Health & Beauty

Program Diet Berbantu (Review Nutrishake by Oriflame)

Perhatian:

This post is my honest review about Nutrishake product. Saya bukan numpang jualan disini. Saya juga bukan agen dari Oriflame, bisa dicek langsung ke daftar agen-nya. Saya juga tidak dibayar sepeser pun untuk menulis review ini.

Bulan Juli 2017 kemarin dari hasil Medical Check Up (MCU) di RS Siloam Karawaci saya dinyatakan over weight. Berat saya saat itu 63 kg. Menurut dokter MCU yang memeriksa saya saat itu, untuk tinggi badan saya 160 cm maka berat maksimum yang diperbolehkan adalah 60 kg. Artinya saya ada kelebihan 3 kg dari berat maksimum yang diperbolehkan.

Sekedar flashback, dulu waktu kuliah berat badan saya hanya 49 kg. Badan kurus ala model catwalk. Akan tetapi saat itu ternyata saya ada penyakit paru (paru-paru basah / pneumonia) yang baru akan saya ketahui beberapa tahun setelahnya. Penyakit paru itu rupanya yang bikin badan saya susah gendut walaupun porsi makan sudah macam kuli. Setelah dinyatakan sembuh dari penyakit paru, berat saya langsung naik drastis yaitu menjadi 55 kg. Berat badan ini stabil di angka 55 sampai dengan menikah.

Berubahnya profesi dari pekerja kantoran menjadi ibu rumah tangga yang punya lebih banyak waktu bersantai di rumah membuat berat badan saya naik setelah 2 tahun menikah menjadi 59 kg. Waktu itu saya masih tinggal di Sorowako, desa kecil di pedalaman Sulawesi Selatan. Saat suami pindah kerja ke Jakarta dan kami tinggal di rumah Tangerang, berat badan saya naik lagi menjadi 62 kg. Faktor banyaknya makanan dan camilan enak di kota membuat saya kalap makan. Terakhir berat badan saya naik lagi karena program hamil dan IVF (yang gagal) menjadi 65 kg. Rekor terberat saya saat itu! Badan rasanya sudah mekar banget dan gampang capek. Perlahan setelah detoks dari pengaruh suntikan hormon IVF, berat saya turun ke angka 63 kg. Angka tersebut tetap setia bertahan dan tidak kunjung berkurang. Saya akui saat itu saya belum ada niatan diet yang tinggi dan pola makan juga masih sembarangan.

Setelah mendapat wejangan dari dokter MCU, saya pun jadi lebih tersadar. Saya perlu diet untuk alasan kesehatan. Kalau untuk alasan estetika sih saya tidak terlalu merasa perlu karena suami saya tidak pernah protes tentang badan saya dan menerima saya apa adanya.

Langkah awal saya adalah mengubah pola makan saya yang seringnya dalam porsi besar dan ditambah dengan camilan yang cenderung manis seperti dessert (yes, I have a sweet tooth). Olahraga pun lebih diseriuskan lagi. Saya berkomitmen untuk latihan cardio dan fitness paling tidak 1-2 kali dalam seminggu.

Awalnya beraaaat sekali! Terutama dalam hal mengurangi porsi makan tersebut karena i love carbs! Kebiasaan makan karbohidrat (baca: nasi) dalam jumlah besar 2-3 kali sehari. Sekedar informasi, biasanya porsi nasi saya adalah 2 centong nasi dalam sekali makan.

Dalam kegalauan diet ini, tiba-tiba teman saya, Dian, menceritakan pengalaman diet-nya dan sudah berhasil menurunkan berat badannya sebanyak 7 kg. Kebetulan saya juga tahu kalau Dian ini pola makannya sama seperti saya. Kami sama-sama penggemar nasi alias carbo, hahaha. Dian bercerita kalau program diet dia dibantu dengan produk Nutrishake Oriflame. Awalnya saya agak skeptis juga karena Dian kan salah satu agen / konsultan Oriflame. Jangan-jangan cuma untuk jualan saja. Ditambah saya sebelumnya sudah pernah coba shake terkenal merk sebelah (tidak usah sebut merk) yang katanya untuk pengganti makan pagi dan malam itu, tapi saya tetap merasa tersiksa karena perut saya berasa keroncongan setelah 2 jam minum shake tersebut dan akhirnya bikin saya makan juga. Jadi saya punya pemikiran sendiri bahwa produk shake itu tidak ada efeknya buat saya. Tidak ada yang bisa menggantikan carbo di hati dan perut saya, hahaha. Tidak heran berbagai pola diet yang lagi trend dimana-mana itu tidak pernah cocok buat saya yang merasa masih butuh carbo ini.

