasan mengenai highway bus bisa dilihat di http://www.japan-guide.com/e/e2366.html. Ada beberapa pass yang berlaku untuk highway bus antara lain:

    a. Tohoku Highway Bus Ticket
    Dengan pass ini kita bisa menggunakan lebih dari 50 highway bus dan local bus di area Tohoku secara unlimited. Harga 10.000 Yen (4 hari) dan 13.000 (7 hari). Info lebih lanjut bisa cek ke website berikut https://japanbusonline.com/CourseDetail/index/10402880001?afcd=MDI=

    b. Shoryudo Highway Bus Ticket
    Dengan pass ini kita bisa menggunakan beberapa highway bus dan local bus di area Chubu, sekitar Nagoya, Takayama, Shirakawago, dan Kanazawa secara unlimited. Pass bisa digunakan selama 3 atau 5 hari berturut-turut. Harga 7.000 Yen (3 hari) dan 14.000 (5 hari). Info lebih lanjut bisa langsung cek ke http://www.japan-guide.com/e/e2357_shoryudo.html

    c. Sun Q Pass
    Dengan pass ini kita bisa menggunakan highway bus dan local bus di area Kyushu secara unlimited. Pass bisa digunakan selama 3 atau 4 hari berturut-turut. Harga berkisar dari 8.000 – 14.000 Yen. Info lebih lanjut bisa langsung cek ke http://www.japan-guide.com/e/e2357_014.html

  6. Domestic Flight Pass
    Tidak mau kalah dengan sarana transportasi lainnya, airline di Jepang seperti JAL dan ANA yang melayani penerbangan domestik juga mengawarkan pass untuk turis. Harga flat 10.000 Yen (belum termasuk pajak bandara) per orang per penerbangan untuk semua rute penerbangan domestik di Jepang. Harga ini akan menguntungkan sekali kalau kita berencana untuk mengunjungi Hokkaido, Kyushu dan Okinawa dari Tokyo. Sangat menghemat waktu perjalanan juga. Info lebih lanjut bisa cek ke http://www.japan-guide.com/e/e2364.html 
  7. Subway Pass
    Saya sengaja menaruh bahasan tentang subway ini dibagian terakhir karena subway tidak selalu tersedia di semua daerah di Jepang. Subway hanya ada di kota-kota besar di Jepang seperti Tokyo, Kyoto, Osaka, Nagoya, Yokohama, Sapporo, Sendai, Fukuoka dan Kobe. Subway adalah sarana transportasi massal yang terletak dibawah tanah. Subway juga mengeluarkan pass yang tentunya membuat biaya transportasi jadi lebih murah. Bahkan ada pass yang menggabungkan penggunaan kereta dan subway. Pembahasan lebih lanjut untuk subway pass di masing-masing kota tersebut bisa dilihat di http://www.japanvisitor.com/japan-travel/japan-transport/japan-subway

Note:
Sebagai turis yang diberikan berbagai fasilitas pass seperti diatas, kita tetap harus jeli dan pandai berhitung. Semua kembali lagi ke itinerary yang telah dibuat. Kalau dalam 1 hari kita hanya akan berkunjung ke 2 atau 3 tempat, belum tentu menggunakan one day pass akan jadi lebih murah. Transportation pass baru akan terasa menguntungkan kalau kita berencana travel jarak jauh atau ke banyak tempat dalam 1 hari.

Oh iya, kalau ada yang tanya, apakah saya kemarin sudah memanfaatkan fasilitas pass itu semua? Jawabannya, tentu saja tidak! Saya kan belum explore Jepang semua. Baru sempat icip-icip beberapa daerah saja yang cerita perjalanannya sudah saya share sebelumnya, hehe. Tulisan ini saya buat dengan merangkum informasi dari berbagai sumber yang saya sertakan juga link-nya. Semoga tulisan ini cukup membantu teman-teman yang hendak berlibur ke Jepang ya!

Travel Journal

Bekal Makanan Selama Liburan di Jepang

Saat mencari-cari informasi tentang Jepang, saya jadi tahu bahwa biaya makan di Jepang itu mahal sekali. Sekedar bento set di convenience store aja harganya 500 – 650 Yen yang kalau dikonversi ke Rupiah adalah 60 – 80 Rupiah per porsi. Padahal isinya ya biasa saja dan rasa juga standar. Jangan tanya kalau harga makanan di restaurant, pasti lebih mahal lagi, kira-kira diatas 150 ribu Rupiah per porsi. Jiwa emak-emak saya merasa terusik mendengar harga makanan yang mahal itu. Kalau sekali-kali sih tidak apa-apa, tapi kan ini 14 hari trip, bisa bangkrut dong kalau makan diluar terus, 3 kali sehari pula.

Dengan pertimbangan diatas, saya memutuskan bahwa saya harus memasak di Jepang. Kalau pergi-pergi harus bawa bekal makanan. Paling tidak untuk sekedar sarapan dan makan siang harus masak sendiri, makan malam boleh bebas. Hitung-hitung jatahnya mencicipi makanan Jepang.

Demi menunjang misi penghematan di atas maka saya lebih memilih mencari tempat tinggal di apartemen daripada di hotel. Fasilitas di apartemen mirip seperti rumah. Ada dapur jadi bisa masak, air wastafel dapur pun bisa diminum jadi bisa hemat beli air mineral (Note: yang bisa diminum hanya air dari keran wastafel dapur saja, kalau di kamar mandi tidak bisa lho ya) dan ada mesin cuci sehingga tidak usah keluar biaya laundry lagi. Dengan adanya mesin cuci juga bikin kita tidak perlu membawa baju banyak-banyak dari Indonesia. Pengalaman saya saat musim semi di Jepang untuk mengeringkan baju hanya butuh waktu paling lama 2 hari kok. Selain itu, saya juga mencari apartemen yang menyediakan rice cooker dan kettle air panas. Perlu diketahui kalau harga nasi putih instan di Jepang itu cukup mahal, yaitu 100 – 120 Yen per porsi jadi lebih baik masak sendiri saja. Beras-nya tinggal beli di supermarket di Jepang.

