Health, Beauty & Lifestyle

Periksa Dini Sebelum Terlambat

prodia
(Prodia)

Kanker serviks atau kanker mulut rahim dalam waktu terakhir sudah menjadi momok menyeramkan bagi seluruh wanita. Tidak hanya menyerang wanita yang sudah berumur tapi penyakit ini juga bisa menyerang wanita muda. Kanker serviks merupakan pembunuh nomor satu bagi perempuan di Indonesia dengan angka kejadian lebih dari 15.000 kasus per tahunnya. (Sumber: Yayasan Kanker Indonesia)

Gejala-kanker-serviks
(Familinia)

Kanker serviks adalah sejenis kanker yang 99,7% disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV). Jenis virus HPV yang merupakan penyebab utama kanker serviks di dunia adalah HPV 16 dan 18. Perjalanan dari infeksi HPV hingga menjadi kanker serviks memakan waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 10 hingga 20 tahun. Namun proses penginfeksian ini sering tidak disadari oleh para penderita, karena proses HPV yang kemudian menjadi pra-kanker sebagian besar berlangsung tanpa gejala (silent killer). Akibatnya banyak pasien yang datang saat sudah mengalami stadium lanjut dimana penyakit kanker ini sudah susah diobati. Karena itu, vaksinasi kanker serviks sangat dianjurkan, demikian juga Penapisan / skrining. (Sumber: Wikipedia).

Tahapan-kanker-serviks
(Familinia)

Pencegahan kanker serviks melalui vaksin HPV bisa dilakukan sejak dini, mulai dari usia 10 tahun. Vaksin HPV ini dinilai lebih efektif untuk perempuan yang belum pernah melakukan hubungan seksual. Vaksin HPV akan diberikan melalui suntikan sebanyak 3 kali, yaitu bulan ke nol, satu dan enam. Sayangnya harga vaksin ini cukup mahal, yaitu kurang lebih 700 ribu Rupiah per kali suntik. Akan tetapi apabila dibandingkan dengan biaya perawatan intensif di rumah sakit ketika sudah terinfeksi HPV maka harga tersebut jauh lebih murah. Oleh karena itu pemberian vaksin HPV sejak dini dinilai cost effective.

Vaksinasi HPV tidak menjamin kita akan sepenuhnya aman dari infeksi HPV selamanya. Oleh karena itu kita harus tetap melakukan pemeriksaan rutin seperti pap smear dan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) untuk deteksi dini kanker serviks, paling tidak setahun sekali bagi pasangan yang aktif melakukan hubungan seksual. Hal ini disebabkan vaksin HPV yang diberikan hanya efektif untuk mencegah virus jenis HPV 16 dan 18 yang diketahui sebagai 70-80% penyebab kanker serviks. Sedangkan 20-30% penyebab lain disebabkan oleh jenis HPV yang lain dan belum ada vaksinnya.

Pemeriksaan pap smear dan IVA untuk deteksi dini kanker serviks memiliki perbedaan pada prosedur dan keakuratannya.

  • IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat)
    Pemeriksaan meliputi pemeriksaan visual vagina apakah ada kelainan atau tidak. Dilanjutkan dengan test oles asam asetat / asam cuka di permukaan serviks. Apabila serviks bereaksi dan berubah warna menjadi keputihan setelah pengolesan asam asetat maka kemungkinan terdapat sel kanker di serviks. Pemeriksaan IVA biayanya lebih murah karena tidak memerlukan alat test laboratorium dan teknisi laboratorium untuk membaca hasil test. Selain itu hasilnya bisa didapatkan langsung tanpa menunggu berhari-hari. Pemeriksaan IVA bisa dilakukan di tempat praktek bidan, puskesmas dan klinik kesehatan yang sudah mendapatkan pelatihan khusus.
  • Pap Smear
    Setelah pemeriksaan visual vagina untuk melihat ada kelainan atau tidak, pemeriksaan dilanjutkan dengan mengambil sampel sel serviks dengan alat khusus dan kemudian hasilnya akan dikirim ke laboratorium dan menunggu beberapa hari untuk mengetahui hasil dari laboratorium. Harga pap smear lebih mahal dari IVA karena menggunakan fasilitas laboratorium dan juga tenaga medis terlatih. Pemeriksaan pap smear dinilai lebih akurat dibanding IVA.

Pap smear dan IVA hanya bisa dilakukan bagi wanita yang sudah menikah atau yang sudah aktif berhubungan seksual. Hal ini dikarenakan pada prosedurnya, vagina wanita akan dimasukkan alat spekulum yang dikhawatirkan bisa merobek selaput dara seorang wanita yang masih perawan. Selain itu, pemeriksaan pap smear dan IVA tidak bisa dilakukan saat menstruasi dan sesaat setelah berhubungan seks karena akan mengurangi keakuratan pembacaan hasilnya. Disarankan untuk tidak melakukan hubungan seksual 24 jam sebelum melakukan pap smear dan IVA.

Sebagai perempuan Indonesia yang cerdas dan tanggap sudah seharusnya kita bisa lebih paham dan waspada dengan bahaya kanker serviks ini. Alangkah lebih baik nya kita memeriksakan diri sejak dini sebelum terlambat. Wanita yang telah menikah dan aktif melakukan hubungan seksual sebisa mungkin harus rutin melakukan pemeriksaan pap smear. Disarankan untuk mengambil paket Medical Check Up (MCU) khusus wanita yang sekalian ada pemeriksaan pap smear-nya daripada pemeriksaan tunggal pap smear. Selain harganya jadi lebih murah, panel pemeriksaan juga lebih banyak sehingga kita dapat mengetahui kesehatan tubuh kita secara menyeluruh. Kalau malas pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan diri karena malas antri atau jauh, alternatif lainnya adalah mendatangi laboratorium klinik terdekat yang biasanya juga menyediakan layanan MCU dan pemeriksaan pap smear. Contohnya adalah Prodia.

Prodia adalah laboratorium klinik terkemuka dengan jaringan terluas se-Indonesia. Prodia memiliki 128 cabang (251 outlet) di 104 kota yang tersebar di 30 provinsi. Sebagai bukti konsistensi dan layanan yang memuaskan, Prodia sudah menerima berbagai sertifikasi mutu dan penghargaan sebagai brand terbaik.

PWHC
(Google)

Saat ini Prodia telah mendirikan Prodia Women’s Health Center (PWHC) di Jakarta sebagai wujud dari komitmen pelayanan Prodia terhadap para wanita. PWHC menyediakan layanan pemeriksaan menyeluruh untuk wanita dengan teknologi diagnostik terkini seperti: Pemeriksaan laboratorium lengkap, Advanced Ultrasonography, Konsultasi Tim Dokter Ahli, Histeroskopi, Kolposkopi dan X-Ray (rontgen). Interior bangunan PWHC didesain bernuansa feminin dan senyaman rumah sendiri bagi wanita. Untuk itu, PWHC bisa menjadi salah satu pilihan bagi para wanita yang merasa kurang nyaman untuk melakukan pemeriksaan di rumah sakit atau di klinik  biasa.

Untuk informasi lebih lanjut tentang Laboratorium Klinik Prodia dan Prodia Women’s Health Center (PWHC) bisa langsung contact:

Kantor Pusat Prodia
Prodia Tower
Jalan Kramat Raya No. 150
Jakarta Pusat 10430
Telp: 021-3144182
Websitehttp://prodia.co.id

Prodia Women’s Health Center (PWHC)
Jalan Wolter Mongisidi No. 77
Kebayoran Baru, Jakarta
Telp: 021-72783858
E-mail: womenshealthcentre@prodia.co.id

 

 

 

Iklan
Sharing Info

Persiapan Menghadapi Tes Potensi Akademik (TPA)

Tes Potensi Akademik atau biasa disingkat TPA merupakan tes psikologi yang digunakan untuk mengukur kegesitan mental seseorang ketika berurusan dengan obyek kata (verbal), angka (numeris) dan gambar (figural). Secara psikologi dipercaya bahwa terdapat batas minimal tingkat kegesitan mental yang harus dimiliki seseorang sehingga ia berpeluang-besar berhasil menangani masalah yang bersifat intelektual (Source: Wikipedia). Oleh karena itulah TPA kerap kali jadi syarat wajib dalam berbagai proses seleksi penerimaan mahasiswa baru, baik program Sarjana (S1) maupun Pascasarjana (S2 / S3), pegawai BUMN, Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan bahkan untuk promosi suatu jabatan di Indonesia. Sebutan kata TPA bisa jadi berbeda-beda dalam setiap proses seleksi, misalkan dalam seleksi program Sarjana kita lebih mengenalnya sebagai SNMPTN dan dalam seleksi CPNS kita mengenalnya sebagai tes psikotes, tapi sesungguhnya konsep yang diusung tetaplah TPA.  TPA merupakan versi Indonesia dari tes GRE atau Graduate Record Examination. Model, materi, dan bidang yang diuji dalam TPA sebagian besar merujuk kepada GRE.