Dian kemudian menjelaskan kalau program diet Nutrishake ini berbeda dengan merk sebelah. Jadi Nutrishake ini adalah pendamping / suplemen makanan, BUKAN PENGGANTI makanan. Kita tetap akan makan normal 3 kali sehari tapi dengan bantuan Nutrishake ini kita akan jadi lebih terkontrol porsi makannya. Dengan alasan tersebut, saya pun memutuskan untuk mencoba Nutrishake. Dari 3 varian Nutrishake, cokelat, strawberry dan vanilla, Dian merekomendasikan varian strawberry yang menurut dia paling acceptable dalam level kemanisannya. Cokelat adalah varian yang rasanya paling manis dan vanilla adalah varian yang cenderung punya rasa plain. Untuk paket awal Nutrishake kita diwajibkan untuk membeli shaker-nya juga karena dalam shaker itu ada scoop standar ukuran porsi Nutrishake.

IMG_20170816_190555
Nutrishake Strawberry

2 Agustus 2017

Paket Nutrishake dari Dian datang di rumah saya. Sesuai petunjuk, untuk program diet maka disarankan untuk minum Nutrishake 30 menit sebelum lunch / dinner. Saya pun membuat 1 porsi Nutrishake dan meminumnya 30 menit sebelum lunch. Kesan pertama: Baunya tidak enak, cenderung apek. Rasa strawberry-nya hanya semu-semu. Tekstur cairannya juga agak kental dan masih berasa partikel tepungnya (atau itu yang disebut seratnya saya juga tidak tahu) walaupun sudah dikocok sampai homogen. Hari pertama minum, saya belum merasakan efek apa-apa. Pada saat hari ketiga, saya sudah merasakan efeknya langsung. Porsi makan saya jadi lebih sedikit karena saya berasa begah dan eneg setelah minum Nutrishake sebelum lunch. Setelah selesai lunch pun sampai sore saya tetap berasa kenyang tanpa perlu ngemil-ngemil. Walaupun saya hanya minum Nutrishake 1 kali sehari sebelum lunch, efek mengenyangkannya itu bisa bertahan sampai waktunya dinner lho. Jadi walaupun nafsu makan kita besar tapi kalau kita minum Nutrishake, perut kita seakan-akan jadi terkunci sendiri dengan porsi makanan yang kecil. Tidak mau menerima makanan dalam porsi banyak lagi karena berasa begah perutnya. Luar biasa!

Hanya dalam pemakaian seminggu Nutrishake, berat badan saya turun 1,5 kg. Tentunya diimbangi dengan bantuan olahraga juga ya. Tapi saya memang berasa sekali kalau Nutrishake ini mampu mengurangi porsi makan dan ngemil saya. Selain untuk megurangi porsi makan, konon Nutrishake ini juga bisa membantu pembentukan otot sehingga disarankan juga diminum setelah berolahraga. Hanya saja untuk masalah pembentukan otot ini belum terbukti di saya karena sepertinya butuh waktu yang lebih lama untuk pembuktiannya.

Satu box Nutrishake ini bisa untuk 21 porsi penyajian. Kalau harga resmi di catalog terbaru September 2017, 1 box Nutrishake ini harganya Rp. 529.000 tapi saya dapat harga distributor Rp. 400.000 karena beli di teman saya. Harga shaker-nya Rp. 29.900. Katanya sih kalau mau kurus lebih cepat disarankan untuk konsumsi Nutrishake 2 kali sehari, 30 menit sebelum lunch dan dinner. Tapi untuk alasan penghematan saya cuma minum 1 kali sehari ditambah kalau habis fitness saja. Lagipula menurut dokter, penurunan berat badan itu harus bertahap, tidak boleh langsung drastis. Dalam 1 minggu penurunan berat badan yang direkomendasikan adalah 1 – 1,5 kg saja. Kalau berat badan langsung turun drastis akan mempengaruhi kineja jantung.

Selain untuk menurunkan berat badan, Nutrishake ini juga bisa untuk menambah berat badan. Cara konsumsinya adalah setelah lunch / dinner kalau untuk menambah berat badan.

Energi total dari 1 porsi penyajian Nutrishake hanya 70 kkal. Oleh karena itu Nutrishake hanya bisa jadi pendamping makanan, bukan pengganti makanan. Berikut adalah komposisi dari Nutrishake yang tercantum pada kemasannya (Nutrishake Strawberry): Protein Kacang Polong 29,7%, Buah Apel Bubuk (Pyrus Malus) 20,1%, Telur Bubuk 14,04%, Whey Bubuk 11,43%, Rose Hip Fruit Bubuk (Rosa Canina) 9,02%, Whey Konsentrat Bubuk 5%, Putih Telur Bubuk 4%, Perisa alami Strawberry, Serat Bit 1,94%, Perisa alami krim, Bit Bubuk (pigment), Anti Oksidan Asam Askorbat, Pemanis buatan Sukralosa.

Cara penyajian Nutrishake: Campurkan 18 gram (1 scoop) bubuk Nutrishake dengan 150 ml air dingin dan kocok hingga larut. Selain dengan cara standar seperti itu, katanya Nutrishake ini bisa juga dicampur ke dalam olahan juice atau smoothies tapi saya belum pernah coba dan lebih memilih cara standar yang lebih praktis saja.