Sekedar informasi tentang beras di Jepang. Kalau kita beli di supermarket, kemasan terkecilnya adalah 2 kg (harga sekitar 900 Yen kalau tidak salah). Tentu saja jumlah itu akan kebanyakan jadinya, tapi kalau kelebihan bisa dibawa ke Indonesia kok (Dalam jumlah yang wajar yang diperbolehkan customs Indonesia). Tipe beras Jepang agak berbeda dengan beras di Indonesia. Beras Jepang lebih pulen dan lengket, mirip seperti beras sushi. Kebetulan sih saya suka dengan tipe beras pulen begini.

Berikut adalah perlengkapan dan perbekalan makanan yang saya bawa dari Indonesia untuk mendukung misi masak-memasak selama liburan 14 hari di Jepang:

  1. Rendang Uda Gembul
    Beli dari Tokopedia sebanyak 3 kotak. Rendang Uda Gembul ini memiliki beberapa level kepedasan, 1-5, akan tetapi saya kebagian yang level 3 saja. Menurut saya sih level 3 ini terlalu pedas untuk saya dan suami. Satu kemasan berisi 2 potongan daging rendang saja tapi bumbu rendangnya melimpah ruah. Konon rendang ini bisa bertahan 3 bulan di suhu ruangan.PhotoGrid_1491622306049[1]
  2. Dendeng Balado Uni Etty
    Juga beli dari Tokopedia karena tergiur review yang bagus. Satu kemasan berisi 5-6 iris daging. Tipe dendengnya adalah dendeng basah dan agak berminyak. Bumbu cabainya juga berlimpah. Bahkan setelah dendengnya habis, bumbu cabai yang tersisa masih bisa dibuat jadi menu masakan lain seperti telur balado. Dendeng ini tahan 7 hari di suhu ruangan dan 1 bulan kalau disimpan di lemari es.PhotoGrid_1491620843505[1]
  3. Kering kentang & teri
    Beli dari Tokopedia juga. Minimum order 2 toples @ 250 gram. Enak banget dimakan bersama nasi panas.PhotoGrid_1491650228811
  4. Sambal bajak CUK (kemasan)
    Beli dari Tokopedia. Berguna untuk teman makan nasi, hehe.
  5. Saus sambal sachet
    Berguna sekali kalau lagi makan fast food. Di Jepang hanya tersedia saus tomat saja.
  6. Bumbu-bumbu instan
    Ada merk Indofood, Bamboe, dll. Saya memilih bumbu yang praktis saja seperti bumbu nasi goreng, ayam goreng, dll. Tidak lupa membawa 1 sachet penyedap rasa kaldu ayam dan garam.
  7. Bawang putih
    Bawa 1 bonggol saja yang isinya beberapa siung. Hanya untuk menambah aroma bumbu instan atau sekedar tumis sayuran.
  8. Teh celup kemasan
    Cocok untuk teman sarapan di pagi hari.
  9. Gula pasir
    Bawanya sedikit saja sekitar 100 gram. Akhirnya beli lagi pas di Jepang dengan kemasan 500 gram. Kelebihannya dibawa ke Indonesia. Gula pasir ini dipakai untuk membuat teh manis hangat di pagi hari.
  10. Mie Instan
    Mie instan ini berguna sebagai alternatif sarapan.
  11. Selai roti
    Bawa yang kemasan botol kaca kecil saja.
  12. Cereal
    Bawa 1 kotak medium saja. Alternatif sarapan pagi.
  13. Minyak goreng
    Saya bawa sedikit di kemasan kantong plastik kecil saja. Di packing berlapis dan dimasukkan ke wadah. Selebihnya minyak goreng disediakan di apartemen di Jepang.
  14. Daging kemasan kaleng
    Saya bawa daging babi kalengan merk Ma Ling.
  15. Lunch Box dan peralatan makannya
    Bawa 2 box dengan pengaturan 1 box untuk makan siang bersama dan 1 box lagi untuk makan malam bersama. Ini dengan catatan saya lagi rajin memasak sehingga bisa menyiapkan bekal sampai makan malam.

Tampak ribet ya? Tapi perbekalan ini yang bikin saya dan suami menghemat banyak selama 14 hari di Jepang lho. Bahan makanan lain tinggal beli saja di Jepang seperti roti, telur, sayur dan susu cair.

Hati-hati saat berbelanja di supermarket Jepang dimana semua produk dan keterangannya ditulis dalam bahasa Jepang. Barang yang kita maksudkan belum tentu benar hanya dengan melihat fisiknya. Contoh: minyak goreng akan mirip kemasan dan warnanya dengan cuka, gula pasir akan mirip bentuknya dengan garam, susu akan mirip dengan yoghurt, dan telur mentah akan mirip dengan telur rebus. Saya pernah salah membeli telur. Niatnya membeli telur mentah tapi yang terbeli malah telur yang sudah dimasak setengah matang, hahaha. Sebelum membeli barang di supermarket lebih baik bertanya kepada petugasnya. Cara berkomunikasinya adalah dengan Google Translate. Misal kita mau membeli gula atau dalam bahasa inggrisnya sugar. Cari Google Translate “sugar” ke bahasa Jepang dan kemudian tunjukkan terjemahan itu ke petugas sambil kita membawa barang yang kita maksudkan. Kalau ternyata barang yang kita maksudkan itu salah pasti petugas akan menggelengkan kepala atau say no dan membantu kita mencari barang yang benar. Orang Jepang sangat ramah dan helpful kok. Jangan lupa say thanks atas bantuan mereka dengan menyebutkan “arigatou“.

Selama di Jepang saya hanya memasak menu yang simple dan praktis saja seperti tumis sayuran, telur goreng, telur rebus, nasi goreng, dll. Selain karena saya sudah bawa lauk dari Indonesia, juga karena keterbatasan waktu yang ada untuk menyiapkan sarapan dan juga bekal makan siang sekaligus. Pak suami untungnya tidak pernah cerewet soal makanan selama travel.

Begitulah sharing saya mengenai istri yang juga harus bertugas bahkan saat sedang liburan di negeri orang. Pekerjaan ibu rumah tangga benar-benar pekerjaan yang 24/7 tanpa mengenal hari libur dan juga tanpa tanda jasa, hahahaha. Tapi saya ikhlas dan enjoy kok menjalaninya.