Penyelenggara tes TPA ada beberapa instansi yaitu:

  1. Program Pascasarjana Universitas tertentu secara independen.
  2. Unit Pelayanan Penyelenggaraan Tes Potensi Akademik (UPP-TPA) Bappenas bekerjasama dengan Program Pascasarjana Universitas tertentu (sebagai penanda kerjasama penyelenggaraan tes TPA ini, maka TPA-nya sering disebut sebagai TPA OTO Bappenas).
  3. Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) dalam koordinasi Pusat Layanan Test Indonesia (TPA-nya dikenal sebagai TKDA, yakni singkatan dari Test Kemampuan Dasar Akademik).

Dari ketiganya, TPA OTO Bappenas adalah yang paling sering dipakai untuk proses seleksi. Dalam tulisan ini kita hanya akan membahas tentang TPA untuk proses seleksi penerimaan mahasiswa Pascasarjana.

Kalau saya secara pribadi ditanya, soal TPA itu susah atau tidak? Saya bilang sih tidak. Soal-soal TPA itu  sebenarnya mirip dengan bahan pelajaran saat sekolah dulu, SMP (Sekolah Menengah Pertama) dan SMA (Sekolah Menengah Atas). Contohnya: Lawan kata dan persamaan kata. Untuk segi hitung-hitungan matematika-nya pun juga merupakan perhitungan matematika dasar, misal KPK (Kelipatan Persekutuan Terkecil) atau FPB (Faktor Persekutuan Terbesar) atau pecahan. Tantangannya disini adalah pengerjaan soal yang dibatasi oleh waktu. Jadi diharapkan kita bisa menyelesaikan soal sebanyak dan setepat mungkin dalam waktu sesingkat-singkatnya.

Soal-soal dasar TPA ini saya rasa tidak akan terlalu jadi masalah bagi anak SMA / SMU yang langsung mengikuti proses seleksi mahasiswa Sarjana setelah kelulusannya atau seorang mahasiswa Sarjana yang langsung mengikuti proses seleksi mahasiswa Pascasarjana setelah kelulusannya. Hal itu dikarenakan otak mereka dijamin masih “panas” dan pasti masih ingat dengan pengetahuan dasar seperti itu.

Permasalahan timbul apabila kalian sudah lulus lama dan kemudian bekerja di suatu perusahaan yang tentunya sudah tidak lagi membahas pengetahuan dasar berhitung dan berbahasa. Hal itu terjadi pada suami saya. Dalam pekerjaannya sebagai seorang chemical engineer selama hampir 10 tahun dan mostly menggunakan bahasa Inggris baik lisan dan tulisan, TPA menjadi suatu tantangan tersendiri. Kalau dalam pekerjaannya pak suami terbiasa menggunakan software yang bisa membantu proses perhitungan, misal Microsoft Excel, maka untuk menghadapi TPA ini tentu dia harus mulai berlatih menghitung secara manual, kembali mendalami konsep matematika dasar juga. Untuk kemampuan bahasa pun demikian. Banyak kosakata serapan dalam bahasa Indonesia yang jarang didengar dalam keseharian dan harus dipelajari lebih lanjut padanan dan lawan katanya. Effort yang harus dikeluarkan oleh orang-orang seperti suami saya harus lebih besar supaya bisa melalui TPA dengan baik. Ingat bahwa supaya bisa lulus TPA maka kita harus bisa mencapai score minimal-nya (Rentang nilai TPA minimum untuk lolos saringan seleksi S2 adalah 450-500 dan untuk lolos saringan seleksi S3 adalah 550-600). Belum pula untuk mengikuti TPA kita juga harus membayar biaya tes (berkisar antara Rp. 250.000 hingga Rp.1.200.000 tergantung lokasi). Jadi supaya tidak rugi, kita tentu harus mempersiapkan diri dengan baik supaya lulus dengan nilai yang memuaskan.

Langkah pertama untuk mempersiapkan TPA adalah membeli buku persiapan TPA yang berisi banyak latihan soal simulasi. Kebetulan saya sendiri yang memilihkan buku ini untuk pak suami. Beraneka buku persiapan TPA tersedia di toko buku. Setiap pengarang buku persiapan TPA seakan-akan berlomba untuk menyajikan judul dan tampilan yang menarik. Awalnya saya pun sempat bingung untuk memilih salah satunya karena sebelumnya saya tidak melakukan penelusuran di internet tentang buku persiapan TPA yang direkomendasikan. Akhirnya saya mensortir buku persiapan TPA yang ada berdasarkan:

  • Mencantumkan tulisan OTO Bappenas karena memang pak suami akan menghadapi TPA versi OTO Bappenas
  • Tidak mencantumkan tulisan untuk seleksi CPNS. Saya rasa hal ini sudah jelas karena pak suami bertujuan untuk mengikuti proses seleksi penerimaan mahasiswa Pascasarjana.
  • Ada tulisan ‘best seller”-nya. Tapi kadang hal ini tidak bisa jadi patokan juga sih karena bisa saja tulisan tersebut adalah hasil klaim sendiri, hehe.
  • Lumayan tebal dengan banyak-nya soal-soal latihan TPA.
  • Pembahasan soal latihan dengan penjelasan yang mudah dimengerti.
  • Ulasan / testimonial yang positif dari orang-orang yang telah mencoba buku tersebut. Biasa ada di halaman awal atau akhir buku.

Berikut ini adalah buku persiapan TPA yang saya beli untuk pak suami. Soal harga saya agak lupa karena sudah hilang struk belanja-nya, sepertinya kisaran 150-250 ribu Rupiah deh.

IMG_20170428_122025
Buku Latihan Soal TPA yang saya beli untuk pak suami.

Jadwal tes TPA batch 1 untuk program MBA SBM-ITB adalah tgl 18 maret 2017. Pak Suami mulai belajar dan berlatih soal-soal yang ada di buku tersebut 3 minggu sebelum jadwal tes. Untungnya saat itu load kerjaan di kantor tidak terlalu banyak sehingga suami bisa belajar saat istirahat makan siang di kantor dan malam hari di rumah setelah selesai makan malam. Pokoknya saat ada waktu luang, suami selalu menyempatkan diri untuk baca buku dan latihan soal. Practice makes perfect, right?

Selama persiapan tes TPA saya sebagai istri jadi lebih rajin menyiapkan bekal makan siang untuk suami supaya waktu istirahat makan siang di kantor bisa lebih efektif untuk belajar persiapan TPA. Saya juga tidak banyak menuntut untuk ditemanin jalan-jalan saat weekend karena saya sadar waktu pak suami untuk belajar sangat terbatas. Tidak lupa juga untuk menyediakan asupan yang bergizi dan menyehatkan supaya pak suami tidak gampang sakit.

Setelah banyak berlatih soal (dan berdoa tentunya), hari yang dinantikan pun tiba, yaitu tes TPA tgl 18 Maret 2017. Tes TPA berlokasi di kampus SBM-ITB Jakarta daerah Kuningan. Tes berlangsung selama 3 jam. Selesai tes suami langsung pulang ke rumah. Menurut suami sih tes-nya berlangsung baik dan lancar. Istri pun ikut bernafas lega, hehe.

