Travel Journal

Rumah Ulin Arya: Tempat Rekreasi Keluarga Yang Sedang Hits Di Samarinda

Sesuai janji saya di tulisan sebelumnya, hari ini saya akan membahas tentang kunjungan saya ke tempat rekreasi keluarga yang sedang hits di Samarinda, yaitu: Rumah Ulin Arya (RUA). Berada di bidang tanah yang luas dengan hamparan hijau rumput dan berbagai pohon-pohon menjadikan RUA tempat yang asri dan cocok melepaskan penat. Banyak fasilitas yang bisa dimanfaatkan baik untuk anak kecil maupun orang dewasa.

Location

RUA terletak di Desa Bayur, Sempaja Utara. Kurang lebih 30 menit berkendara dari GOR Sempaja. Berlokasi di pinggir kota Samarinda menjadikan RUA sebagai tempat yang tenang dan jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Untuk menuju ke RUA disarankan membawa kendaraan sendiri karena tidak ada angkutan umum yang mencapai lokasi tersebut. Lahan parkir kendaraan cukup luas dan bahkan bisa menampung bus wisata.

Sekedar info, beberapa ruas jalan raya menuju RUA rentan tergenang air / banjir saat hujan deras dalam waktu yang lama. Ada baiknya kita memantau cuaca sebelum menuju ke RUA.

Admission

Ada 2 pintu akses di RUA, yaitu akses ke kolam renang dan akses ke RUA. Apabila hanya ingin ke kolam renang (tanpa ke RUA), harga tiketnya adalah Rp. 60.000 per orang. Sedangkan kalau hanya ingin ke RUA (tanpa ke kolam renang), harga tiketnya Rp. 90.000. Tersedia tiket terusan untuk mengakses keduanya (RUA dan kolam renang) dengan harga yang lebih murah yaitu Rp. 120.000 per orang. Apabila datang dengan rombongan besar (diatas 120 orang), tersedia potongan harga tiket masuk RUA dari Rp. 90.000 menjadi Rp. 70.000 – Rp. 80.000 per orang.

Opening Hours

Jam operasional RUA adalah Senin – Minggu pk. 08.00 – 17:00 WITA. Khusus Sabtu dan Minggu bisa buka sampai pk. 19:00 WITA tergantung banyaknya pengunjung.

Services

RUA melayani penyelenggaraan meeting perusahaan, gathering kantor / keluarga, outbound,  pre wedding dan bahkan party. RUA juga memiliki jasa paket catering untuk melengkapi acara-acara yang diadakan di RUA. Harga catering start from Rp. 30.000 per orang. Tentunya untuk penyelenggaraan acara tersebut dibutuhkan reservasi terlebih dahulu. Silakan hubungi contact yang saya tulis dibawah.

Facilities

Berikut adalah berbagai fasilitas yang ada di RUA:

  • Pool
    Seperti sudah dibahas ditulisan diatas bahwa tiket masuk kolam renang terpisah dari tiket masuk RUA kecuali kalian membeli tiket terusan. Kolam renang ini mengusung tema sehat dengan hanya menggunakan sedikit kaporit. Kebersihan air kolam renang terjaga dengan menggunakan alat filter air yang banyak. Tersedia kolam anak-anak yang terpisah dengan kolam dewasa.

    PhotoGrid_1524037971296.jpg
    Kolam Renang RUA
    PhotoGrid_1524037890685.jpg
    Peraturan Kolam Renang RUA

    PhotoGrid_1524037917354.jpg
    Harga Tiket Masuk Kolam Renang RUA
  • Badminton Court
  • Table Tennis
  • Jogging track
  • Trampoline
  • Bootcamp 713 & Kids Bootcamp
    Bootcamp 713 ini sering dijadikan sebagai lokasi outbound perusahaan.

    PhotoGrid_1524038279068.jpg
    Bootcamp 713

    PhotoGrid_1524038133586.jpg
    Area Outbound
  • Camping Ground
  • Gazebo
    Ada beberapa gazebo di RUA yang bisa digunakan pengunjung untuk bersantai dan melepaskan lelah.

    PhotoGrid_1524037994151.jpg
    Gazebo di RUA
  • Garden Labyrinth
    Labirin ini berukuran kecil dengan tanaman hijau yang dipangkas rapi.

    PhotoGrid_1524038156614.jpg
    Mirip labirin di Eropa hanya saja lebih kecil
  • Butterflies House

    PhotoGrid_1524038217665.jpg
    Papan petunjuk arah di RUA
  • Mini Zoo
    Hewan-hewan yang ada di RUA cukup terawat dan sehat karena pihak pengelola rutin melakukan vaksinasi kepada hewan-hewan ini. Jadi jangan takut tertular penyakit dari hewan-hewan ini ya.
  • Giant Bird Nest
    Sarang burung raksasa ini bukan sarang burung sebenarnya tapi merupakan sarang burung buatan yang ditempatkan diatas pohon untuk kepentingan foto-foto dan melihat pemandangan RUA dari ketinggian. Tersedia akses tangga kayu sehingga kita tidak perlu memanjat pohon langsung, hehe.