Travel Journal

Plan Your Trip To Japan

Bagi kalian yang baru pertama kali akan ke Jepang, seperti saya dulu, pasti agak bingung bagaimana merencanakan perjalanan kalian dengan detail. Kemarin kebetulan saya dapat tugas dari pak suami untuk membuat itinerary liburan ke Jepang selama 14 hari. Sekarang saya akan berbagi tips dalam merencanakan perjalanan kalian ke Jepang.

Itinerary

Itinerary adalah bagian paling penting dalam suatu perjalanan. Itinerary yang dibuat sedetail mungkin akan lebih baik daripada yang general. Disarankan untuk membuat itinerary di Microsoft Office Excel supaya gampang perhitungannya. Langkah-langkah membuat itinerary ala saya adalah sebagai berikut. Langkah-langkah ini juga bisa diterapkan dalam pembuatan itinerary negara lainnya.

  1. Tentukan tempat yang akan kalian tuju.
  2. Lihat peta negara Jepang dan kelompokkan tempat tujuan berdasarkan daerahnya (Misal prefecture Osaka, Kyoto, Tokyo, dll).
  3. Dari kelompok daerah itu breakdown lagi ke sub daerahnya (Misal Tokyo Central, Tokyo Utara, Selatan dll). Hal ini dimaksudkan supaya jalur transportasinya lebih ringkas dan tidak bolak-balik.
  4. Tentukan jam berapa kalian akan mulai berangkat dari tempat tinggal kalian. Disarankan untuk memulai hari sepagi mungkin supaya dalam sehari bisa explore 3-4 tempat. Kebanyakan tempat wisata di Jepang tutup jam 5 atau 6 sore.
  5. Cari informasi seputar tempat tujuan kalian: Opening hours, close day, dan admission fee-nya. Cari informasi juga mengenai halte bus atau stasiun kereta / subway terdekat dari lokasi tersebut.
  6. Tentukan alokasi waktu di lokasi, berapa lama kalian akan berkeliling di lokasi.
  7. Cari informasi seputar transportasi untuk menuju ke lokasi tersebut. Tuliskan dengan lengkap di tabel itinerary kalian tentang detail transportasinya. Misal naik bus dari halte “A” pada jam berapa, berapa banyak bus stop-nya, estimasi jam sampai di tujuan, jarak tempuh dari tempat turun bus ke lokasi yang dituju dan harga per penumpangnya.
  8. Masukkan juga alokasi waktu untuk makan siang dan makan malam beserta budget-nya.
  9. Masukkan budget untuk shopping (souvenir, oleh-oleh atau koleksi)
  10. Masukkan budget untuk snack atau camilan. Udara yang dingin dan perjalanan yang jauh kerap kali membuat kita akan cepat lapar. Ditambah banyaknya camilan unik dan lucu di Jepang yang bisa bikin kita kalap, hahaha.
  11. Masukkan biaya contingency sebesar 5-10% dari total budget. Intinya sih untuk antisipasi kalau ada lonjakan biaya.

Dari parameter tersebut kalian akan bisa menentukan berapa budget kalian untuk liburan ke Jepang (diluar tiket pesawat dan hotel). Kalian juga akan lebih percaya diri tentang jumlah uang yang akan ditukarkan ke money changer. Saya punya prinsip sebisa mungkin menghindari pemakaian credit card dan melakukan penukaran mata uang saat di negeri orang karena kurs-nya sering kali tidak bagus dan merugikan kita.

Rekomendasi bahan bacaan untuk membuat itinerary Jepang

Transportation

Sebagai negara yang besar, Jepang memiliki sistem transportasi umum yang sangat kompleks. Ada kereta, subway (MRT), monorail, shinkansen, bus dan pesawat. Belum pula untuk satu jenis transportasi memiliki lebih dari satu operator yang rute-nya berbeda-beda. Kondisi yang kompleks ini tidak memungkinkan kita untuk melihat peta secara manual lagi karena penampakan peta-nya sudah seperti benang kusut! Beruntungnya kita karena hidup di jaman yang modern dan serba praktis. Permasalahan transportasi yang rumit di Jepang saat ini sudah semakin terbantu dengan situs-situs transportation planner dan aplikasi di handphone. Syaratnya hanya butuh jaringan internet saja.

Dari berbagai situs dan aplikasi transportation planner saya paling suka dengan tampilan “Hyperdia”. Hyperdia ini memuat informasi tentang jadwal, rute dan biaya kereta, shinkansen (kereta cepat) dan subway di seluruh Jepang. Kekurangan dari Hyperdia ini hanya tidak ada informasi tentang rute dan jadwal bus. Hyperdia juga tersedia dalam aplikasi mobile phone akan tetapi aplikasi ini adalah aplikasi berbayar. Untuk jadwal, rute dan biaya bus saya masih mengandalkan Google Maps. Begitu pun dengan rute jalan kaki juga mengandalkan Google Maps.

Silakan cek:

Dengan alat-alat bantu di atas, kita tidak perlu takut tersesat lagi di negeri orang walaupun travelling sendirian tanpa tour guide. Saya dan suami adalah tipe orang yang lebih senang merencanakan perjalanan sendiri. Lebih puas rasanya. Mumpung masih muda dan ada tenaga, hahaha. Lagian ikut tour juga hitungannya lebih mahal dan terbatas jumlah lokasi yang bisa kita datangi.

Untuk menekan biaya transportasi yang super mahal di Jepang, manfaatkan fasilitas berbagai pass yang ditawarkan untuk wisatawan asing. Pembahasan tentang pass ini akan saya bahas di segmen terpisah.

Meals

Sebagai negara maju tentunya biaya hidup di Jepang jauh lebih tinggi daripada di Indonesia. Hal yang paling terasa disini adalah mahalnya harga makanan. Untuk belanja yang lain-lain mungkin masih bisa ditahan-tahan, tapi kalau urusan perut rasanya tidak bisa dikompromikan. Kita butuh makan supaya ada tenaga. Berikut adalah range harga makanan di Jepang (per porsi)

  • Nasi putih instan: 100 – 200 Yen
  • Bento set di convenience store (Lawson, 7-11, Family Mart, dll): 500 – 650 Yen
  • Makan di depot / restaurant kecil: 1.000 – 1.500 Yen
  • Makan di restaurant besar: > 2.000 Yen
  • Air mineral ukuran 600 ml: 100 – 120 Yen

Sekian dulu tips dari saya.. Semoga memberikan sedikit gambaran tentang merencanakan liburan kalian ke Jepang.