Tanggal 23 Maret 2017 adalah hari pengumuman tes TPA oleh SBM-ITB. Hasil tes diumumkan via e-mail. Untuk program studi pilihan suami di SBM-ITB Jakarta yaitu BLEMBA (Business Leadership Executive MBA), mensyaratkan score TPA minimum 475. Hasil tes TPA pak suami benar-benar beyond expectation dengan score 678,33 dan termasuk top 3 score di tes TPA batch 1 tgl 18 Maret 2017 kemarin. Saya sebagai istri sangat bangga dengan pencapaian suami ini mengingat singkatnya waktu yang ada untuk belajar TPA. Selain usaha dan doa, saya rasa buku latihan soal TPA yang saya sebutkan diatas tersebut sangat membantu juga lho. Recommended buat calon peserta TPA deh.

Sekedar update, saat ini pak suami sudah resmi jadi mahasiswa BLEMBA SBM-ITB dan mengikuti perkuliahan sejak Agustus 2017. Masih 1,5 tahun lamanya menuju wisuda kelulusan. Semoga dilancarkan dan selalu dimudahkan jalannya dalam segala urusan perkuliahan dan pekerjaan. Amiinn!

 

 

Sharing Info · Story Of My Life

Melanjutkan Kuliah S2 Sambil Kerja

Untuk kalian yang mengikuti cerita blog saya, pasti tahu kalau suami saya sempat mengikuti seleksi beasiswa LPDP untuk program Master / Pasca Sarjana sampai tahap interview akhir dan kemudian gagal. Saat itu dia sedih sekali dan jadi malas untuk mencoba kesempatan (yang diberikan pihak LPDP) untuk apply lagi. Dia merasa sudah memberikan effort maksimal tapi entah kenapa gagal di interview akhir. Padahal saat itu dia merasa respon para interviewer tampak baik dan dia cukup percaya diri dengan hasilnya. Agak tidak jelas sih kesalahannya apa karena kita tidak pernah diberitahu gagal di poin apa saja.

Singkat cerita, pak suami sudah mulai move on dari kegagalan LPDP. Kami memutuskan untuk fokus ke program IVF yang kami jalani saat itu. Ternyata program IVF pun gagal. Dokter menyarankan untuk saya mengulang IVF lagi tapi saya merasa sudah lelah dan malas dengan segala keribetan dan penderitaannya. Belum lagi biaya IVF yang luar biasa mahal dengan hasil yang tak pasti. Saya memutuskan untuk cuti sementara dari yang namanya program hamil apapun. Ketika suami dapat rejeki lebih, dia pun menanyakan kembali ke saya, apakah saya mau coba IVF lagi? And I said no. It is his time to chasing his dream. Saya tahu bahwa dia memiliki passion yang besar untuk bisa melanjutkan pendidikan ke tingkat S2 dan saya sebagai istri sudah semestinya mendukung dia untuk bisa mengejar keinginannya. Saya menyuruh dia untuk mulai menentukan pilihan universitas dan program studi yang dia minati hanya saja kali ini kita akan menggunakan biaya pribadi, tidak mengandalkan beasiswa. Dari hasil perhitungan kami, sepertinya hal tersebut memungkinkan kalau suami kuliah sambil tetap bekerja.

Setelah diskusi bersama, akhirnya pak suami memutuskan untuk mengambil program studi Magister Manajemen (MM) atau Master of Business Administration (MBA). Pilihan tersebut jauh berbeda dengan pilihan program studi saat apply beasiswa LPDP, yaitu Energi Terbarukan (lebih ke jurusan Teknik). Keputusan memilih MM atau MBA tersebut didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan berikut:

  1. Kalau mau kuliah sambil kerja, pilihannya hanya ikut kelas weekdays (malam) atau kelas weekend, supaya tidak mengganggu kerjaan di kantor. Dari hasil penelusuran sejauh ini, hanya program studi manajemen yang menyediakan pilihan tersebut. Untuk program studi teknik biasanya hanya ada kelas reguler dan tidak bisa dilakukan sambil kerja. Lain halnya kalau perusahaan kalian mengadakan in house program dimana perusahaan bekerjasama dengan pihak universitas, mengundang dosen untuk memberikan perkuliahan (sesuai kurikulum yang berlaku) pada karyawannya di kantor diluar jam kerja.
  2. Changing career path. Sebagai lulusan sarjana teknik dan bekerja di bidang yang sama, karir-nya identik dengan yang namanya tugas lapangan. Tugas lapangan ini, bagi suami saya, seringkali adalah kunjungan kerja ke remote area (daerah terpencil) selama beberapa minggu. Terkadang keadaan tidak memungkinkan untuk membawa keluarga ikut berkunjung sehingga dengan terpaksa kami harus berjauhan selama beberapa waktu. Selain itu, dengan bertambahnya usia kelak, kemungkinan besar kunjungan kerja seperti ini akan sangat melelahkan. Oleh karena itu kami mempertimbangkan untuk bisa mengambil kesempatan untuk berganti karir kantoran (kalau berjodoh tentunya, hehe).
  3. Posisi suami saat ini berada di level manager. Sudah sepantasnya untuk dia belajar lebih banyak tentang manajerial. Walaupun kemampuan manajerial bisa dipelajari langsung dari pengalaman di lapangan tapi tidak ada salahnya kita belajar dari suatu lembaga pendidikan yang diakui baik di dalam maupun luar negeri dan mendapatkan sertifikat ijazah dari pembelajaran tersebut. Hal ini akan menjadi suatu nilai lebih buat kita nantinya.
  4. Pada beberapa perusahaan, mensyaratkan kita untuk memiliki ijazah S2 (biasanya bidang manajemen) untuk menduduki posisi tertentu (level manajerial). Jadi kalau berniat untuk pindah karir lebih baik sudah mempersiapkan diri sebelumnya kan? Hehehe.

Dari pilihan program studi MM atau MBA, kami mempersempit pilihan universitasnya menjadi: Universitas Indonesia (UI), Universitas Gajah Mada – Kampus Jakarta (UGM) dan Sekolah Bisnis & Manajemen Institut Teknologi Bandung – Kampus Jakarta (SBM-ITB). Berikut adalah sedikit perbandingan diantara mereka:

  • Universitas Indonesia
    Program Studi: MM & MM-MBA (dual degree)
    Lokasi: Kampus UI Salemba
    Waktu Kuliah (kelas khusus): Senin – Kamis pk. 19:00 – 21:30 WIB (tidak ada kuliah weekend)
    Bahasa Pengantar: Indonesia-Inggris (MM) & Inggris (MM-MBA)
    Sertifikasi: BAN PT dan ABEST
    Lama Perkuliahan: 4 Semester + 1 Semester Pendek
    Total SKS: 42
    Biaya yang dibutuhkan: +- 105,2 juta Rupiah (untuk MM). Untuk MM-MBA biayanya jauh lebih mahal.
    Website: http://mm.fe.ui.ac.id/
  • Universitas Gajah Mada – Kampus Jakarta
    Program Studi: MBA
    Lokasi: Kampus UGM Jakarta, Tebet.
    Waktu Kuliah: Eksekutif A: Senin – Jumat malam; Eksekutif B: Jumat malam – Sabtu pagi sampai sore.
    Bahasa Pengantar: Indonesia. (Bahasa Inggris hanya untuk kelas MBA international).
    Akreditasi: AACSB, BAN PT, ABEST21, Nibes, AUN, AAPBS, dan APMMI
    Lama perkuliahan: 5 semester (1 semesternya adalah program matrikulasi)
    Total SKS: 48
    Biaya yang dibutuhkan: +- 103 juta Rupiah (Eksekutif A) dan +- 112 juta Rupiah (Eksekutif B)
    Websitehttp://mm.feb.ugm.ac.id/id/
  • Sekolah Bisnis & Manajemen Institut Teknologi Bandung – Kampus Jakarta
    Program Studi: MBA (Business Leadership Executive MBA / BLEMBA)
    Lokasi: Kampus SBM-ITB Jakarta, Kuningan
    Waktu Kuliah: Setiap 2 minggu sekali Jumat – Minggu pagi sampai sore (tidak lebih dari 14 hari Jumat dalam setahun)
    Bahasa Pengantar: Inggris
    Akreditasi: BAN PT, SICS, dan ABEST21 (dalam proses menuju sertifikasi AACSB, EQUIS, dan AMBA)
    Lama Perkuliahan: 3 Semester + 1 Semester Pendek
    Total SKS: 36
    Biaya yang dibutuhkan: +-95 juta Rupiah (BLEMBA).
    Websitehttp://www.sbm.itb.ac.id/mba