Tips dari saya:

  • Walaupun dianjurkan untuk diminum 30 menit sebelum lunch / dinner untuk program penurunan berat badan, tapi untuk 1 minggu pertama lebih baik Nutrishake ini diminum 10-15 menit sebelum lunch / dinner supaya lebih terasa mengenyangkannya (begah / eneg) sehingga mengurangi nafsu dan porsi makan kita dengan sendirinya.
  • Harus punya target berat badan yang diinginkan.
  • Harus tetap rajin berolahraga.
  • Disarankan untuk memasak sendiri di rumah supaya lebih sehat. Hindari menu santan dan gorengan (deep fried).
  • Perbanyak makan buah dan sayur
  • Kurangi konsumsi gula.
  • Kalau punya hobby baking (seperti saya) lebih baik puasa baking dulu selama lagi diet. Kecenderungannya kita akan terpaksa untuk menghabiskan hasil baking kita. Bahan baking yang biasanya terdiri dari mentega, gula, telur dan tepung kalau dikonsumsi banyak akan membuat badan kita menumpuk lemak dan tentunya menambah kolesterol. Tidak heran kalau saya jadi tambah gendut karena sering baking dulu, hahaha.
  • Ganti nasi di rumah dengan beras merah atau beras hitam. Kalau saya di rumah sih masih makan nasi campuran antara beras putih dan merah dengan komposisi 2:1.
  • Sarapan pagi tidak perlu makanan yang berat-berat. Biasanya saya hanya makan 2 lembar roti tawar dengan 1 gelas smoothies buah buatan sendiri.
  • Kalau belum tahan menghadapi godaan makanan diluar rumah, perbanyak aktivitas di dalam rumah / kantor. Hindari pergi ke mall dulu atau ajak seseorang yang bisa menjadi “penjaga” diet kita. Kalau saya dalam hal ini penjaga diet saya adalah pak suami.

Sekian testimoni dari saya sebagai salah satu pengguna Nutrishake. Target saya adalah bisa menurunkan berat badan sampai ke angka 55 kg seperti dulu sebelum menikah. Semoga aja niat ini bisa terlaksana dengan baik dan semoga saya dijauhkan dari godaan makanan diluar sana, hahaha.

Health & Beauty

Rekomendasi Online Shop Produk SK-II Murah Dan Original

Sebagai pengguna setia SK-II selama hampir 2 tahun ini, saya merasa cukup puas dengan hasilnya. Harga yang mahal sesuai dengan hasil yang didapat. Tektur kulit saya jauh lebih baik dibandingkan saat dulu perawatan kulit di dokter kulit. Bahkan saya merasa kulit saya sudah lebih balance, tidak terlalu berminyak seperti dulu. Less oily berakibat jadi less acne tentunya. Setelah saya lebih mengenali kulit saya, ternyata kulit saya yang berminyak dan berjerawat dulunya itu karena kulit saya dehidrasi. Kulit yang dehidrasi akan otomatis mengeluarkan minyak lebih banyak untuk melindungi kulit tapi efeknya jadi clogged pores yang buntutnya akan jadi jerawat. Kebanyakan produk dokter kulit atau produk yang dikhususkan untuk kulit berjerawat / berminyak malah membuat kulit saya jadi makin kering dan tambah berminyak. Oleh karena itu sudah beberapa tahun terakhir saya menghindari produk dokter dan produk yang dikhususkan untuk kulit berjerawat / berminyak. Obat jerawat yang saya pakai hanya acne spot treatment yang dioleskan saat lagi ada jerawat yang meradang yang biasanya timbul karena hormonal PMS (Pre-Menstruation Syndrome).

Saking cintanya dengan produk SK-II sepertinya saya tidak berencana untuk pindah ke lain hati. Menggunakan produk SK-II bagi saya seperti investasi untuk masa depan kulit saya. Terbukti di usia 34 tahun ini wajah saya masih belum ada kerutan berarti. Acne scar juga jauh lebih berkurang saat ini.

SK-II tergolong lini skincare premium dengan harga yang mahal. Awalnya saya selalu beli produk SK-II di counter resmi di mall. Waktu itu saya sebagai pemula merasa perlu untuk memastikan produk yang saya beli original. Selama itu pula saya berlatih untuk mengenali karakteristik produk SK-II yang original sehingga kalau suatu saat saya beli produk SK-II di tempat yang lain saya tidak akan tertipu dengan produk palsu.

Setahun pertama saya masih rajin membeli produk SK-II dari counter resminya, saya juga ikut loyalty programnya yaitu mengumpulkan poin yang bisa di-redeem dengan aneka produk SK-II sesuai catalog. Akan tetapi lama-lama saya berasa harganya berat juga di kantong, hahaha. Saya kemudian berniat mencari online shop yang menawarkan produk SK-II original dengan harga yang lebih murah. Saya lebih suka dengan sistem promo diskon langsung dibandingkan dengan harus mengumpulkan poin loyalty. Dari hasil penelusuran di internet dan percobaan sendiri, saya akhirnya menemukan online shop terpercaya tempat saya membeli produk SK-II original.