 

 

Travel Journal

Trip To Japan (Day 15): Back To Jakarta

Rabu, 26 April 2017

Hari ini adalah hari ke-15 di Jepang yang berarti hari terakhir berlakunya visa waiver. Sebelum diusir secara paksa lebih baik kita segera pulang ke kampung halaman, hahaha. Kami berangkat pagi sekali dari apartemen ke stasiun kereta Nakano. Tujuannya adalah untuk menghindari rush hour pagi yang biasanya berlangsung pk. 07:00 – 09:00 pagi. Saat rush hour rasanya tidak ada space kosong di gerbong kereta. Semua penuh sesak dan badan menempel satu sama lainnya. Kalau keadaannya begitu bagaimana kami bisa memasukkan 2 koper medium dan 1 dus medium ke dalam kereta? So, lebih baik kami mengalah untuk berangkat lebih pagi walaupun pesawat kami baru akan berangat pk. 10:35. Untuk kalian yang travelling dengan baby atau anak kecil saya sarankan menghindari rush hour juga karena kondisi gerbong yang penuh sesak seperti itu tidak baik untuk pernapasan (kurang oksigen). Saking sesaknya di gerbong, saya sampai tidak punya kesempatan untuk memoto kondisi penumpang dalam gerbong.

Tokyo memiliki 2 airport yaitu Haneda dan Narita. Dari awal membeli tiket pesawat, saya dan suami sudah memastikan bawah pesawat kami akan berangkat dari airport Haneda. Kami memilih Haneda karena letak Haneda yang lebih dekat dengan pusat kota Tokyo sehingga biaya keretanya bisa lebih murah, hehe.

Saya dan suami naik kereta dari stasiun kereta Nakano pk. 06.21 dan harus 2 kali transit di stasiun kereta Kanda dan Hamamatsucho sampai akhirnya naik Tokyo Monorail Haneda Express dari stasiun Hamamatsucho. Perjalanan ke airport Haneda memakan waktu sekitar 1 jam.

Kami tiba di gedung terminal 1 keberangkatan international dan melakukan proses drop baggage di counter Cathay Pacific. Sehari sebelumnya kami telah melakukan web check-in sehingga tidak perlu lagi mengantri di counter check-in. Setelah mengurus bagasi pesawat kami berjalan keluar gedung terminal untuk naik free shuttle bus menuju terminal 1 domestik. Pak suami dapat titipan order dari kakak-nya untuk membelikan tumbler Starbucks Jepang untuk koleksi. Starbucks di airport Haneda hanya ada di terminal 1 domestik tepatnya di lantai 3. Saya sekalian membeli minuman green tea latte disana. Setelah selesai kami kembali ke gedung terminal 1 keberangkatan international dengan free shuttle bus dan mengurus imigrasi. Antrian imigrasi tidak terlalu lama dan kami segera masuk ke ruang tunggu. Pesawat berangkat sesuai jadwal semula, tidak delay. Pesawat yang kami naiki akan transit selama 5 jam di Hong Kong sebelum berangkat ke Jakarta.

Kami tiba di terminal 1 Hong Kong International Airport sekitar pk. 14:10. Sebenarnya agak galau juga tentang apa yang akan dilakukan selama transit 5 jam di Hong Kong. Apakah mau keluar airport dan main sebentar ke kota Hong Kong atau tetap stay di airport? Setelah berunding dengan pak suami akhirnya diputuskan untuk tetap stay di airport saja dengan pertimbangan kereta (express train) ke kota Hong Kong juga lumayan mahal, belum pula kalau nantinya kalap belanja-belanja, hahaha. Informasi lebih lanjut tentang express train bisa dicek di link berikut: http://www.hongkongairport.com/eng/transport/to-from-airport/airport-express.html

Sambil menunggu waktu transit kami merencanakan untuk lunch dan keliling airport saja. Dikarenakan pilihan restaurant di terminal 1 tidak sebanyak di terminal 2 maka kami pun berencana untuk jalan-jalan ke terminal 2. Untuk berjalan ke terminal 2, kita diharuskan untuk melalui imigrasi dulu dan mengisi form kedatangan. Agak aneh memang tapi sebagai pendatang kita harus patuh pada peraturan. Setelah mengisi form kedatangan kami pun melalui antrian imigrasi. Saat ditanya petugas akan menginap dimana di Hong Kong kami jawab bahwa kami hanya penumpang transit dan pesawat kami akan berangkat ke Indonesia pk. 19:05. Tidak ada masalah yang berarti saat melewati imigrasi.

P_20170426_163918_vHDR_Auto
Menu lunch di HKIA

Di terminal 2 kami makan siang di sebuah kedai yang bernama Qian Shao Bai Wei dengan menu set nasi BBQ. Dari hasil survey sih tempat makan ini yang paling terjangkau. Tapi sayangnya tempat makan ini tidak cocok untuk teman-teman yang muslim karena mengandung babi. Setelah makan siang kami berjalan-jalan di terminal 2 saja.

P_20170426_161148_vHDR_Auto
Lagi ada pameran Star Wars di depan bioskop IMAX HKIA

Tidak banyak yang bisa dilihat di Hong Kong International Airport (HKIA) ini sebenarnya. Berbeda dengan Changi International Airport di Singapore yang punya banyak fasilitas yang bisa dinikmati penumpang transit secara free. Bioskop yang ada di HKIA pun adalah bioskop IMAX berbayar (harga berkisar HKD 120 per orang). Akhirnya kami hanya berjalan-jalan mengelilingi pertokoan yang ada di terminal 2 dan duduk-duduk santai sambil menikmati free wifi. 2 jam menjelang boarding kami kembali berjalan kaki ke terminal 1 dengan melewati imigrasi. Setelah itu kami menunggu di ruang tunggu sampai pesawat boarding. Pesawat Cathay Pacific ke Jakarta berangkat tepat waktu pk. 19:00. Kami sampai di Soekarno Hatta International Airport terminal 2 pk. 22:45 malam. Sungguh perjalanan yang panjang dan melelahkan. Kalau ada uang lebih memang lebih baik kalau pakai direct flight sih.