Dari semua pilihan diatas akhirnya kami lebih memilih SBM-ITB dengan pertimbangan:

  • Mengambil kelas weekdays malam sepertinya tidak cocok dengan ritme kerja suami saya yang sering ada meeting diluar jam kantor. Ditambah lokasi kantor suami yang cukup jauh dari Salemba atau Tebet, walaupun menggunakan sarana transportasi umum yang konon bebas macet seperti commuter line (KRL) dan TransJakarta (busway), tetap beresiko telat sampai di kelas. Belum pula sehabis pulang kantor sudah lelah dan membuat susah konsentrasi saat kelas malam. Jadi opsi kelas weekend bagi pak suami akan jauh lebih baik.
  • Prefer gelar MBA dengan semua bahasa pengantar perkuliahan dalam Inggris. Hal ini bertujuan untuk persiapan menghadapi persaingan global nantinya.
  • Sistem pengajaran yang mengkombinasikan pengetahuan teoritis dan juga praktik-nya dengan mengutamakan bedah studi kasus (problem based learning) dimana mahasiswa dituntut untuk berperan secara aktif (active learning) dalam semua diskusi dalam kelas.
  • Banyak dosen tamu yang merupakan praktisi handal di dunia bisnis.
  • Jadwal kuliah 2 minggu sekali memberikan kesempatan untuk bisa refresh dan juga mengerjakan kerjaan kantor lainnya. Yah namanya juga kuliah sambil kerja kan? Hehehe.
  • Sistem pengajaran dibuat fokus dan terarah. Satu mata kuliah akan dipelajari sampai tuntas dilanjutkan dengan ujiannya baru beralih ke mata kuliah berikutnya. Jadi ilustrasinya adalah satu mata kuliah diselesaikan dalam 2 kali weekend (bukan weekend berturut-turut karena kuliahnya 2 minggu sekali), hari minggu pertama adalah mid exam dan hari minggu kedua adalah final exam. Sistem pengajaran ini benar-benar berbeda dengan sistem reguler dimana setiap hari kita akan belajar mata kuliah yang berbeda-beda dan ujiannya berbarengan dalam waktu beberapa hari. Sistem reguler ini agak berat sih menurut saya karena butuh effort dan waktu lebih untuk belajarnya sementara kepala kita sudah pusing duluan karena kerjaan dan rutinitas di kantor.
  • Dari segi bangunan kelas dan fasilitas kampus, jauh lebih modern karena bangunan baru.
  • Peserta kuliah kebanyakan adalah para eksekutif muda jadi suasana kuliah lebih santai, tidak terlalu ada gap, asyik dan tidak kaku.
  • Tidak ada aturan khusus mengenai keharusan berpakaian resmi (kemeja & dasi) saat mengikuti perkuliahan. Pakaian bebas santai tapi tetap sopan. Tidak semua eksekutif dalam kehidupan sehari-harinya wajib tampil dengan 3 piece suits setiap saat kan? Lain halnya kalau menghadiri suatu event spesial. Aturan baku tentang cara berpakaian ini menurut saya terlalu kaku dan tidak sesuai saja dengan jiwa anak muda sekarang, hehe.
  • Kalau ada kuliah kunjungan ke pusat which is dalam hal ini adalah Bandung, tidak perlu biaya transport yang mahal.
  • Last but not least, saya dan suami sama-sama alumni ITB jadi kami percaya dengan kualitas kampus gajah ini dalam mencetak generasi bangsa. Demi Tuhan, Bangsa dan Almamater.. Merdeka! (Salam Ganesha).

Demikianlah pertimbangan kami berdua sampai akhirnya memutuskan SBM-ITB Jakarta sebagai tempat kuliah pak suami. Disini posisi saya sebagai istri tidak hanya meng-iya-kan saja sebagai bentuk support tapi saya juga menemani pak suami survey ke kampus dan bahkan saya juga ikut open house yang diselenggarakan SBM-ITB Jakarta, wkwkwk. Dari hasil survey itulah yang jadi bahan brainstorming kami berdua. Dikarenakan keputusan ini akan berdampak kepada kehidupan suami istri jadi memang pasangan harus dilibatkan dalam pengambilan keputusan. Karena sudah keputusan bersama jadi sebagai istri tidak boleh ngambek lagi kalau kebersamaan weekend-nya harus berkurang karena suami sibuk kuliah. Tapi saya percaya semua pengorbanan ini pasti akan berbuah manis di kemudian hari.

Pak suami memilih untuk ikut proses seleksi SBM-ITB Kampus Jakarta batch 1 untuk intake Agustus 2017. Kenapa lebih baik ikut seleksi batch 1? Karena untuk kuota mahasiswa BLEMBA ini dibatasi hanya 50 orang setiap tahunnya (khusus untuk intake Agustus 2017 ini kuota mahasiswanya dinaikkan menjadi 68 orang karena banyak peminat). Jadi istilahnya siapa yang cepat daftar dan punya nilai akademis yang bagus, dialah yang dapat jatah duluan. Kalau ikut seleksi batch 2 dan 3 bisa jadi karena jatah kuota kita akan dialihkan ke penerimaan mahasiswa tahun berikutnya.

Tulisan berikutnya akan saya share beberapa tips tentang Tes Potensi Akademik (TPA) yang merupakan salah satu prasyarat wajib untuk bisa melanjutkan kuliah S2 (jurusan apapun) di Indonesia.

Home Appliances

Rice Cooker / Magic Com

Halo! Maaf baru aktif kembali sekarang. Entah kenapa sekarang kalau mau menulis itu suka banyaaak saja alasan malas-nya, hehe. Padahal topik tulisan yang mau ditulis sudah banyak lho. Sepertinya saya harus mengubah metode menulis saya seperti yang pernah diceritakan oleh salah seorang blogger favorit saya, Alodita. Disitu Alodita bilang kalau dia tiap hari mencatat di sebuah buku jurnal dan kemudian buku jurnal itulah yang akan memandu dia menulis blog di komputer. Hal ini bertujuan supaya ide-ide dadakan yang melintas tidak akan terlupakan begitu saja. Maybe I’ll try that method someday.

Kali ini saya mau membahas tentang salah satu peralatan dapur wajib emak-emak: Rice Cooker / Magic Com (penanak nasi). Tahu kah kalian kalau istilah rice cooker dan magic com itu berbeda? Rice cooker hanya penanak nasi saja, tidak ada fungsi untuk re-heat. Menurut saya sih kurang praktis ya. Soalnya kalau masak nasi pasti dong ada sisanya, tidak mungkin langsung dihabiskan. Sisa nasi yang ada ini kalau dingin kan kurang enak rasanya. Oleh karena itu saya tidak pernah menggunakan rice cooker. Beda dengan magic com yang bisa memasak nasi sekaligus menjaganya tetap hangat.

Memasak nasi dengan rice cooker / magic com sungguh meringankan beban seorang ibu rumah tangga. Saya ingat sekali dulu Mama saya kalau masak nasi harus 2 kali kerja, mengaron beras sampai lembek kemudian dimasukkan ke dandang untuk di kukus. Pekerjaan mengaron beras itu tidak bisa ditinggal kemana-mana karena khawatir gosong. Sungguh tidak praktis walaupun beberapa orang mengatakan bahwa nasi yang dimasak dengan cara tradisional seperti itu jauh lebih enak daripada yang dimasak dengan rice cooker / magic com. Kembali lagi ke selera sih. Kalau buat lidah saya sih sama-sama aja rasanya, hahaha.