Sociolla

Saya mengetahui tentang Sociolla ini dari adik saya. Sociolla adalah online shop yang menjual berbagai produk kecantikan original dengan harga yang lebih murah dari counter. Untuk produk SK-II di Sociolla biasanya ada promo diskon 10-20% dari harga yang ditawarkan di counter resmi. Selain itu Sociolla ini juga memberikan gratis ongkos kirim untuk pembelian di atas Rp. 100.000. Pelayanannya cepat dan packaging-nya rapi. Saya sempat berlangganan beli produk SK-II di Sociolla sekitar 6 bulan-an sebelum saya menemukan online shop yang lebih murah.

Website: https://www.sociolla.com/

Love by April

Love by April adalah sebuah akun Instagram online shop yang menjual berbagai brand kosmetik dan skin care premium. Saya pertama kali mengetahui online shop ini dari review di Female Daily. Banyak yang mengatakan produk yang dijual di Love by April ini adalah produk original. Kekurangannya hanya satu yaitu customer service yang kurang ramah dan slow response. Sepertinya karena customer mereka sudah banyak dan staff yang ada jadi kewalahan untuk menanggapi customer. Oleh karena itu, saya menghindari untuk belanja di Instagram dan lebih memilih belanja di akun Tokopedia (SKII LUXEPRESS) atau Shopee (Onestop.Beauty) milik mereka. Saya lebih sering belanja di Shopee karena bisa dapat gratis ongkos kirim. Keuntungannya belanja di Tokopedia atau Shopee adalah saya tidak perlu merasa was-was barang saya tidak dikirim oleh mereka dikarenakan sistem pembayaran ke rekening bersama. Jadi kalau mereka tidak mengirimkan barang sesuai pesanan saya dalam tenggat waktu tertentu, uang saya akan dikembalikan oleh Tokopedia / Shopee. Diskon yang ditawarkan di online shop Love by April ini jauh lebih besar daripada di Sociolla yaitu sekitar 30% dari harga counter resmi.

Kekurangan dari berbelanja di Love by April ini adalah proses shipping yang agak lama yaitu butuh waktu sekitar 2 hari kerja sampai barang dikirimkan oleh penjual. Berbeda dengan Sociolla yang biasanya langsung memproses pesanan kita di hari yang sama (selama masih jam kantor berlangsung). Tapi so far saya cukup puas berbelanja disini. Terasa sekali penghematannya, hehe.

IG: lovebyapril
Tokopedia: https://www.tokopedia.com/skiiluxepress
Shopee: https://shopee.co.id/onestop.beauty

Sebenarnya dari penelusuran yang lain, masih ada beberapa online shop terpercaya lainnya yang menjual produk SK-II original dengan harga murah, akan tetapi saya belum pernah mencoba-nya dan tidak bisa memberikan rekomendasi.

Health & Beauty

Review Bra Kesehatan “Elling Bra”

Sebagai wanita, tentu saja payudara adalah hal yang penting buat kita, bahkan payudara seorang wanita bisa memberikan kehidupan kepada seorang anak manusia. Oleh karena itu sebagaimana anggota tubuh kita yang lain, payudara kita perlu dirawat dan dijaga dengan baik.

Salah satu cara untuk merawat payudara kita adalah dengan memakai bra atau kadang disebut juga sebagai beha / BH oleh orang Indonesia. Bra sebagai penopang payudara kita haruslah nyaman tapi sekaligus aman dan mampu menyangga payudara dengan baik. Bahkan saya pernah dapat rumor bahwa penggunaan bra yang tidak tepat bisa meningkatkan resiko kanker payudara. Tapi untuk hal terakhir ini sepertinya belum ada bukti medis yang mendukung.

Saya dari jaman kuliah sudah menyukai bra berkawat. Ukuran payudara yang agak besar membuat saya merasa bra kawat lebih mampu menopang payudara daripada yang non kawat. Selain itu, dari segi model dan juga bentuk cup lebih menarik dan beragam. Saya sampai bulan lalu, Juli 2017, masih setia menggunakan bra kawat.

Awal Juli 2017 saya mendapatkan info tentang bra kesehatan yang bernama Elling Bra dari teman saya, Dian. Sebelumnya saya belum pernah dengar tentang brand bra ini. Agak sedikit ragu juga awalnya tapi dengan penjelasan dari Dian dan hasil penelusuran review di internet tentang brand bra ini, saya jadi tertarik untuk mencobanya. Permasalahan saya adalah ukuran payudara kiri dan kanan yang tidak sama dan konon permasalahan ini bisa diatasi dengan rajin menggunakan bra kesehatan “Elling Bra”