EXPENSES:
(Kurs 1 JPY = 121,65 IDR; 1 HKD = 1.725 IDR)

  • Train from Nakano to Haneda Airport: 2 x JPY 800 = JPY 1.600 = IDR 194.640
  • Green Tea Latte (Grande) at Starbucks Haneda: JPY 507,6 = IDR 61.724
  • Tumbler Starbucks at Haneda: JPY 1.436 = IDR 174.689
  • Lunch at Qian Shao Bai Wei HKIA: 2 x HKD 42,5 = HKD 85 = IDR 146.625

TOTAL EXPENSES = IDR 577.678

Semoga tulisan ini bermanfaat untuk teman-teman yang akan berkunjung ke Jepang dan saya ucapkan selamat bertualang ke Jepang!

Travel Journal

Trip To Japan (Day 13 & 14): Tokyo Disneyland & Tokyo Disneysea

Setelah bergumul dengan jadwal itinerary yang hectic dimana 1 hari bisa sampai ke 3-4 tempat tujuan, hari ini dan besok adalah saatnya bersantai. Tempat yang dituju cuma 1 dalam sehari. Hari ini saya dan pak suami akan mengunjungi Tokyo Disneyland dan besoknya ke Tokyo Disneysea. Tiket sudah kami beli dari Jakarta saat berlangsung event Japan Travel Fair 2017. Kami membeli tiket 2 day pass seharga 13.200 Yen, 1 hari untuk Disneyland dan 1 hari untuk Disneysea. Tiket ini tanggalnya sudah fix dan tidak bisa ditukar.

P_20170424_092306_vHDR_Auto
Tokyo Disneyland Easter Edition

Pada mulanya pak suami agak malas-malasan saat saya mengajaknya ke Tokyo Disneyland dan Tokyo Disneysea karena dia berpikir atraksi permainan disana hanya khusus untuk anak-anak. Seorang pria seakan-akan turun harga dirinya kalau mengunjungi tempat seperti Tokyo Disneyland. Hahaha! Pada kenyataannya, wahana permainan disana cukup general kok. Tidak melulu mainan anak kecil lho. Banyak sekali anak remaja yang berkunjung kesana. Intinya Tokyo Disneyland dan Tokyo Disneysea adalah theme park dimana kita bisa bertemu secara langsung dengan karakter Disney idola kita baik dalam atraksi permainan ataupun dalam parade. Oh ya, parade-parade di Tokyo Disneyland dan Tokyo Disneysea ini patut disaksikan lho.. keren-keren sekali! Semuanya disini lucu-lucu dan menggemaskan alias “kawaii” dalam bahasa Jepang-nya. Kalau dari segi kawaii, Tokyo Disneyland menurut saya lebih kawaii daripada Tokyo Disneysea.

Best time untuk mengunjungi Tokyo Disneyland dan Tokyo Disneysea adalah saat weekdays, bukan hari sabtu-minggu atau hari libur. Selain itu pastikan saat kalian berkunjung cuaca sedang cerah (bisa cek prakiraan cuaca seperti Accuweather) karena kebanyakan parade dilakukan di luar ruangan. Saat membuat itinerary saya sengaja menaruh alokasi waktu untuk berkunjung ke Disneyland dan Disneysea saat weekdays. Menurut Google, kepadatan pegunjung Tokyo Disneyland dan Tokyo Disneysea saat weekdays hanya 30-50%-nya saja dan saat weekend akan membludak jadi 80-100% (cek di http://www.tdrnavi.jp/forecast/disneyland?lang=en). Dari pengalaman langsung waktu kesana, kepadatan 50% itu saja ramai sekali lho rasanya! Antrian atraksi permainan favorit bisa sampai 1 jam sendiri. Apa kabar dengan kepadatan 100% ya?! Pasti tidak enjoy sekali dan waktu kita akan habis hanya untuk mengantri atraksi permainan. Dengan kondisi pergi saat weekdays pun ternyata saya tidak berhasil mencicipi semua atraksi di Disneyland. Atraksi yang saya utamakan adalah atraksi favorit dulu, kalau ada waktu lebih baru mencoba atraksi lain yang lebih tidak populer. Sepertinya untuk bisa puas menjelajah Tokyo Disneyland harus mengalokasikan 2 hari disini deh. Untuk Disneysea, kami bisa mendapatkan semua atraksi favorit yang kami inginkan dalam satu hari kunjungan.

Disarankan untuk membeli tiket masuk terlebih dahulu sebelum datang ke Disneyland dan Disneysea. Dengan membeli tiket duluan, kita akan mengurangi waktu antrian di loket dan bisa langsung masuk ke gate. Sekedar informasi, selain 1 day pass atau 2 day pass, Tokyo Disneyland dan Tokyo Disneysea juga menyediakan pass malam yang lebih murah: Starlight pass (pass yang berlaku saat hari weekend (Sabtu-Minggu) atau hari libur, setelah pk. 15:00 sore) seharga 5.400 Yen dan After 6 pass (pass yang berlaku saat hari weekdays, Senin-Jumat, setelah pk. 18:00 malam) seharga 4.200 Yen. Konsekuensinya pass malam ini ya kita hanya punya waktu sebentar sebelum theme park tutup. Pass malam ini lebih ditujukan untuk orang-orang yang hanya ingin menyaksikan parade malam hari di Tokyo Disneyland atau Tokyo Disneysea.