    PhotoGrid_1524038112469.jpg
    Tangga menuju sarang burung raksasa

    PhotoGrid_1524038088177.jpg
    Di dalam sarang burung ada telur-nya lho!
  • Salak’s garden
  • Cafe
    Ada 2 cafe di RUA, yaitu Hidden Cafe; cafe outdoor yang terletak disamping kolam renang dan Coccoon Cafe; cafe indoor ber-AC yang terletak ditengah kolam renang dan RUA. Harga makanannya lumayan terjangkau, yaitu mulai dari Rp. 20.000. Untuk cafe outdoor-nya desainnya cukup instagramable.

    PhotoGrid_1524038389282.jpg
    Cafe Outdoor

     

    PhotoGrid_1524038441345.jpg
    Cafe Indoor

    PhotoGrid_1524038349935.jpg
    Menu cafe
  • Karaoke
  • Sound System
  • Private Library
    Dari segi buku menurut saya koleksi disini tidak terlalu banyak tapi desain perpustakaannya cantik sekali. Tidak heran banyak yang menjadikannya salah satu spot untuk foto dan bahkan foto pre wedding. Selain itu perpustakaan ini juga dilengkapi AC sehingga nyaman untuk bersantai.

    PhotoGrid_1524038049148.jpg
    Private Library
  • Meeting Room

Event

Seiring dengan perkembangannya, RUA mengadakan special event seperti perayaan Tahun Baru Imlek (Chinese New Year) 2018 yang terbilang cukup sukses karena ramai pengunjung. Banyak atraksi hiburan yang ditampilkan dalam event tersebut seperti parade tarian dan juga barongsai. Semoga saja ke depannya acara seperti ini bisa terus berlangsung di RUA.

Demikian liputan kunjungan ke RUA yang saya lakukan saat pulang kampung ke Samarinda. Saya pergi kesana pas hari Sabtu menjelang siang. Saat itu memang kondisi RUA sedang agak ramai karena ada family gathering perusahaan. Tapi overall menurut saya masih bisa dinikmati dengan nyaman koq.

Setahu saya, tempat rekreasi dengan konsep seperti RUA ini baru ada satu-satunya di Samarinda. Dengan adanya RUA, ada alternatif lain untuk menghabiskan waktu weekend selain sekedar pergi ke mall. Bosan juga kan kalau terlalu sering ke mall? Hehe. Siapa disini yang sudah pernah ke RUA? Ayo tunjuk tangan!

Contact

Telp/ SMS / WA: 082366600093
Website: http://rumahulinarya.business.site/
IG: rumahulinarya

Iklan
Travel Journal

Pulang Kampung Ke Samarinda

Di blog ini saya memang jarang menceritakan tentang kampung halaman saya. Saya lahir di Jakarta tapi besar di Samarinda. Jadi bisa dikatakan bahwa kampung halaman saya adalah Samarinda. Apalagi keluarga besar saya masih banyak di Samarinda. Saya memang orang yang jarang pulang ke kampung halaman sejak merantau ke Bandung tahun 2000. Biasanya jatah saya pulang adalah setahun sekali. Bukan kenapa-kenapa, tapi memang tiket pulang kampung ini cukup mahal dan perjalanannya melelahkan. Bisa dicek sendiri, tiket pesawat PP Jakarta-Balikpapan untuk satu orang standarnya sekitar 1,6 juta untuk flight selama kurang lebih 2 jam, belum pula dari Balikpapan ke Samarinda harus menggunakan transportasi darat 3 jam. Transportasi darat ini selain mobil pribadi, bisa juga menggunakan mobil travel (harga sekitar 150 ribu Rupiah per Orang untuk sekali perjalanan) dan sewa mobil (harga sekitar 350 ribu Rupiah untuk sekali perjalanan dengan menggunakan mobil standar Avanza).

Ada update terbaru mengenai bandara Samarinda. Saat ini bandara Samarinda sedang dalam proses akan diresmikan dan beroperasi tahun 2018. Konon rute penerbangan Samarinda – Jakarta akan diadakan. Kalau benar hal ini akan terjadi maka perjalanan pulang kampung ke Samarinda pasti akan lebih nyaman dan tidak melelahkan.

Berhubung dengan adanya long weekend tanggal 30 Maret – 1 April 2018, maka saya mengajak pak suami untuk ikut menemani saya pulang kampung ke Samarinda. Kebetulan tanggal 31 Maret tersebut ada perayaan ulang tahun nenek saya (Ibu dari Mama saya). Sejak menikah memang pak suami ini jarang bisa punya waktu untuk menemani saya pulang kampung.