7 Juli 2017

Saya dan Dian kemudian janjian bareng untuk berkunjung ke outlet Elling Bra di BSD, Tangerang. Outlet di BSD ini juga sekaligus menjadi kantor pusat dari Elling Bra. Begitu datang, kami disambut dengan ramah oleh petugas fitting Elling Bra. Saat itu saya dilayani dengan Mba Erni. Saya dibawa ke ruangan tertutup (terpisah antara saya dan Dian) untuk fitting ukuran bra. Kesan pertama saya dengan Elling Bra adalah bentuknya tidak fashionable sekali. Tidak ada kawat dan cup busa seperti bra umumnya. Tapi jangan salah, walaupun tanpa kawat, bra ini kokoh menyangga payudara kita. Bahkan saya sampai melakukan tes dengan lompat-lompat, payudara saya tetap kokoh tersangga lho. Selain itu Mba Erni juga menjelaskan bahwa bra dengan cup busa bulat itu akan membuat payudara kita tertekan sehingga puting payudara bisa jadi datar (yang tentu saja tidak baik bagi Ibu yang sedang menyusui) dan lemak payudara jadi melebar ke samping. Tentang lemak payudara yang melebar ke samping itu saya merasa ada benarnya. Selain faktor bertambah berat badan, penggunaan bra yang tidak tepat juga membuat lemak berkumpul di sekitar ketiak dan garis bra. Cara penggunaan Elling Bra yang berbeda dengan bra lainnya, yaitu meraup lemak sekitar payudara ke dalam cup bra, akan membantu mengembalikan lemak payudara kita ke tempat semestinya. Hasil akhirnya adalah payudara yang bulat sempurna. Cup Elling Bra dibuat meruncing untuk menyesuaikan dengan bentuk puting payudara. Dari segi bentuk, Elling Bra ini mirip dengan bentuk bra menyusui dimana cup bisa dibuka dari kaitannya. Bagian lingkar dada belakang yang ada pengait bra-nya itu dibuat lebih tinggi dari bra pada umumnya, bahkan pengaitnya ada 4 buah lho (padahal bra biasa paling banyak 3 buah).

Untuk pemula seperti saya, Mba Erni menyarankan untuk menggunakan tipe Classic Brocade, yaitu bahan cup bra menggunakan kain brokat. Kain brokat akan membantu pembentukan payudara kita menjadi kondisi ideal. Setelah itu untuk perawatan kita bisa melanjutkan dengan bra bahan katunnya. Dari hasil pengukuran, saya disarankan menggunakan ukuran 32 EE. Ukuran Elling Bra ini memang berbeda dari bra dipasaran. Ukuran Elling Bra jauh lebih lengkap dan banyak, ada lebih dari 50 ukuran. Saya memilih bahan brokat halus berwarna krem yang saat itu tidak ada stoknya di outlet dan harus dijahit dulu, estimasi 3 hari baru jadi. Teman saya, Dian, karena bra ukurannya ada stok di outlet maka bisa langsung pulang dengan menenteng bra-nya. Untuk pembayaran, disediakan mesin EDC BCA di outlet Elling Bra. Sedangkan saya, karena bra saya belum ready, Mba Erni bilang saya transfernya saat bra sudah ready saja.

10 Juli 2017

Saya dikabari oleh Mba Erni kalau pesanan bra saya sudah ready dan Mba Erni memberikan nomor rekening untuk transfer pembayaran. Saya meminta bra saya dikirim via JNE saja sehingga saya dikenakan tambahan ongkos kirim 9 ribu Rupiah untuk pengiriman dalam kota Tangerang.

15 Juli 2017

Paket Elling Bra saya sudah sampai dan langsung dicoba.

IMG_20170715_201622
Elling Bra Tampak Depan

Review setelah pemakaian 1 bulan:

Ada perubahan bentuk payudara jadi sedikit lebih simetris antara kiri dan kanan (tapi belum sepenuhnya sama, mungkin harus dengan pemakaian lebih lama lagi). Payudara jadi lebih berisi dan bulat, tidak terlalu turun lagi. Lemak sekitar payudara jadi lebih mengecil. So far hasilnya positif buat saya padahal kurun waktu pemakaiannya baru sebentar. Saya jadi lebih bersemangat untuk meneruskan pemakaiannya.

Kekurangan dari Elling Bra ini menurut saya adalah dari segi bentuk yang lebih mirip bra emak-emak menyusui, tidak fashionable. Selain itu bentuk cup yang runcing kadangkala menjadi kendala saat saya memakai baju kaos (agak menyetak di permukaan kaos). Ditambah dengan bahan kain brokat yang tembus pandang membuat puting bisa terlihat kalau kita memakai baju kaos ketat atau blouse tipis. Tapi hal itu bisa diatasi dengan memakai nipple cover dari bahan silikon yang juga dijual di outlet Elling Bra. Khusus untuk nipple cover ini tidak disarankan untuk digunakan oleh Ibu yang sedang menyusui karena bisa menyebabkan lecet puting.

Harga Elling Bra memang agak mahal, dan tidak djual satuan. Untuk paket Elling Bra, 1 paket berisi 2 buah bra dan dijual dengan harga 600 ribu Rupiah. Akan tetapi harga tersebut tidak sebanding dengan manfaat yang akan kita peroleh. Bukan hanya dari segi estetika tapi juga dari manfaat kesehatannya.