Untuk menghemat waktu antrian, pada atraksi permainan favorit di Tokyo Disneyland dan Tokyo Disneysea tersedia fasilitas FASTPASS. FASTPASS adalah tiket masuk ke suatu atraksi permainan tanpa melewati jalur antrian reguler yang biasanya sangat panjang. Dari pengalaman saya, dengan menggunakan FASTPASS kita bisa hemat waktu antrian suatu atraksi sampai 30 menit lho. FASTPASS bisa didapatkan secara free. Caranya tinggal datang ke atraksi permainan yang kalian mau yang menyediakan fasilitas FASTPASS (List-nya bisa dicek di situs resmi Tokyo Disneyland: http://www.tokyodisneyresort.jp/id/attraction/lists/park:tdl#tags=50 dan Tokyo Disneysea: http://www.tokyodisneyresort.jp/id/attraction/lists/park:tds#tags=50) kemudian scan barcode tiket Disney kalian di mesin ticket FASTPASS dan tunggu tiket FASTPASS-nya keluar . Setelah tiket keluar, cek jam berlakunya tiket FASTPASS dan kalian tinggal datang lagi ke atraksi tersebut saat jam yang tertera di tiket FASTPASS dengan mengambil jalur antrian khusus FASTPASS dan menunjukkan tiket FASTPASS kalian ke petugas. Satu tiket FASTPASS hanya berlaku untuk satu orang saja. Perlu diperhatikan disini bahwa kita tidak bisa mengambil tiket FASTPASS berikutnya di atraksi permainan lain sampai dengan waktu yang ditentukan (tertera di tiket FASTPASS yang telah kita ambil). Sambil menunggu waktu untuk bisa mengambil tiket FASTPASS lagi kita bisa mengantri di atraksi permainan lain yang tidak ada fasilitas FASTPASS atau menonton parade.

Jam operasional theme park setiap harinya bisa berbeda. Kita harus rajin cek situs resmi Tokyo Disneyland dan Tokyo Disneysea pada bagian kalender operasional-nya supaya kita bisa merencakanan kedatangan dengan baik (tidak terlalu cepat dan tidak terlalu siang): http://info.tokyodisneyresort.jp/id/calendar/201706.html#20170607. Jadwal parade juga bisa berubah-ubah setiap minggu-nya, kita harus cek di brosur yang diberikan petugas saat kita masuk theme park. Pastikan brosur yang kamu dapat adalah yang versi bahasa Inggris ya, hehe.

Selain jam operasional, kalian juga harus mengecek jenis atraksi apa saja yang sedang tutup di saat kalian datang. Tujuannya supaya kalian tidak buang-buang waktu dan tenaga untuk mendatangi atraksi tersebut dan jadi kecewa karena atraksinya ditutup untuk perbaikan atau perawatan rutin.

Bahasa pengantar yang digunakan dalam semua atraksi permainan dan juga parade di Tokyo Disneyland dan Tokyo Disneysea adalah bahasa Jepang. Kecuali untuk beberapa lagu Disney masih ada dalam versi bahasa Inggris-nya. Walaupun saya dan suami tidak mengerti bahasa Jepang tapi kami tetap bisa enjoy mengikuti euforia disana.

Another tips from me adalah kalian disarankan untuk men-download aplikasi yang bernama “TDR Wait Time“. Untuk pengguna Android silakan download di Play Store. Aplikasi ini sangat membantu sekali karena menginformasikan kepada kita waktu tunggu (wait time) setiap atraksi permainan yang ada di Tokyo Disneyland dan Tokyo Disneysea sehingga kita bisa mengatur waktu kita seefisien mungkin. Daripada mengantri lama di suatu atraksi, lebih baik kita mencari atraksi lain (yang juga kategori favorit) dengan waktu tunggu yang lebih singkat. Selain itu aplikasi ini juga memberikan informasi waktu ketersediaan tiket FASTPASS di beberapa atraksi permainan yang memiliki fasilitas FASTPASS. Contohnya pada aplikasi tertulis wahana “A” FASTPASS pk. 17.00 – 18.00 maka artinya kalau kita mengambil tiket FASTPASS dari siang pun kita baru bisa menggunakan tiket FASTPASS tersebut di pk. 17:00 – 18:00.

Pada saat kita akan melewati gate masuk theme park, kita akan melalui pemeriksaan tas dari pihak security. Pemeriksaan tas-nya sih seadanya saja jadi saya masih bisa “menyelundupkan” bekal makan siang saat masuk ke Tokyo Disneyland dan Tokyo Disneysea. Membawa bekal makanan sendiri ada untungnya juga selain bisa menekan budget makan (secara makanan di theme park kan agak mahal) yaitu kita bisa hemat waktu mengantri di restaurant. Saat lunch dan dinner time hampir semua restaurant di theme park penuh dan harus mengantri untuk dapat seat. Alangkah lebih baik kalau waktu mengantri tersebut dialihkan buat antrian masuk atraksi permainan. Biasanya saat lunch dan dinner antrian di atraksi permainan jadi sangat berkurang. Untuk air minum tidak usah khawatir karena banyak drinking water station di dalam theme park. Kita tinggal menyediakan botol minum sendiri saja.

Senin, 24 April 2017

Tokyo Disneyland

Kami berangkat dari apartemen sekitar jam 8 pagi ke stasiun kereta Nakano untuk naik kereta ke stasiun Tokyo dan berganti kereta ke arah stasiun Maihama. Saat naik kereta dari stasiun Nakano saya dan suami sempat merasakan rush hour di Tokyo dimana kereta sangat penuh sesak karena banyaknya penduduk yang mau pergi kerja. Dari stasiun kereta Maihama kita tinggal berjalan kaki sebentar sampai ketemu stasiun kereta khusus Tokyo Disney Resort dan naik kereta ke stasiun Tokyo Disneyland. Kereta Tokyo Disney Resort ini bisa dikatakan harganya cukup mahal untuk jarak tempuh yang tidak terlalu jauh. Kalau mau lebih murah mungkin bisa jalan kaki saja dari stasiun Maihama (sekitar 10 menit) tapi saya tidak menyarankan untuk jalan kaki karena lebih baik tenaganya disimpan buat mengitari Tokyo Disneyland yang luas sekali itu, hahaha. Saya dan suami sih lebih memilih naik kereta khusus Tokyo Disney Resort saja sekalian kita bisa melihat interior kereta yang bertema Disney.

P_20170424_091518_BF
Inside Disney Train

Tiket Tokyo Disneyland yang telah kami beli di Jakarta sebelumnya tidak perlu lagi di-print di counter. Barcode yang ada di tiket tinggal di-scan pada gate masuk saja. Antrian masuk gate pagi itu tidak terlalu panjang (karena weekdays). Kami menyempatkan untuk mengambil brosur (english version tentunya) sebelum masuk theme park.