Pulang kampung kali ini memang didedikasikan untuk acara keluarga. Saya tidak sempat untuk menghubungi teman-teman sekolah saya dulu di Samarinda karena waktu yang saya miliki di Samarinda cukup terbatas. Saya menginap di hotel Aston Samarinda yang lokasinya tidak terlalu jauh dengan rumah orang tua saya. Hotelnya bagus, bersih dan homey. Dari segi harga pun tidak terlalu mahal (kalau dibandingkan dengan hotel di Jakarta). Tidak heran banyak peminatnya sehingga saat long weekend kemarin semua kamar fully booked. Untungnya saya sudah pesan kamar jauh-jauh hari. Hotel Aston Samarinda ini memiliki akses penghubung ke Samarinda Central Plaza (SCP) yang merupakan salah satu tempat perbelanjaan di Samarinda. Jadi untuk sekedar beli air mineral dan snack sih tidak perlu jalan jauh-jauh.

Dikarenakan waktu yang terbatas, untuk urusan mencicipi kuliner Samarinda pun tidak banyak yang sempat kami datangi. Hanya sempat ke kedai Soto Banjar Ayam Kampung Hj. Wati di Jalan Gatot Subroto dan restoran Takigawa di Big Mall. Makanan favorit Samarinda yang tidak sempat didatangi terpaksa harus dibungkus untuk dibawa ke Jakarta. Untuk restoran Takigawa sebetulnya tidak ada yang spesial karena di Jakarta juga ada, tapi berhubung diajak adik saya makan disana ya sudah. Saya juga sekalian mau melihat mall baru di Samarinda, yaitu Big Mall.

Menurut saya, Big Mall ini adalah satu-satunya bangunan di Samarinda yang layak disebut sebagai mall. Tenant yang ada di Big Mall ini juga rata-rata sudah terkenal dan ber-merk. Target market Big Mall memang diperuntukkan untuk kalangan menengah ke atas. Berada di dalam Big Mall ini mengingatkan saya seperti mall di Jakarta dalam bentuk yang lebih sederhana.

Selain urusan keluarga dan kuliner, saya juga berkesempatan mengunjungi salah satu tempat rekreasi keluarga di Samarinda, yaitu Rumah Ulin Arya. Ulasan mengenai Rumah Ulin Arya akan saya buat di tulisan terpisah. Kalau digabung disini takutnya tulisannya jadi kepanjangan, hehe.

Ada pengalaman unik dari kegiatan pulang kampung kali ini. Saat hendak check in untuk penerbangan ke Jakarta di bandara Balikpapan, barang bawaan saya dipermasalahkan. Alasannya karena saya membawa udang galah mentah (walaupun sudah dibekukan dari Samarinda). Saya bukan kali ini saja membawa udang galah dari Samarinda ke Jakarta dengan menggunakan pesawat. Udang galah Samarinda ini memang favorit saya karena ukurannya besar dan harganya pun lebih murah daripada di Jakarta. Harga udang galah di Samarinda berkisar Rp. 90.000 – Rp. 130.000 per kilogram tergantung ukuran udang dan musimnya.

Pihak maskapai meminta saya untuk mengurus bawaan udang saya ke bagian karantina bandara. Perasaan deg-degan pun menghampiri saya karena seumur-umur saya belum pernah berurusan dengan bagian karantina. Dus bawaan saya pun dibongkar di ruang staff karantina bandara. Saya berpesan kepada staff karantina untuk menjaga supaya paket saya jangan sampai rusak dan setelah selesai diperiksa saya minta mereka untuk packing ulang yang rapi supaya bisa masuk ke bagasi pesawat. Pemeriksaan berjalan lancar. Staff karantina menjelaskan bahwa pemeriksaan ini untuk melindungi hasil sungai dan laut Kalimantan Timur. Mereka harus memastikan bahwa hasil sungai atau laut yang dibawa penumpang bukan dari jenis yang langka / dilindungi negara, juga dalam jumlah yang wajar (bukan untuk diperdagangkan). Bahkan menurut staff tersebut untuk destinasi tertentu misal ke Makassar, untuk membawa hasil sungai dan laut kesana harus melalui uji laboratorium dahulu yang dimaksudkan supaya hasil sungai dan laut yang dibawa dalam keadaan sehat, bebas dari penyakit.

PhotoGrid_1524037364588.jpg
Surat Pengantar dari Staff Karantina Bandara Balikpapan

Dari hasil pemeriksaan staff karantina bandara, saya tidak melanggar peraturan apa-apa mengenai membawa hasil sungai dan laut. Oleh karena itu pihak staff bandara membuatkan surat pengantar untuk ke pihak maskapai yang menerangkan udang galah bawaan saya masih dalam batas yang diperbolehkan untuk dibawa terbang. Saya hanya perlu membayar 5 ribu Rupiah untuk penerbitan surat tersebut. Wow! Saya sungguh takjub. Tadinya saya sudah berpikir bahwa saya harus membayar ratusan ribu untuk menyelesaikan urusan ini. Salut untuk pihak staff karantina bandara Balikpapan yang benar-benar bekerja tanpa memanfaatkan jabatan mereka. Semoga bisa terus kerja dengan jujur ya Pak! Hehehe.

Berbekal surat dari pihak karantina bandara, dus bawaan saya bisa diterima dengan baik oleh pihak maskapai dan akhirnya selamat mendarat di Jakarta. Sekedar tips yang saya peroleh dari pihak karantina bandara Balikpapan, untuk hasil sungai dan laut yang akan dibawa, kalau tidak mau repot dengan urusan karantina, lebih baik sudah dalam bentuk olahan masakan, bukan mentah. Tapi kembali lagi dengan selera dan kebutuhan masing-masing orang. Kalau saya tetap lebih suka bawa udang mentah supaya bisa diolah sesuai selera.