Dari awal menikah ketika saya sudah resmi punya dapur sendiri sampai dengan sekarang saya sudah 3 kali berganti magic com:

  1. Magic com Cosmos CRJ 624
    Ini magic com pertama saya yang menemani dapur saya ketika tinggal di Sorowako. Setahun pertama masih oke tapi memasuki tahun ke-2, nasi yang saya masak cepat basi padahal beras yang dipakai kualitasnya bagus dan seperti biasa. Kapasitasnya 2 Liter dan menurut saya agak kebesaran kapasitasnya karena di rumah cuma ada saya dan suami saja. Selain itu saya melihat lapisan anti lengketnya sudah mulai menipis. Dengan alasan-alasan tersebut akhirnya saya berganti magic com baru. Info lebih lanjut mengenai spesifikasi magic com ini bisa cek di website Cosmos: http://www.starcosmosgroup.com/produk3.aspx?c=26#
  2. Magic com Miyako MCM 18 BHB
    Awal memilih magic com ini karena warnanya pink. Setahun pemakaian tidak ada masalah. Masuk tahun ke-2 mulai timbul masalah. Sama seperti masalah magic com sebelumnya yang bikin nasi cepat bau dan basi padahal kualitas berasnya bagus dan seperti biasa. Selain itu tonjolan magic cap-nya ada yang pecah sehingga tidak menempel sempurna lagi di bagian atas magic com. Beberapa goresan juga sudah mulai terlihat di lapisan anti lengketnya. Oleh karena itu saya berpikir untuk berganti magic com baru. Info lebih lanjut mengenai spesifikasi magic com ini bisa cek di website Miyako: http://www.miyako.co.id/product/MCM-18-BH 
  3. Magic com digital Yong Ma MC 1380
    Sudah lelah dengan perjalanan menemukan magic com yang awet dan bagus, saya pun mulai browsing sana-sini tentang merk magic com. Dari hasil penelusuran, banyak yang merekomendasikan magic com Jepang merk Zojirushi dan Tiger tapi terlalu mahal buat saya. Out of budget. Belum rela keluar uang berjuta-juta untuk sebuah penanak nasi saja. Berdasarkan penelusuran di internet, disebutkan bahwa merk Yong Ma (Korea) punya kualitas yang awet dan bagus dengan harga cukup terjangkau. Oleh karena itu kali ini saya memutuskan untuk mencoba magic com merk Yong Ma. Saya memilih magic com digital yang berbeda dengan pilihan magic com sebelumnya karena tampilan yang lebih modern dan punya banyak fitur, yaitu magic com Yong Ma MC 1380.
    Tipe MC 1380 memiliki 2 warna yaitu, merah dan hitam. Tentu saja saya memilih yang merah karena tampilannya lebih cantik menurut saya. Kapasitas magic com ini tidak besar, yaitu hanya 1,3 Liter sehingga cocok dengan porsi keluarga kecil seperti saya. Daya listriknya juga tidak terlalu besar yaitu 400 Watt (daya listrik ini adalah angka maksimum sesaat nasi akan selesai masak). Magic com ini juga menawarkan berbagai fitur memasak berbagai makanan : Bisa masak cook, cepat, bubur, beras merah, soup dan cake. Saya sih belum pernah coba fitur yang aneh-aneh, hanya sebatas cook dan re-heat saja, hehe. Satu hal yang bikin saya senang adalah magic com ini bisa menampilkan angka waktu berapa lama nasi sudah dihangatkan di dalam magic com. Waktu terhitung dari setelah nasi masak / hangat sampai dengan magic com di-off-kan. Konon menyimpan nasi di dalam magic com dengan kondisi dipanaskan terus-terusan selama 12 jam tidak baik untuk kesehatan.

    IMG_20170825_133132
    Magic Com Yong Ma MC 1380

    Saya sudah hampir 1 tahun menggunakan magic com ini dan so far puas sekali dengan hasilnya. Paling terasa beda dengan magic com sebelumnya adalah fitur re-heat-nya. Dalam waktu 13 menit (ada perhitungan waktu mundurnya di display jam-nya) nasi kita sudah panas sempurna. Kalau magic com sebelumnya saya butuh waktu paling tidak 30 menit untuk bisa mendapatkan nasi yang panas sempurna. Mudah-mudahan magic com Yong Ma ini bisa lebih awet daripada para pendahulunya. Info lebih lanjut mengenai spesifikasi magic com ini bisa cek di website Yong Ma: http://yongma.co.id/index.php/product/detail/5/10

Begitulah perjalanan saya mencari rice cooker / magic com yang pas di hati (dan juga kantong tentunya, hehe). Sekedar tips yang saya dapat dari forum tanya jawab Yong Ma tentang bagaimana merawat lapisan anti lengket panci magic com supaya tetap awet. Pertama, saat mencuci gunakan spons yang lembut dan hindari menggosok permukaan dengan kasar. Kalau sisa-sisa nasi masih banyak menempel di panci sebaiknya rendam panci dengan air terlebih dahulu 15 menit, nanti sisa nasi yang lengket itu akan rontok dengan sendirinya dan akan lebih memudahkan pencuciannya. Kedua, jangan mencuci beras menggunakan panci anti lengket bawaan magic com, gunakan tempat terpisah. Pengalaman saya, dulu saya selalu mencuci beras di panci anti lengket bawaan magic com karena malas cuci-cuci lagi tapi ujung-ujungnya lapisan anti lengketnya jadi cepat rontok. Jadi sekarang saya merubah cara mencuci beras saya dengan menggunakan wadah terpisah (saya pakai baskom plastik) kemudian beras yang sudah bersih baru saya tuang ke dalam panci anti lengket magic com dan dimasukkan air sesuai takaran masaknya. Beneran lho lapisan anti lengketnya jadi lebih awet.

Bagaimana dengan teman-teman? Apa magic com favorit kalian saat ini?

Health, Beauty & Lifestyle

Program Diet Berbantu (Review Nutrishake by Oriflame)

Perhatian:

This post is my honest review about Nutrishake product. Saya bukan numpang jualan disini. Saya juga bukan agen dari Oriflame, bisa dicek langsung ke daftar agen-nya. Saya juga tidak dibayar sepeser pun untuk menulis review ini.

Bulan Juli 2017 kemarin dari hasil Medical Check Up (MCU) di RS Siloam Karawaci saya dinyatakan over weight. Berat saya saat itu 63 kg. Menurut dokter MCU yang memeriksa saya saat itu, untuk tinggi badan saya 160 cm maka berat maksimum yang diperbolehkan adalah 60 kg. Artinya saya ada kelebihan 3 kg dari berat maksimum yang diperbolehkan.

Sekedar flashback, dulu waktu kuliah berat badan saya hanya 49 kg. Badan kurus ala model catwalk. Akan tetapi saat itu ternyata saya ada penyakit paru (paru-paru basah / pneumonia) yang baru akan saya ketahui beberapa tahun setelahnya. Penyakit paru itu rupanya yang bikin badan saya susah gendut walaupun porsi makan sudah macam kuli. Setelah dinyatakan sembuh dari penyakit paru, berat saya langsung naik drastis yaitu menjadi 55 kg. Berat badan ini stabil di angka 55 sampai dengan menikah.

Berubahnya profesi dari pekerja kantoran menjadi ibu rumah tangga yang punya lebih banyak waktu bersantai di rumah membuat berat badan saya naik setelah 2 tahun menikah menjadi 59 kg. Waktu itu saya masih tinggal di Sorowako, desa kecil di pedalaman Sulawesi Selatan. Saat suami pindah kerja ke Jakarta dan kami tinggal di rumah Tangerang, berat badan saya naik lagi menjadi 62 kg. Faktor banyaknya makanan dan camilan enak di kota membuat saya kalap makan. Terakhir berat badan saya naik lagi karena program hamil dan IVF (yang gagal) menjadi 65 kg. Rekor terberat saya saat itu! Badan rasanya sudah mekar banget dan gampang capek. Perlahan setelah detoks dari pengaruh suntikan hormon IVF, berat saya turun ke angka 63 kg. Angka tersebut tetap setia bertahan dan tidak kunjung berkurang. Saya akui saat itu saya belum ada niatan diet yang tinggi dan pola makan juga masih sembarangan.

Setelah mendapat wejangan dari dokter MCU, saya pun jadi lebih tersadar. Saya perlu diet untuk alasan kesehatan. Kalau untuk alasan estetika sih saya tidak terlalu merasa perlu karena suami saya tidak pernah protes tentang badan saya dan menerima saya apa adanya.