Begitu masuk ke dalam Tokyo Disneyland sekitar pk. 09:30, pak suami langsung sigap berlari ke mesin tiket FASTPASS untuk atraksi Monster Inc. Itu pun FASTPASS-nya sudah buat sore hari lho, hahaha. Antrian reguler Monster Inc juga tidak kalah panjangnya. Harap maklum karena Monster Inc adalah salah satu atraksi favorit di Tokyo Disneyland.

Sambil menunggu berlakunya FASTPASS, kami memutuskan untuk mengantri di atraksi lainnya atau menonton parade terlebih dahulu. Berikut adalah jenis atraksi, show dan parade yang berhasil kami ikuti selama seharian di Tokyo Disneyland:

Atraksi

  1. Star Tour: The Adventure Continue
    Menonton film Star Wars dalam bentuk 3D dengan special effect. Kita akan masuk ke kabin pesawat yang memuat 40 orang untuk bersama-sama berpetualang mengikuti jalan cerita film.
  2. Cinderella’s Fairy Tales Hall
    Explore Cinderella’s castle

    P_20170424_142710_vHDR_Auto
    Cinderella’s Castle
  3. Snow White Adventure
    Naik kereta dengan latar belakang kisah Snow White.
  4. Peter Pan’s Flight
    Kereta-nya lebih mirip kereta gantung yang bikin efek kita seakan-akan sedang terbang bersama Peter Pan.
  5. Minnie’s House
    Melihat interior rumah Minnie Mousse.
  6. Pooh’s Hunny Hunt
    Naik kereta dengan latar belakang kisah Winnie The Pooh.
  7. Big Thunder Mountain
    Roller Coaster. Naik ini karena ditipu sama suami karena dia tahu saya paling anti naik roller coaster, hehe. Menurut saya sih lumayan serem track-nya karena ada bagian yang menukik tajam.
  8. Monster Inc. Ride & Go Seek
    Main tembak-tembakan dan bersaing score dengan teman satu kereta kita (1 kereta ada 2 orang).
  9. Jungle Cruise: Wildlife Expedition
    Keliling kapal melihat hewan-hewan liar di hutan. Tentu saja hewan-hewannya bukan sungguhan dan robot belaka. Tapi robot-nya keren-keren lho dan mirip aslinya. Kami kebagian kapal ini pas sudah senja jadi pemandangannya kurang bagus. Disarankan untuk naik kapal ini saat siang hari.
  10. Buzz Lightyear’s Astro Blaster
    Main tembak-tembakan juga. 1 kereta memuat 2 orang

Saat saya kesana atraksi Pirates Of Caribbean sedang ditutup. Padahal kayaknya seru juga deh atraksinya.

Parade & Show

  1. Daytime Parade: Usatama On The Run
    Parade khusus tema Easter

  2. Daytime Parade: Happiness Is Here

    P_20170424_142459_vHDR_Auto
    Daytime Parade
  3. One Man’s Dream II: The Magic Lives On
    Teater Musikal Mickey Mouse & friends

    P_20170424_195539_vHDR_Auto
    Electrical Parade Dreamlight
  4. Nighttime Parade: Electrical Parade Dreamlight
    Parade paling keren! Hanya ada di malam hari. Semua lampu d rute yang akan dilewati kendaraan parade akan dimatikan dan menambah lighting effect dari parade ini.

    P_20170424_204707_NT
    Cinderella’s Castle at night. Tempat berlangsungnya pertunjukan Once Upon A Time.
  5. Once Upon A Time
    Show di malam hari dengan Cinderella’s castle sebagai layarnya. Menceritakan karakter berbagai princess Disney lengkap dengan lagu-lagu temanya ditambah dengan kembang api dan special effect lainnya. Wajib ditonton juga.
P_20170424_172500_vHDR_Auto
Curry Rice porsi besar
P_20170424_160344_vHDR_Auto
Pak suami dan popcorn bucket. Kawaii!

Kalau kalian suka popcorn, kalian bisa hunting popcorn aneka rasa yang booth-nya tersebar di Tokyo Disneyland (ada keterangan pada map Tokyo Disneyland). Saya juga membeli popcorn bucket baby Minnie Easter edition buat kenang-kenangan. Suami memilih untuk mengkoleksi koin-koin logo Disney dari mesin cetak koin berbayar yang lokasinya ada beberapa tempat, salah satunya ada di Penny Arcade. Untuk makan malam kami memilih menu Japanese Curry Rice di Hungry Bear Restaurant. Ketika mau pulang ke apartemen kami sempat mampir di 7-11 untuk membeli bento set untuk sarapan besok.

EXPENSES:
(Kurs 1 JPY = 121,65 IDR)

  • Train from Nakano to Tokyo Disneyland (round trip): 2 x 2 (JPY 470 + 260) = JPY 2.920 = IDR 355.218
  • Popcorn: JPY 310 = IDR 37.711
  • Popcorn Bucket Disney Easter Edition: JPY 2.560 = IDR 311.424
  • Dinner Curry Rice: 2 x JPY 1.024 = JPY 2.048 = IDR 249.139
  • Bento Set at 7-11: JPY 498 = IDR 60.582

TOTAL EXPENSES = JPY 8.336 = IDR 1.014.074

Selasa, 25 April 2017

Tokyo Disneysea

Saya dan suami juga berangkat pagi dari apartemen untuk mengejar kereta ke Tokyo Disneysea. Rute perjalanan sama seperti kemarin saat ke Tokyo Disneyland hanya saja hari ini kita akan turun di stasiun kereta Tokyo Disneysea. Pagi ini di kereta kami juga kebagian rush hour dan kereta jadi sesak sekali. Badan saling menempel satu sama lain saking penuhnya. Walaupun negara Jepang minim terjadi pelecehan seksual dalam transportasi umum tapi lebih baik sebagai wanita kita juga bisa menjaga diri.