Demikian pengalaman saya berurusan dengan pihak karantina bandara. Apakah ada yang memiliki pengalaman yang sama? Silakan isi kolom komentar ya.

 

Story Of My Life

Pilih Blog Atau Vlog?

Hello! I’m back!

Entah kenapa saat mau menulis blog sepertinya ada saja permasalahan yang terjadi. Kali ini adalah jaringan wifi di rumah saya yang statusnya “no signal” melulu. Padahal paket kuota internet saya masih banyak. Hal ini berlangsung hampir seminggu pula. Benar-benar mengganggu produktifitas nih! Hehehe. Untungnya hari ini jaringan wifi sepertinya sudah kembali normal. OK, rasanya sudah cukup curhat dari saya dan lebih baik kita kembali ke topik hari ini: Blog vs Vlog.

Menurut Wikipedia, blog merupakan singkatan dari web log adalah bentuk aplikasi web yang berbentuk tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web. Sedangkan vlog adalah singkatan dari Video Blog yang merupakan perkembangan lebih lanjut dari blog. Jadi perbedaan mendasar keduanya adalah pada media penyampaiannya. Blog menggunakan tulisan sedangkan Vlog menggunakan video.

Baik blog maupun vlog baru populer semenjak internet ditemukan. Tentu saja akses internet sangat dibutuhkan untuk membuat blog mapun vlog. Dengan semakin mudah dan murahnya akses internet, para blogger dan vlogger (sebutan bagi orang yang membuat blog atau vlog) pun jumlahnya semakin banyak. Khusus untuk vlog, era vlog baru mulai populer saat ditemukannya Youtube dimana orang bisa meng-upload video-nya secara gratis disana.

Hobby membuat blog atau vlog bisa dimanfaatkan menjadi sumber pendapatan juga. Semakin populer blog atau vlog kita maka akan semakin terbuka peluang sponsorship ataupun iklan di channel kita. Tapi, untuk bisa memasang iklan di blog kita, biasanya kita harus memiliki akun layanan premium yang berbayar. Jangan tanya teknisnya seperti apa ya karena sampai saat ini saya masih menggunakan akun standar WordPress yang gratis dengan fitur-fitur terbatas, hahaha. Ada sih niat untuk upgrade akun ke premium tapi masih menunggu jatah kuota foto-nya habis dulu (hanya dapat kuota 3GB).

Melalui media video, vlog menjadi media yang lebih menarik. Bahkan anak kecil dibawah 2 tahun saja, yang belum bisa membaca, bisa mengakses video di Youtube. Tapi entah kenapa saya melihat banyak vlog sekarang yang content-nya kurang berbobot (baca: alay). Mungkin mereka hanya mengejar jumlah video yang di-upload dibandingkan memikirkan isi content-nya. Dan herannya lagi justru video-video seperti itu yang cepat populer di kalangan generasi sekarang. Berbeda dengan blog yang hanya terbatas pada foto dan tulisan saja, saya jarang menemukan content yang alay.

Kalau ditanya, saya pribadi lebih memilih blog atau vlog? Saya akan tegas menjawab: Blog! Alasan saya lebih memilih blog adalah sebagai berikut:

  1. Saya lebih bisa berekspresi melalui tulisan. Saya suka menulis. Jalur informasi dari otak ke tangan untuk menulis rasanya lebih cepat dibandingkan dengan jalur informasi dari otak ke bibir untuk berbicara, hahaha. Untuk bisa berbicara yang baik dan benar dibutuhkan waktu yang lebih lama dibanding menulis.
  2. Saya kurang representatif di depan kamera. Daripada menonton ibu-ibu yang sudah berumur kayak saya di video mungkin para penonton lebih melirik gadis-gadis yang lebih muda dan menarik. Hal ini sama seperti bisnis di dunia entertainment dimana artis yang muda selalu lebih diminati.
  3. Bagi orang yang tidak memiliki badan kurus, berada di depan kamera akan membuat saya lebih terlihat gemuk dan bulat. Bisa-bisa nanti satu layar video akan penuh dengan badan saya, hahaha.
  4. Untuk meng-upload dan menonton video butuh kuota internet yang banyak dan akses internet yang cepat. Kalau saya yang kuota internetnya terbatas alias bukan unlimited jadi berpikir dua kali untuk sering-sering meng-upload atau menonton video. Pada akhirnya sih kembali ke budget masing-masing.
  5. Saat menonton sebuah video kadang saya tidak bisa langsung mencerna isinya dan mendapat informasi yang saya inginkan. Alhasil harus memutar 2-3 kali baru puas. Tentunya pengulangan nonton seperti itu juga menyita kuota internet.
  6. Saya takut kalau populer jadi dikenal dimana-mana karena orang akan tahu muka saya seperti apa lewat video saya (duh ge-er banget deh!). Jalan-jalan di luar rumah jadi tidak bebas lagi. Beda dengan blog dimana saya bisa menyembunyikan diri saya dibelakang tulisan saya.