Langkah awal saya adalah mengubah pola makan saya yang seringnya dalam porsi besar dan ditambah dengan camilan yang cenderung manis seperti dessert (yes, I have a sweet tooth). Olahraga pun lebih diseriuskan lagi. Saya berkomitmen untuk latihan cardio dan fitness paling tidak 1-2 kali dalam seminggu.

Awalnya beraaaat sekali! Terutama dalam hal mengurangi porsi makan tersebut karena i love carbs! Kebiasaan makan karbohidrat (baca: nasi) dalam jumlah besar 2-3 kali sehari. Sekedar informasi, biasanya porsi nasi saya adalah 2 centong nasi dalam sekali makan.

Dalam kegalauan diet ini, tiba-tiba teman saya, Dian, menceritakan pengalaman diet-nya dan sudah berhasil menurunkan berat badannya sebanyak 7 kg. Kebetulan saya juga tahu kalau Dian ini pola makannya sama seperti saya. Kami sama-sama penggemar nasi alias carbo, hahaha. Dian bercerita kalau program diet dia dibantu dengan produk Nutrishake Oriflame. Awalnya saya agak skeptis juga karena Dian kan salah satu agen / konsultan Oriflame. Jangan-jangan cuma untuk jualan saja. Ditambah saya sebelumnya sudah pernah coba shake terkenal merk sebelah (tidak usah sebut merk) yang katanya untuk pengganti makan pagi dan malam itu, tapi saya tetap merasa tersiksa karena perut saya berasa keroncongan setelah 2 jam minum shake tersebut dan akhirnya bikin saya makan juga. Jadi saya punya pemikiran sendiri bahwa produk shake itu tidak ada efeknya buat saya. Tidak ada yang bisa menggantikan carbo di hati dan perut saya, hahaha. Tidak heran berbagai pola diet yang lagi trend dimana-mana itu tidak pernah cocok buat saya yang merasa masih butuh carbo ini.

Dian kemudian menjelaskan kalau program diet Nutrishake ini berbeda dengan merk sebelah. Jadi Nutrishake ini adalah pendamping / suplemen makanan, BUKAN PENGGANTI makanan. Kita tetap akan makan normal 3 kali sehari tapi dengan bantuan Nutrishake ini kita akan jadi lebih terkontrol porsi makannya. Dengan alasan tersebut, saya pun memutuskan untuk mencoba Nutrishake. Dari 3 varian Nutrishake, cokelat, strawberry dan vanilla, Dian merekomendasikan varian strawberry yang menurut dia paling acceptable dalam level kemanisannya. Cokelat adalah varian yang rasanya paling manis dan vanilla adalah varian yang cenderung punya rasa plain. Untuk paket awal Nutrishake kita diwajibkan untuk membeli shaker-nya juga karena dalam shaker itu ada scoop standar ukuran porsi Nutrishake.

IMG_20170816_190555
Nutrishake Strawberry

2 Agustus 2017

Paket Nutrishake dari Dian datang di rumah saya. Sesuai petunjuk, untuk program diet maka disarankan untuk minum Nutrishake 30 menit sebelum lunch / dinner. Saya pun membuat 1 porsi Nutrishake dan meminumnya 30 menit sebelum lunch. Kesan pertama: Baunya tidak enak, cenderung apek. Rasa strawberry-nya hanya semu-semu. Tekstur cairannya juga agak kental dan masih berasa partikel tepungnya (atau itu yang disebut seratnya saya juga tidak tahu) walaupun sudah dikocok sampai homogen. Hari pertama minum, saya belum merasakan efek apa-apa. Pada saat hari ketiga, saya sudah merasakan efeknya langsung. Porsi makan saya jadi lebih sedikit karena saya berasa begah dan eneg setelah minum Nutrishake sebelum lunch. Setelah selesai lunch pun sampai sore saya tetap berasa kenyang tanpa perlu ngemil-ngemil. Walaupun saya hanya minum Nutrishake 1 kali sehari sebelum lunch, efek mengenyangkannya itu bisa bertahan sampai waktunya dinner lho. Jadi walaupun nafsu makan kita besar tapi kalau kita minum Nutrishake, perut kita seakan-akan jadi terkunci sendiri dengan porsi makanan yang kecil. Tidak mau menerima makanan dalam porsi banyak lagi karena berasa begah perutnya. Luar biasa!

Hanya dalam pemakaian seminggu Nutrishake, berat badan saya turun 1,5 kg. Tentunya diimbangi dengan bantuan olahraga juga ya. Tapi saya memang berasa sekali kalau Nutrishake ini mampu mengurangi porsi makan dan ngemil saya. Selain untuk megurangi porsi makan, konon Nutrishake ini juga bisa membantu pembentukan otot sehingga disarankan juga diminum setelah berolahraga. Hanya saja untuk masalah pembentukan otot ini belum terbukti di saya karena sepertinya butuh waktu yang lebih lama untuk pembuktiannya.

Satu box Nutrishake ini bisa untuk 21 porsi penyajian. Kalau harga resmi di catalog terbaru September 2017, 1 box Nutrishake ini harganya Rp. 529.000 tapi saya dapat harga distributor Rp. 400.000 karena beli di teman saya. Harga shaker-nya Rp. 29.900. Katanya sih kalau mau kurus lebih cepat disarankan untuk konsumsi Nutrishake 2 kali sehari, 30 menit sebelum lunch dan dinner. Tapi untuk alasan penghematan saya cuma minum 1 kali sehari ditambah kalau habis fitness saja. Lagipula menurut dokter, penurunan berat badan itu harus bertahap, tidak boleh langsung drastis. Dalam 1 minggu penurunan berat badan yang direkomendasikan adalah 1 – 1,5 kg saja. Kalau berat badan langsung turun drastis akan mempengaruhi kineja jantung.

Selain untuk menurunkan berat badan, Nutrishake ini juga bisa untuk menambah berat badan. Cara konsumsinya adalah setelah lunch / dinner kalau untuk menambah berat badan.

Energi total dari 1 porsi penyajian Nutrishake hanya 70 kkal. Oleh karena itu Nutrishake hanya bisa jadi pendamping makanan, bukan pengganti makanan. Berikut adalah komposisi dari Nutrishake yang tercantum pada kemasannya (Nutrishake Strawberry): Protein Kacang Polong 29,7%, Buah Apel Bubuk (Pyrus Malus) 20,1%, Telur Bubuk 14,04%, Whey Bubuk 11,43%, Rose Hip Fruit Bubuk (Rosa Canina) 9,02%, Whey Konsentrat Bubuk 5%, Putih Telur Bubuk 4%, Perisa alami Strawberry, Serat Bit 1,94%, Perisa alami krim, Bit Bubuk (pigment), Anti Oksidan Asam Askorbat, Pemanis buatan Sukralosa.

Cara penyajian Nutrishake: Campurkan 18 gram (1 scoop) bubuk Nutrishake dengan 150 ml air dingin dan kocok hingga larut. Selain dengan cara standar seperti itu, katanya Nutrishake ini bisa juga dicampur ke dalam olahan juice atau smoothies tapi saya belum pernah coba dan lebih memilih cara standar yang lebih praktis saja.

Tips dari saya:

  • Walaupun dianjurkan untuk diminum 30 menit sebelum lunch / dinner untuk program penurunan berat badan, tapi untuk 1 minggu pertama lebih baik Nutrishake ini diminum 10-15 menit sebelum lunch / dinner supaya lebih terasa mengenyangkannya (begah / eneg) sehingga mengurangi nafsu dan porsi makan kita dengan sendirinya.
  • Harus punya target berat badan yang diinginkan.
  • Harus tetap rajin berolahraga.
  • Disarankan untuk memasak sendiri di rumah supaya lebih sehat. Hindari menu santan dan gorengan (deep fried).
  • Perbanyak makan buah dan sayur
  • Kurangi konsumsi gula.
  • Kalau punya hobby baking (seperti saya) lebih baik puasa baking dulu selama lagi diet. Kecenderungannya kita akan terpaksa untuk menghabiskan hasil baking kita. Bahan baking yang biasanya terdiri dari mentega, gula, telur dan tepung kalau dikonsumsi banyak akan membuat badan kita menumpuk lemak dan tentunya menambah kolesterol. Tidak heran kalau saya jadi tambah gendut karena sering baking dulu, hahaha.
  • Ganti nasi di rumah dengan beras merah atau beras hitam. Kalau saya di rumah sih masih makan nasi campuran antara beras putih dan merah dengan komposisi 2:1.
  • Sarapan pagi tidak perlu makanan yang berat-berat. Biasanya saya hanya makan 2 lembar roti tawar dengan 1 gelas smoothies buah buatan sendiri.
  • Kalau belum tahan menghadapi godaan makanan diluar rumah, perbanyak aktivitas di dalam rumah / kantor. Hindari pergi ke mall dulu atau ajak seseorang yang bisa menjadi “penjaga” diet kita. Kalau saya dalam hal ini penjaga diet saya adalah pak suami.