P_20170425_175146_vHDR_Auto
Globe Tokyo Disneysea

Sekedar informasi, Tokyo Disneyland dan Tokyo Disneysea berada di lokasi terpisah walaupun masih di satu kawasan Tokyo Disney Resort. Kalau ada yang berniat jalan kaki dari stasiun Maihama ke Tokyo Disneysea dengan alasan lebih murah, sebaiknya sih diurungkan saja niatnya karena jalan kakinya akan lebih jauh daripada sekedar hanya ke Tokyo Disneyland. Jalan kaki dari stasiun Maihama ke Tokyo Disneysea harus ditempuh dalam waktu 15-20 menit. Alangkah lebih baik tenaganya disimpan untuk mengitari Tokyo Disneysea saja, hehe.

Secara overall, atraksi permainan di Tokyo Disneysea ini lebih banyak ditujukan untuk remaja dan dewasa karena sifatnya yang lebih menantang. Banyak atraksi roller coaster dan atraksi menegangkan lainnya. Secara luas lokasi juga Tokyo Disneysea ini tidak sebesar Tokyo Disneyland jadi untuk full explore hanya dibutuhkan waktu 1 hari (dengan catatan perginya di weekdays ya). Cuaca di Tokyo Disneysea berasa lebih terik (walaupun anginnya tetap sejuk), mungkin karena dekat laut ya.. tau-tau pas balik kulit jadi gosong!

Begitu masuk ke dalam gate Tokyo Disneysea, pak suami segera berlari untuk mengambil tiket FASTPASS Toy Story. Itu pun FASTPASS-nya baru berlaku sore hari. Toy Story ini adalah atraksi paling favorit dan paling panjang antriannya di Tokyo Disneysea. Setelah makan siang baru pak suami mengambil FASTPASS untuk atraksi Indiana Jones.

P_20170425_134509_vHDR_Auto
Salah satu sudut di Tokyo Disneysea

Untuk popcorn aneka rasa di Tokyo Disneysea juga ada tapi tidak sebanyak yang ada di Tokyo Disneyland. Kalau memang berniat membeli popcorn bucket disarankan untuk beli di Tokyo Disneyland saja karena lebih banyak pilihan.

P_20170425_145628_vHDR_Auto
Masih edisi Easter

Berikut adalah atraksi, show dan parade yang kami ikuti selama seharian di Tokyo Disneysea. Untuk parade menurut saya lebih keren yang di Tokyo Disneyland.

Atraksi

  1. Journey To The Center Of The earth
    Kalau ini pak suami saja yang main karena tipe permainannya roller coaster.
  2. Sinbad Storybook Voyage
    Naik kereta dengan latar belakang cerita Sinbad.
  3. The Magic Lamp Theatre
    Nonton film 3D di theatre tapi menurut saya kurang oke.
  4. 20.000 Leagues Under The Sea
    Seolah-olah naik kapal selam yang turun ke dalam laut.
  5. Indiana Jones Adventure: Temple Of Crystal Skull
    Termasuk permainan roller coaster. Pak suami saja yang main, saya tidak ikut.
  6. Aquatopia
    Kendaraan air dengan track khusus.
  7. Disneysea Transit Steamer Line
    Kapal rekreasi yang menghubungkan Mediterranean Harbor dan Lost River Delta

    P_20170425_160447_vHDR_Auto
    Jelajah benteng
  8. Fortress Exploration
    Menjelajahi benteng pinggir laut

    P_20170425_173716_BF
    Toy Story Mania
  9. Toy Story Mania
    Main tembak-tembakan dan bersaing score dengan teman satu kereta kita (1 kereta ada 2 orang)

Parade & Show

  1. Fashionable Easter
    Show dengan panggung perairan. Karakter Disney akan memakai kostum tema Easter dan bernyanyi-nyanyi di atas kapal.

    P_20170425_110252_vHDR_Auto
    Sesaat sebelum masuk theatre King’s Triton Concert
  2. King’s Triton Concert
    Pertunjukan di Mermaid Theatre Lagoon. Disini bintang utamanya adalah Ariel sang Mermaid yang bernyanyi dan menghibur kita semua. Wajib di tonton karena ada atraksinya juga selain nyanyian.

    P_20170425_150121_vHDR_Auto
    Panggung Big Band Beat
  3. Big Band Beat
    Pertunjukan tarian dan nyanyian oleh Mickey Mouse & Friends.

    P_20170425_170726_vHDR_Auto
    Duffy & Friends

     

  4. My Friend Duffy
    Pertunjukan ini ada di dalam restaurant Cape Cod Cook-Off. Kesini juga tidak sengaja saat mau ngemil, hehe.

Dikarenakan pada jam 6 sore kami sudah selesai meng-explore Tokyo Disneysea maka kami tidak dinner disana melainkan beli bento di warung dekat apartemen yang jelas lebih enak dan kenyang, hahaha. Kami juga harus pulang cepat karena menunggu kiriman paket dari teman kami di Osaka yang dijadwalkan akan dikirim jam 8 malam. Dan benar saja tepat jam 8 malam pintu apartemen diketuk oleh pak pos-nya. Pak suami juga sempat singgah ke toko stationery untuk membeli perlengkapan packing (tali rafia dan lakban) untuk kembali ke Jakarta besok. Kelamaan di Jepang memang bikin koper jadi “ber-anak pinak”. Saya yang awalnya berangkat 2 koper medium, pulangnya jadi ada tambahan 1 dus medium. Demi alasan penghematan lebih baik barang di-packing sendiri dengan baik jadi tidak perlu lagi wrapping di bandara karena mahal (harga 1.000 Yen – 2.000 Yen per koper tergantung ukurannya).

EXPENSES:
(Kurs 1 JPY = 121,65 IDR)

  • Train from Nakano to Tokyo Disneysea (round trip): 2 x 2 (JPY 470 + 260) = JPY 2.920 = IDR 355.218
  • Popcorn: JPY 310 = IDR 37.711
  • Ice cream: JPY 310 = IDR 37.711
  • Hamburger Set at restaurant Cape Cod Cook-Off: JPY 1.430 = IDR173.959
  • Bento set: JPY 590 + JPY 550 = JPY 1.140 = IDR 138.681
  • Stationery: JPY 624 = IDR 75.910

TOTAL EXPENSES = JPY 6.734 = IDR 819.191

To Be Continued…