Nah, itu dia beberapa alasan saya lebih memilih blog daripada vlog. Tulisan ini sekalian menjawab tantangan teman saya untuk membuat vlog. Sorry, but I’m not into a vlog person. Kalau seandainya dulu vlog bisa lebih cepat populer disaat saya masih remaja sih mungkin lain cerita ya, hahaha.

Kalian sendiri lebih suka blog atau vlog?

Sharing Info

Tips Menyiapkan Bekal Makanan Untuk Keluarga

Hai hai,

Maafkan saya yang menghilang hampir 1 bulan lamanya dari dunia tulis-menulis ini, hehe. Kemarin sedang kehabisan ide mau menulis apa jadi terpaksa vakum untuk sementara waktu. Saya lebih suka menulis sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain dibandingkan dengan curhat-curhat tidak jelas dan hanya sekedar sharing aktivitas sehari-hari. Jadi kalau sedang tidak ada bahan tulisan yang bermanfaat saya tidak menulis dulu. Bagi saya banyaknya tulisan itu tidak terlalu penting, apalagi hanya sekedar nambah visitor di blog. Saya tidak sedang kejar setoran koq, hahaha.

Okay, back to the topic ya. Kali ini saya mau share cara menyiapkan bekal makanan untuk keluarga, baik untuk pak suami ataupun anak-anak tentunya. Menyiapkan bekal sendiri ini memang lebih ribet, butuh konsistensi dan semangat juga, tapi banyak manfaatnya lho. Bekal makanan dari rumah ini selain bisa menghemat pengeluaran makan / jajan di luar juga lebih sehat karena kita bisa mengatur menu yang bergizi. Selain itu bekal makanan untuk pak suami dan anak-anak juga menunjukkan seberapa cinta kita dengan keluarga kita.

Saya sendiri masih “bolong-bolong” menyiapkan bekal pak suami, kadang hanya 1 sampai 3 kali seminggu. Tapi kalau lagi rajin bisa tiap hari bikin bekal. Kalau untuk pak suami sih sebetulnya tidak terlalu khawatir juga kalau tidak disiapkan bekal makanan dari rumah. Sebagai orang dewasa tentunya pak suami juga sudah tahu mana makanan yang sehat dan bersih. Hanya memang terasa lebih boros saja untuk pengeluaran makannya. Nah, lain halnya kalau punya anak kecil (kelak). Kalau tidak bawa bekal makanan dari rumah bisa-bisa dia jajan sembarangan di sekolah yang kita tidak tahu kebersihannya bagaimana. Jadi kalau saya punya anak kecil mungkin saya akan lebih rajin dalam hal bekal makanan ini.

Berikut adalah tips praktis menyiapkan bekal makanan untuk keluarga dari saya:

  1. Menyiapkan nasi
    Sebagai orang Indonesia, sumber karbohidrat utama kita adalah dari nasi. Tidak heran kalau ada istilah “Belum makan kalau belum makan nasi”. Memasak beras di rice cooker idealnya adalah sekitar 1,5 jam sampai jadi nasi yang siap di makan. Kalau kalian adalah orang yang senang bangun subuh atau merasa lebih produktif di saat subuh, silakan masak nasi saat subuh. Perhatikan jeda waktu masak dengan jadwal berangkat kerja / sekolah-nya pak suami dan anak-anak. Kalau saya, dikarenakan bukan orang yang senang bangun subuh buta (hal ini dikarenakan saya baru tidur sekitar jam 12 malam), saya lebih senang memasak nasi saat malam sebelumnya. Saat pagi hari saya tinggal memencet tombol warm / reheat di rice cooker dan menunggu 13-15 menit untuk nasi menjadi hangat. Kalau mau lebih cepat bisa juga menghangatkan nasi di microwave yang hanya butuh waktu 1 menit-an.
    Note: Kalau memasak nasi malam sebelumnya harap diperhatikan jumlah air dan berasnya. Air jangan terlalu banyak karena bisa bikin nasi lembek dan cepat basi. Selain itu, setelah nasi masak di rice cooker, buka tutup rice cooker dan aduk-aduk nasi di dalam rice cooker sampai uap panasnya hilang diikuti dengan mencabut colokan rice cooker. Tidak disarankan untuk menyalakan rice cooker terus-terusan sampai lebih dari 12 jam. Konon bisa membuat kualitas nasi jadi tidak sehat.
  2. Menyiapkan lauk
    Kalau kalian lebih suka memasak lauk saat subuh, persiapkan bahan makanan dari semalam. Daging-daging yang akan dimasak dikeluarkan dari freezer dan dicairkan dulu untuk kemudian disimpan di kulkas chiller. Kalau mau lebih praktis bisa pakai opsi defrost di microwave. Bumbu masak pun juga disiapkan sebelumnya. Kupas bawang, iris bawang, dan menghaluskan bumbu. Bumbu yang sudah disiapkan ini bisa disimpan di wadah kedap udara dan disimpan di kulkas chiller. Jadi saat pagi tinggal diolah sesuai keinginan tanpa perlu repot menyiapkan printilannya. Alokasi waktu untuk menyiapkan lauk adalah 1 – 1,5 jam termasuk masakannya. Kalau pakai masakan yang diungkep sampai daging empuk tentunya membutuhkan waktu yang lama.
    Kalau saya, sangat jarang sekali mau memasak lauk di pagi hari. Alasannya karena saya juga harus menyiapkan sarapan. Walaupun sarapan dibuat yang sederhana saja macam roti, omelette, mi instan atau sekedar beli bubur tapi setiap sarapan saya selalu mewajibkan ada fresh juice. Jadi sudah pasti pagi hari saya akan repot memotong dan mengolah buah-buahan. Oleh karena itu, untuk lauk biasanya saya masak dari sore dengan porsi yang agak banyak karena akan digunakan untuk makan malam dan juga bekal makanan keluarga keesokan paginya serta jatah makan siang saya di rumah. Saya baru akan memasak menu baru lagi saat sore hari, begitu seterusnya. Lauk yang disisakan untuk bekal ditutup dengan plastik wrap atau kemasan kedap udara dan disimpan di kulkas chiller. Saat pagi hari tinggal dipanaskan di kompor atau microwave.
    Note: Untuk menu ungkepan yang kemudian perlu digoreng / dibakar lagi, biasanya saya ungkep sore, kemudian simpan di kulkas chiller dan saat pagi hari tinggal digoreng / dibakar saja.
  3. Menyiapkan sayur
    Menu sayur harus selalu ada di bekal makanan untuk keluarga karena berperan besar dalam gizi makanan yaitu kebutuhan serat. Untuk sayur tidak disarankan untuk dibuat saat malam hari dan dipanaskan kembali. Lebih baik sayur yang kita buat untuk bekal makanan adalah sayuran yang segar dan baru dimasak. Membuat sayuran cukup mudah dan cepat, paling lama hanya butuh waktu 30 menit. Untuk kepraktisan, saya menyiapkan bahan-bahannya dari semalam. Bawang sudah dikupas dan bersihkan kemudian dicincang halus dan disimpan di wadah kedap udara dalam kulkas chiller. Sayuran juga sudah dicuci dan dipotong-potong dan disimpan di wadah kedap udara dalam kulkas chiller. Pagi harinya tinggal ditumis atau diolah sesuai selera.
    Note: Sayuran yang sudah dicuci dan potong-potong harus ditiriskan dulu sampai setengah kering baru dimasukkan ke wadah kedap udara dalam kulkas chiller.
  4. Menyiapkan sambal
    Sambal adalah pelengkap makanan orang Indonesia yang tidak boleh ketinggalan, hahaha. Untuk sambal terasi/ bajak/ ulek, lebih baik dibuat langsung dalam jumlah banyak. Jadi tidak perlu tiap hari bikin sambal. Supaya sambal tahan lama, pastikan sambal benar-benar ditumis sampai matang dan tidak bau langu. Sambal yang sudah masak bisa disimpan di wadah kedap udara di dalam kulkas. Tentunya sambal yang disimpan di kulkas harus didinginkan dulu, jangan langsung panas-panas dari kompor. Sambal matang bisa bertahan sekitar 2 minggu-an di kulkas chiller dan 1 bulan lebih di freezer. Cara memanaskan sambal setelah dikeluarkan dari kulkas chiller adalah dengan ditumis lagi (tanpa minyak) dengan api kecil atau menggunakan microwave.
    Note: Sambal yang dipanaskan jumlahnya sesuai dengan kebutuhan sehari makan saja, tidak perlu memanaskan semua sambal yang disimpan di kulkas. Sambal yang telah diambil dari kulkas dan dipanaskan untuk dikonsumsi, apabila sudah tercampur dengan sendok / makanan lain dan ternyata masih ada sisa sambalnya, harus langsung dibuang dan jangan dicampur dengan sambal yang belum dimakan di kulkas chiller karena akan membuat sambal yang belum dimakan tadi jadi rentan basi dan berjamur.
  5. Menyiapkan wadah bekal makanan
    Cuci wadah bekal makanan dari semalam dan keringkan sehingga bisa langsung digunakan saat pagi hari. Pilihlah wadah bekal yang memiliki sekat-sekat rapat sehingga menu makanan tidak bercampur-campur. Untuk bekal berkuah sebaiknya disimpan di kantong plastik yang dimasukkan ke dalam wadah bekal. Makanan yang saling bercampur-campur akan lebih rentan basi dibanding makanan yang terpisah-pisah dengan sekat.
    Disarankan juga untuk memilih wadah bekal yang memiliki lubang uap panas sehingga makanan kita tidak basah karena uap air. Selain itu, pilihlah wadah bekal yang bisa masuk ke microwave untuk dipanaskan ulang. Semua makanan pasti akan lebih nikmat saat disajikan panas-panas kan? Besarnya wadah bekal juga harus disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk pak suami wadah bekalnya tentu harus lebih besar dari wadah bekal-nya anak-anak karena kebutuhan makanan orang dewasa juga lebih banyak.