Sekian testimoni dari saya sebagai salah satu pengguna Nutrishake. Target saya adalah bisa menurunkan berat badan sampai ke angka 55 kg seperti dulu sebelum menikah. Semoga aja niat ini bisa terlaksana dengan baik dan semoga saya dijauhkan dari godaan makanan diluar sana, hahaha.

Health, Beauty & Lifestyle

Rekomendasi Online Shop Produk SK-II Murah Dan Original

Sebagai pengguna setia SK-II selama hampir 2 tahun ini, saya merasa cukup puas dengan hasilnya. Harga yang mahal sesuai dengan hasil yang didapat. Tektur kulit saya jauh lebih baik dibandingkan saat dulu perawatan kulit di dokter kulit. Bahkan saya merasa kulit saya sudah lebih balance, tidak terlalu berminyak seperti dulu. Less oily berakibat jadi less acne tentunya. Setelah saya lebih mengenali kulit saya, ternyata kulit saya yang berminyak dan berjerawat dulunya itu karena kulit saya dehidrasi. Kulit yang dehidrasi akan otomatis mengeluarkan minyak lebih banyak untuk melindungi kulit tapi efeknya jadi clogged pores yang buntutnya akan jadi jerawat. Kebanyakan produk dokter kulit atau produk yang dikhususkan untuk kulit berjerawat / berminyak malah membuat kulit saya jadi makin kering dan tambah berminyak. Oleh karena itu sudah beberapa tahun terakhir saya menghindari produk dokter dan produk yang dikhususkan untuk kulit berjerawat / berminyak. Obat jerawat yang saya pakai hanya acne spot treatment yang dioleskan saat lagi ada jerawat yang meradang yang biasanya timbul karena hormonal PMS (Pre-Menstruation Syndrome).

Saking cintanya dengan produk SK-II sepertinya saya tidak berencana untuk pindah ke lain hati. Menggunakan produk SK-II bagi saya seperti investasi untuk masa depan kulit saya. Terbukti di usia 34 tahun ini wajah saya masih belum ada kerutan berarti. Acne scar juga jauh lebih berkurang saat ini.

SK-II tergolong lini skincare premium dengan harga yang mahal. Awalnya saya selalu beli produk SK-II di counter resmi di mall. Waktu itu saya sebagai pemula merasa perlu untuk memastikan produk yang saya beli original. Selama itu pula saya berlatih untuk mengenali karakteristik produk SK-II yang original sehingga kalau suatu saat saya beli produk SK-II di tempat yang lain saya tidak akan tertipu dengan produk palsu.

Setahun pertama saya masih rajin membeli produk SK-II dari counter resminya, saya juga ikut loyalty programnya yaitu mengumpulkan poin yang bisa di-redeem dengan aneka produk SK-II sesuai catalog. Akan tetapi lama-lama saya berasa harganya berat juga di kantong, hahaha. Saya kemudian berniat mencari online shop yang menawarkan produk SK-II original dengan harga yang lebih murah. Saya lebih suka dengan sistem promo diskon langsung dibandingkan dengan harus mengumpulkan poin loyalty. Dari hasil penelusuran di internet dan percobaan sendiri, saya akhirnya menemukan online shop terpercaya tempat saya membeli produk SK-II original.

Sociolla

Saya mengetahui tentang Sociolla ini dari adik saya. Sociolla adalah online shop yang menjual berbagai produk kecantikan original dengan harga yang lebih murah dari counter. Untuk produk SK-II di Sociolla biasanya ada promo diskon 10-20% dari harga yang ditawarkan di counter resmi. Selain itu Sociolla ini juga memberikan gratis ongkos kirim untuk pembelian di atas Rp. 100.000. Pelayanannya cepat dan packaging-nya rapi. Saya sempat berlangganan beli produk SK-II di Sociolla sekitar 6 bulan-an sebelum saya menemukan online shop yang lebih murah.

Website: https://www.sociolla.com/

Love by April

Love by April adalah sebuah akun Instagram online shop yang menjual berbagai brand kosmetik dan skin care premium. Saya pertama kali mengetahui online shop ini dari review di Female Daily. Banyak yang mengatakan produk yang dijual di Love by April ini adalah produk original. Kekurangannya hanya satu yaitu customer service yang kurang ramah dan slow response. Sepertinya karena customer mereka sudah banyak dan staff yang ada jadi kewalahan untuk menanggapi customer. Oleh karena itu, saya menghindari untuk belanja di Instagram dan lebih memilih belanja di akun Tokopedia (SKII LUXEPRESS) atau Shopee (Onestop.Beauty) milik mereka. Saya lebih sering belanja di Shopee karena bisa dapat gratis ongkos kirim. Keuntungannya belanja di Tokopedia atau Shopee adalah saya tidak perlu merasa was-was barang saya tidak dikirim oleh mereka dikarenakan sistem pembayaran ke rekening bersama. Jadi kalau mereka tidak mengirimkan barang sesuai pesanan saya dalam tenggat waktu tertentu, uang saya akan dikembalikan oleh Tokopedia / Shopee. Diskon yang ditawarkan di online shop Love by April ini jauh lebih besar daripada di Sociolla yaitu sekitar 30% dari harga counter resmi.

Kekurangan dari berbelanja di Love by April ini adalah proses shipping yang agak lama yaitu butuh waktu sekitar 2 hari kerja sampai barang dikirimkan oleh penjual. Berbeda dengan Sociolla yang biasanya langsung memproses pesanan kita di hari yang sama (selama masih jam kantor berlangsung). Tapi so far saya cukup puas berbelanja disini. Terasa sekali penghematannya, hehe.

IG: lovebyapril
Tokopedia: https://www.tokopedia.com/skiiluxepress
Shopee: https://shopee.co.id/onestop.beauty

Sebenarnya dari penelusuran yang lain, masih ada beberapa online shop terpercaya lainnya yang menjual produk SK-II original dengan harga murah, akan tetapi saya belum pernah mencoba-nya dan tidak bisa memberikan rekomendasi.

Health, Beauty & Lifestyle

Review Bra Kesehatan “Elling Bra”

Sebagai wanita, tentu saja payudara adalah hal yang penting buat kita, bahkan payudara seorang wanita bisa memberikan kehidupan kepada seorang anak manusia. Oleh karena itu sebagaimana anggota tubuh kita yang lain, payudara kita perlu dirawat dan dijaga dengan baik.

Salah satu cara untuk merawat payudara kita adalah dengan memakai bra atau kadang disebut juga sebagai beha / BH oleh orang Indonesia. Bra sebagai penopang payudara kita haruslah nyaman tapi sekaligus aman dan mampu menyangga payudara dengan baik. Bahkan saya pernah dapat rumor bahwa penggunaan bra yang tidak tepat bisa meningkatkan resiko kanker payudara. Tapi untuk hal terakhir ini sepertinya belum ada bukti medis yang mendukung.

Saya dari jaman kuliah sudah menyukai bra berkawat. Ukuran payudara yang agak besar membuat saya merasa bra kawat lebih mampu menopang payudara daripada yang non kawat. Selain itu, dari segi model dan juga bentuk cup lebih menarik dan beragam. Saya sampai bulan lalu, Juli 2017, masih setia menggunakan bra kawat.