Cara penggunaan Elling Bra:

  1. Posisikan bra bagian depan dengan tepat
  2. Kancingkan kaitan belakang bra sampai pas
  3. Atur posisi tali bra senyaman mungkin
  4. Buka cup bra kiri dan kanan
  5. Raup lemak di sekitar payudara (terutama bawah ketiak dan bawah payudara) ke arah tengah. Dengan cara ini, kita sekaligus melakukan SADARI (memeriksa payudara sendiri dari kemungkinan benjolan yang tidak wajar, deteksi awal untuk pencegahan tumor / kanker payudara)
  6. Kaitkan kembali cup bra ke tempat semula. Apabila posisi bra dan raupan lemaknya sudah pas maka cup bra tidak akan berkerut/longgar lagi. Tapi apabila posisi bra belum pas maka silakan ulangi langkah diatas.

Untuk mencuci Elling Bra disarankan menggunakan tangan, tidak dimasukkan mesin cuci. Akan tetapi karena saya menggunakan mesin cuci bukaan depan tanpa tabung pemutar dan ditambah saya menggunakan cover cuci khusus bra, saya merasa aman untuk mencuci Elling Bra saya menggunakan mesin cuci. Sejauh ini kondisi Elling Bra saya masih baik-baik saja.

Saat pemakaian awal saya merasa Elling Bra membuat saya tidak nyaman, agak menekan dada kalau posisi badan berbaring atau setengah berbaring. Akan tetapi hal itu adalah wajar dan akan menghilang seiring dengan pemakaian rutin. Dada kita sedang beradaptasi dengan Elling Bra.

Outlet Elling Bra tidak hanya ada di DKI Jakarta tapi juga ada jaringan distributor di hampir seluruh kota besar di Indonesia. Selain outlet sendiri, Elling Bra juga membuka outlet kerjasama dengan beberapa rumah sakit seperti RS Kanker Dharmais, RSPAD Gatot Subroto dan Jakarta Breast Cancer. Menurut saya itu salah satu bukti kalau Elling Bra diakui sebagai bra kesehatan di Indonesia.

Selain datang langsung ke outlet Elling Bra, Elling Bra juga menyediakan jasa layanan fitting ukuran bra ke rumah / kantor dengan sistem perjanjian sebelumnya.

Contact:

Elling Bra (Custom Made Bra)
Kantor Pusat: Jl. Letnan Sutopo Ruko Golden Madrid 1, Blok B No. 23 BSD City – Serpong, Tangerang Selatan
Telp: 021-5316 8152
HP: 081288808152, 087780008152, 081218636304
Opening Hours: Senin – Sabtu, Pukul 8.30 – 17.00
Website: http://ellingbra.com/

Cooking

Ikan Kembung Balado

Bulan lalu saya dan suami melakukan Medical Check Up (MCU) di RS Siloam Karawaci atas inisiatif sendiri. Kami berdua sadar diri kalau kami sudah tidak muda lagi dan harus lebih concern dengan masalah kesehatan. Saya tentunya tidak akan bahas hasilnya disini. Hanya saja dari hasil MCU saya kemarin, angka kolesterol HDL (High Density Lipoprotein / kolesterol baik) saya kurang tinggi, hanya berada di posisi ambang batas. HDL tersebut bisa diperoleh dengan asupan makanan yang mengandung omega 3 dan 6. Menurut dokter, salah satu sumber omega 3 dan 6 adalah ikan laut. Semakin dalam lautnya maka semakin tinggi kandungan omega 3 dan 6 di tubuh ikannya. Dokter menyaran saya untuk lebih rajin mengkonsumsi ikan laut dalam, seperti Salmon, Tuna, dll. Cara praktisnya lainnya untuk mendapatkan omega 3 dan 6 adalah dengan konsumsi suplemen yang dijual bebas di pasaran. Saya pribadi tentu saja lebih memilih sumber alami yaitu dengan mengkonsumsi ikan.

Harga ikan laut dalam seperti Salmon dan Tuna tidaklah murah. Kalau konsumsi sekali-sekali, misal seminggu sekali, saya sih tidak masalah. Tapi kalau dijadikan konsumsi harian sih bisa menguras kantong. Hahaha. Oleh karena itu, saya lebih bertoleransi soal masalah ikan ini. Intinya ikan laut saja, bukan ikan air tawar atau ternakan empang. Nah, salah satu ikan laut yang terjangkau harganya dan hampir selalu ada di pasar adalah ikan Kembung. Kemarin saya beli ikan Kembung di pasar. Setengah Kilogram dapat sekitar 5 ekor ikan Kembung ukuran sedang dengan harga Rp. 22.000 saja. Menurut Wikipedia, ikan kembung ini masih saudaraan dengan ikan Tuna, Tenggiri, Tongkol. Makerel, dll.