Nah, gimana Ibu-Ibu? Cukup membantu kan tips-nya untuk mengalokasikan waktu membuat bekal makanan? Semoga bermanfaat ya!

Cooking · Liz Kitchen

Udang Goreng Mentega

Mumpung ada stok udang di kulkas mari kita buat olahan udang yang pasti disukai oleh semua orang. Apalagi kalau bukan Udang Goreng Mentega. Selain udang, resep ini juga bisa diaplikasikan untuk ayam, cumi, dll. Dari semua resep dengan judul goreng mentega di blog ini, saya merasa paling cocok dengan resep ini karena rasanya paling pas di lidah saya dan suami. Resep saya ambil dari Cookpad Tintin Rayner.

Oh iya, untuk udang yang saya gunakan, 500 gram itu adalah timbangan utuh ketika beli dipasar ya, bukan setelah dibuang kepalanya. Pada resep asli hanya menggunakan margarin untuk menumis, tapi karena saya takut terlalu berlemak maka saya mencampur margarin dengan minyak goreng.

PhotoGrid_1519373519470.jpg
Udang Goreng Mentega

Bahan:

  • 12 buah udang galah (saya pakai udang ukuran medium 500 gram). Bersihkan punggungnya dan buang kepala udangnya (optional).
  • 1 bawang bombay kecil, iris memanjang.
  • 2 buah bawang putih, cincang halus.
  • 2 sdm margarin.
  • 2 sdm minyak goreng.
  • 1 buah daun bawang, iris.
  • 1/2 buah tomat segar, potong kotak sedang.
  • Saus mentega, campur jadi satu:
    – 2 sdm saus tiram
    – 1 sdm kecap Inggris
    – 2 sdm kecap manis
    – 1 sdm tomat
  • 50 ml air
  • Garam, gula dan merica secukupnya

Cara Membuat:

  1. Lumuri udang dengan jeruk nipis untuk menghilangkan bau amisnya. Diamkan sekitar 15 menit. Cuci bersih dan tiriskan.
  2. Goreng udang dalam minyak panas. Sebentar saja sampai berwarna kemerahan. Angkat dan tiriskan.
  3. Panaskan margarin dan minyak goreng. Tumis bawang bombay dan bawang putih sampai harum dan matang.
  4. Masukkan campuran saus dan air. Aduk rata.
  5. Masukkan udang goreng dan potongan tomat. Aduk rata. Masak sampai air dan saus meresap ke dalam udang. Test rasa.
  6. Masukkan daun bawang. Aduk rata. Angkat dan siap disajikan.
Cooking · Liz Kitchen

Tahu Campur Goreng

Selama menjelang imlek 2018 saya sering sekali beli makanan dari luar karena tidak sempat masak. Saya sibuk kejar setoran bikin cookies dan snack untuk acara imlek. Rasanya saya sudah sampai taraf bosan dengan menu makanan di luaran. Saat seperti inilah saya jadi rajin memasak. Mumpung ada waktu senggang juga di rumah.

PhotoGrid_1519373029868-1.jpg
Tahu Campur Goreng

Menu kali ini adalah Tahu Campur Goreng yang resepnya saya ambil dari blog Diah Didi yang berjudul Tahu Kukus Campur-Campur. Saya memilih menu ini untuk memberdayakan stok tahu sutera saya yang ada di kulkas. Cara membuatnya simple dan hasilnya juga enak dan gurih. Hanya saja setelah selesai mengukus tahu, kita harus menunggu sampai benar-benar dingin (lebih bagus kalau masuk kulkas 2 jam) sebelum memotongnya. Hal tersebut bertujuan untuk membuat tahu jadi lebih padat dan hasil potongannya lebih rapi, terutama kalau kita menggunakan tahu sutera yang memang teksturnya lembut. Jadi tidak disarankan untuk memasak menu ini dengan terburu-buru ya. Berikut resepnya:

Bahan:

  • 5 buah tahu ukuran sedang (300 gram). Saya pakai Tahu Sutera Sakake Firm 350 gram. Haluskan dengan menggunakan garpu.
  • 100 gram daging sapi cincang.
  • 1 buah wortel kecil. Potong dadu-dadu kecil.
  • 2 batang daun bawang. Iris halus.
  • 1 bungkus kecil (50 gram) sohun/soun. Rendam sebentar dengan air panas sampai lunak.
  • 2 butir telur.
  • 1 sdt kaldu sapi bubuk.
  • 1/2 sdt gula pasir.
  • Garam secukupnya.

Bumbu Halus:

  • 2 butir bawang merah.
  • 2 siung bawang putih.
  • 1/4 sdt merica butiran (saya pakai 1/2 sdt merica bubuk).

Bahan Celupan: 1 butir telur, kocok lepas.