Awal Juli 2017 saya mendapatkan info tentang bra kesehatan yang bernama Elling Bra dari teman saya, Dian. Sebelumnya saya belum pernah dengar tentang brand bra ini. Agak sedikit ragu juga awalnya tapi dengan penjelasan dari Dian dan hasil penelusuran review di internet tentang brand bra ini, saya jadi tertarik untuk mencobanya. Permasalahan saya adalah ukuran payudara kiri dan kanan yang tidak sama dan konon permasalahan ini bisa diatasi dengan rajin menggunakan bra kesehatan “Elling Bra”

7 Juli 2017

Saya dan Dian kemudian janjian bareng untuk berkunjung ke outlet Elling Bra di BSD, Tangerang. Outlet di BSD ini juga sekaligus menjadi kantor pusat dari Elling Bra. Begitu datang, kami disambut dengan ramah oleh petugas fitting Elling Bra. Saat itu saya dilayani dengan Mba Erni. Saya dibawa ke ruangan tertutup (terpisah antara saya dan Dian) untuk fitting ukuran bra. Kesan pertama saya dengan Elling Bra adalah bentuknya tidak fashionable sekali. Tidak ada kawat dan cup busa seperti bra umumnya. Tapi jangan salah, walaupun tanpa kawat, bra ini kokoh menyangga payudara kita. Bahkan saya sampai melakukan tes dengan lompat-lompat, payudara saya tetap kokoh tersangga lho. Selain itu Mba Erni juga menjelaskan bahwa bra dengan cup busa bulat itu akan membuat payudara kita tertekan sehingga puting payudara bisa jadi datar (yang tentu saja tidak baik bagi Ibu yang sedang menyusui) dan lemak payudara jadi melebar ke samping. Tentang lemak payudara yang melebar ke samping itu saya merasa ada benarnya. Selain faktor bertambah berat badan, penggunaan bra yang tidak tepat juga membuat lemak berkumpul di sekitar ketiak dan garis bra. Cara penggunaan Elling Bra yang berbeda dengan bra lainnya, yaitu meraup lemak sekitar payudara ke dalam cup bra, akan membantu mengembalikan lemak payudara kita ke tempat semestinya. Hasil akhirnya adalah payudara yang bulat sempurna. Cup Elling Bra dibuat meruncing untuk menyesuaikan dengan bentuk puting payudara. Dari segi bentuk, Elling Bra ini mirip dengan bentuk bra menyusui dimana cup bisa dibuka dari kaitannya. Bagian lingkar dada belakang yang ada pengait bra-nya itu dibuat lebih tinggi dari bra pada umumnya, bahkan pengaitnya ada 4 buah lho (padahal bra biasa paling banyak 3 buah).

Untuk pemula seperti saya, Mba Erni menyarankan untuk menggunakan tipe Classic Brocade, yaitu bahan cup bra menggunakan kain brokat. Kain brokat akan membantu pembentukan payudara kita menjadi kondisi ideal. Setelah itu untuk perawatan kita bisa melanjutkan dengan bra bahan katunnya. Dari hasil pengukuran, saya disarankan menggunakan ukuran 32 EE. Ukuran Elling Bra ini memang berbeda dari bra dipasaran. Ukuran Elling Bra jauh lebih lengkap dan banyak, ada lebih dari 50 ukuran. Saya memilih bahan brokat halus berwarna krem yang saat itu tidak ada stoknya di outlet dan harus dijahit dulu, estimasi 3 hari baru jadi. Teman saya, Dian, karena bra ukurannya ada stok di outlet maka bisa langsung pulang dengan menenteng bra-nya. Untuk pembayaran, disediakan mesin EDC BCA di outlet Elling Bra. Sedangkan saya, karena bra saya belum ready, Mba Erni bilang saya transfernya saat bra sudah ready saja.

10 Juli 2017

Saya dikabari oleh Mba Erni kalau pesanan bra saya sudah ready dan Mba Erni memberikan nomor rekening untuk transfer pembayaran. Saya meminta bra saya dikirim via JNE saja sehingga saya dikenakan tambahan ongkos kirim 9 ribu Rupiah untuk pengiriman dalam kota Tangerang.

15 Juli 2017

Paket Elling Bra saya sudah sampai dan langsung dicoba.

IMG_20170715_201622
Elling Bra Tampak Depan

Review setelah pemakaian 1 bulan:

Ada perubahan bentuk payudara jadi sedikit lebih simetris antara kiri dan kanan (tapi belum sepenuhnya sama, mungkin harus dengan pemakaian lebih lama lagi). Payudara jadi lebih berisi dan bulat, tidak terlalu turun lagi. Lemak sekitar payudara jadi lebih mengecil. So far hasilnya positif buat saya padahal kurun waktu pemakaiannya baru sebentar. Saya jadi lebih bersemangat untuk meneruskan pemakaiannya.

Kekurangan dari Elling Bra ini menurut saya adalah dari segi bentuk yang lebih mirip bra emak-emak menyusui, tidak fashionable. Selain itu bentuk cup yang runcing kadangkala menjadi kendala saat saya memakai baju kaos (agak menyetak di permukaan kaos). Ditambah dengan bahan kain brokat yang tembus pandang membuat puting bisa terlihat kalau kita memakai baju kaos ketat atau blouse tipis. Tapi hal itu bisa diatasi dengan memakai nipple cover dari bahan silikon yang juga dijual di outlet Elling Bra. Khusus untuk nipple cover ini tidak disarankan untuk digunakan oleh Ibu yang sedang menyusui karena bisa menyebabkan lecet puting.

Harga Elling Bra memang agak mahal, dan tidak djual satuan. Untuk paket Elling Bra, 1 paket berisi 2 buah bra dan dijual dengan harga 600 ribu Rupiah. Akan tetapi harga tersebut tidak sebanding dengan manfaat yang akan kita peroleh. Bukan hanya dari segi estetika tapi juga dari manfaat kesehatannya.

Cara penggunaan Elling Bra:

  1. Posisikan bra bagian depan dengan tepat
  2. Kancingkan kaitan belakang bra sampai pas
  3. Atur posisi tali bra senyaman mungkin
  4. Buka cup bra kiri dan kanan
  5. Raup lemak di sekitar payudara (terutama bawah ketiak dan bawah payudara) ke arah tengah. Dengan cara ini, kita sekaligus melakukan SADARI (memeriksa payudara sendiri dari kemungkinan benjolan yang tidak wajar, deteksi awal untuk pencegahan tumor / kanker payudara)
  6. Kaitkan kembali cup bra ke tempat semula. Apabila posisi bra dan raupan lemaknya sudah pas maka cup bra tidak akan berkerut/longgar lagi. Tapi apabila posisi bra belum pas maka silakan ulangi langkah diatas.

Untuk mencuci Elling Bra disarankan menggunakan tangan, tidak dimasukkan mesin cuci. Akan tetapi karena saya menggunakan mesin cuci bukaan depan tanpa tabung pemutar dan ditambah saya menggunakan cover cuci khusus bra, saya merasa aman untuk mencuci Elling Bra saya menggunakan mesin cuci. Sejauh ini kondisi Elling Bra saya masih baik-baik saja.

Saat pemakaian awal saya merasa Elling Bra membuat saya tidak nyaman, agak menekan dada kalau posisi badan berbaring atau setengah berbaring. Akan tetapi hal itu adalah wajar dan akan menghilang seiring dengan pemakaian rutin. Dada kita sedang beradaptasi dengan Elling Bra.

Outlet Elling Bra tidak hanya ada di DKI Jakarta tapi juga ada jaringan distributor di hampir seluruh kota besar di Indonesia. Selain outlet sendiri, Elling Bra juga membuka outlet kerjasama dengan beberapa rumah sakit seperti RS Kanker Dharmais, RSPAD Gatot Subroto dan Jakarta Breast Cancer. Menurut saya itu salah satu bukti kalau Elling Bra diakui sebagai bra kesehatan di Indonesia.

Selain datang langsung ke outlet Elling Bra, Elling Bra juga menyediakan jasa layanan fitting ukuran bra ke rumah / kantor dengan sistem perjanjian sebelumnya.

Contact:

Elling Bra (Custom Made Bra)
Kantor Pusat: Jl. Letnan Sutopo Ruko Golden Madrid 1, Blok B No. 23 BSD City – Serpong, Tangerang Selatan
Telp: 021-5316 8152
HP: 081288808152, 087780008152, 081218636304
Opening Hours: Senin – Sabtu, Pukul 8.30 – 17.00
Website: http://ellingbra.com/