Olahan masakan ikan Kembung yang paling sering saya buat adalah ikan Kembung goreng yang dimakan bersama nasi hangat dan sambal kecap asing bawang. Tapi kalau menunya itu terus kan bosan juga lama-lama. Resep ikan Kembung balado ini bisa menjadi salah satu alternatif olahan ikan Kembung di rumah. Rasanya enak, gurih dan pedas sesuai selera lidah orang Indonesia. Resep ini saya peroleh dari Cookpad “Rosyidah Syarifudin Shiddiq”

PhotoGrid_1502180302696
Ikan Kembung Balado

Bahan:

  • 4 ekor ikan Kembung ukuran sedang
  • 1 sdm air perasan jeruk nipis
  • garam, merica, gula dan bumbu penyedap secukupnya
  • 50 ml air putih

Bumbu Halus:

  • 4 siung bawang merah
  • 2 siung bawang putih
  • 3 buah cabe merah (saya pakai 5 buah cabe keriting)
  • 5 buah cabe rawit (selera pedas bisa disesuaikan sendiri)

Bahan Pelengkap:

  • 3 lembar daun jeruk, gunting pisahkan batang daunnya
  • 1 lembar daun salam
  • 1 ruas jari lengkuas

Cara Membuat:

  1. Cuci bersih ikan. Lumuri badan ikan dengan air perasan jeruk nipis dan garam. Diamkan selama 30 menit. Sisihkan. Tidak usah dibilas lagi dengan air.
  2. Panaskan minyak dalam wajan penggorengan. Pastikan minyak cukup banyak supaya bisa merendam badan ikan. Masukkan ikan ke dalam minyak panas. Goreng ikan sampai matang dan kering. Angkat dan sisihkan.
  3. Di tempat lain, tumis bumbu halus dan bahan pelengkap sampai matang dan harum. Masukkan air putih. Tambahkan garam, gula, merica dan bumbu penyedap secukupnya. Masak sampai bumbu mengental.
  4. Masukkan ikan yang sudah digoreng. Aduk rata sebentar saja. Bolak-balik badan ikan sampai badan ikan terlumuri bumbu secara merata. Matikan api. Angkat dan siap disajikan.
Cooking

Grilled Dory Fish

Kebetulan saat groceries shopping di supermarket lagi ada sale fillet ikan Dory. Saya pun tergoda untuk membelinya. Kalau biasanya fillet ikan dory diolah menjadi Fish and Chips atau olahan goreng lainnya maka kali ini saya mencoba mengolahnya menjadi menu grill / panggang. Alasannya tentu lebih sehat karena tidak perlu deep fried. Hanya saja tantangannya disini adalah supaya ikan Dory-nya tidak hancur saat dipanggang karena daging ikan Dory ini sangat lembut sekali teksturnya. Oleh karena itu tipsnya adalah ikannya tidak boleh terlalu sering dibolak-balik. Pastikan satu sisinya sudah matang terlebih dahulu baru kemudian dibalik ke sisi satunya.

Resep saya dapatkan dari Cookpad “farida_wi” hanya saya saya tambahkan bawang putih cincang saat marinade fillet ikannya supaya lebih harum. Penting untuk dicatat adalah kita tidak perlu menambahkan garam saat membumbui fillet ikan karena resep ini sudah menggunakan kecap asin dan margarin yang akan memberikan cita rasa asin. Kalau ditambah garam lagi bisa keasinan deh.

PhotoGrid_1501595234706
Grilled Dory Fish

Bahan:

  • 500 gram fillet ikan Dory
  • 2 siung bawang putih, cincang halus
  • 1 sdm air jeruk nipis
  • Sedikit lada hitam
  • 1 sdm margarin
  • Biji wijen & parsley untuk pelengkap (saya tidak pakai)

Bumbu Olesan:

  • 2 sdm kecap manis
  • 2 sdm kecap asin
  • 2 sdm olive oil
  • 1/2 sdt ketumbar bubuk
  • Sedikit lada hitam

Cara Membuat:

  1. Cuci bersih fillet ikan. Lumuri dengan air jeruk nipis, bawang putih cincang dan sedikit lada hitam. Diamkan 30 menit. Sisihkan bawang putih cincang dari badan ikan (tidak perlu dibilas air lagi)
  2. Siapkan bumbu olesan: campur semua bahan dalam satu mangkuk dan aduk rata.
  3. Siapkan wajan anti lengket dan olesi margarin. Taruh potongan fillet ikan diatas wajan. Olesi dengan bumbu olesan (2-3 kali oles). Panggang dengan api kecil hingga matang. Balik fillet ke sisi lainnya. Olesi dengan bumbu olesan (2-3 kali oles) dan panggang sampai matang. Angkat. Taburi dengan biji wijen dan parsley.
Cooking

Fried Chicken With BBQ Sauce

Akhir-akhir ini saya lagi keranjingan memasak menu yang praktis tapi tetap enak rasanya. Kali ini pilihan jatuh ke menu western food yang praktis dan minim bumbu. Beda sekali dengan menu masakan Indonesia yang persiapan bumbunya pakai lama dan ribet, hehe. Sebenarnya saya dan suami sih lidahnya lebih suka masakan Indonesia tapi sesekali boleh lah explore resep baru biar tidak bosan.

Resep ini saya dapatkan dari Cookpad “Calsy” dan sudah saya modifikasi dengan menambahkan bawang putih supaya lebih harum dan bercita rasa. Bagi saya suatu masakan itu wajib ada bawang putihnya supaya lebih lezat, haha.