Cara Membuat:

  1. Tumis bumbu halus sampai harum dan masukkan daging cincang. Aduk rata. Masak sampai daging berubah warna dan matang.
  2. Campur tahu yang sudah dihaluskan dengan wortel, daun bawang, tumisan bumbu halus dan daging cincang, kaldu sapi bubuk, gula pasir, garam dan telur. Aduk rata. Icipi rasanya. Koreksi rasa kalau perlu.
  3. Tuang di loyang tahan panas yang sudah diolesi minyak.
  4. Setelah panci kukus-nya panas, masukkan loyang yang berisi adonan tahu. Kukus selama 20 menit sampai matang. Angkat dan dinginkan. Masukkan ke kulkas 2 jam kalau perlu.
  5. Keluarkan tahu (dalam keadaan dingin) dari loyang dan potong-potong sesuai selera.
  6. Celupkan tahu yang sudah dipotong ke dalam bahan pencelup. Goreng sampai matang dan berwarna kecoklatan. Angkat dan tiriskan.
Story Of My Life

Welcoming The Year Of Dog 2018

Halo..! Halo..! Welcome back to my blog. Maaf kalau selama bulan Februari 2018 ini saya agak jarang aktif di blog. Tidak dipungkiri selama bulan Februari 2018 ini banyak sekali acara keluarga. Mulai dari adik saya sekeluarga datang ke rumah sampai persiapan acara imlek.

Pada imlek kali ini, saya sengaja tidak terima order karena saya ada niatan mau bagi-bagi paket cookies ke keluarga dekat; keluarga suami di Tangerang dan keluarga saya di Samarinda. Selain itu tentunya saya juga mau bikin-bikin snack untuk acara kumpul keluarga suami saat imlek di rumah kami. Yup, sudah 3 tahun terakhir ini acara imlek keluarga suami selalu diadakan di rumah kami. Harap maklum karena pak suami adalah anak laki-laki tertua yang punya rumah sendiri dan syukur-syukur rumah kami bisa menampung keluarga inti suami yang berjumlah belasan orang (walaupun agak pas-pasan dengan luas rumahnya, hahaha). Hal inilah yang menyebabkan saya tidak pernah merayakan imlek lagi di Samarinda bersama keluarga saya. Resiko menikah dengan orang jauh nih, hehe.

PhotoGrid_1519373625190.jpg
Paket cookies untuk keluarga. Adik saya membantu membungkus bingkisannya.

Saya membuat paket cookies untuk keluarga dari sekitar 10 hari sebelum hari H imlek. Keistimewaannya tentu saja semua cookies yang saya kirimkan adalah buatan tangan saya sendiri (tidak ada bantuan dari orang lain, benar-benar kerja sendiri) dan saya melakukannya dengan ikhlas. Saya percaya segala niatan dan perbuatan baik pasti akan berbuah kebaikan juga. Paket cookies untuk keluarga Tangerang saya kirimkan H-3 sebelum imlek. Untuk paket cookies ke keluarga Samarinda saya titipkan ke adik saya yang mau pulang kampung saat imlek.

PhotoGrid_1519373865085.jpg
Milo Doggie Cookies (walaupun beberapa cookies bentuknya tidak tampak seperti doggy)

Oh iya, dalam rangka menyambut perayaan imlek tahun anjing tanah, dalam paket cookies yang saya kirimkan, saya membuat Milo Doggie Cookies. Ternyata cookies ini cukup membuat saya encok karena detail hiasannya. Sungguh tidak efisien sekali untuk dijadikan salah satu item dagangan / bakulan kue. Waktu pengerjaannya hampir sama dengan nastar tapi dengan hasil lebih sedikit.

PhotoGrid_1519373710505.jpg
Marble Pound Cake

Tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya dimana saya memasak Soto Banjar dan beberapa snack untuk menu imlek di rumah. Tahun ini pak suami dan saudara-saudaranya sepakat untuk membeli makanan saja di luar supaya saya tidak capek. Menu makanan yang disepakati adalah pempek, bakso dan chinese food. Alhasil saya hanya membuat snack saja dimulai dari H-1 sebelum imlek. Kalau tahun sebelumnya saya selalu menyajikan chiffon cake pandan maka tahun ini saya menyajikan marble pound cake. Untuk puding masih sama dengan sebelumnya yaitu puding sutra buah hanya saja kali ini saya memakai buah segar anggur dan lengkeng yang stoknya berlimpah di rumah karena kiriman dari saudara pak suami.

Dikarenakan tahun ini saya tidak begitu sibuk urusan dapur, saya jadi ada kesempatan mengikuti kebaktian malam imlek di Vihara Ekayana Serpong, Tangerang, bersama pak suami. Pada kesempatan tersebut juga hadir beberapa Bhante yang memberikan pemberkatan dan bingkisan imlek (angpao, jeruk, cokelat dan air minum botolan). Sungguh kesempatan yang langka bisa hadir di acara ini. Saya happy sekali bisa hadir di acara tersebut.

Begitulah cerita imlek saya tahun ini. Semoga segala harapan dan resolusi yang telah dibuat bisa tercapai di tahun ini. Semoga kita semua selalu dilindungi dari segala marabahaya, selalu sehat dan bahagia.

Gong Xi Xin Nian!

Gong Xi Fa Cai!

Happy Chinese New Year all!