PhotoGrid_1501595084527
Fried Chicken With BBQ Sauce

Bahan:

  • 200 gram dada ayam fillet
  • 2 siung bawang putih, cincang halus (tambahan dari saya)
  • 1 batang daun bawang, iris
  • 1 bungkus (75 gram) tepung bumbu crispy (saya pakai tepung bumbu special Kobe dengan rasa bawang)
  • Garam dan merica secukupnya

Bahan Saus:

  • 2,5 sdm saus BBQ / barbecue (saya pakai Kraft Barbecue Original)
  • 1,5 sdm saus sambal
  • 1 sdm madu (tambahan dari saya)
  • Sedikit merica (saya pakai black pepper)

Cara Membuat:

  1. Cuci bersih dada ayam. Potong-potong sesuai selera. Lumuri ayam dengan bawang putih cincang, garam dan merica. Diamkan selama 30 menit. Sisihkan bawang putih cincang dari badan ayam (tidak perlu dibilas dengan air lagi).
  2. Lumuri daging ayam dengan tepung bumbu sampai badan ayam tertutup tepung secara merata.
  3. Goreng ayam dengan minyak panas sampai berwarna kecoklatan.
  4. Siapkan wajan. Masukkan bahan saus, aduk rata. Masukkan ayam yang sudah digoreng. Aduk dengan api kecil hingga merata. Tambahkan daun bawang. Angkat dan siap disajikan.

Walaupun hanya dengan bumbu simple seperti diatas. rasa ayam ini enak lho. Mirip dengan fried chicken BBQ merk Richeese. Hanya saja kalau bikin sendiri pasti lebih sehat karena di resep ini hanya pakai fillet dada ayam tanpa kulit. Selain itu juga lebih ekonomis dong! Selamat mencoba ya teman-teman.

Cooking

Salmon Honey Teriyaki Glaze

Halo! Kali ini saya menyempatkan diri untuk posting resep masakan yang sebenarnya sudah lama mau di-post tapi selalu ujung-ujungnya jadi malas dan akhirnya foto-nya hanya tersimpan di memory handphone saja, hahaha. Posting resep di blog itu maksudnya bukan untuk pamer lho ya.. tapi di era digital ini rasanya sudah tidak praktis lagi untuk menyimpan resep di suatu buku dengan tulisan tangan. Tidak terbayang betapa merepotkannya kalau hendak mencari suatu resep di buku tersebut. Belum pula kalau kita lagi keluar rumah dan tiba-tiba ditanya resep oleh kerabat kita. Daripada ribet bawa buku resep kemana-mana, mending kita lihat saja arsip blog kita dari smartphone.

Anyway, back to the topic. Saya kali ini akan menampilkan resep olahan salmon favorit saya dan suami (saat ini). Bumbunya sangat simple dan rasanya lezat! Resep saya dapatkan dari Cookpad milik “yNy Kitchen” yang sudah saya modifikasi sedikit.

PhotoGrid_1500902381552
Salmon Honey Teriyaki Glaze

Bahan:

  • 2 buah (250 gram) salmon fillet, potong-potong sesuai selera (maksudnya sih supaya matangnya lebih merata daripada memasak dengan potongan besar sekaligus).
  • 2 siung bawang putih, cincang halus. Ini tambahan dari saya supaya aroma salmonnya jadi lebih harum.
  • 2 sdm campuran perasan jeruk lemon dan madu (cara membuat: air perasan 1/2 buah lemon dicampur dengan 1 sdm madu). Ini tambahan dari saya supaya salmonnya jadi lebih gurih.
  • 2 sdm olive oil untuk menumis.
  • Garam dan merica secukupnya.
  • Biji wijen dan irisan daun bawang untuk pelengkap (saya tidak pakai).

Bahan Saus:

  • 2 sdm madu
  • 2 sdm kecap asin
  • 2 sdm air / sake (saya hanya pakai air)

Cara Membuat:

  1. Cuci bersih salmon fillet. Lumuri dengan campuran air lemon dan madu, garam, merica dan bawang putih merata di badan ikan. Diamkan 30 menit. Bersihkan badan ikan dari bawang putih cincang (tidak perlu dibilas dengan air lagi).
  2. Panaskan olive oil di wajan anti lengket. Masukkan salmon fillet dan tumis sampai matang secara merata dengan api kecil. Sisihkan. (Karena mengandung madu maka badan ikan akan lebih cepat gosong jadi apinya tidak boleh besar ya).
  3. Masih menggunakan sisa minyak tumisan salmon fillet di wajan anti lengket (Kalau sekiranya sisa minyaknya kebanyakan, sebagian dibuang dulu, sisakan sedikit saja sekitar 1 sdm). Masukkan semua bahan saus. Aduk rata dan masak sampai mendidih dan mengental. Masukkan salmon fillet yang sudah matang. Aduk rata sampai salmon fillet terlumuri saus semua. Matikan api dan siap disajikan.

Note:

  • Sebaiknya perasan lemon tidak diganti dengan jeruk nipis karena akan mempengaruhi rasa. Jeruk nipis akan memberikan rasa lebih asam.
  • Sisa air perasan lemon yang sudah dicampur madu daripada dibuang bisa kita minum langsung (campuran tersebut adalah Honey Lemon Shot yang terkenal baik untuk kesehatan)